davindra Shaquille adijaya ,,, adalah seorang anak tunggal dari Narendra adijaya yang terkenal sebagai mafia kejam di seluruh jagat raya dunia hitam,
ia selalu menjadi anak kebanggaan ayah nya ,namun sejak ibu nya meninggal Narendra adijaya menikah lagi dengan seorang perempuan yang sudah memiliki satu anak , Gilbert Robert adalah saudara tirinya ,sejak saat itu kehidupan Davindra mulai berubah , kepercayaan sang ayah yang mulai memudar , kasih sayang sang ayah yang mulai luntur dan terbagi, membuat davindra tumbuh menjadi seorang yang keras kepala dan tidak mau mengalah ,,
di masa remaja nya ia menyukai gadis yang bernama
Aurora zahera ,gadis cantik dan manis yang membuat hari hari nya berwarna ,namun warna itu seketika hilang Ketika Aurora pergi dan pindah ke luar negeri ,,
mungkin kah mereka akan bertemu kembali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartini Quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kerja sama
Mereka berkumpul di meja makan , suasana di sana cukup tegang ,dan canggung, Sandra mencoba mencairkan suasana ,dia melirik Davin dan tersenyum ,
" gimana kabar kamu Davin?" tanya Sandra
" baik " jawab nya singkat
" oh iya Davin ,apa kamu sudah punya calon istri untuk di kenalkan pada kami?"
Davin tak menjawab , Sandra tersenyum getir , Narendra pun menegur anaknya ,
" Davin , kamu kalau di tanya mama kamu tuh jawab" ucap Narendra
Davin masih tak menanggapi ucapan ayah nya ,
" udah pa ,gak apa apa pa, Gilbert gimana perusahaan kamu nak ,apa sudah dapat investor ?"
"ada beberapa investor yang masuk mah ,dan aku juga mau beli beberapa kapal lagi, tapi rencananya aku mau bekerjasama dengan ,,," Gilbert melirik ke arah Davin dan tersenyum.
" dengan mas Davin ,betul kan kakak ku ?"
" gue belum bilang setuju , dan gue gak berharap kira bisa kerja sama " jawab Davin
Narendra yang melihat perdebatan dua anak ini tampak lelah
" kalian ini bisa tidak kalau gak bertengkar ,kita lagi makan,dan soal bisnis ,kalian bisa bicarakan nanti setelah makan " ucap Narendra
" papa benar ,yuk kita selesaikan makan dulu ,ini enak loh ,kita sengaja masak banyak karena kalian berdua mau datang , gimana kalau kalian nginep ?"
" boleh ma, lagian udah lama juga aku gak tidur di sini ,bosen di apartemen terus ,"
" iya nak , kamar kamu dan kamar mas mu udah di siapkan sama bibi " ucap Sandra
" aku gak nginep ,masih banyak urusan dan kerjaan "
" kenapa kamu selalu seperti ini Davin ,keras kepala, papa mau malam ini kamu tidur di sini ,ini juga rumah kamu " ucap Narendra
" aku tidak merasa punya tempat di sini " jawab Davin
" Davin ,bisa tidak kalau kamu bersikap biasa saja , jangan seperti ini " sentak Narendra
" sudah pa ,kita kan lagi makan ,gak baik berantem begini , udah mama yang salah , harusnya mama gak minta Davin buat nginep di sini , maafin mama ya Davin " ucap Sandra
Davin hanya diam tak menjawab lagi .
" kalau kalian ngundang saya hanya untuk mengajak bertengkar harusnya Kalian gak usah repot repot "
" oke Davin ,mama minta maaf ya ,kita makan lagi ya ,pa ,udah , maafin papa kamu ya nak " Sandra mencoba untuk bersikap lembut
" udah mas ,kita makan ya ,kita tadi gak jadi meeting kan ,dan lho ngajak meeting di sini kan ,,?
Davin pun melirik ke arah Narendra , kemudian ia melanjutkan makannya ,
setelah selesai makan mereka duduk di kursi ruang tamu , suasana nya terlihat sepi , Narendra hanya melihat ke arah Davin dan Gilbert ,tidak ada obrolan di sana ,Sandra datang membawa cemilan untuk mereka.
" nih mama bawa cemilan buat kalian ,tadi mama yang bikin sendiri loh" ucap Sandra,
walaupun Davin tidak menyukai mama tiri dan saudara tirinya itu ,tapi sebisa mungkin Davin selalu berusaha menghargai papa nya , meskipun perdebatan kerap kali terjadi di keluarga ini ,tapi sebisa mungkin ia tetap ada untuk papa nya .
" Davin " panggil Narendra
" iya "
" gimana perusahaan kamu ,apa ada masalah , jangan sungkan untuk minta tolong sama papa ya " ucap Narendra
" iya Davin ,papa pasti akan bantu kamu , apalagi sekarang relasi papa sudah bertambah banyak ,kamu tahu gak ada tiga perusahaan yang mau jadi investor papa dan semuanya dari luar negeri " tambah Sandra
" gak perlu ,saya gak perlu bantuan kalian" jawab Davin
" mas gimana kalau sekarang aja kita meeting nya " ucap Gilbert
" oh iya kalian mau meeting ya , yaudah kalian meeting di tempat kerja papa aja ,gak apa apa kan pa,anak anak kita mau meeting di sana"
" iya pake saja mah ,papa juga lagi gak sibuk banget" jawab Narendra
" ayo,,mas " ajak Gilbert
mereka pun pergi ke ruang kerja Narendra ,
Davin duduk di sofa disusul dengan Gilbert.
" gimana mas ,kerja sama kita ,gue udah kirim proposal nya kan ke Raka "
" lho tuh mau nya apa sih ,gue kan dah bilang , kalau gue gak mau kerja sama lho,dan lho terus saja mengirimkan proposal " tegas Davin
" ayolah mas ,kita bisa sama sama menguntungkan " ucap Gilbert
" apa keuntungannya kalau gue bantu lho?"
" gue akan bantu lho dalam pemasaran ,gue mengenal banyak relasi bisnis dari kalangan atas ,dan gue bisa promosikan perusahaan lho ,agar mereka berminat untuk menyewa kapal kapal lho , gimana ?"
" lho kira gue gak punya banyak relasi " ucap Davin
Gilbert mengangguk dan berkata
" iya gue percaya ,jelas punya nama besar di kalangan mereka ,tapi gue kan bisa bantu agar lebih banyak lagi relasi lho,tapi bukan cuma lho yang untung ,gue juga harus untung "
" apa mau lho?"tanya Davin
Gilbert tampak berpikir,
" gue mau lho meningkatkan reputasi gue ,di industri kapal "
" kenapa lho gak minta bantuan papa aja ?"
" come on mas ,ini bukan bagian papa, kalau ini bagian papa ,gue gak mungkin minta bantuan sama lho "
" papa juga punya kuasa di bagian bisnis internasional "
" iya gue tahu,tapi perusahaan papa bukan perusahaan kapal seperti kita , please mas"
" apa jaminan nya lho bisa di percaya ?"
" ya ampun lho masih meragukan gue "
" jelas ,gue gak pernah percaya sama lho "
" oke , jaminan nya ,,,,,,
" gue mau kalau lho berbuat curang ,maka perusahaan lho gue ambil alih" ucap Davin
" lho gak bisa gitu dong,gue perusahaan itu juga dari nol ,sama kaya lho "
" oke kalau lho gak mau ,gue juga gak mau kerja sama ,sama lho "
Hufffhhh
Gilbert menarik nafas kasar,
" kenapa jadi kaya bunuh diri gini sih ," batin Gilbert
" gue gak punya banyak waktu kalau lho mau ,besok gue siapin berkas perjanjian nya " ucap Davin
" oke ,gue mau ," jawab Gilbert
" oke , deal "
" deal"
Mereka pun bersalaman ,dan Gilbert pun hendak memeluk Davin ,namun Davin langsung menghindar.
" ngapain sih lho peluk peluk gue " kesal Davin
" Astaga ,peluk doang ,jawab Gilbert
Davin pun keluar ruangan ,dan Gilbert pun tersenyum sinis
" lho kira gue bakal kalah , kita tunggu saja , perusahaan siapa yang akan jatuh ,gue gak akan se pasrah itu kasih perusahaan yang udah gue bangun"batinnya
Davin melihat papa dan mama tirinya masih ada di ruang tamu , Sandra menyapa nya
" eh Davin ,udah selesai meeting nya ?" tanya Sandra, Davin hanya mengangguk ,
" Davin papa mau bicara sama kamu "
" ada apa , saya gak punya banyak waktu " Davin sebenarnya juga ingin bertanya langsung tentang perusahaan Adijaya group ,tapi dia sudah cukup lelah hari ini .
" yaudah besok ,papa tunggu di kantor ya "
Davin mengangguk dan pergi.
" anak itu selalu saja gak punya sopan santun , pamit ke orang tua saja susah sekali " gerutu Narendra
" udah pa , "
Gilbert pun datang .
" Gilbert ,kamu mau nginep di sini kan?" tanya Sandra
" nggak ma, aku sibuk ,aku pamit ya " jawab Gilbert
" yaudah iya ,hati hati ya ,"
" iya ma ,pa "
Gilbert pun pergi dari sana .
" hmmm , punya anak dua tapi satu pun gak ada yang tinggal di rumah ya pa"
" biarkan saja ma , mereka sudah besar ,ayok kita istirahat " ajak Narendra
" iya pa ," tak lama suara ponsel Sandra pun bunyi
" papa duluan aja ya "
" kenapa , siapa yang wa?"
" oh ini teman arisan mama pa"
Narendra pun mengangguk .
" papa tunggu di kamar ya "
" iya pa"
Setelah kepergian Narendra , Sandra pun membuka pesan dari ,,,,,,
" zayden: aku tunggu besok di hotel sayang "
" Sandra :oke
semoga next chapter tidak terlalu banyak yang bertebaran
biar lebih enak bacanya 😊