Cerita di dalam novel ini, menceritakan tentang lanjutan dari "Cinta Di Dalam Perjodohan 2". Cerita tentang kisah cinta Reza dan Melda, juga tentang kebahagian keluarga Permana, dengan hadirnya buah hati Faris dan Aleta yang sudah di nanti-nantikan. Kebahagian keluarga Permana bertambah sempurna, dengan hadirnya malaikat kecil keturunan Faris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Kejahatan Yang Terbongkar.
Jiwa pembunuh yang sudah tertanam di dalam diri Faris sejak kecil, membuatnya semakin bernafsu di saat melihat tetesan darah para musuhnya. Dengan tampang yang terlihat sangat menakutkan, Faris kembali mengarahkan pistol di tangannya ke arah Farel. Tapi belum sempat dia melepaskan tembakannya, Aleta sudah berteriak dengan begitu kencang, yang berhasil menggagalkan perbuatan nekatnya itu.
"Maaas.. Kendalikan dirimu..! Ingat Alfa Mas! Aku dan Alfa sangat membutuhkanmu." Teriakan Aleta sambil menangis memeluk Reza yang juga sangat terkejut dengan kejadian itu. Dan teriakan Aleta berhasil membuat Faris langsung terdiam, dan menurunkan tangannya perlahan.
Farel yang tidak menyangka dengan apa yang di lakukan Faris, sama sekali tidak bersuara sambi menahan sakit, dengan wajah yang sangat pucat menatap monster di hadapannya itu. Sedangkan yang lainnya hanya bisa berteriak dan menangis saking kaget dan ketakutan. Terutama kedua orang tua Farel. Kedua orang tua Farel dengan histeris langsung berlutut memeluk putranya, yang sudah berlumuran darah di bagian kedua kakinya.
Papa Fahri dan Mama Alira yang sudah sangat mengenali watak Faris, begitu sangat terkejut dengan apa yang di lakukan putra mereka itu. Mereka sangat yakin Farel pasti melakukan kesalahan yang sangat besar, sehingga membuat Faris jadi semarah dan senekat itu. Dengan tampang penuh ketegangan, Papa Fahri dan Mama Alira langsung melangkah menghampiri Faris, yang hanya terdiam sambil menatap Farel dengan tampang penuh kemarahan.
"Apa yang terjadi Faris..?" Tanya Mama Alira sambil memeluk putranya dengan berlinang air mata. Tapi Faris sama sekali tidak menjawab apa-apa.
"Faris,, mengapa kamu kembali melakukan ini?" Tanya Papa Fahri setelah meraih pistol dari tangan Faris.
Melihat kedua orang tua Faris yang sama sekali tidak marah dengan apa yang di lakukan oleh Faris, membuat kedua orang tua Farel langsung emosi. Sambil memeluk putranya yang sudah tidak berdaya di atas lantai, Mamanya Farel dengan histeris langsung berteriak meminta tolong.
"Tolong... Tolong.." Teriak Mamanya Farel dengan sangat kencang, tapi tidak ada satupun pegawai di Rs itu yang berani masuk.
Semua pegawai di Rs itu tidak ada yang berani masuk, sebelum ada izin dari Papa Fahri yang ada di dalam, walaupun mereka mendengar suara tembakan. Dan itu membuat Mamanya Farel semakin histeris.
"Papa.. ayo cepat lapor polisi!" Kata Mamanya Farel sambil menangis histeris.
"Aku akan menuntutmu biar kamu membusuk di dalam penjara!" Ancam Pak Hery Papanya Farel, yang sudah berdiri menghadap Faris juga Mama Alira, dan Papa Fahri dengan tampang penuh kemarahan.
"Tunggu dulu Pak Hery! Bukannya aku mau membela putraku, tapi aku yakin, semua yang dia lakukan pasti ada alasannya." Kata Papa Fahri sambil menatap Pak Hery.
"Apapun alasannya aku tidak mau tahu! Putramu harus bertanggung jawab dengan semua yang sudah dia lakukan!" Tegas Pak Hery.
"Oke.. Aku akan bertanggung jawab, asalkan putramu yang berengsek ini harus mati saat ini juga di tanganku!" Ancam Faris dengan tatapan yang sangat tajam ke arah Pak Hery.
"Beraninya kamu mengancamku! Lihat saja, polisi akan segera menjemputmu setelah aku pergi dari sini!" Ancam Pak Hery.
"Ayo Ma kita pergi!" Kata Pak Hery sambil berjongkok hendak mengangkat Farel, yang sudah tidak berdaya sama sekali.
"Aku tidak akan menunggu selama itu. Detik ini juga polisi akan datang!" Kata Faris yang membuat mereka semua yang ada di situ jadi bingung.
Selesai Faris berkata seperti itu, munculah beberapa orang polisi dengan seragam lengkap, yang membuat mereka semua semakin kebingungan. Melihat beberapa orang polisi itu, Pak Hery dengan segera langsung menyuruh mereka untuk menangkap Faris.
"Pak.. Tangkap orang ini! Dia telah menembak putraku." Kata Pak Hery sambil menunjuk ke arah Faris. Tapi polisi-polisi itu sama sekali tidak menghiraukannya. Malah mereka berbalik menghadap Faris dan bertanya.
"Apa kita bisa segera menanganinya Pak?" Tanya salah seorang anggota polisi yang membuat mereka semua terkejut. Terutama Farel dan kedua orang tuanya.
"Apa-apaan ini..?" Teriak Pak Hery kaget.
"Putra Bapak terbukti melakukan suatu kejahatan. Dan dia harus di tahan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya." Jawab anggota polisi itu yang membuat mereka semua terdiam, dengan tampang penuh kebingungan.
"Maksud Bapak apa?" Tanya Mamanya Farel sedikit berteriak.
"Kecelakaan yang menimpa kedua saudari ini, semua itu karena perbuatannya Farel." Jawab anggota polisi yang membuat mereka semua terkejut.
"Apaa..? Berengsek kamu Farel.. Jangan harap kamu akan bebas. Kamu akan membusuk di penjra! Beraninya kamu bermain-main dengan keluargaku!" Ancam Papa Fahri dengan tatapan tajam ke arah Farel dan kedua orang tuanya.
"Dia tidak hanya melakukan itu Om. Tapi dia juga punya banyak wanita lain di luar sana." Sambung Boy yang ada di samping Faris.
"Benar Pa apa yang di katakan Mas Boy. Hari kecelakaan itu, aku melihatnya bersama seorang wanita sedang berciuman di lampu merah. Dan aku juga melihat mobilnya yang mau menabrak mobil kita, sehingga membuat mobil kita menabrak trotoar." Sambung Melda yang sudah terduduk di atas tempat tidurnya.
"Apa maksud semua ini..?" Teriak Mamanya Farel.
"Tanyakan saja sama putramu! Dia yang lebih mengetahui semuanya. Dan aku pastikan dia tidak akan bebas dari masalah ini!" Sambung Mama Alira.
"Berani sekali putramu bermain api dengan keluargaku. Nasibmu akan sangat buruk setelah ini Pak Hery." Ancam Papa Fahri yang membuat kedua orang tua Farel seketika jadi ketakutan.
Ternyata sebelum pergi meninggalkan kantornya, Faris sudah menghubungi salah satu anggota polisi yang kenal dekat dengannya, untuk melaporkan semua kejahatan Farel. Dan anggota polisi itu sempat mengingatkan Faris untuk tidak berbuat nekat. Dan karena itu sehingga Faris memilih melumpuhkan kedua kakinya Farel. Biar dia bisa merasakan apa yang di rasakan adik perempuannya.