NovelToon NovelToon
Ritual Gunung Kawi

Ritual Gunung Kawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Matabatin / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:167.4k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rahman adalah pemuda biasa yatim piatu yang sejak kecil ikut dengan Pakde nya, hingga suatu hari dia di ajak menemani pakde pergi kegunung Kawi.

di gunung itu lah dia menyaksikan hal yang sangat tidak dia duga, bahkan menjadikan trauma panjang karena dari ritual itu dia harus sering berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan.

Untung nya Rahman punya teman bernama Arya, sehingga pemuda itu bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Rasa curiga Purnama

Seluruh warga kampung heboh bukan main dan mereka ada yang kasihan namun ada juga yang merasa tidak percaya bahwa Rahman bisa meninggal hanya karena dia terpeleset di sungai ini, namun mereka semua tidak ada yang mengetahui secara pasti apa yang telah terjadi tentang Rahma itu karena sekarang sudah ditemukan dalam keadaan mengembung.

Pak Kades sendiri begitu histeris karena dia tidak menyangka bahwa sang keponakan akan meninggal dengan cara seperti ini, banyak warga yang bertanya kenapa Pak Kades sama sekali tidak tahu bahwa Rahman telah menghilang selama tiga hari dari rumah dan karena itu dia baru bisa di temukan sekarang dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Sebagian orang tentu saja curiga karena tidak mungkin tidak di cari kalau sudah menghilang selama tiga hari, sebagian langsung menuduh bahwa Parto selama ini hanya berpura pura peduli saja kepada sang keponakan dan tidak sayang betulan sehingga Rahman hilang tiga hari saja dia tetap anteng dan tidak mencari.

Sebab mereka sama sekali tidak ada mendengar Parto yang kehilangan Rahman dan berusaha untuk mencari, membuat pikiran warga mulai merasa tidak enak dan ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh kades ini, nama nya pikiran orang satu kampung maka sudah pasti bermacam macam dan mereka merasa ada yang tidak beres.

"Apa Bapak sama sekali tidak mencari selama tiga hari ini?" Arya menatap Parto tajam.

"Rahman bilang kalau dia mau main kerumah sepupu saya yang ada di Sukabumi, jadi saya pikir dia ada di sana." jawab Parto.

"Jadi Bapak juga tidak bertanya apa Rahman sudah sampai apa belum?" Edo bertanya lebih jauh.

"Memang tidak, sebab saya pikir Rahman sudah terbiasa dan tidak perlu di tanya." jelas Parto kembali.

"Ya Allah kasihan anak yatim ini, sekarang malah meninggal dunia." keluh para warga.

"Ini di leher dia kok bekas seperti cekik atau jerat ya?" Sabani menemukan kondisi leher Rahman yang bekas kena cekik Arman.

Semua warga jadi menoleh dan mereka penasaran apa memang ada bekas cekik di leher Rahman, bila memang itu bekas cekik maka mereka semua akan sangat yakin bahwa Rahman meninggal bukan karena terpeleset lalu masuk ke dalam sungai karena tidak mungkin juga sebab pemuda itu begitu pintar berenang.

Ini rasa curiga di hati warga tentu saja semakin menjadi karena mereka memang sebagian tidak percaya kalau Rahman meninggal karena tenggelam di sungai tersebut, Arya yang begitu menyesal karena dia tidak pernah mendengarkan apa yang Rahman katakan tentang sesuatu yang ada di rumah sehingga dia sekarang bertekad untuk mencari tahu apa yang telah terjadi.

"Loh ini Rahman yang sempat datang kerumah ya." Zidan agak syok ketika melihat Rahman.

"Innalillahi wainnailaihirojiun!" Zayn juga nampak kaget.

"Bang, apa mungkin sesuatu telah terjadi kepada dia?" Zidan bertanya dengan suara pelan.

"Diam, jangan membuat para warga mendengar apa yang kau katakan itu karena nanti hanya akan menjadi fitnah." Zayn menghentikan ucapan sang adik.

"Tapi saat itu dia datang dan mengatakan ada sesuatu tapi kenapa sekarang malah meninggal begitu saja." lirih Zidan masih agak tidak percaya.

"Nyawa tidak ada yang tahu dia akan bertahan sampai kapan, bahkan kita juga tidak tahu kalau besok kita yang akan meninggal dunia." jawab Zayn.

"Tolong angkat keponakan ku sekarang, dia harus sendiri dikubur karena kondisi seperti ini hanya akan membuat dia bertambah sengsara saja." Bu Kades datang dengan mata merah karena menangis.

"Mari kita angkat mayat Rahman sekarang." Wandi segera bergerak membantu yang lain juga membawa mayat Rahman menuju rumah Parto.

"Ayo kita bantu." Edo mengajak Arya yang masih terdiam.

Tidak tau saja bahwa saat ini Arya begitu menyesal karena dia tidak mendengar apa yang Rahman katakan, sekarang dia sudah bertekad di dalam hati bahwa akan mencari tahu apa yang telah terjadi kepada pemuda itu karena dia sangat yakin Rahman tidak meninggal karena tenggelam.

"Arya, ayo kita bicara." Purnama datang untuk menemui sang adik.

"Kak, tapi aku mau membantu mereka mengurus mayat Rahman." Arya datang mendekat.

"Ada yang ingin aku tanyakan tentang bocah itu kepada dirimu." Purnama berkata serius sehingga Arya tidak bisa menolak.

"Apa yang ingin Kakak ketahui tentang Rahman?" Arya menunggu apa yang akan Purnama tanya kan.

"Dia apa memang pandai berenang?" tanya Purnama.

"Ya bahkan di antara kami semua maka dia yang paling pintar, jadi aku merasa dia tidak mungkin mati karena tenggelam." jelas Arya lagi.

"Dia sudah aku peringatkan agar jangan bertindak gegabah tapi malah tidak mendengar apa yang aku katakan." keluh Purnama.

"Aku bantu yang lain dulu ya kalau begitu." pamit Arya karena dia ingin membantu teman yang lain.

Purnama mengangguk dan dia sedang merencanakan bagaimana mengungkap tentang kematian Rahman ini, sejak awal Purnama sudah sempat memberikan rahmat peringatan agar dia jangan bertindak gegabah dan sekarang terbukti bahwa dia yang menjadi korban untuk selanjutnya.

"Itu pasti ulah dia kan?" Maharani menatap Purnama yang masih terdiam.

Sekarang cara yang sedang dipikirkan adalah mencari tahu tentang sesuatu yang sedang di puja oleh Pak Kades itu, tentang kematian Rahman ini maka nama juga begitu yakin kalau Pak Kades pasti ada ikut campur dalam kematian bocah tersebut entah kesalahan apa yang sedang Rahman lakukan sehingga dia malah menjadi tumbal untuk selanjutnya.

"Purnama." Zidan datang mendekat karena melihat calon istri.

"Permisi aku harus mengurus sesuatu." pamit Purnama karena dia sedang buru-buru.

"Hati hati di jalan." Zidan masih sempat berteriak.

"Heh kau kalau ketahuan sama Abi pasti akan kena marah karena begitu mendekati dia." Zayn menepuk pundak sang adik.

"Ya tidak masalah dong, kan aku bakal menjadi calon suami dia juga." Zidan berkata santai.

"Dih sudah kecintaan saja kau, aku curiga ya kalau sebelumnya kami memang sudah mengincar Purnama dan ketika Abi menjodohkan maka langsung kau terima begitu saja." Zayn menatap dengan penuh curiga.

"Mana ada, tapi dia memang sangat cantik walau kaku." Zidan tersenyum.

"Sudah tidak usah membahas dia terus, kita harus belajar di rumah Pak Kades." ajak Zayn karena Zidan memang sedang terpesona dengan kecantikan Purnama.

Maka kedua Abang adik ini segera melangkah pergi dari pinggir sungai karena mereka akan melayat di rumah Kades, Rahman pasti akan segera di kuburkan karena dia mati tenggelam sehingga tidak perlu untuk di mandikan lagi karena nanti takut justru bagian tubuh itu bisa terlepas dari tempatnya dan malah membuat mayat menjadi bertambah sengsara.

Selamat siang menjelang sore besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
Raffaza Direzky87
bukannya tangan yang di tarik malah sorban,dasar maulana nih,kasian zidan sampai terseret
Cindy
lanjut kak
Dindin Paridudin
malam💪
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
astaga ngakak bisa2 nya ustad di seret 🤣🤣
Fiyan Ayu
takut si takut tp ya jangan narik sorbannya calon suami mba pur to 🤣🤣
Marsiyah Minardi
Mereka yang ketakutan tapi aku malah jadinya ngakak 🤣🤣🤣🤣
Bivendra
dasar maul🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
hiiii...bau Pesing Lo azka😄😄
FiaNasa
ayo bahas babat aja semua nya
Mat Rachmadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
buseeeeet, sudah deg"n malahan di kagetin sama mb'Sri🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
Bagas gituuuu... mana mau dia mendengar puja'an di di ghibahin 🤭🤭
Raffaza Direzky87
nah rasain itu,punya mulut makanya di jaga, baru juga selesai ngomong,langsung nggelinding itu kepala
neni nuraeni
😀😀😀 kocak
MiilaaManurung
😂😂😂😂😂😂😂
moerni🍉🍉
si azka kok yo mbok kerjain t thorr😅😅
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
ya Allah babang zidan sampe keseret gegara maul😂😂
Raffaza Direzky87
Rahman mungkin,dia menangis karena merasa kesakitan
Endang Sulis
Bagaskara ternyata dari dulu sudah keren pantas menjadi panglima ular
NoviTa jungkook: selalu di tuh
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah bagus tuh kaya Bagas langsung babet aja ...duh cinta mu Pur harus kandas untuk Bagas demi kedamaian hidup mu ...untung Bagas mengerti ya kalo tidak jadi iblis sejati kalian 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!