Dendam dua jiwa.
Jiwa seorang mafia cantik berhati dingin, memiliki kehebatan dan kecerdasan yang tak tertandingi, namun akhirnya hancur dan berakhir dengan mengenaskan karena pengkhianatan kekasih dan sahabatnya.
Jiwa yang satu adalah jiwa seorang gadis lugu yang lemah, yang rapuh, yang berlumur kesedihan dan penderitaan.
Hingga akhirnya juga mati dalam kesedihan dan keputus asaan dan rasa kecewa yang mendalam. Dia mati akibat kelicikan dan penindasan yang dilakukan oleh adik angkatnya.
Hingga akhirnya dua jiwa itu menyatu dalam satu tubuh lemah; jiwa yang penuh amarah dan kecewa, dan jiwa yang penuh kesedihan dan putus asa, sehingga melahirkan dendam membara. Dendam dua jiwa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34. Menghadapi Dakwaan Ketua Osis part. 2
"Semua tuduhan yang kamu lontarkan itu hanyalah tuduhan secara sepihak, Kenzie."
"Apa kamu masih menganggap kalau aku cewek cupu yang bodoh, sehingga kamu meremehkan aku?"
Annabella berkata dengan nada kalem, tapi tetap tenang. Tidak ada tekanan emosi, baik dalam ucapannya maupun dalam tekanan suaranya. Malah dia tampak sedikit tersenyum lebar.
"Kamu nggak terima semua tuduhan itu, Bella?" tanya Kenzie, juga bernada kalem, tapi tetap tenang, seolah mengikuti ekspresi yang diperlihatkan oleh Annabella. Akan tetapi dia tidak tersenyum, malah wajah tampannya terkesan datar dan dingin.
"Hanya orang bodoh yang menerima tuduhan konyolmu itu, Kenzie!" tetap kalem, tetap tenang Annabella menanggapi, tetap tersenyum. Namun sikapnya seolah tidak menganggap seorang Kenzie, seorang Ketua Osis.
"Jaga sikapmu, Bella!" hardik Edwin penuh emosi. "Apa kamu sudah nggak menghormati Ketua Osis lagi hah?!"
"Kamu dia saja, Win, nggak usah menengahi pembicaraan," tegur Stevan bernada kesal.
"Apa kamu biarkan saja cewek cupu ini menghina Kenzie, Stev?" bantah Kimberlie seolah membela Kenzie.
"Bisakah kalian diam?" Kenzie menatap tajam pada Edwin dan Kimberlie bergantian. Tidak membentak, namun nada suaranya begitu datar dan dingin.
Edwin maupun Kimberlie langsung menciut diam. Tidak belani membantah ucapan dan sikap sang Ketua Osis. Sedangkan Arya yang tadi juga hendak menyanggah, langsung diurungkan saat mendengar ucapan Kenzie yang begitu tajam barusan.
"Bisa kamu jelaskan kenapa kamu nggak terima tuduhan itu?" tanya Nabila yang bisa bersikap tenang setelah beberapa detik kebisuan membungkam. "Malah kamu menganggap tuduhan yang dilontarkan padamu itu adalah tuduhan sepihak."
"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, aku ingin bertanya dulu, apakah kamu dan semua dewan OSIS yang ada di sini," tanggap Annabella tetap kalem dan tenang seraya memandang semua orang yang di situ.
Lalu tatapannya terkunci pada Kenzie yang tepat ada di depannya, "terutama kamu, Kenzie, selaku Ketua Osis...."
"Apakah kamu dan kalian semua mengetahui rangkaian kejadian yang sebenarnya secara lengkap?" lanjutnya bertanya. "Bagaimana awal mula kejadiannya tentang tuduhan-tuduhan yang kalian lontarkan padaku itu?"
Sunyi, tak ada yang bersuara satu pun dari Ketua Osis dan semua anggotanya. Mereka langsung bungkam beberapa saat lamanya. Sekaligus seolah mereka baru tersadar kalau Annabella bukan siswi yang bisa dibodoh-bodohi dan ditakut-takuti lagi sekarang.
Jelas, peristiwa perkelahian Annabella dengan geng Rangga dan geng Rainald di kantin, serta kejadian pemukulan terhadap seorang siswa di tempat yang sama, jelas mereka tidak melihat secara langsung.
Mereka hanya mendengar rumor yang beredar dan laporan yang tidak mendetail.
Adapun tentang kejadian perkelahian Annabella dengan lima siswa brengsek di depan kelasnya, Ketua Osis dan segenap anggotanya sebenarnya telah melihat rekaman CCTV tentang kejadian tersebut.
Akan tetapi Kenzie langsung memberikan dakwaan seolah-olah dalam kejadian tersebut Annabella yang bersalah. Annabella yang membikin keributan, lalu Kenzie menambahkan sebuah tuduhan bahwa Annabella hendak pamer kehebatan.
Sungguh otak orang-orang pintar itu bagaimana cara mereka gunakan? Kenapa mereka, terutama Kenzie sang Ketua Osis, memberikan dakwaan yang serampangan begitu?
Apakah memang benar mereka telah meremehkan Annabella yang sekarang?
★☆★☆
Kenapa kalian hanya diam saja?" tanya Annabella beberapa saat setelah kebisuan membekap suasana yang sedikit menegang itu.
Nadanya masih kalem dan tenang. Masih tersenyum, tapi kali ini seolah tersenyum mengejek. Terus dia melanjutkan pertanyaannya yang kini bernada sarkas.
"Apa kalian semua nggak bisa menjawab?"
"Apapun alasanmu, tetap dalam hal ini kamu yang salah," kata Kimberlie langsung menjatuhkan vonis dengan sikap begitu bencinya dan begitu kesalnya terhadap Annabella. "Oleh karena itu, kamu harus menerima hukuman."
Stevan hanya memelototi cewek cantik berambut coklat kemerahan itu, tanpa berkata apa-apa seolah sudah malas menegurnya.
Lagi pula dia juga tidak mau ikut campur untuk memojokkan Annabella dalam kasus ini. Karena dia setuju dengan Annabella kalau Kenzie memberikan tuduhan hanya secara sepihak.
Sedangkan Annabella tidak menanggapi ucapan Kimberlie yang asal bicara itu, pula tidak melihat ke arahnya. Pandangannya kini terarah pada Kenzie yang duduk di seberang meja sana yang juga tengah menatapnya.
"Kenzie, aku bisa menduga bahwa kamu telah meremehkan aku dalam hal ini," kata Annabella kemudian, tanpa menggubris Kimberlie. "Makanya, kamu main asal saja menuduh kalau aku yang bersalah dalam kasus ini...."
"Terus kamu beranggapan jika aku akan menerima tuduhan sepihakmu itu dengan penuh ketakutan...," lanjutnya tetap tenang dan santai, "penuh rasa tunduk. Terus menerima hukuman darimu dengan bodohnya...."
Kenzie, Stevan maupun Genta tidak bisa tidak langsung terkejut mendengar tebakan Annabella yang tepat itu.
Terutama Kenzie, amat terkejut hingga sikap tenangnya telah goyah. Dan hingga saat ini dia masih belum bisa berkata-kata, karena ternyata Annabella begitu hebat dalam berdebat.
Dia sungguh telah meremehkan Annabella....
Sedangkan Kimberlie semakin kesal dan benci pada Annabella karena sama sekali tidak menggubrisnya. Edwin dan arya juga semakin mendongkol melihat Annabella sudah melampaui batas dalam bersikap terhadap Kenzie, orang yang amat mereka hormati.
"Jika benar tebakanku itu, aku beri tahu padamu, kamu telah salah menilai aku sekarang," lanjut Annabella. "Aku bukan Annabella yang dulu lagi."
"Kalau begitu, bagaimana kejadian yang sebenarnya, Bella?" tanya Kenzie akhirnya, nada suaranya sedikit terselip amarah dan rasa kesal. "Apa kamu bisa ceritakan secara rinci, sehingga aku bisa percaya?"
Annabella tidak langsung menjawab pertanyaan Kenzie yang seolah menyerah itu. Dia menatap sejenak cowok tampan itu seakan ingin melihat kekalahan Kenzie di kedalaman mata dan wajah frustrasinya.
"Baik, aku akan ceritakan padamu tentang kejadian sebenarnya," kata Annabella selanjutnya.
"Tapi aku ingatkan padamu, jangan coba-coba bermain-main denganku!" katanya lagi seperti mengancam. "Jika kebenaran beroihak padaku, maka kamu dan orang-orangmu harus mendukung."
Tanpa perduli kekesalan Kimberlie, Edwin, dan Arya yang mendengar Annabella pake mengancam segala, cewek pemberani itu menceritakan kepada orang-orang OSIS itu tentang kejadian sebenarnya.
Tentang kejadian awal kenapa dia sampai terlibat perkelahian dengan geng Rangga maupun geng Rainald. Tentang kenapa dia sampai menampar seorang siswa, tentang kejadian awal kenapa dia sampai menghajar habis-habisan lima siswa berandal di depan kelasnya.
Annabella menjelaskannya demikian rinci, dengan bahasa yang jelas dan gamblang. Dan dengan penjelasan itu semestinya Dewan Osis itu bisa menilai dengan adil siapa sebenarnya yang salah, tanpa harus main tuduh segala.
Beberapa saat lamanya suasana ruangan Osis itu masih sunyi selepas Annabella menjelaskan duduk persoalan tentang dakwaan yang dilontarkan Kenzie kepadanya.
★☆★☆
"Tapi nggak seharusnya kamu menampar siswa kelas 10 itu," komentar Kenzie kemudian, seakan masih berusaha menyalahkan Annabella. "Itu sama saja kamu melakukan pembullyan."
"Juga nggak seharusnya kamu menghajar kelima siswa tersebut sampai babak belur," sambung Nabila bernada sinis. "Cukup kamu memberi pelajaran ringan saja."
"Tapi... kamu malah menghajarnya hingga babak belur," lanjut Nabila ikut menyalahkan Annabella juga, masih. "Itu jatuhnya... kamu juga telah membullynya...."
"Kalian menuduh aku telah membully siswa kelas 10 itu?!" debat Annabella masih tenang. "Kalian telah menuduh aku membully kelima siswa brengsek itu?!"
"Apa kalian sadar dengan apa yang kalian ucapkan itu, Kenzie, Nabila?" lanjut Annabella sedikit meninggi nada ucapannya.
"Kalian memanggil aku ke sini atas tuduhan telah melakukan pembullyan, sementara kalian membiarkan para pembully sejati dari para siswa brengsek, dan kalian nggak apa-apakan...."
Terjadi perdebatan cukup sengit setelah itu. Namun pada akhirnya Annabella bisa memenangkan perdebatan dengan Kenzie berserta keempat anggotanya; Kimberlie, Nabila, Edwin, dan Arya.
Karena dia dapat memberikan argumen-argumen yang benar dan sesuai fakta. Sedangkan Kenzie dan keempat anak buahnya tidak mampu mendebat balik. Karena memang mereka cuma menuduh Annabella secara sepihak.
Menyadari akan kebodohan mereka yang sungguh memalukan itu, mereka berlima hanya bisa diam saja, tidak bisa lagi mendebat Annabella. Sampai pun Annabella telah meninggalkan ruangan OSIS itu, Kenzie dan orang-orangnya masih tenggelam dalam kebisuan dan pikiran masing-masing.
Sungguh mereka telah meremehkan Annabella.....
★☆★☆★
💪💪💪
💪💪💪💪