NovelToon NovelToon
Lingkaran Cahaya Yang Terlupakan

Lingkaran Cahaya Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / TKP / Iblis
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

*"Di dalam kedalaman tanah yang menyelimuti kota Manado, ada sebuah ruang bawah tanah yang hanya bisa dilihat oleh mereka yang telah 'dipanggil'. Lima belas wanita berjubah hitam berdiri melingkari lingkaran cahaya emas yang bersinar seperti darah yang baru saja mengering. Setiap malam, mereka menyanyikan doa yang tak dikenal manusia, memanggil sesuatu yang seharusnya tetap tertidur di dalam kegelapan.

Sevira, seorang dokter muda yang baru saja pindah ke Manado untuk mengobati warga miskin, tidak menyadari bahwa rumah yang dia sewa dulunya adalah bagian dari kompleks gereja kuno itu. Saat dia mulai menemukan jejak-jejak aneh – kain hitam yang tersangkut di pagar, suara nyanyian yang terdengar di malam hari, dan wajah-wajah menyakitkan yang muncul di cermin saat malam hujan – dia terjerumus ke dalam rahasia yang telah menyiksa keluarga keluarganya selama berabad-abad.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUNIA DI BAWAH TANAH

Dunia di bawah tanah tidak seperti yang kubayangkan. Tidak ada kegelapan atau rasa terkurung hanya cahaya emas yang hangat yang menyebar dari setiap sudut ruangan besar itu, dengan dinding yang dihiasi oleh lukisan-lukisan tentang sejarah desa yang panjang. Tapi ada sesuatu yang tidak beres di setiap sudut ada bayangan hitam yang menyelinap dengan diam-diam, dan aku bisa merasakan adanya yang mengintai dari jauh, mengendus kekuatan jahat yang sekarang ada di dalam diriku.

Ibu ku mendekatiku dengan langkah yang lembut, tangan terbentang untuk memelukku. Saat dia menyentuhku, aku merasakan rasa dingin yang menusuk ke dalam tulang, tapi juga rasa akrab yang membuat hatiku terasa lega. “Kamu telah melakukan hal yang benar, cintaku,” katanya dengan suara yang penuh cinta. “Tetapi perjuanganmu belum selesai.”

Dari sudut ruangan, aku melihat bayangan kekuatan jahat itu sedang mengamati kita dari balik sekelompok batu besar yang bersinar dengan cahaya kebiruan. Aku bisa merasakannya yang sedang berbisik di dalam kepalaku kata-kata yang mengganggu yang mengatakan bahwa aku harus menggunakan kekuatanku untuk menghancurkan semua yang pernah menyakitiku. Bau tanah basah yang membusuk dan darah mulai mengisi udara, membuatku merasa ingin muntah.

 

Ibu ku membawaku mengelilingi dunia bawah tanah, memperkenalkan aku pada orang-orang yang sudah tinggal di sini selama bertahun-tahun. Ada Bu Siti yang sedang duduk bersama anak kecil yang pernah hilang, mereka sedang bermain dengan batu-batu kecil yang bersinar seperti bintang. Ada juga orang tua Kapten Hasan yang sedang duduk dengan leluhurnya yang lain, mereka sedang membicarakan sesuatu dengan wajah yang penuh hikmat.

“Kita semua tinggal di sini dengan sukarela,” jelas ibu ku sambil menunjukkan ke arah sebuah lorong yang panjang mengarah ke dalam. “Kita menjaga kedamaian dan membantu mereka yang masih di atas tanah dengan cara kita sendiri. Tapi sekarang dengan adanya kekuatan jahat yang ada di dalam dirimu, kita semua dalam bahaya.”

Dia menjelaskan bahwa kekuatan jahat itu bernama “Ratu Kegelapan” dia adalah penyebab bencana besar yang hampir menghancurkan desa seribu tahun yang lalu. Nenekku pertama berhasil mengurungnya dengan menggunakan kekuatan cinta dan pengorbanan dari seluruh desa. Tapi sekarang karena sebagian kekuatannya sudah masuk ke dalam diriku, dia bisa mengendalikan diriku jika aku tidak kuat menghadapinya.

“Aku tidak ingin menjadi ancaman bagi siapapun,” bisikku dengan suara yang penuh rasa sakit. “Aku hanya ingin membantu orang-orang yang aku cintai.”

Ibu ku menyentuh wajahku dengan lembut. “Kamu tidak akan pernah menjadi ancaman, Sevira,” katanya dengan tegas. “Kamu memiliki cinta yang kuat di dalam dirimu cinta untuk ayahmu, untuk Kapten Hasan, untuk semua orang yang kamu cintai. Itulah kekuatan terbesar yang bisa kamu gunakan untuk mengalahkan kegelapan di dalam dirimu.”

Saat kita berbicara, aku merasakan sesuatu yang menyentuh kakiniku dari bawah tanah. Aku melihat ke bawah dan menemukan ada tangan yang muncul dari tanah berwarna hitam pekat, mencoba meraih kakiku dengan kuat. Aku segera melompat ke belakang, dan tangan itu hilang kembali ke dalam tanah dengan cepat.

“Dia mulai menguasai bagian-bagian dunia ini,” ujar nenekku yang pertama muncul di sisiku dengan wajah yang serius. “Kita harus bertindak cepat sebelum dia menguasai semuanya dan keluar ke dunia atas lagi.”

Kita semua berkumpul di tengah ruangan besar itu, membentuk lingkaran dengan aku di tengahnya. Wanita berjubah hitam yang sudah tinggal di bawah tanah mulai menyanyi dengan nada yang kuat dan penuh dengan harapan. Aku merasakan bahwa kekuatan cinta dari semua orang di sekelilingku mulai mengalir ke dalam diriku, membantu aku melawan suara bisikan jahat yang ada di kepalaku.

“Aku akan mengalahkannya,” kataku dengan suara yang jelas dan kuat. “Aku tidak akan membiarkan dia menyakiti orang-orang yang aku cintai baik di sini maupun di atas sana.”

 

Saat nyanyian mereka semakin kuat, aku merasakan bahwa kekuatan jahat di dalam diriku mulai tertekan. Suara bisik di kepalaku mulai redup, dan bau yang tidak sedap mulai hilang digantikan oleh aroma bunga kamboja merah yang harum. Tapi kemudian ada suara tembakan yang keras yang terdengar dari arah pintu dunia atas suara yang sangat jelas bahkan dari di bawah tanah.

Kita semua berhenti dan melihat ke arah pintu yang sudah tertutup rapat. Aku bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang salah di dunia atas – energi yang kuat dan penuh dengan kemarahan mulai mengalir dari sana. Ibu ku mengambil tanganku dengan kuat. “Kamu harus pergi ke atas sekarang, Sevira,” katanya dengan suara yang penuh ketakutan. “Ada yang salah seolah ada orang yang mencoba membuka pintu lagi dengan cara yang salah.”

Aku segera berlari ke arah lorong yang mengarah ke pintu dunia atas. Saat aku mendekati pintu, aku melihat bahwa ada banyak tangan hitam pekat yang sedang mencoba merobek pintu dari luar. Bau darah dan kayu bakar yang terbakar mulai masuk ke dalam, dan aku bisa mendengar suara orang berteriak dan menangis dari atas.

Saat aku mencoba membuka pintu, aku merasakan bahwa kekuatan jahat di dalam diriku mulai bangun lagi dengan sangat kuat. Suara bisik di kepalaku semakin keras lagi: “Bantu mereka jika kamu bisa… tapi kamu tahu kamu tidak cukup kuat… gabung dengan ku dan kita bisa menguasai semua ini bersama-sama…”

Aku menggunakan semua kekuatan cinta yang kudapatkan dari semua orang di sekitarku untuk melawan bisikan itu. Aku menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkan suara teriakan yang kuat, menggunakan kekuatan Pembawa Cahaya untuk membuka pintu dengan paksa. Pintu terbuka dengan ledakan yang sangat kuat, dan cahaya matahari dari dunia atas menyinari wajahku dengan terang.

Saat aku keluar ke dunia atas, aku melihat bahwa desa sedang dalam kekacauan besar. Rumah-rumah terbakar dengan nyala api yang tinggi, dan orang-orang sedang berlari kesana kemari dengan penuh ketakutan. Di tengah desa, ada sebuah lingkaran besar yang dibuat dengan darah dan tanah hitam pekat, dan di tengah lingkaran itu berdiri seorang pria yang aku kenal pria yang pernah bekerja dengan Budi sebelum dia bertobat.

Dia sedang mengucapkan kata-kata ritual yang salah dengan keras, mencoba membuka pintu sepenuhnya untuk memanggil Ratu Kegelapan ke dunia atas. Di sekelilingnya ada banyak orang yang telah dikendalikan oleh kekuatan jahat, matanya kosong dan tangan mereka siap menyerang siapa saja yang menghalangi mereka.

Aku melihat ke arah rumahku dan menemukan ayahku dan Kapten Hasan sedang berjuang melawan beberapa orang yang sedang mencoba menyerang mereka. Kapten Hasan sudah terluka lagi, tapi dia tetap bertarung dengan gigih untuk melindungi ayahku dan rumah kita.

“Aku tidak akan membiarkanmu melakukan ini!” teriakku dengan suara yang menggema ke seluruh desa. Aku mulai berjalan ke arah pria itu dengan langkah yang tegak, kalung di leherku bersinar dengan cahaya emas yang sangat terang. Kekuatan jahat di dalam diriku mulai muncul lagi, tapi kali ini aku bisa mengendalikannya menggunakan kegelapan itu untuk melawan kegelapan yang lebih besar.

Pria itu melihatku dengan wajah yang penuh kegembiraan dan ketakutan. “Kamu sudah terlambat, Sevira!” teriaknya dengan suara yang mengerikan. “Ratu Kegelapan akan segera datang, dan tidak ada yang bisa menghentikannya sekarang!”

Saat dia berbicara, tanah di tengah lingkaran mulai terbuka lebar membentuk lubang yang sangat dalam. Dari dalamnya keluar cahaya hitam pekat yang menyilaukan, dan suara gemuruh yang sangat kuat membuat seluruh desa bergetar hebat. Aku bisa merasakan bahwa Ratu Kegelapan sudah mulai bangun, dan dia akan segera muncul ke dunia atas untuk menghancurkan segalanya.

Aku berdiri dengan tegak di depan lubang besar itu, siap menghadapi musuh terbesar yang pernah kumiliki. Aku tahu bahwa pertempuran ini akan menentukan masa depan kedua dunia dunia atas dan dunia bawah tanah. Dan aku tidak akan menyerah sebelum aku melakukan yang terbaik untuk melindungi orang-orang yang aku cintai.

1
grandi
bau yang gak enak
grandi
cepat
grandi
aku suka tentang sejarah 👍
grandi
hujan 👍
Dewi Kartika
mantap thor
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!