NovelToon NovelToon
Perjalanan Pendekar Naga

Perjalanan Pendekar Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Musang Bulan

10 tahun yang lalu keluarga cabang Xiao dibantai, dalam peristiwa berdarah tersebut hanya Xiao Tian yang berhasil selamat. Dalam keputusasaan, ia berlari ke sembarang arah hingga terperosok ke salah satu jurang di kaki pegunungan Wuyi. Beruntung salah seorang Tetua Sekte menyelamatkannya, memberikannya sebuah harta tak terhingga yang bernama mutiara dewa iblis demi menyambung nyawanya. Sejak saat itu, takdir kehidupannya pun berubah. Meski ia dianggap tidak berguna, namun hanya gurunya lah yang mengetahui rahasia terbesarnya dalam menempuh dunia kultivasi yang kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duel Yang Mematikan

Melihat serangan Hu Jintao datang mendekat, Xiao Tian mengangkat pedangnya dengan gelombang Qi yang menyembur keluar. Segera, bayangan pedang yang sangat cepat dan tidak terlihat lintasan serangannya memblokir serangan Hu Jintao.

"Baaamm"

"Baaamm"

"Baaamm"

Cahaya pedang yang berlapis saling bertubrukan, gelombang udara yang hancur terdengar menyedihkan diiringi serpihan energi.

Hu Jintao terperanjat, jurus pedangnya dihentikan begitu saja oleh Xiao Tian hingga pergelangan tangannya terasa terpelintir. Ia mundur dua langkah dan merasakan hawa panas yang mengepul dari dalam tubuhnya. Hanya dalam satu jurus saja Hu Jintao dapat merasakan jika kekuatannya seimbang dengan Xiao Tian.

Xiao Tian tampak tenang, namun ia juga tidak buru-buru menyerang sambil menyaksikan jurus berikutnya yang akan digunakan oleh lawannya. Ia perlu berhati-hati, di sekitarnya masih terdapat Ning Shih yang jelas memiliki api permusuhan dengan dirinya.

Selain Shen Louyan ia tidak memiliki kesan yang baik terhadap mantan rekan seperguruannya, adapun seorang lagi yang juga termasuk dalam daftar tunangannya Qin Tian belum bisa menentukan sikap.

Melihat ketenangan Xiao Tian, Hu Jintao pun tidak ragu untuk mengeluarkan jurus terbaiknya yang berada di tingkat tujuh. Di Sekte Awan Biru, keahlian tingkat tujuh hanya digunakan oleh murid yang memiliki bakat tinggi.

"Tebasan Pedang Surgawi"

Angin bertiup kencang, di atas pedang Hu Jintao pusaran gelombang Qi menyerupai corong berputar hebat. Seolah menghisap energi langit dan bumi, sebuah kekuatan mengerikan terpancar dari rangkaian cahaya pedang.

Gelombang Qi yang sangat kuat menyapu lapangan beladiri, murid-murid yang berkekuatan rendah berhamburan menjauh untuk menyelamatkan diri. Sementara mereka yang cukup kuat, segera membentuk Qi pelapis untuk melindungi diri.

"Gawat, ternyata Hu Jintao benar-benar marah"

"Ku dengar ia tidak pernah menggunakan teknik pedang tersebut, apakah Xiao Tian benar-benar mampu menghadapinya?"

"Dibandingkan dengan teknik pedang pemburu, sepertinya ini adalah jurus terkuat yang dipelajari Hu Jintao"

Para murid saling berkomentar, ada rasa takut dan juga kekaguman pada sosok Hu Jintao yang kini tampak seperti pendekar agung dengan rambut berkibar.

Xiao Tian menyipitkan matanya, ia juga sedikit kagum dengan kemampuan lawannya yang mampu memusatkan energi pedang dengan kekuatan penuh. Namun ia tidak tinggal diam, dalam pandangannya ada beberapa celah terbuka yang ditinggalkan.

Memperhatikan hal tersebut, Xiao Tian akan menebas tanpa ampun karena ini adalah pertarungan hidup dan mati.

Pedang biru di tangan Xiao Tian kembali terangkat, lalu kakinya menghentak tanah dengan keras.

"Pedang Bayangan Iblis"

Seluruh energi di tubuhnya berputar, menyembur ke dalam pedang biru di tangannya dan menembakkan bayangan pedang setinggi tujuh meter. Bayangan energi pedang Xiao Tian dengan ganas bergerak membentuk lintasan mirip naga yang meliuk di udara.

"Boooommm"

Dua kekuatan dahsyat beradu, membuat debu berterbangan hingga menutupi lapangan beladiri.

Siluet bayangan naga menghantam tubuh Hu Jintao, kemudian meledak tepat di dadanya. Tubuh Hu Jintao terpental dengan cipratan darah menyembur di udara.

"Braaakk"

Seperti seekor babi yang jatuh dari pohon, tubuh Hu Jintao terbentur tanah dengan keras.

Kejadiannya ini terjadi begitu saja, diantara debu yang mengepul hanya Ning Shih yang dapat melihat rangkaian serangan Xiao Tian hingga membuat tubuh Hu Jintao terluka parah.

Sesaat kemudian, pandangan orang-orang mulai jelas. Namun saat hal itu terjadi, semuanya terkejut bukan main. Kini terlihat Hu Jintao yang seperti kehabisan napas mencoba untuk berdiri.

Meski tidak mati, tubuh Hu Jintao terlihat sangat memprihatinkan, pakaiannya yang dikenakannya terlihat compang-camping diselingi warna merah darah.

"Bukankah kukatakan simpan nyawa anjing mu baik-baik? Sekarang katakan bagaimana aku harus mengambilnya?" Kata Xiao Tian dengan dingin.

Tubuh Hu Jintao gemetaran, pembuluh darah di tubuhnya berkedut seolah akan meledak kapan saja. Ia tidak menyangka jika kekuatan Xiao Tian bisa seperti ini dan mampu mematahkan jurus yang selama ini sudah susah payah ia latih.

Belum hilang rasa takut yang menyelimutinya, tubuh Xiao Tian kembali bergerak seperti kupu-kupu, terlihat landai namun tanpa ia sadari waktu seperti berhenti berputar.

"Zlebb"

Pedang Xiao Tian tertancap lurus di jantung Hu Jintao, begitu tepat sehingga membuat Hu Jintao tidak bisa berteriak menahan sakit.

Dunia serasa begitu gelap, tidak ada lagi sinar matahari yang bisa ia lihat. Hanya tatapan dingin seperti iblis yang saat ini berada di depannya.

Saat ini ia baru sadar, menyinggung monster keji hanya demi memperjuangkan sesuatu yang belum pasti, yakni perasaannya pada Ning Shih. Hal yang benar-benar tidak sepadan dengan pengorbanan nyawanya yang hilang sia-sia.

Tubuh Hu Jintao menegang lalu ambruk ke tanah sesaat Xiao Tian menarik pedangnya, darah segar memancar seperti tanggul yang jebol, menjemput ajal Hu Jintao tanpa ampun.

Semua orang terkejut, tidak menyangka jika pertarungan ini dimenangkan oleh Xiao Tian dengan keunggulan mutlak. Menyaksikan adegan ini, para murid yang tersisa dengan spontan memeriksa dada kiri mereka, membayangkan jika Xiao Tian berlaku kejam pada mereka.

"Hahaha.. Ternyata kamu cukup berani" Ucap Ning Shih yang berada paling depan dari para murid.

"Apakah kamu orang yang baru mengenal ku? Mati ya mati saja, tidak ada urusannya dengan berani atau tidak" Ujar Xiao Tian dengan nada dingin.

Setelah berkata demikian Xiao Tian berbalik pergi hendak kembali ke tempat tinggalnya di puncak Ketujuh, namun tiba-tiba ia merasakan sebuah tekanan angin dingin dari belakang tubuhnya.

Merasakan ada bahaya mengancam, ia pun segera berbalik kembali sambil mengedarkan energi Qi ke seluruh telapak tangannya. Dengan cepat ia mendorongnya ke depan menyambut serangan yang hendak menyergapnya.

"Boooommm"

Dua kekuatan energi saling berbenturan, mendistorsi udara hingga menyebabkan tekanan energi yang berhamburan ke seluruh sudut lapangan beladiri.

Tubuh Ning Shih mundur beberapa langkah dan sorot matanya menatap Xiao Tian penuh dengan ketidakpercayaan.

Jika di masa kejayaan Xiao Tian itu adalah hal yang wajar, tetapi setelah tiga tahun kultivasinya hancur bagaimana ia bisa bangkit secepat ini.

"Tidak mungkin.." Batin Ning Shih penuh keterkejutan.

Di sisi berlawanan, tubuh Xiao Tian juga tampak tidak baik-baik saja. Dadanya terasa panas dan tenggorokannya seperti kapan saja menyemburkan cairan yang terasa manis.

"Anggap ini sebagai peringatan, di kesempatan berikutnya aku tidak akan menaruh kasihan" Kata Ning Shih sambil berlalu pergi.

Melihat mantan rekan wanitanya pergi, kilatan penuh kebencian terlihat di kedua bola matanya. Sambil menahan napas, Xiao Tian mencoba menstabilkan kekuatannya untuk tidak menunjukkan kelemahannya.

"Kekuatan jurus pukulan tangan kosongku masih lemah, aku harus meningkatkan Api Yang di dalam tubuhku" Batin Xiao Tian dengan penuh kekesalan.

1
Someone
Up
Qisya Zahra12
Baru baca novel kultivasi, langsung cocok pas baca yang ini.
Werkudara
Menanti serunya perjalanan panjang sang legendaris... 👍
Werkudara
Ini sebuah karya tulis yang sangat menarik, tentang perjalanan hidup seorang kultivator mencari hakekat kehidupan... lanjut... 👍
Freddy Suwindi
y
Oe Din
Poko'e semangat berkarya...!!!
Oe Din
Luar biasa
Ernest T
upupupupupuppppppp thor
Someone
Seru diawalnya
Someone
Jadi penasaran dengan identitas gurunya xiao tian
Someone
Mulai suka
Ismaeni
coba jaga kepercayaan para reader ya thor,jangan ketika sudah banyak yang suka karyamu tiba-tiba terhenti tanpa ada pemberitahuan. ..
Ismaeni
tidak asing dengan alur ceritamu...
Ismaeni
sepertinya aku tau siapa kamu thor.../Facepalm/
Zainal Tyre
lanjut thor
Musang Bulan
Yang minta update, ditunggu ya. Jangan lupa like dan komentarnya ya supaya karya ini tetap eksis. Banyak karya di NT tidak berlanjut karena kurangnya dukungan berkarya dari pembaca.

Yang lagi dalam perjalanan mudik, hati2 di jalan ya...
PAIZ 0507: gas tor
total 1 replies
Ismaeni
sepertinya pernah baca cerita yang agak mirip-mirip yaa,cuma sayang tidak berlanjut padahal sangat bagus menurutku ...semoga cerita ini bisa sampai tamat sebagai penggantinya. ..
Iwa Siaga purna
Diawalnya bagus, nyimak terus
Iwa Siaga purna
Nama Li Mochou jadi inget ma tokoh dlm kisah Yoko.
Iwa Siaga purna
Nyimak dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!