"Saat kesetiaan hanyalah topeng dan kasih sayang adalah alat untuk merampas, Karin memilih untuk tidak menjadi korban."
Karin mengira hidupnya sempurna dengan suami setia bernama Dirga, sahabat sejati seperti Laura, dan kasih sayang Mama Mona. Namun, dunianya runtuh saat ia menemukan Laura hamil anak Dirga. Kehancuran Karin memuncak ketika Mama Mona, ibu yang sangat ia cintai, justru memihak Laura dan memaksanya untuk dimadu.
Di balik pengkhianatan itu, terbongkar rahasia besar: Karin bukanlah anak kandung Mona. Sebaliknya, Laura adalah putri kandung Mona yang selama ini dirahasiakan. Mona sengaja memanfaatkan kekayaan keluarga Karin untuk masa depan Laura.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiji Yani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Karena rasa penasarannya kian tak tertahan, Karin akhirnya datang menemui pria misterius itu di Kafe Kenanga. Meski begitu, ada rasa ragu dan takut yang terus mengiringi langkahnya, Karin khawatir jika pria misterius itu berbuat jahat padanya.
“Aku harus menemui pria itu,” gumamnya pelan.
Sesampainya di Kafe Kenanga, Karin tidak menemukan pria misterius itu. Dalam hatinya, ia bertanya-tanya, "di mana pria itu? Apa dia hanya menipu ku?", gerutunya kesal.
Selang beberapa menit, saat Karin hendak meninggalkan Kafe Kenanga, tiba-tiba ponselnya berdering.
Ting… sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal.
“Tunggu aku 10 menit lagi,” isi pesan itu.
Pesan dari nomor tak dikenal itu membuat langkah Karin terhenti. Ia mengurungkan niat untuk pergi dan memilih menunggu pria itu datang, meski pikirannya diliputi kegelisahan dan keraguan yang tak bisa ia singkirkan.
Sepuluh menit berlalu sebelum akhirnya pria misterius itu muncul. Hati Karin seketika terasa lebih lega setidaknya kini ia bisa segera mengetahui rahasia yang selama ini disembunyikan Mona darinya.
“Maaf sudah membuatmu menunggu lama, Karin,” ucap pria misterius itu tiba-tiba, membuat Karin tersentak kaget.
Karin menggeleng pelan. Bibirnya melengkung tipis, meski jantungnya masih berdebar. Ia menarik kursi di depannya, memberi isyarat agar pria itu duduk tanpa berkata lebih banyak. "Silahkan duduk".
“Aku tidak punya banyak waktu. Jadi, tolong katakan sekarang rahasia apa yang disembunyikan Mamah Mona dariku,” ujar Karin, membuka pembicaraan dengan nada tegas.
“Tenang dulu, Karin. Jangan terburu-buru. Lebih baik kita pesan makanan dulu,” ucapnya sambil tersenyum menyeringai.
Karin menghela napas tajam. Bahunya menegang, dan ia menatap pria itu dengan alis berkerut, jelas menahan kesal. Ada rasa panas menjalar di dadanya perasaan dipermainkan dan waktu yang terbuang percuma membuat kesabarannya menipis.
“Kalau kamu hanya membuang waktuku percuma, untuk apa kita bertemu?” seru Karin kesal.
Pria itu hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Karin. Ia merasa puas melihat sikap Karin yang tak sabar ingin mengetahui rahasia Mona.
“Baiklah, Karin. Jika itu yang kamu mau, aku akan mengatakan semua tentang Mona. Tapi aku harap kamu tidak kaget,” pungkasnya.
“Mungkin kemarin kamu sudah melihat foto yang aku berikan. Di dalam foto itu ada Mona dan seorang perempuan yang menggendong seorang bayi. Kamu pasti ingin tahu siapa bayi itu, kan?” ucapnya, membuat rasa penasaran Karin semakin menguat.
Karin yang merasa penasaran hanya menganggukkan kepala nya, memberi isyarat bahwa ucapan pria itu benar.
“Bayi itu adalah kamu, Karin. Dan perempuan yang menggendong mu adalah Bu Sinta istri pertama Pak Sanjaya,” serunya
Karin terdiam. Jantungnya berdegup tak beraturan, sementara tatapannya kosong beberapa detik. Ia menggeleng pelan, seolah berharap apa yang baru didengarnya hanya salah dengar tak masuk akal jika Bu Sinta adalah ibu kandungnya.
Karin menarik napas dalam-dalam, berusaha menata suara yang sempat tercekat. Alisnya berkerut, matanya menatap pria itu penuh tanya.
“Jadi… maksud kamu Bu Sinta adalah ibu kandungku?”.
Pria itu mengangguk mantap, menatap Karin seolah ingin meyakinkannya bahwa semua yang ia katakan adalah benar.
“Tapi kenapa Papah tidak pernah bilang sama aku kalau Mamah Mona bukan ibu kandungku?” ucap Karin penuh tanya.
Pria itu terkekeh pelan, matanya menyipit memandangi Karin yang tampak kebingungan.
“Karin… Karin… kamu pikir rahasia Mona hanya itu saja? Asal kamu tahu, rahasia Mona jauh lebih banyak dan hanya aku yang mengetahui semuanya,” katanya, disusul tawa pelan.
“Cepat katakan semuanya. Jangan membuatku terus penasaran,” ucap Karin dengan tegas.
“Aku akan mengatakan semuanya padamu, Karin. Tapi…” ucapan pria misterius itu sengaja digantung, membuat Karin semakin kesal.
Karin menegang. Rahangnya mengeras, napasnya keluar lebih cepat dari biasa nya. Ia menatap pria itu tanpa berkedip tapi sorot matanya penuh tekanan.
"Tapi apa?".
“Aku akan mengatakan semuanya, tapi ini tidak gratis,” pungkasnya.
“Berapa yang kamu minta?” tanya Karin
“Beri aku seratus juta. Kalau itu kamu penuhi, aku janji akan mengatakan semuanya padamu, Rin,” ucap pria misterius itu.
Karin terdiam, bibirnya membeku sementara mata nya membulat menatap pria itu. Napasnya tersendat, dan tangannya yang semula siap bergerak terhenti di udara tak percaya dengan permintaan yang baru saja didengarnya.
“Hah! Untuk apa uang sebanyak itu? Kalau aku tahu sejak awal kamu hanya mempermainkan ku, lebih baik aku pergi sekarang!” ucap Karin dengan emosi.
Namun sebelum Karin sempat melangkah pergi, pria misterius itu mengatakan
“Kalau aku memberitahumu penyebab kematian Bu Sinta, apakah kamu tetap akan pergi?”
Mendengar tentang penyebab kematian Bu Sinta, rasa penasaran Karin pun muncul. Akhirnya, ia memutuskan untuk tetap tinggal dan tidak pergi.
“Maksudmu apa? Apa kamu menganggap kematian Bu Sinta tidak wajar?” tanyanya, suara penuh rasa penasaran.
“Ya, tentu saja. Dan kamu ingin tahu siapa orang yang menyebabkan kematiannya, kan?” seru pria itu.
"Iya, cepat katakan"
“Hah! Sudah kukatakan, beri aku seratus juta dulu, baru aku akan memberitahumu,” ucap pria itu dengan tegas.
****Bersambung****
Menurut kalian siapa ya yang menyebabkan kematian Bu Sinta??.
Dirga nikah siri sama Laura?
status belum cerai kan ya sama Karin
berarti Karin ijinin poligami apa bagemane kak
Dirga nikah pas status masih resmi sama Karin
kalau sama penghulu berarti Siri? Tapi itu sama aja Dirga poligami sementara dong ya
kalau secara hukum jelas gak bisa kan belom cerai
dan itu gak pake wali gak sah...
ku cuma bingung pas baca chapter 23-24 cuma mau mastiin nikahnya itu gimana maksudnya
maap banyak tanya, bingung beneran soalnya 🙏
pria itu kan menawarkan sebuah informasi
apalagi dibayar mahal
tapi di bawahnya kemudian dia malah gak gak kasih tahu, padahal yang menawarkan informasi itu si pria bukan Karin yang tanya
jadi ada inkonsistensi di sini
kalau aku jadi Karin, ku bakal tabok si informan dan ngomong
"Hei, aku sudah bayar kamu 100 juta untuk informasi receh?
Kamu tau info itu gak lapor polisi dan malah minta uang dariku? aku bakal laporin kamu ke polisi sebagian pemerasan! sekarang kasih tau aku siapa atau polisi akan datang, oh ya aku sudah rekam pembicara kita 🤣"
Karin bakal jadi the winner
keep update kak
semangat 💪
apakah ini cerita panjang??
semangat terus ya kak