Adult Action Romance
Novel ini mengandung adegan kekerasan dan unsur dewasa. Mohon kebijakan Anda dalam membaca Novel ini.
Rain memilih mendekam dalam penjara agar dia bisa melupakan cinta pertamanya, cinta yang tak akan pernah bisa dia dapatkan kembali. Setelah 5 tahun menahan dirinya, dia dihadapkan dengan situasi dimana dia harus menyelamatkan dirinya sendiri dan juga seorang wanita yang tak sengaja dia temui di penjara.
Keputusannya untuk menjaga wanita itu karena sebuah janji nyatanya menyeretnya ke masalah yang lebih besar. Belum lagi dosanya dimasa lalu belum juga tuntas tertebus.
Apakah Rain bisa menghadapi semua orang yang ingin menjatuhkannya? bisakah dia menjadi dirinya yang baru atau kembali menjadi dirinya yang lama? ataukah dia bisa kembali mencinta?
---
Warning! 21+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34 - Mungkin kesamaan hidup yang membuat dia merasakan begitu
Bianca mulai menjejakkan kakinya menuruni ranjang empuk itu, kakinya menyentuh karpet lembut dengan bahan bulu, dia lalu mulai berdiri perlahan mencoba merasakan sakit di tubuhnya, ternyata tak terlalu sakit, hanya linu saja.
Bianca melihat keseluruhan ruangan itu, dia belum pernah ke ruangan ini, apa ini kamar Rain? Bianca lalu ingat, Rain tak mengizinkan siapa pun masuk ke dalam ruangannya, bahkan dia memperbolehkan ada yang mencuci bajunya tanpa orang yang dia percayai, tapi kenapa Rain malah membawa Bianca ke kamarnya?
Bianca melirik ke sekitarnya, sebenarnya dia ingin mencari kamar mandi, namun saat dia membuka suatu pintu di dekat tempat tidur itu, yang dia lihat malah walking closet milik Rain yang lebih banyak di dominasi dengan pakaian putih, Bianca bisa menyimpulkan pria ini suka dengan warna putih.
"Mencari apa?" suara itu mengangetkan Bianca langsung, membuat dia hampir terlonjak, dia melihat ke belakang, menemukan sosok pria yang baru saja ada dalam pikirannya.
"Oh, Tuan, aku mencari kamar mandi," kata Bianca yang baru menyadari sedari tadi dia memanggil Rain dengan sebutan tak pantas.
Rain diam sejenak, dia lalu segera menunjuk sebuah arah.
"Di sana," kata Rain datar saja.
"Oh, aku rasa aku akan keluar saja, Anda pasti ingin bersiap-siap," ujar Bianca mengurungkan niatnya menggunakan kamar mandi Rain, dia sudah banyak mengacaukan kamar pria ini Bianca langsung mengambil tempat air hangat dan juga handuk untuk mengompresnya, dengan memunduk dia berjalan melewati Rain.
"Temui Ken, katakan aku yang memerintahkanmu bertemu dengannya," kata Rain yang segera menghentikan langkah Bianca, namun saat Bianca melihat pria yang ada di belakangnya ini, Rain hanya diam bergeming di posisinya yang tadi.
"Baiklah, saya permisi Tuan," ujar Bianca mencoba sesopan mungkin, membuat Rain mengerutkan dahinya, entah kenapa dia tak suka kata 'Tuan' itu keluar dari mulut Bianca. Namun Rain tak lagi menahan wanita itu keluar dari kamarnya, Rain segera berjalan ke arah kamar mandinya, dia harus kembali ke Ibukota segera.
Bianca keluar dari kamar Rain dengan tempat air yang di bawanya, membuat Lisa langsung kaget dan buru-buru mendatangi Bianca, Lisa sadar gadis ini bukan gadis sembarangan, bahkan dia satu-satunya gadis yang bisa diterima di kamar Tuannya.
"Duh,jangan membawa seperti ini, kenapa tak memanggilku?" ujar Lisa yang langsung mengambil baskom itu, Bianca sedikit kaget dan bingung melihat tingkah Lisa.
"Memangnya kenapa?" tanya Bianca.
"Kau ini, kalau Tuan Rain tahu kau membawa-bawa hal seperti ini lagi, aku takut aku akan dihukum seperti 3 orang nenek lampir itu," kata Lisa segera bergegas ingin membawa air itu ke dapur utama.
"Dihukum? maksudmu?" tanya Bianca yang mengikuti Lisa di belakangnya.
"Mereka yang membuatmu seperti semalam, sekarang mereka di gantung tangannya dan di berikan hukuman yang sama seperti yang dirasakan oleh mu,
" kata Lisa dengan gayanya yang mendramatisir.
"Kau serius?" tanya Bianca tak percaya.
"Dua rius malah, kau tahu, Tuan Rain datang langsung begitu mengetahui kabarmu, bahkan dia orang pertama yang tahu dan memberitahu kami kau ada di taman belakang, ehm, bukankah itu cukup romantis? seseorang menjagamu bahkan saat dia berjarak begitu jauh darimu?" tanya Lisa yang mulai membayangkannya, ya itu sangat romantis baginya.
"Benarkah?" tanya Bianca lagi tak percaya, bagaimana Rain bisa melakukan hal itu? kenapa menjaganya?
"Lalu apa yang ingin kau lakukan?" tanya Lisa lagi.
"Aku diminta untuk bertemu dengan Ken, kau tahu Ken dimana?" tanya Bianca lagi.
"Oh, dia ada di ruang kerja Tuan Rain, ketuk saja, kalau Tuan Rain yang meminta, dia pasti akan langsung membantumu," kata Lisa lagi.
"Baiklah, terima kasih Lisa," ujar Bianca.
"Sama-sama."
Bianca segera berjalan menuju ke ruang kerja Rain. Sesampainya dia di sana, dia sedikit ragu mengetuknya, namun dia harus melakukannya bukan, ini perintah Tuannya.
"Masuklah," ujar Ken yang masih sibuk dengan segala perintah dari Tuannya yang bertumpuk, dia tahu jika itu adalah Rain dia tak mungkin akan mengetuk begitu.
Ken melirik sekilas, lalu kembali melihat dengan sepenuhnya saat sadar siapa yang masuk, dia bahkan segera berdiri.
"Nona Bianca," ujar Ken langsung bersikap sopan.
"Tuan Rain memintaku berbicara denganmu," ujar Bianca yang sama sekali tak tahu apa tujuan Rain menyuruhnya untuk berbicara dengan Ken.
"Oh, baiklah, silakan duduk si sofa, Nona, izinkan saya menyelesaikan sedikit tugas ini," kata Ken sopan sekali.
Bianca hanya mengulas senyuman tipis, lalu dia mengangguk, dengan perlahan duduk di sofa mewah yang ada di ruang kerja yang cukup luas dan tentu saja di tata begitu nyaman.
Tak lama menunggu, Ken segera duduk di depan Bianca,membuka sebuah dokumen di depan Bianca, Bianca tampak bingung melihatnya.
"Nona, Tuan Rain memintaku untuk mencarikan seorang asisten untukmu, dia akan tiba mungkin beberapa menit lagi, dia juga sudah aku perintahkan membawa segala kebutuhan Anda, mulai dari baju, perlengkapan dan lainnya," kata Ken to the point langsung.
"Asisten? untuk apa? bukannya aku hanya pelayan di sini?" tanya Bianca, sejak kapan pelayan butuh asisten.
"Tuan Rain sudah mencabut hukuman Anda sebagai pelayan, tapi Beliau masih belum mengizinkan Anda keluar dari pulau ini karena Tuan Drake sampai sekarang belum mencabut pencariannya untuk Anda," ujar Ken menjelaskan perlahan dan profesional.
Bainca hanya diam saja, dia mendengarkan seksama yang di jelaskan oleh Ken. Tapi dia masih bertanya kenapa Rain sudah mencabut hukumannya? apa itu artinya dia sudah memaafkannya?
"Kenapa dia melakukan itu? aku sudah berbuat salah dengannya," kata Bianca akhirnya tak bisa menyimpan rasa penasarannya.
Ken memandangi wajah cantik yang ada di depannya, tentu saja sebagai pria normal dia juga tertarik dengan wanita seindah ini, namun dia segera menyadarkan diri, menarik jasnya lalu sedikit mencondongkan dirinya.
"Aku rasa karena kesamaan hidup, Kami semua yang ikut dengannya adalah orang-orang yang punya hidup kelam sedari kecil, Tuan Rain punya kehidupan yang sangat tragis dulu, Ayahnya dibunuh oleh kakak tirinya, Ibunya mencoba untuk membalas dendam namun karena diadu domba oleh kakaknya tirinya, ibunya harus terbunuh, Tuan Rain hidup dalam amarah dan tujuan untuk balas dendam hingga dia memiliki semua ini demi balas dendam, namun saat semuanya sudah hampir selesai, ternyata dia jatuh cinta dengan wanita yang sekarang menjadi istri dari keponakannya sendiri," kata Ken menjelaskan siapa sebenarnya Rain itu, tentu Bianca belum tahu tentang kehidupan Rain sebenarnya, Bianca hanya bisa diam, itukah yang membuatnya menjadi pria yang diam dan dingin.
"Dulu Tuan Rain lebih banyak berbicara, tapi beberapa tahun lalu, di depan matanya, wanita yang dia cintai itu terluka karena dirinya, melihat hal itu, Tuan Rain yang awalnya sudah setuju untuk segera dikeluarkan, malah menolak semua bantuan dan sengaja mengurung dirinya di tahanan agar dia tak lagi menganggu wanita itu, sejak saat itu pula Tuan Rain semakin pendiam dan tak ingin banyak bicara," Kata Ken sejenak menghela napasnya, "karena itu ketika terjadi masalah tentang Tuan Rain, Anda, dan Tuan Drake, kami yang sudah lama mengikutinya menjadi gusar, Tuan Rain sudah terlalu banyak memiliki masalah," kata Ken menatap mata indah Bianca yang hanya bisa diam mendengarkannya, Hatinya luka sekali mengetahui dia telah melakukan hal yang begitu kejam dengan pria yang sepertinya ingin berubah menjadi lebih baik itu.
"Karena itu, Nona Bianca, maafkan aku jika aku tidak terlalu ramah padamu, bukan aku tak suka padamu, tapi aku tak menyukai orang-orang yang berkaitan denganmu, aku tak suka yang mereka lakukan pada Tuan Rain, Tuan Rain sudah banyak mengalami hal-hal ini dan Ku minta padamu, bagaimana pun, tolong jangan lagi menciptakan masalah pada Tuan Rain, sekarang dia hanya ingin Anda di sini, nikmatilah, dan jangan membantah," kata Ken lagi, suaranya sedikit tegas membuat Bianca tambah tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.
Ken mamandang Bianca yang tampak rasa bersalah di matanya, Ken sebenarnya tak tega, dia tahu wanita ini pasti punya banyak penderitaan, itu terpatri jelas di wajahnya, namun Ken juga harus mempertegas semua ini.
"Baik," hanya itu yang bisa dikatakan oleh Bianca.
"Terima kasih."
ternyata mirip Jared, Johan dalam mencintai. tulus
hah....
woilahh buat gue ajaa/Shy/