NovelToon NovelToon
My Dangerous Assistant

My Dangerous Assistant

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita perkasa / Menyembunyikan Identitas / Gangster
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: muliyana setia reza

"Tugasmu sederhana: seduh kopi hitamku tepat pukul tujuh pagi, dan pastikan aku tidak mati hari ini."

Bagi Adinda Elizabeth (23), William Bagaskara adalah tiket keluar dari kemiskinan. Pria itu arogan, dingin, dan menyebalkan. Namun, Adinda tahu bagaimana cara mematahkan leher lawan secepat ia menyeduh kopi.

Bagi William (28), Adinda adalah anomali. Seorang gadis kecil yang berani menatap matanya tanpa rasa takut, sekaligus satu-satunya orang yang rela berdarah demi melindunginya.

Di tengah intrik bisnis yang kejam dan teror yang mengintai, sebuah kontrak kerja berubah menjadi pertaruhan hati. Bisakah sang CEO angkuh luluh pada gadis yang dibayarnya untuk terluka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang Asing Yang Paling Ku Kenal

Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) siang itu sangat megah dan modern. Cahaya matahari menembus atap kaca bermotif batik kawung, menyinari ribuan penumpang yang hilir mudik.

Liburan singkat telah usai. Adinda dan ketiga temannya sedang duduk di ruang tunggu keberangkatan domestik, menunggu panggilan boarding untuk penerbangan kelas ekonomi kembali ke Jakarta.

"Yah, balik lagi ke realita," keluh Siska sambil menyandarkan kepala ke bahu Reni. "Balik lagi ke tugas numpuk dan dosen killer."

Adinda hanya tersenyum tipis. Ia sedang memandangi oleh-oleh bakpia yang ia pangku. Pikirannya melayang jauh.

Meski liburan ini menyenangkan, ada satu lubang kecil di hatinya yang belum tertutup. Tadi pagi, saat sarapan di hotel, ia melihat berita di TV lobi. Berita tentang Bagaskara Corp yang baru saja menandatangani kontrak infrastruktur hijau di Jawa Tengah.

Bapak ada di Jawa Tengah juga, batin Adinda. Kita ada di provinsi yang sama, menghirup udara yang sama, tapi rasanya Bapak ada di planet lain.

"Din, temenin gue beli kopi yuk di starbucks sana. Ngantuk banget," ajak Arthur, membuyarkan lamunan Adinda.

Adinda mengangguk. "Ayo."

Mereka berdua berjalan menuju kedai kopi yang terletak agak di ujung, dekat dengan akses menuju Lounge VIP.

Adinda mengenakan blouse putih longgar dan celana jeans, dengan rambut digerai indah—gaya barunya. Ia tertawa mendengar lelucon Arthur tentang penjual gudeg yang salah kasih kembalian.

Tiba-tiba, tawa Adinda mati di kerongkongan.

Langkah kakinya terhenti mendadak, membuat Arthur hampir menabraknya.

"Din? Kenapa?"

Adinda tidak menjawab. Matanya terpaku lurus ke depan.

Dari arah pintu keluar Lounge VIP, sekelompok pria berjas rapi berjalan keluar dengan langkah tegap dan aura yang mengintimidasi. Di tengah-tengah mereka, berjalan seorang pria jangkung dengan setelan jas abu-abu charcoal, kacamata hitam yang diselipkan di saku dada, dan wajah dingin yang sangat Adinda kenal.

William Bagaskara.

Dia berjalan didampingi Rudi di sisi kiri, dan dua orang pengawal berbadan besar—pengganti Adinda—di belakangnya. Mereka tampak sedang menuju ke gate keberangkatan khusus.

Dunia Adinda seakan berhenti berputar. Suara bising bandara mendadak senyap.

Jarak mereka hanya terpisah lima meter.

William, yang sedang mendengarkan laporan Rudi, tiba-tiba mendongak. Mungkin karena insting, atau mungkin karena magnet tak kasat mata yang selalu menarik mereka berdua.

Mata William bertemu dengan mata Adinda.

Adinda menahan napas. Jantungnya bergemuruh liar. Ada dorongan kuat untuk tersenyum, untuk menyapa, atau sekadar mengangguk hormat. Bibirnya sedikit terbuka, hendak memanggil, "Pak..."

Namun, tatapan William bergeser sedikit.

Ia melihat Adinda tidak sendirian.

Ia melihat Adinda berdiri di samping seorang pria muda sebaya (Arthur) yang berpenampilan santai dan artistik.

Ia melihat penampilan Adinda yang cerah, feminin, dan "normal".

Di mata William, Adinda terlihat bahagia. Adinda terlihat sudah memiliki kehidupan baru yang sempurna, dikelilingi teman-teman, jauh dari bahaya dan politik kotor bisnisnya.

Wajah William menegang sesaat. Ada kilatan kerinduan yang menyakitkan di matanya, namun sedetik kemudian, topeng dinginnya kembali terpasang sempurna. Lebih dingin dari sebelumnya.

William membuang muka.

Ia menatap lurus ke depan, seolah Adinda hanyalah tiang bendera atau orang asing yang tak kasat mata. Ia tidak memperlambat langkahnya. Ia tidak mengangguk. Ia tidak memberikan tanda pengenalan sedikitpun.

Ia berjalan melewati Adinda begitu saja.

Angin yang tercipta dari langkah cepat rombongan William menerpa wajah Adinda, membawa aroma parfum sandalwood yang familiar itu—aroma yang kini terasa asing dan jauh.

Adinda terpaku di tempatnya. Hatinya seperti diremas tangan tak terlihat.

Bapak... tidak kenal saya lagi?

"Gila..." bisik Arthur di sampingnya, matanya melotot kagum. "Din, lo liat barusan? Itu William Bagaskara! CEO Bagaskara Corp yang sering masuk berita!"

Arthur menyenggol lengan Adinda. "Sumpah, ganteng banget aslinya. Auranya serem tapi keren. Sayang banget dia lewatnya cepet, coba kalau bisa minta foto bareng."

Adinda masih diam, menatap punggung William yang semakin menjauh dan menghilang di balik pintu kaca gate prioritas.

"Din? Lo kok bengong?" Arthur melambai-lambaikan tangan di depan wajah Adinda.

Adinda tersentak, kembali ke realitas yang menyakitkan. Ia memaksakan sebuah senyum yang terasa perih di sudut bibirnya.

"Ah... iya. Ganteng," jawab Adinda lirih. "Ayo beli kopi, Thur. Keburu dipanggil boarding."

Adinda membalikkan badan, menyeret kakinya yang terasa berat menuju kasir kopi.

Di dalam hatinya, Adinda tahu kenapa William melakukannya. Ia bukan gadis bodoh. Ia tahu William melihat Arthur. Ia tahu William melihat "kehidupan normal"-nya.

William tidak menyapanya bukan karena sombong. William mengabaikannya justru untuk melindunginya. Jika William menyapanya di depan umum, di depan wartawan atau mata-mata bisnis, kehidupan tenang Adinda akan hancur. Adinda akan kembali terseret menjadi "wanita-nya William Bagaskara".

Bapak membiarkan saya pergi, batin Adinda sambil memesan Americano yang pahit, sepahit perasaannya saat ini. Bapak berakting jadi orang asing supaya saya bisa tetap jadi orang biasa.

Itu adalah bentuk cinta tertinggi yang bisa diberikan William saat ini: berpura-pura tidak peduli.

Sementara itu, di dalam pesawat jet pribadi yang mulai bergerak menuju landasan pacu.

William duduk di kursi kulitnya yang mewah, menatap keluar jendela. Tangannya mencengkeram gelas air mineral hingga kemasannya penyok.

"Bapak baik-baik saja?" tanya Rudi hati-hati, melihat wajah bosnya yang tampak keruh.

"Saya baik-baik saja," jawab William datar.

Tapi dalam hati, William berteriak.

Tadi, saat ia melihat Adinda, butuh seluruh kekuatan tekad yang ia miliki untuk tidak berhenti dan memeluk gadis itu. Adinda terlihat begitu cantik. Begitu bercahaya. Dan pria di sebelahnya—siapapun itu—terlihat cocok dengannya. Normal. Serasi.

"Kau bahagia, Adinda," gumam William dalam hati. "Dan aku tidak akan menjadi orang jahat yang merusak kebahagiaanmu dengan menyapamu."

Pesawat itu lepas landas, membawa William kembali ke langit kekuasaan yang sepi, meninggalkan Adinda di daratan yang ramai namun hampa. Dua garis nasib yang sempat bersinggungan, kini kembali berjalan sejajar tanpa saling menyentuh.

1
Dede Dedeh
lanjutttt......
Nurhartiningsih
lanjuuut...dikit amat up nya
gina altira
jd sedihhh,, cinta yang tulus dan berbesar hati
gina altira
galak tapi ngangenin ya,🤭
Nurhartiningsih
lanjuuut....mkin penasaran
Nurhartiningsih
kereeeennn aku suka.. aku suka
Nurhartiningsih
ah knp banyak bawang disini??
Nurhartiningsih
ya ampun... sesulit apa hidupmu dindaa
Nurhartiningsih
ah suka deh sama cerita yg ceweknya badas
Nurhartiningsih
kereeeen....ah knp baru Nemu nih novel
Raditya Gibran
aku menanti episode selanjutnya bestii
terimakasih
Fenti Fe
Ceritanya mulai menarik, gaya bahasa dan tulisannya rapi. Semangat Author...
PENULIS ISTIMEWA: Terima kasih qha qha.. 😍
total 1 replies
Kavina
Kalo novel ini di bwt movie nya pasti seru abiss, thank ya Thor dh UP byk 😘😘💪💪
PENULIS ISTIMEWA: 😍😍 Kak Kavina bisa aja deh.. 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!