Ini kisah Selena, seorang gadis yang selalu bangkit dari kesedihan.
Terjebak pernikahan yang tidak pernah dia inginkan sebelumnya. Ketika hati dan cinta dari masa lalunya datang kembali, akankah dia berpaling meninggalkan pernikahannya?
Selena Diandra Winata, seorang gadis berparas cantik dan manis itu selalu berhasil bangkit dari keterpurukannya.
Ketika dunia berusaha memberi kebahagiaan untuknya, takdir malah meruntuhkan pondasi kebahagiaannya.
Akankah Selena mampu bangkit lagi?
Ikuti kisah Selena!
karna ini karya pertama harap maklum dan mohon pencerahanya🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tataxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Puluh Empat
"Aahhh..." Reyhan membanting ponselnya di atas kasur dan segera mengusap kasar wajahnya.
Selena hanya menatapnya dengan tatapan aneh. Dia segera mengambil pakaiannya dan juga handuk lalu bergegas masuk ke kamar mandi.
10 menit kemudian Selena keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai baju tidur dengan handuk yang masih membelit rambutnya.
Dia melihat suaminya itu sedang memangku laptopnya. Terlihat dari raut wajahnya sangat serius menatap layat laptop itu. Sepertinya dia sedang bekerja.
Aih, tadi kelihatan marah sekarang jadi serius. Mudah banget ganti mimik wajah. Batin Selena.
Selena berjalan menuju sofa, tempat dimana malam ini dia akan memulai mimpinya.
Reyhan masih tetap serius dengan pekerjaannya.
Tungkling,
Ponsel Lena berbunyi. Dia segera mencari ponselnya. Di bawah bantal, hmm... Sejak kapan Lena sudah Meletakkannya di bawah sana?
"Selamat malam sang pemilik rasa dalam hati ini. 😊"
Membaca pesan yang masuk, membuat Selena tersenyum sendiri.
"Selamat malam juga hati yang menjadi tempat rasa ini berlabuh. 😊" balas Selena.
"Kenapa belum tidur? Apa kamu menungguku untuk mengucapkan selamat tidur?"
"Ge-er... 🤣🤣
Ini baru mau tidur."
"Ya sudah, tidur lah! Jangan mimpikan yang lain. Bawalah aku ke dalam mimpimu! 😘"
Selena tersenyum karna di rasanya Reno begitu lebay. Tiba-tiba,
"Hei..." Selena terkejut ketika ponselnya tiba-tiba ada yang merebut. Dia mendongak ke arah perebut ponselnya. Reyhan, dia kini terlihat sedang menggeser-nggeser layar ponsel Selena.
Ah, ternyata dari tadi Reyhan diam-diam memperhatikan gerak-gerik istrinya. Dia penasaran, pesan siapa yang membuatnya tersenyum sumringah.
Reyhan terlihat menahan emosi ketika membaca satu persatu pesan yang ada di ponsel istrinya.
"Hei, kemarikan!" Selena mencoba meraih ponselnya dari genggaman suaminya, Dan Rey menjauhkan ponsel itu dari jangkauan istrinya.
Berulang kali Lena mencoba meraih, tapi tetap saja hasilnya nihil. Reyhan masih membaca pesan di ponsel itu.
"Hm..." Reyhan menaikkan sebelah bibirnya. Ia tersenyum sinis sembari melirik Lena yang duduk di sofa dan terlihat kesal.
"Jadi, kau berencana bercerai denganku dan pergi bersama dia?" pertanyaan Reyhan membuat Lena terkejut. Dia menatap lekat mata suaminya.
"Aku sudah tau semuanya! Hati yang kau tempati itu, tadi kau bertemu dengannya kan?" Lena diam tak menjawab.
"Reno Sbastian," Rey berjalan mendekati pintu balkon yang transparan itu.
Selena makin terkejut, bagaimana dia bisa tau dia bertemu dengan Reno yang juga labuhan hatinya?
Flashback,
Hari ini di Resto & Cafe Len'S
Reyhan dan Vino sedang makan Resto ini. Bukannya tidak tau tempat ini adalah milik Selena. Tapi mereka memang sengaja mampir kesini.
"Selamat menikmati tuan!" pelayan Resto itu tersenyum dengan ramah. Dia segera pergi kembali ke dapur.
"Gimana tentang perkembangan pembangunan klup malam di puncak?" tanya Reyhan kepada asistennya.
"Sudah hampir 80%."
"Bagus," Reyhan senang semua usahanya berjalan lancar. Dia menyeruput jus sirsak kesukaannya. Hatinya sedang baik sekarang. Tapi, ketika dia melihat penyanyi penyanyi di Resto itu...
"Reno?" matanya tertuju ke arah podium.
"Vin, lo liat Reno lagi nyanyi disana!" matanya tak henti mengawasi Reno.
"Ha?" Vino segera mengedarkan pandangannya ke arah podium. "Ngapain Reno disini?"
Mereka lantas mendengarkan sahabat mereka itu bernyanyi. Mata Reno hanya tertuju pada satu arah. Dan Reyhan mengikuti arah mata Reno memandang.
Selena, ya dia Selena. Arah mata Reno tertuju pada wanita itu. Reyhan mengamati mereka berdua dengan seksama setelah Reno selesai bernyanyi.
Mereka terlihat mesra. Seperti pasangan kekasih,
"Vin, lo cari tau informasi tentang mereka!" suruh Reyhan.
"Ehm. Ada yang panas nih." Vino sedikit meledek.
"Lakukan yang gue perintah sekarang juga!" mata Rey tak lepas dari dua sejoli itu.
Beberapa menit kemudian.
"Mereka pernah ada hubungan 3 tahun lalu. Mereka pernah pacaran." jelas Vino setelah mendapatkan informasi dari IG Selena.
Reyhan mengepalkan tangannya. Dia beranjak pergi meninggalkan Vino sendirian. Entahlah, kenapa dia marah? Ada apa? Marah yang seperti apa dia? Merasa di hianati kah? Di bohongi kah? Hanya Reyhan yang tau.
"Hey tunggu!" Vino mengejar atasannya itu.
Flashback off.
"Hmm, apa kau lupa dengan stastusmu sekarang?" Rey menelusupkan satu tangannya kedalam saku celana. Dia menatap lurus kedepan memandang gelapnya langit malam.
"Kau istri orang, tapi kau bertemu dengan laki-laki lain, bercengkrama, bermesraan, bahkan merencanakan perceraian dan pergi dengannya." jelas Reyhan, Sebenarnya dia sedikit menahan emosinya sekarang.
Lena terus terdiam, terkejut, bingung, takut. Aih, ini bukan sifatnya menjadi penakut. Tapi pada kenyataannya, dia benar-benar seperti seorang istri yang sedang ketahuan selingkuh.
Ck, memang benar! 🤦
"Apa kau tau perbuatanmu itu salah ha?" Reyhan berbalik, dia melemparkan ponsel Selena ke lantai dengan keras. Mengakibatkan ponsel itu hancur menyadi tiga bagian.
"Aahhh..." Selena terkejut dan seketika melindungi dirinya dari percikan serpihan ponsel yang hancur itu.
"Hal menjijikan apa lagi yang lebih buruk dari perselingkuhan?" tanya Reyhan dengan nada yang semakin meninggi.
Ya, Lena mengakui kesalahannya itu. Hatinya mulai goyah sekarang. Karna perkataan Reyhan barusan membuat dia tersadar. Dia adalah seorang istri, tapi jalan dengan pria lain. Bahkan hatinya juga di berikan pada laki-laki itu. Kesalahan besar, tapi sekali lagi, pernikahan ini bukanlah pernikahan yang sebenarnya. Tanpa cinta dan tanpa komitmen. Lalu?
Kini Lena angkat bicara,
"Ya, aku sadar aku memang salah. Aku menghianatimu! Haish, menghianati? Hahaha... Apa yang aku hianati? Hatimu? Atau, cintamu?
Aku merasa tidak menghianati apapun!" Lena mulai berdiri mensejajari tubuh suaminya itu.
Dia salah, tapi dia juga bisa membuat Rey dalam posisi yang bersalah juga.
"Pernikahan ini tanpa cinta dan komitmen. Hanya tujuan untuk membahagiakan Papah dan Mamah. Haruskah aku disebut menghianatimu? Lagi pula, dari awal kamu tidak pernah menganggapku ada di kehidupanmu. Lalu kenapa sekarang kamu merasa terhianati oleh perlakuanku?"
Reyhan kini yang terdiam, dia kalah. Selena benar!
" Tapi tetap saja aku harus minta maaf. Aku seorang istri, dalam hal ini aku juga bersalah.
Jika saja kamu tak pernah mengabaikanku, mungkin aku akan mempertimbangkan untuk menempati hati yang mana? Cinta itu memilih hal yang pasti, dan aku telah memilih dia yang pasti untuk ku jadikan tempat singgahku yang terakhir. Ceraikan aku! "
Kata terakhir dari Selena membuat Reyhan kembali menatap lekat mata istrinya itu.
Tidak ada kata perpisahan, dia harus tetap membahagiakan kedua orang tuanya. Meski berat untuk dijalani, tapi pernikahan ini harus terus berjalan. Itulah keinginan kedua orang tuanya.
" Kau meminta perpisahan dariku, lalu kau pergi bahagia dengannya. Begitu?" Reyhan melangkah perlahan mendekati Selena.
olaolala
detail bgt, g ad yg kelewat satu adegan pun
Rrrrr, aye aye💃💃💃💃
Asheegh
Ser ser
Gubrak
Eh g sido,🤭🤣🤣🤣🤣
kang kredit like dan peminat baca lewat😊😊😊.
semangat