Sebuah karya novel bergenre horor yang sangat menyeramkan tentang perjalanan mahasisiwa teknik geologi yang terjebak didalam desa yang hilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riski riko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bapak Arif Berguru kepada Rio
****#Sebelum membaca DYH pastikan kk semua sudah menekan tombol like, Terimakasih kk, karena sudah memberikan likenya, Selamat membaca😁🤗#********.
Oh ya, Author Ada chanel Youtube juga ya, Disana author akan menerbitkan sebuah karangan novel yang sudah di ubah seperti cerita bergambar, Yang pasti seru banget.
Chanelnya KREASI NOVEL, "Judulnya Novel Aku Bukan Wanita Suci."
https://youtu.be/519XasMCYi4
Mohon bantuanya teman teman, Subsribe dan like ya, Kalau udah banyak subsribe.
Insyaallah bulan depan akan di terbitkan.
_____________________________________________
Rio pun langsung naik kedaratan dengan sambil tertawa terbahak bahak.
"Ni anak ya, Habis dia nangis dia ketawa"
Ucap Danu yang masih kesal.
"Lo kira ini lucu ?!".
Bentak Wisnu.
Rio masih saja tertawa.
"Hahaahhahahahhhahah"
Kami semua bertambah kesal.
"Lo mau kami buang ke danau?!".
Tanya Danu.
Namun Rio masih juga tertawa.
" Hahahahahahahhahahah".
Dalam hatiku berkata.
"Ni anak kayaknya kelewatan banget ya".
" Ayoooo ko, Kita buang ni anak".
Ucap Wisnu yang mendekat kearah Rio.
"Ayo ayo".
Jawab Danu yang juga kesal.
Karena Aku benaran kesal, Akupun ikut mereka yang ingin melempar Rio ke danau.
Wisnu langsung beraksi, Dia menangkap badan Rio dari belakang, Danu memegang bagian kakinya Rio, Setelah itu baru Aku ambil tangannya Rio.
Sekarang Rio sudah siap kami lempar.
" Eee eeee eee kalian mau ngapain ni?"
teriak Rio.
Bapak Arif yang terlihat kesal juga ikut memegang kakinya Rio bersama dengan Danu, Aku dan Wisnu memegang tangannya Rio.
"Ayoo kita lemparin ni anak, Biar sekalian diambil Jin sini".
Ucap bapak Arif yang masih kesal.
" satuuuu"
Badan Rio sudah kami ayun kan.
"Duaaaa, Tiiiigaaaaa".
Byuuurrrrrrrrrrr
Suara air yang terhempas oleh tubuh Rio.
" Aambiil tu, Teman kami"
Teriak Wisnu.
"Gua ikhlas kalau Rio diambil jin".
Teriak si danu.
" Setidaknya fuckboy hilang satu dari dunua ini"
TeriakKu juga.
Kemudian tampak Rio yang keluar dari dalam air kemudian Dia berkata.
"Kalau Gua hilang, Cewek cewek Jambi bakalan nangis semua"
"Pede amat Lo ya".
Ucap Danu.
" Ya iyalah, Riooo gituloh".
ucap Rio sambil melangkah kedaratan.
"Kakak kakak pembaca novel DYT (Desa yang hilang) aja banyak yang suka ama Gua Hahahahah".
Ucap Rio kembali.
" Emang benar kayaknya".
Ucap ku.
"Tu kan?, Riko aja bilang iya masak kalian kagak?"
Gumam Rio.
"Iyain aja dah, Asal Lo bahagia".
Ucap Danu.
Setelah itu barulah kami ganti pakaian yang basah itu.
" Ini pak, Bapak pakai baju saya aja, kebetulan tadi saya bawak dua".
Ucap ku sambil memberikan pakaian kepada bapak Arif.
"Makasih banyak Ko, Nah gini baru, Bukanya kayak Rio taunya bikin onar aja".
Ucap bapak Arif sambil menoleh ke arah Rio.
" Heheheh tapi kalau saya gak ada nanti kalian pasti pada rindu, Iya kan?".
Jawab Rio.
"Eehhhhb ni anak memang PD benar".
Gumam Wisnu yang masih memakai pakaiannya.
" Coba dah kalau Gua tadi benaran hilang, Pasti banget kalian Rindu".
Ucap Rio kembali.
"Rio rio, Kamu ini kayaknya gak bisa berubah".
Ucap Bapak Arif sambil membuka bajunya.
Aku tidak berbicara, Aku hanya mengganti pakaian ku.
Setelah kami selesai semua memakai pakaian, Kamipun istirahat sejenak di pinggir danau.
Kami membuka tikar kami dan membentangkanya berjejer dipinggir Danau.
Sekarang kami duduk tepat di pinggir danau itu, Menghadap ke arah danau, Aku berada di paling ujung kiri, setelah itu bapak Arif, Wisnu, Rio Dan Danu.
Pemandangannya sangat indah, Apalagi kalau duduk di pinggirnya bersama sang kekasih halal, Ingat kekasih halal bukan yang belum hehehehhe.
Kalau yang belum cepat di halalin, Ingat wanita itu butuh akad mu bukan butuh cokelat mu.
Ditengah tengah suasana dingin selesai hujan yang dahsyat tadi Wisnu berkata.
"Guaa lapeerrrr".
" Sama Gua juga".
Ucap Danu.
"Kita masak mie aja ya?"
Tanya Wisnu.
"Ayo dah".
Ucap Ku.
Kamipun menghidupkan kompor kecil itu dan kemudian setelah semuanya siap kamipun memasak Pop Mie.
Makan Pop Mie panas di tengah tengah cuaca yang dingin ditambah pemandangan indah dari danau membuat suasana semakin indah.
" Subhanallah , Alangkah indah ciptaan mu ya allah".
Ucap Ku sambil menyerup mie yang masih panas.
"Gua pingin berkemah disini sama istri Gua nantinya".
Ucap Rio sambil melihat kearah danau dengan tangan kanan memegang segelas Pop Mie.
" Iya ya, Nasib jadi orang jomblo".
UcapKu.
"Makanya Cari dong".
Ucap Danu.
" Gua belum siap, Nunggu waktu yang tepat aja".
Ucap Ku.
"Yaelahhh, Jodoh itu di cari bukan di tunggu".
Ucap Rio.
" Namanya belum ketemu ya gimana lagi?".
Ucap Ku lagi.
"Dasar Jones".
Ucap Rio.
" Apa artinya?"
Tanya pak Arif yang masih memakan pop mie.
"Jomblo ngenes pak".
Ucao Rio.
" Oh kirain bapak! Jones itu nama orang".
Ucap Bapak Arif kembali.
"Enak aja bilang Gua jones, Gua itu Jotas"
Ucap ku kepada Rio.
Bapak Arif kembali bertanya,
"Nah, Apa lagi Artinya itu?, Jotaslim?".
" Hahaha bukan pak, Jotas (Jomblo berkualitas)".
Ucap ku kembali.
"Hahahah dasar ya, Jaman sekarang ada ada aja, Jaman bapak dulu gak ada bahasa bahasa gitu, Palingan surat suratan isinya cuma biasa aja".
Ucap Bapak Arif.
" Bapak kalau masalah umur menang di bapak, Tapi kalau masalah asmara bapak harus belajar dengan saya".
Ucap Rio.
"Nah bapak mau nanya ni, Kalau cewek ngambek itu apa obatnya?".
Tanya pak Arif kepada Rio.
"Obatnya cewek ngambek itu satu pak".
Ucap Rio.
" Haaa apa Tu?"
Tanya bapak Arif dengan sangat penasaran.
Rio pun meletakkan pop mienya disebelahnya tepat disamping wisnu, Kemudian berkata.
"Misalnya gini, Istri bapak lagi ngambek ni sama bapak seharian gak mau ngomong, Pas naik motor dia duduknya munduran mulu kayak magnet yang berlawanan, Pas istri bapak masak di dapur, Bapak Ikutin dari belakang, Terus peluk dari belakang, Kemudian bapak bilang ' Myhuny Maafkan diriku ini, Rembulan akan redup jika melihat senyum mu yang hilang, Sinar matahari akan memudar jika melihat mu cemberut, Oh rembulan ku, tersenyumlah kembali".
"Aduuhhh deeekkkk, Jangankan Gitu, Bapak Mau manggilnya aja takut hahahaha, Bapak kalau lihat istri cemberut rasanya lebih menakutkan dari lihat kuntilakan yang tertawa".
" Hahahahahaha Angkat lah saya jadi guru bapak",
Ucap Rio.
"Bapak jangan sampai dengerin omongan Rio pak, Bahaya"
Ucap Danu.
"Yaelah, Gua ini senior masalah cewek bro".
Ucap Rio.
Setelah panjang lebar kami bercerita tak terasa Pop mie kami sudah tidak tersisa lagi, Sekarang perut kami sudah berisi ditambah energi sudah full.
" Pop mie Gua kok udah habis?"
Tanya Rio yang heran melihat pop mienya yang habis disampinya.
Wisnu yang berada disampingnya tampak tersenyum senyum.
"Guaaa tau ni, siapa yang ngabisin pop mie Gua, Pasti si Raja Makan ni".
Ucap Rio.
" Heheheh Elu kelamaan, Kalau makan mie itu enaknya pas anget anget, Kalau udah dinginkan udah gak enak lagi, Makanya Gua makan, dari pada mubazir".
Ucap Wisnu.
"Hahahahah Al Mubadzziru kaana ikhwana syayaatiinn, Kalau kita membuat sebuah kemubadziran maka kita akan menjadi saudaranya setan".
Ucap Ku.
" Nahhh denger tu Rio"
Ucap Wisnu.
"Yang Mubadzirr itu apa coba?, Gua masih mau makan".
Ucap Rio.
" Hahaha udahhh halalin ajah dah, udah masuk kedalam perut Gua".
Ucap Wisnu.
"Halak gak halal, Udah habis juga"
Ucap Rio.
"Itung itung karena Lo udah bikin Gua kesal".
Ucap Wisnu.
Sinar mataharipun kembali bersinar lagi, Awan awan yang hitam tadi telah menghilang seketika layaknya pergi tampa arah, Air danau kembali tenang, Pohon pohon pun sepertinya sudah diam layaknya patung.
Hanya sedikit angin sepoy yang tersisa lagi, Yang memberikan suasana sejuk didalam keheningan.
" Bagaimana?, Kita langsung menuju tempat lokasi kalian?".
Tanya bapak Arif.
"Ayo dah, Sudah mulai panas lagi ni, Nanti Gua hitam".
Jawab Rio.
Kami pun segera mengemasi semua barang barang, Pakaian basah tadi kami masukkan kedalam kantong plastik hitam.
" Lo yang bawak pakaian basah ni Wis".
Ucap Rio kepada Wisnu.
"Nah kok malah Gua yang bawak?".
Gumam Wisnu.
" Kan Elu yang paling banyak makannya, berarti Elu yang paling banyak energinya".
Ucap Rio.
"Hmm baru makan pop mie dikit juga, Itupun masih kurang, Iya dah Gua yang bawak".
Gumam Wisnu.
" Nah gitu dong, Jadi orang nurut, Nanti Gua kasih pop mie Gua".
Wisnu yang mendengar kata kata Rio langsung semangat,
"Cobaa aja bilang dari tadi, Pasti semangat banget Gua".
" Kalau denger makanan aja Lo kuat".
Ucap Danu.
"Makan adalah separuh napasku".
Ucap Wisnu.
" Kalau cewek bilang ke Elo ,Kalau dia tidak bisa hidup tanpa Lu, Terus Dia bilang, KAMU ADALAH SEPARUH NAFASKU, Elu jangan mau ama dia".
Ucap Rio.
"Emangnya kenapa?".
Tanya Danu.
" Elu cuman separuh napasnya bro, Berarti Tu cewek butuh dua cowok biar napasnya lancar".
Ucap Rio.
"Iya juga ya, Jangan jangan cewek Gua selingkuh, Soalny pernah bilang gitu".
Ucap Danu.
" Nahh itu Elo pintar, Sekarang Elo putusin, Setelah Elo putusin nanti cewek Lo biar sama Gua aja".
Ucap Rio.
"Ogaaaaahhhhhhhh".
Ucap Danu.
Aku hanya diam saja waktu itu, Rio yang melihatku diam langsung bertanya.
" Lo kenapa Lesu ko?".
Aku pun menjawab.
"Iya, Chanel Youtube Gua belum di subscribe ama pembaca DYH".
" Aduhh, Kasian banget Lu, memangnya apa nama chanelnya?".
"Lu cari aja " Chanel Kreasi Novel" Video yang Gua share judulnya "Novel Aku bukan Wanita Suci".
Ucap Ku.
(Wkwkwkw Author Promosi dikit, Habisny gak ada yang dari pembaca DYH yang Subscribe 😥😥)
#Bersambung#
Janganlah seperti lilin, menerangi orang lain namun menyatikit diri sendiri.
Dan sekarang setelah 3 tahun hilang²an, akhirnya lanjut baca lagi 'Desa Yang Hilang' 😅 Makasiiih ya author