Ditinggalkan oleh calon suami seminggu sebelum pernikahan nya membuat hati Alina hancur lebur. Belum mendapatkan jawaban akan maksud calon suaminya yang meninggalkan dirinya, Alina kembali dikejutkan beberapa bulan kemudian akan permintaan pria yang belum menghilang dari hatinya itu.
"Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik." Setelah mengucapkan itu, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya.
Bagaimanakah kelanjutan nya? Apakah Alina akan membesarkan nya? atau justru mengikuti egonya? Dan bayi siapa itu sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kotak Antik
"Hei!" Alina menoleh, seorang wanita berpakaian seperti dirinya muncul.
"Iya." Balas Alina.
Dia mengetuk kaca jam tangan nya. "Waktunya makan siang! Kau tidak ingin melewatkan nya bukan?" Jelasnya pada Alina.
"Oh ya. Terimakasih." Balas Alina yang sadar dengan waktu.
"Ok." Wanita itu pergi, Alina mengambil tasnya dan menuju pantry.
"Bagaimana dengan hari pertama mu?" Baru saja Alina duduk dengan sepiring makanan nya dia mendengar pertanyaan dari sosok didepannya.
"Baik." Ujar Alina.
"Kau tampak tidak sepenuhnya murni. Ya, kau tau..... Campuran." Lanjutnya.
"Ya." Balas Alina singkat.
"Tinggal dimana? Apartemen?"
"Ya, apartemen." Jawab Alina.
"Namaku Catherine."
"Elina."
"Oh, aku bisa lihat." Alina hanya tersenyum tipis dan melanjutkan makannya. Sejujurnya, dia tidak bisa berbasa-basi, apalagi dengan orang baru, tapi dia berusaha ramah.
"Lain kali jangan lupa ya. Kalau tidak, kau bisa kelaparan." Jelas Catherine.
"Terimakasih. Aku akan mengingat nya."
"Ya, karena disini mungkin kau akan sulit untuk mendapatkan teman. Untuk seukuran mu." Lanjut Catherine, Alina sibuk dengan suapan nya.
"Terlebih, dengan nya....." Catherine menunjuk dengan alisnya. Seorang wanita dengan sepatu 7 cm melintas meninggalkan suara yang khas di lantai.
"Lihatlah jalannya itu. Seperti model." Lanjutnya, Alina melihat sekilas wanita itu.
"Dia bisa dibilang lama disini. Aku sarankan jangan dekat dengan nya." Alina hanya mengangguk, perutnya terasa lapar sekali.
"Kau tidak banyak bicara ya." Alina hanya membalas dengan senyuman tipis. "Ya, tapi itu bagus! Fokus saja dengan pekerjaan."
******************
"Elina De Visser."
"Iya Tuan, ini adalah data lengkap nya."
"Dia mendaftar sama dengan perekrutan waktu itu, kenapa aku tidak melihatnya?"
"Ya, karena dia bagian resepsionis, jadi HRD hanya memberikan data di bagian perusahaan saja Tuan."
"Aku harap tidak terjadi lagi. Baik perusahaan, restoran maupun hotel. Aku ingin semuanya!" Jelasnya.
"Baik tuan."
"Indonesia....." Gumamnya.
"Ada apa tuan?" Tanya sektretaris nya.
"Kau tau, aku merasa sesuatu dengan negara itu."
"Iya, karena kita juga mencari wanita yang membawa apa yang kita cari tuan."
"Benar, lagipula kalau dikumpulkan, orang-orang dari sana pasti banyak bekerja disini. Oh, pantas saja! Dia campuran." Jelasnya saat membaca tulisan disana.
"Sudah tuan?" Tanya nya dengan hati-hati.
"Iya. Bagaimana dengan jadwal ku hari ini?"
"Ada beberapa pertemuan Tuan. Tapi, yang lebih utama mengunjungi restoran di dekat Giethoorn tuan."
"Ok. Kita kesana sore nanti."
"Baik tuan."
"Hari yang melelahkan." Alina mengusap bahu nya sambil memutar pundak nya. Dia segera menaiki bus untuk pulang. Jalanan tampak ramai, ya .. lagipula ini jam pulang.
"Hmm, toko kue." Alina tampak tertarik, entah mengapa dia teringat dengan Rosa dirumah.
"Dia akan suka kan?" Pikir Alina.
**************
"Ini dia...... Aku penasaran dengan isinya. Waktu itu tidak sempat buka." Ujar bibi melihat kotak berukuran sedang dihadapannya. Dia selalu membawa kotak itu bersama dengan koper bayi Rosa saat pertama kali bertemu.
"Terlihat antik...." Ujarnya, perlahan dia membuka kotak itu.
Matanya melihat sebuah liontin dengan surat di sebelah nya. "Surat..... Apa isinya ya." Rasa penasaran langsung membuat bibi membukanya. Saat dia melihat rangakaian tulisan itu..... Tangan bibi tampak gemetar seiring dengan matanya yang bergerak hingga akhir.
"Ini, tulisan Tuan Edward." bibi yakin, karena saat hari valentine Ed mengirimkan surat manis untuk Alina.
Tulisan itu tidak cukup selembar, tapi bermakna dalam dan membuat bibi khawatir. "Jangan biarkan orang dari keluarga Noud menemukan Rosa."
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰🙏