NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Dokter Buangan

Kebangkitan Sang Dokter Buangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Mafia
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Velyqor

Kayra Ardeane mengasingkan diri ke desa sunyi bernama Elara demi mengubur trauma masa lalunya sebagai ahli bedah. Namun, ketenangannya hancur saat seorang pria bersimbah darah menerjang masuk dengan peluru di dada. Demi sumpah medis, Kayra melakukan tindakan gila: merogoh rongga dada pria itu dan memijat jantungnya agar tetap berdenyut.

Nyawa yang ia selamatkan ternyata milik Harry, seorang predator yang tidak mengenal rasa terima kasih, melainkan kepemilikan. Di bawah kepungan musuh dan kobaran api, Harry memberikan ultimatum yang mengunci takdir Kayra.

"Pilihannya sederhana, Dokter. Mereka selamat dan kau ikut denganku, atau kita semua tetap di sini sampai musuh mengepung. Aku tidak akan membiarkanmu pergi ke tempat di mana aku tidak bisa melihatmu."

Terjebak dalam pelarian maut, Kayra menyadari satu hal yang terlambat, ia memang berhasil menyelamatkan jantung Harry, namun kini pria itu datang untuk mengincar jiwanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Velyqor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Rahasia di Balik Kedalaman Karang

Kesepakatan itu telah dikunci, namun perasaan Kayra jauh dari kata tenang. Isla de Sombra bukan sekadar resor mewah di tengah samudera, pulau ini adalah keajaiban teknologi yang dibangun di atas fondasi rahasia Harry Marcello.

Seminggu telah berlalu sejak mereka tiba, dan identitas "Kayra Valeska" mulai melekat padanya seperti kulit kedua, meski ia masih merasa seperti orang asing yang mengenakan topeng orang lain.

Kayra menghabiskan hari-harinya di fasilitas medis tingkat tinggi yang terletak di jantung pulau. Fasilitas itu memiliki segalanya, laboratorium patologi mandiri, bank darah raksasa, dan peralatan bedah robotik yang bahkan rumah sakit pusat di kota pun tidak mampu membelinya.

Namun, yang membuat Kayra merasa terasing adalah keheningan di sekelilingnya. Para perawat dan staf medis di sini bekerja seperti mesin, efisien, tanpa suara, dan tidak pernah menatap matanya terlalu lama.

Pagi itu, Kayra sedang meninjau data pemulihan Harry di layar hologram saat Enzo muncul di ambang pintu laboratorium. Pria beralis luka itu tidak lagi mengenakan seragam taktis yang robek, melainkan setelan jas gelap yang rapi.

"Tuan Harry meminta Anda menemuinya di level bawah," ujar Enzo singkat.

Kayra mengerutkan kening. "Level bawah? Saya pikir fasilitas medis ini adalah tingkat terendah dari bangunan ini."

Enzo hanya tersenyum tipis, sebuah ekspresi yang jarang ia tunjukkan. "Ada banyak hal di pulau ini yang tidak tertangkap oleh mata pada pandangan pertama, Dokter."

Enzo membawanya menuju sebuah lift di ujung koridor yang hanya bisa diakses dengan pemindaian retina dan sidik jari. Lift itu meluncur turun, jauh melampaui fondasi karang yang Kayra bayangkan. Ketika pintu berdenting terbuka, udara di level ini terasa berbeda, lebih dingin, sedikit lembap, dan berbau antiseptik yang lebih tajam bercampur aroma garam laut yang pekat.

Mereka melintasi koridor kaca yang memperlihatkan dinding batu karang asli di satu sisi, dan barisan tangki penyimpanan data raksasa di sisi lainnya. Namun, langkah Kayra terhenti ketika mereka sampai di sebuah ruang isolasi yang seluruh dindingnya terbuat dari kaca satu arah.

Di dalam sana, seorang wanita paruh baya berambut perak duduk di kursi roda, menatap kosong ke arah jendela yang menyajikan pemandangan bawah laut. Berbagai kabel monitor medis terhubung ke tubuhnya yang kurus.

Kayra tersentak. Jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat. Ia merangsek maju, jemarinya menyentuh permukaan kaca yang dingin dengan gemetar. Dunia seolah runtuh di bawah kakinya. "Profesor ... Profesor Elena?"

"Dia adalah alasan mengapa kau begitu penting bagi rencanaku, Kayra," suara rendah Harry bergema dari belakangnya.

Kayra berbalik cepat, matanya berkilat antara syok dan amarah yang meledak. "Apa yang dilakukannya di sini?! Dia dilaporkan tewas dalam kecelakaan laboratorium lima tahun lalu! Harry, jelaskan padaku apa yang sedang terjadi!"

Elena Valeska adalah segalanya bagi Kayra. Wanita itulah yang memungutnya dari panti asuhan yang kumuh, memberinya kasih sayang seorang ibu, dan menjadi mentor yang membentuknya menjadi ahli bedah jenius.

Saat karier Kayra hancur dua tahun lalu akibat skandal malpraktik yang tidak pernah ia lakukan, sebuah konspirasi yang membuatnya menjadi paria di dunia medis, Elena adalah satu-satunya kenangan manis yang ia miliki, meski Kayra selama ini mengira gurunya itu sudah tiada dalam kecelakaan tragis.

"Kematiannya dipalsukan oleh Luca," jawab Harry tenang, meski tatapannya setajam belati. "Luca menginginkan riset sarafnya untuk menciptakan tentara yang tidak mengenal rasa sakit. Selama lima tahun terakhir, dia ditawan sebagai budak intelektual di fasilitas bawah tanah Luca. Aku berhasil mengekstraksinya tiga bulan lalu melalui operasi berdarah yang hampir memusnahkan seluruh tim elitku."

Kayra kembali menatap gurunya yang kini tampak seperti cangkang kosong yang hancur. "Apa yang terjadi padanya? Kenapa dia seperti itu?"

"Serum eksperimental Luca merusak saraf motoriknya saat dia mencoba melarikan diri. Dia terjebak dalam tubuhnya sendiri, Kayra. Dia sadar, dia mendengar kita, tapi dia tidak bisa merespons," Harry melangkah mendekat, berdiri sangat dekat di belakang Kayra hingga Kayra bisa merasakan hembusan napas pria itu.

"Hanya ada satu orang di dunia ini yang memiliki presisi bedah cukup gila untuk melakukan operasi mikro pada batang otaknya tanpa membunuhnya. Dan orang itu baru saja menjahit jantungku di tengah hujan peluru di hutan jati."

Harry merunduk, suaranya memberat tepat di samping telinga Kayra, mengirimkan getaran dingin sekaligus panas ke sekujur tubuhnya. "Aku tahu tentang skandal malpraktik yang menghancurkan kariermu di rumah sakit pusat dua tahun lalu."

Kayra menegang, tubuhnya kaku seperti es. Itu adalah luka yang ia kubur dalam-dalam di bawah tanah Elara. "Itu bukan urusanmu, Harry. Itu hanya nasib burukku."

"Nasib buruk?" Harry terkekeh dingin, suara yang mengandung nada ejekan sekaligus peringatan. "Jangan naif, Dokter. Kau dijebak. Seseorang yang sangat kuat merencanakan kejatuhanmu dengan sangat rapi. Mereka memastikan tidak ada satu pun rumah sakit di negeri ini yang mau menerimamu, hingga kau terdampar di puskesmas kumuh itu. Kau pikir itu kebetulan?"

Harry meraih tangan Kayra, menariknya dengan lembut namun tegas, memaksa wanita itu menatap matanya yang obsidian dan penuh kuasa. "Bantu aku membangunkan Elena. Dia memegang informasi yang aku butuhkan untuk menghancurkan seluruh kerajaan Luca. Dan sebagai imbalannya ...."

Harry menjeda sejenak, tatapannya mengunci Kayra dengan intensitas yang mutlak, seolah sedang menawarkan sebuah perjanjian dengan iblis. "... aku akan menggunakan seluruh sumber daya dan kekuasaan yang aku miliki untuk menemukan bajingan yang sudah menghancurkan kariermu. Aku akan mencari siapa pun yang menjebakmu, menyeret mereka ke hadapanmu hidup-hidup, dan kau bisa memutuskan sendiri bagaimana cara mereka membayar setiap rasa sakit yang kau rasakan."

Kayra terdiam, napasnya tertahan. Tawaran itu begitu menggiurkan sekaligus mengerikan. Selama dua tahun ia hidup dalam ketidakadilan, dihantui rasa bersalah atas tuduhan palsu, bertanya-tanya siapa yang tega menghancurkan hidupnya begitu saja.

"Kau berjanji?" bisik Kayra parau, matanya mulai berkaca-kaca karena harapan yang tiba-tiba muncul di tengah kegelapan. "Kau akan membantuku menemukan orang-orang itu? Orang-orang yang mencuri hidupku?"

"Aku selalu membayar hutangku, Kayra Valeska," jawab Harry. Ia menyentuh dagu Kayra, mengangkatnya sedikit agar wanita itu tidak bisa berpaling. "Selamatkan mentormu, maka aku akan memberikan kepala orang-orang yang menghancurkanmu di atas nampan perak. Itulah sumpahku."

Kayra menarik napas panjang, mencoba menstabilkan debaran jantungnya. Ia berpaling dari Harry dan menatap Profesor Elena dengan tekad baru yang membakar, jauh lebih panas daripada amarah yang ia rasakan sebelumnya. Ia bukan lagi sekadar dokter yang melarikan diri untuk bersembunyi. Bersama pria berbahaya ini, ia akan menjadi pemburu.

"Siapkan ruang operasinya," ujar Kayra dengan suara dingin yang mematikan, suara yang hanya dimiliki oleh seseorang yang sudah kehilangan segalanya dan kini memiliki kesempatan untuk merebutnya kembali. "Aku akan membawanya kembali. Dan setelah itu, kau harus menepati janjimu, Harry. Jangan pernah berpikir untuk mengkhianatiku!"

Harry menyeringai puas, sebuah senyum predator yang menandakan ia telah berhasil menjerat Kayra sepenuhnya dalam jaring-jaring perangnya. "Tentu saja, Dokter. Permainan yang sesungguhnya baru saja dimulai."

Malam itu, di kedalaman karang Isla de Sombra, Kayra tidak bisa tidur. Ia duduk di depan layar hologram, mempelajari setiap inci grafik saraf Profesor Elena yang kacau. Ia sadar bahwa ia baru saja membuat perjanjian dengan seorang monster untuk menangkap monster lainnya. Namun, melihat wajah gurunya yang kaku di balik kaca, Kayra tahu ia tidak akan mundur.

Ia akan menyelamatkan Elena. Ia akan menemukan penghancurnya. Dan jika ia harus bersimbah darah lagi di samping Harry Marcello untuk mewujudkannya, maka biarlah begitu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!