NovelToon NovelToon
Rujuk Yang Tak Terduga

Rujuk Yang Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Berbaikan / Janda / Selingkuh / Cerai
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Itz_zara

Kisah perjalanan pernikahan Kaluna dan Nathan yang harus kandas karena sebuah kesalahpahaman yang di sebabkan oleh adik Nathan yang tidak menyukai Kaluna menjadi bagian keluarga mereka.

Tiga tahun kemudian saat Kaluna mendapat pekerjaan saat itu ia harus berurusan kembali dengan keluarga mantan suaminya.

Bagaimana lanjutan kisah Kaluna dan Nathan apakah mereka akan rujuk kembali ataukah mereka menemukan tambatan hati yang lain. Jangan lupa ikuti kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itz_zara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Delapan

Siang hari setelah makan siang bersama keluarga kecilnya, kini Nathan kembali ke kantornya untuk melanjutkan pekerjaan. Kaluna dan Athan telah lebih dahulu ia antarkan pulang ke rumah. Sampai di kantor Nathan langsung mengerjakan berkas-berkas yang sudah menumpuk.

Nathan duduk dikursi kebesarannya, memandang berkas-berkas yang sudah menumpuk didepannya. Ia mengambil nafas berat mempersiapkan diri untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dengan fokus dan konsentrasi, Nathan mulai mengerjakan pekerjaannya satu persatu. Ia ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya dan tidak ingin membuang waktu. Suasana ruangannya yang begitu sunyi dan tennag membantu ia bisa berkonsentrasi.

Saat sedang fokus bekerja ponselnya tiba-tiba berbunyi. Ia melihat nama mamanya disana segera ia mengangkat panggilan itu siapa tau penting.

"Halo ma, ada apa?"

"Halo bang kamu besok bisa makan malam dirumah mamah gak, sekalian bawa Athan?" Tanya mama Saras pada Nathan.

"Memangnya ada apa ma?" Tanya balik Nathan.

"Ada hal penting yang ingin mama obrolin sama kamu dan keluarga," jawab mamanya menyembunyikan maksud dari tujuannya membicarakan perjodohannya dengan Olivia.

Nathan merasa penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan oleh mamanya. Ia tidak bisa menebak apa yang ingin dikatakan oleh mamanya, tapi ia merasa bahwa itu pasti sesuatu yang penting.

"Baiklah, Ma. Besok aku akan datang makan malam dirumah, dan aku akan bawa Athan juga," kata Nathan.

Ia tidak bisa menahan rasa penasaranannya, tapi ia juga tidak ingin menekan mamanya untuk mengungkapkan apa yang ingin dibicarakan. Nathan hanya bisa menunggu besok untuk mengetahui apa yang ingin dikatakan oleh mamanya.

Setelah menutup panggilan dengan mamanya, Nathan kembali ke pekerjaannya, tapi pikirannya masih terganggu oleh rasa penasaran tentang apa yang ingin dibicarakan oleh mamanya. Ia mencoba untuk fokus pada pekerjaannya, tapi tidak bisa tidak memikirkan tentang apa yang akan terjadi besok. Nathan hanya bisa menunggu dan melihat apa yang akan terjadi, dan berharap bahwa itu tidak akan menjadi sesuatu yang buruk.

*****

Kaluna sedang menemani tidur siang Athan, setelah tadi mereka berdua makan siang bersama Nathan. Kaluna duduk di samping tempat tidur Athan, memperhatikan anaknya yang sedang tidur dengan damai. Ia tersenyum melihat wajah Athan yang begitu polos dan tenang. Kaluna merasa bahagia dan bersyukur memiliki keluarga yang harmonis dan penuh cinta. Ia memandang Athan dengan penuh kasih sayang, merasa bahwa anaknya adalah anugerah yang sangat berharga. Saat itu, Kaluna merasa damai dan tenang, menikmati momen-momen kebersamaan dengan anaknya.

Saat Athan sudah terlihat tidur pulas, Kaluna memutuskan untuk melanjukan pekerjaannya yang belum selesai. Ia berdiri dan berjalan menuju ke arah dapur, disana ia bisa melihat bu Tati sedang membersihkan dapur. Karena tadi Nathan makan siang diluar membuat ia dan bu Tati tidak masak untuk makan siang.

"Udah selesai belum bu?" Tanya Kaluna pada bu Tati yang sedang fokus mengelap meja.

"Eh Kaluna, belum nih tinggal cuci piring sama bersihkan kulkas," kata bu Tati yang masih mengelap meja.

"Ya udah aku yang cuci piring ya bu," kata Kaluna yang langsung berjalan menuju tempat cuci piring.

"Iya lun," jawab bu Tati.

"Bu Tati sama pak Tono udah makan siang belum?" Tanya Kaluna sebab tadi mereka tida masak untuk makan siang.

"Udah kok lun, tadi sisa makanan waktu sarapan masih banyak jadi bisa buat makan," ucap bu Tati.

"Alhamdulillah kalau udah," jawab Kaluna sambil terus mencuci piring dan peralatan dapur lainnya.

Kaluna terus mencuci piring dan peralatan dapur lainnya dengan sabun dan air hangat. Ia bekerja dengan cepat, karena ingin segera menyelesaikan pekerjaannya. Sementara itu, bu Tati terus membersihkan dapur dan mengelap meja dengan kain lap. Mereka bekerja bersama, saling membantu dan mendukung satu sama lain. Setelah selesai mencuci piring, Kaluna memutuskan untuk membantu bu Tati membersihkan kulkas. Ia membuka pintu kulkas dan mulai mengeluarkan isi kulkas untuk dibersihkan. Bu Tati membantu Kaluna membersihkan kulkas dengan kain lap dan sabun. Mereka bekerja sama dengan baik, segera menyelesaikan pekerjaan membersihkan dapur.

Setelah selesai membersihkan kulkas, Kaluna dan bu Tati lanjut membersihkan bagian rumah lainnya. Mereka bekerja sama agar pekerjaan cepat selesai dan bisa cepat istirahat.

Dengan semangat dan bekerja sama dengan baik, bu Tati dan Kaluna berhasil membersihkan rumah dengan cepat. Setelah itu mereka memutuskan untuk beristirahat diri. Kaluna memutuskan untuk membersihkan diri agar setelah itu bisa ke kamar Athan lagi. Ia takut Athan sudah bangun dan mencari dirinya.

Kaluna berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia merasa lelah setelah bekerja keras membersihkan rumah, tapi ia juga ingin segera kembali ke kamar Athan untuk memastikan bahwa anaknya sudah bangun dan tidak sedang mencari dirinya. Setelah selesai membersihkan diri, Kaluna berjalan ke kamar Athan dengan hati yang tenang dan siap untuk menghadapi anaknya yang mungkin sudah bangun dari tidurnya. Ia membuka pintu kamar Athan dengan pelan dan memandang ke dalam kamar untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh Athan.

Athan masih terlihat tidur dengan nyenyak, tidak ada tanda-tanda bahwa ia sudah bangun. Kaluna merasa lega dan tersenyum melihat anaknya yang masih tidur dengan damai. Ia berjalan pelan ke arah tempat tidur Athan dan duduk di sampingnya, memandang wajah anaknya dengan penuh kasih sayang. Kaluna merasa bahagia dan tenang, menikmati momen-momen kebersamaan dengan anaknya. Ia memutuskan untuk duduk di samping Athan dan menunggu sampai anaknya bangun dari tidurnya.

Kring....kring....kring.... ponsel Kaluna berbunyi. Ia bisa melihat nama mama Mita di sana. Segera ia mengangkat panggilan dari mama Mita itu.

"Assalamualaikum bu," kata Kaluna saat sudah mangangkat telfon dari mama Mita.

"Waalaikumsala, Kaluna. Apa kabar sayang?" Tanya mama Mita dengan suara yang hangat.

"Alhamdulillah sehat bu, gimana kabar ibu sama ayah sehat?" Tanya Kaluna.

"Alhamdulillah ibu juga sehat sayang," jawab mama Mita.

"Ada apa bu telfon Kaluna siang-siang?" Tanya Kaluna khawatir.

"Ehm kamu bisa gak pulang dulu sebentar sayang?" Tanya mama Mita pada Kaluna.

"Ada apa bu memangnya?" Tanya balik Kaluna dengan panik.

"Kamu jangan panik ya kalau ibu kasih tau, ayahmu sakit dan pengin ketemu sama kamu sayang," kata mama Mita dengan hati-hati.

Kaluna terkejut dan merasa sedih mendengar kabar tentang ayahnya yang sedang sakit.

"Baik bu, Kaluna akan segera ijin dengan majikan Kaluna dan insyaallah besok Kaluna pulang ke rumah bu," ucap Kaluna dengan suara yang bergetar.

"Iya sayang ibu tunggu, kamu jangan panik ayah udah minum obat kok," kata mama Saras menenangkan Kaluna.

"Baik bu, ibu jangan lupa kabarin aku tentang perkembangan ayah ya bu," ucap Kaluna.

"Iya sayang, ya sudah ibu tutup dulu telfonnya,"

"Iya bu, ibu sehat-sehat ya disana,"

"Iya sayang ya sudah kamu juga jaga diri di sana," kata mama Saras sambil mematikan ponselnya.

Kaluna memandang ponselnya yang sudah menghitam layarnya. Ia memikirkan bagaimana cara izin pada Nathan kalau mau ke rumah. Sedangkan Athan susternya belum kembali ke rumah.

Kaluna memandang ke arah Athan yang masih tidur, lalu memandang ke arah jam dinding. Ia memikirkan kapan waktu yang tepat untuk meminta izin pada Nathan dan meminta izin untuk pulang ke rumah orang tuanya. Ia merasa sedikit khawatir karena harus meninggalkan pekerjaannya dan juga harus memastikan bahwa Athan dan Nathan tidak terganggu dengan kepergiannya.

1
Mak e Tongblung
typo banyak
Rohaniingsun09 Rohaniingsun09
lanjut
Itz_zara: Makasih kak udah baca, aku up setiap malam ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!