NovelToon NovelToon
TERLEMPAR KE ZAMAN DAHULU DAN MENIKAHI DUA GADIS MISKIN

TERLEMPAR KE ZAMAN DAHULU DAN MENIKAHI DUA GADIS MISKIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami / Menantu Pria/matrilokal / Dan perjuangan hegemoni / Anak Lelaki/Pria Miskin / Era Kolonial
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: pecinta timur10

Ricky Riswan ( Yasir Hamdan)seorang pekerja di kota Jakarta yang baru saja mendapatkan gelombang PHK dari perusahannya tempatnya bekerja, ia memutuskan untuk kembali ke Tasikmalaya, di mana tanah kelahirannya berada ,ia berencana untuk mengembangkan dan mengolah lahan milik keluarganya , hanya saja di tengah jalan ,mobil bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan meledak ,dan saat ia sadar ia berada di desa yang sangat asing bagi dirinya dan baru mengetahui bahwa dirinya akan dijadikan sebagai pengantin pria untuk dua gadis yang tidak dia kenal , bagaimana kelanjutan cerita ini, masih lama bro ,mungkin nunggu dua tahun atau lebih...!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta timur10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34 malam pertama yang ganas

Yasir hanya tersenyum tipis , matanya secara tidak sadar melihat ke arah dua wanita muda yang sama sama saling menatap itu.

" uhh mas semuanya sudah selesai, tari sangat lelah.. mau ke kamar dahulu ..!" Wanita muda itu dengan panik berjalan menuju kamar yang sudah ada di dekat mereka bertiga , lalu masuk dengan menutup pintu rapat kamarnya itu .

" mas aku juga ... mengantuk ..!"

Hening .

Yasir hanya tersenyum canggung, ia tidak tahu apa yang harus dia perbuat , dan tiba tiba memikirkan hal yang selama ini dia pendam.

" oke, aku akan makan yang banyak dahulu, hati hati kalian berdua " gumamnya dengan senyum yang jahat.

Tanpa banyak bicara , Yasir mengambil nasi dan paha ayam goreng besar , dengan lahap ia makan tanpa berbicara..

Dalam sekejap , dua paha ayam sudah hilang dan digantikan dengan ekspresi wajah Yasir yang sangat menakutkan.

Setelah makan , ia berjalan menuju kamar pertama , di mana itu adalah kamar milik Lestari, tanpa mengetuk pintu , ia masuk dan mengunci pintu dari dalam.

" tari aku datang...!".

Yasir berjalan dan langsung memeluk tubuh panas wanita muda yang sudah siap itu , dan Yasir baru tahu bahwa kedua istrinya sudah mengerti akan hal itu , perkataan untuk masuk kamar adalah kode dan dalam waktu cepat keduanya bergumul, suara rintihan menggoda terdengar hingga ke kamar sebelah, di mana Halimah tampak gelisah menunggu momen .

" aku ...tidak tahu, apakah sakit.. untuk pertama kali " gumamnya dengan mata menatap harap ke arah pintu kamar yang tenang .

Krak

Halimah waspada , namun dirinya hanya bisa melihat sesosok tubuh perkasa datang dan memeluknya erat seraya melepaskan satu persatu pakaian yang dikenakannya .

Malam itu adalah malam pertama yang sangat indah , malam di mana rumah baru yang sudah mendapatkan berkat dari leluhur dan para warga , juga malam kenangan yang tidak bisa dilupakan oleh mereka bertiga .

Mulai dari suara kentongan ketujuh hingga kentongan kesebelas ,suara mendesah terus menerus terdengar silih berganti, terutama hujan turun dengan derasnya, malam pertama menjadi begitu hangat dan bergairah .

Keesokan harinya , tampak tidak ada tanda tanda kehidupan di atas bukit , suara kokok ayam hutan di sekitarnya tidak membangunkan para penghuni rumah panggung yang ada di atas bukit .

Tepat saat matahari bersinar dengan terangnya, kehidupan mulai datang, pintu utama terbuka , memperlihatkan sosok seorang pemuda yang cukup kekar , matanya yang tajam melihat bahwa hari sudah menginjak siang.

" bermain terlalu lama , ternyata bisa kesiangan, tapi aku heran dengan stamina tubuhku ini " gumamnya tersenyum tipis, segera pemuda kekar itu menuruni tangga dan mulai melakukan gerakan pemanasan yang tidak perlu.

Ia teringat bahwa tempat tidur kedua istrinya basah dan ada sebercak darah di masing tempat tidur kedua istrinya.

" semoga saja kedua istriku cepat hamil dan bisa melahirkan keturunan yang baik " gumamnya dengan mata penuh harapan.

Karena sudah memasuki waktu siang, ia dengan santai mulai masak , sekedar memanasakan nasi yang tersisa banyak, juga satu wadah sedang ayam goreng yang masih banyak.

" nak kamu sudah bangun ?"

Yasir menoleh dan tersenyum, memberikan jalan untuk wanita paruh baya itu agar bisa menghangatkan badan di dekat perapian tungku.

" baru saja , lagi menghangatkan nasi !"

" dimana kedua anak nakal itu ?"

" uhh itu, mungkin lelah , sehari semalam terus bekerja, tidak perlu dibangunkan" kata Yasir tersenyum canggung.

" ohh baiklah ..!"

Wanita paruh baya itu tampaknya mengerti dan ada senyum tipis di bibirnya yang sudah mulai keriput.

" nak , umi mau pergi ke ladang pak Kasim , bila tari atau imah sudah bangun, bisa menyusul ke sana !"

Yasir termenung sejenak, " mau kerja apa mi ?"

" membersihkan halaman ladang , banyak rumputnya dan umi juga tidak mau hanya diam saja di rumah , tidak enak !"

" apakah umi sudah sembuh ?".

" alhamdulillah sudah baikan, panasnya hilang dan pusingnya juga sudah tidak ada " kata wanita paruh baya itu dengan wajah yang bahagia .

" ya syukurlah, kalau sakit jangan dibuat bekerja mi , aku dan lainnya masih sanggup untuk bekerja "

" kalau begitu beri umi cucu , dan umi akan berhenti bekerja.." kata sang ibu dengan nada sedikit bercanda.

" hahahaha tentu , "

Yasir tidak mengelak dan menyetujui apa yang diinginkan oleh wanita paruh baya yang menjadi ibu mertua satu satunya di rumah .

" umi sudah sarapan ?"

" sudah, tadi pagi saat pukul enam !"

Yasir mengangguk , ia berdiri lalu mengangkat nasi yang sudah dipanaskan, setelah itu meletakannya di dalam wadah nasi yang sudah tersedia .

Sedangkan untuk lauknya, ia tidak memanaskannya, karena masih renyah dan belum kadaluarsa.

" setelah makan mungkin mulai menebang pohon yang ada di dekat rumah " gumamnya menatap ke arah pohon pohon rapuh yang membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain.

Saat ia makan , dua wanita muda dengan penampilan yang sedikit acak acakan datang , di wajah keduanya ada rasa lelah dan kaki kedua wanita muda itu tampak sedikit bergetar.

" mas kenapa tidak ajak kami makan "

" eh kalian sudah bangun , mandi dulu sana , makannya setelah mandi , lihat kenapa kaki kamu gemetar begitu .."

" huh itu gara gara mas , tidak berhenti,!" Kata Lestari menggerutu dengan wajah merah padam , ingatannya tentang hantaman terus menerus terhadap jiwanya membuat ia frustasi dan terasa tertekan , rasa sakit masih terasa dan rasa malu juga sangat luar biasa.

" oke oke jangan marah ... cepat mandi dulu , agar mas bisa melihat wajah cantik kembali bersinar..." ujar Yasir tertawa .

" iya ..!"

Keduanya tidak membantah, dan langsung naik kembali ke atas rumah panggung, tidak lama kemudian keluar dengan membawa handuk dan peralatan mandi .

Untuk peralatan mandi, Yasir sudah memberi tahu kegunaan semua barang untuk mandi itu dan keduanya sudah paham dengan cepat .

Yasir terdiam sejenak, ia membersihkan piring dan merapikan nasi serta lauknya , lalu meletakannya diatas tempat yang terlindung dari hujan dan panas matahari.

Setelah sarapan telat itu, ia mengambil perkakas untuk menebang pohon yang sudah banyak rapuh di mana mana , sekaligus membersihkan ilalang yang tumbuh subur di dekat hutan kecil itu .

Srakkkk..

Srakkk..

Potong

Potong

Brughhhhhh...

Satu pohon tumbang dan dengan cepat memotong cabang satu demi satu sampai semuanya bersih , lalu di tumpuk di rumah kayu yang menjadi satu dengan rumah dapur.

Sedangkan untuk daun daun yang kering di masukan ke dalam lubang yang sengaja ia gali , berencana untuk mengubah daun menjadi pupuk organik, bukan hanya daun , sampah lain seperti serbuk gergaji juga dimasukkan ke dalam lubang.

" mas apakah sudah makan ?"

" sudah, bagaimana dengan kalian..?"

" baru saja, tapi kenapa nasinya panas, apakah mas memanaskan nasinya ?"

" ya , ayo bantu suamimu membersihkan alang alang "

" iya mas !"

Kedua wanita muda itu dengan cekatan mengambil rumput ilalang yang sudah dipotong, lalu memasukannya ke dalam lubang sampah , hingga hari menjelang sore , seperempat bukit sudah bersih dari ilalang dan semak belukar, menyisakan pohon jati dan pohon aren serta pohon rambutan yang sudah memiliki usia lima atau enam tahun.

" imah , kamu jemput umi di ladang pak kasim .."

" iya mas !" Halimah menghentikan pekerjaannya dan langsung berbalik menuju belakang rumah , di mana ada jalan setapak menuju perkampungan yang tepat berada di bawah belakang bukit.

1
Syahrian
🙏
Syahrian
Lanjut👍
Syahrian
💪🙏
Syahrian
🙏
Syahrian
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!