Pernikahan bahagia yang diimpikan Anna berubah menjadi tragedi, kala seorang pria merenggut kesuciannya di malam pertama pernikahannya.
Anna yang terpuruk akibat kejadian itu pun mencoba bangkit kembali dan melanjutkan hidupnya.
Namun, takdir berkata lain, ia harus kembali mengingat peristiwa kelam malam itu saat dirinya dinyatakan hamil.
Akankah pria itu bertanggung jawab padanya?
Atau ada malaikat lain yang akan datang menolongnya?
Dan bagaimana dengan suami dan pernikahannya?
Ikuti kisah Anna selengkapnya dalam menjalani kehidupannya dalam Tiga Pria, Ayah Anakku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Monica Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Karena aku bukan Alex?!
"Anna, kemarilah!" pinta Andrew yang melihat Anna masuk ke kamarnya.
Awalnya Anna ingin tidur bersama dengan Michael tapi karena takut Andrew akan marah maka ia pun menuruti Andrew untuk tidur di kamarnya.
"Kak Andrew kau belum tidur?!"
Andrew tak menjawab hanya memandang Anna sambil mengangkat gelas wine di tangannya.
"Kau mau minum Anna?!"
"Ehm.. Tidak, Kak. Aku tak bisa minum-minuman keras." tolak Anna.
'Ya Tuhan, ini canggung sekali.'
"Ehm.. Aku... Aku akan mandi dulu." Anna langsung berlari ke arah kamar mandi.
Dia sengaja mandi dalam waktu yang cukup lama dan berharap Andrew sudah tidur saat dia sudah selesai nanti.
Dia merasa sangat canggung berdua di dalam kamar bersama dengan Andrew, walau pun mereka adalah Suami Istri.
Anna membuka pintu kamar mandi dan melihat suasana di dalam kamar sudah hening maka dia pun keluar.
Dia berjalan perlahan karena takut akan membangunkan Andrew. Tapi begitu dia sampai di samping tempat tidur, dia tak melihat Andrew di sana.
'Lho dimana Kak Andrew?!'
"Kau mencari ku?!"
"Ahh...!! Kak... Kak Andrew?!"
Anna terkejut karena tiba-tiba Andrew berada di belakangnya dan memeluknya. Dia merasakan punggung kecilnya menempel pada tubuh Andrew yang tak mengenakan baju.
"Kak Andrew mengapa kau belum tidur?!" tanya Anna, gugup.
Andrew lagi-lagi tidak menjawabnya.
Dia membenamkan wajahnya pada ceruk leher wanita itu. Menghirup aroma sabun pada tubuh Anna.
"Anna, kau harum sekali sayang..."
Anna merasakan hembusan nafas Andrew di telinganya. Terasa geli dan hangat. Jantungnya berdegup kencang.
"Kak, jangan seperti ini."
Dia melepaskan tangan Andrew di pinggangnya dan mendorongnya pelan. Bersiap untuk pergi.
Tapi Andrew memeluknya lagi. Kini mereka saling berhadapan. Andrew memandang lekat wajah Anna dan membelai pipinya.
"Anna, kau cantik sekali."
Anna gemetar merasakan jari-jari Andrew di wajahnya dan kemudian membelai bibirnya. Aroma anggur pada nafas Andrew dan sorot matanya menandakan pria ini sedang bergairah.
Andrew mengangkat dagu Anna dan ingin menciumnya tapi Anna secara refleks menoleh dan hanya mengenai pipi lembutnya.
"Ada apa, Anna?! Apa kau malu?!"
"Kak Andrew, aku lelah. Bisakah kita beristirahat sekarang."
Anna mendorong Andrew lagi agar melepas pelukannya tapi Andrew tak bergerak. Dia memegang tangan Anna dan menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur.
"Ahh.. Kak Andrew!!"
Anna terkejut karena Andrew berada di atasnya bertumpu pada satu tangannya dan tangan yang lain mengunci kedua tangan Anna dan meletakkannya di atas kepalanya.
"Kak Andrew lepaskan aku."
Anna merasa kesakitan karena cengkraman kuat Andrew pada tangannya. Dia terus meronta agar Andrew melepaskannya.
"Sakit Kak. Lepaskan aku!!"
"Kenapa Anna?! Kau takut?! Tenanglah sayang aku tak akan menyakiti mu."
Andrew melonggarkan genggaman tangannya tapi masih cukup kuat untuk menahan Anna.
Dia kembali ingin mencium Anna tapi Anna tetap berontak. Dia pun beralih ke leher jenjang Anna. Menciumnya dengan kuat dan meninggalkan beberapa kiss mark-nya di sana.
"Ahh... Jangan Kak Andrew. Aku mohon lepaskan aku."
Desahan Anna membuatnya semakin bergairah. Dia merobek bagian atas gaun tidur Anna dan memperlihatkan dada indahnya. Anna semakin ketakutan dan mulai menangis.
"Ku mohon jangan seperti ini Kak. Tolong lepaskan aku."
Andrew tak memperdulikan lagi tangisan dan penolakan Anna. Dia hanya ingin Anna menjadi miliknya malam ini.
"Ahh.. Jangan! Aku tidak mau. Hentikan!!"
Andrew meremas pa**dara Anna dan menciuminya.
"Tidak!!" Anna terkejut saat Andrew merobek lagi gaun tidurnya dan melemparkannya ke lantai.
'Sial!! Pantas saja Alex dan Nathan tergila-gila padanya. Tubuhnya sangat indah.'
"Kau sangat sexy Anna. Aku akan membuat mu jadi milik ku."
Andrew kembali menciumi Anna. Dia merasakan tubuh Anna gemetar karena menolaknya.
Dia menghentikan aksinya dan memegang dagu Anna. Andrew melihat wanita kecil itu menangis ketakutan.
"Kenapa Anna?! Kenapa kau tak ingin aku menyentuh mu?!" ucap Andrew dengan sorot mata yang dingin.
"Maafkan aku Kak. Aku belum siap." Anna terus menangis, dia takut Andrew memaksanya.
"Aku adalah suami mu Anna, kau wajib melayani ku bukan hanya Nathan."
"Tidak, kau salah Kak. Nathan tak pernah menyentuh ku."
"Lalu bagaimana dengan Alex?!" Anna terkejut mendengar pertanyaan Andrew.
"Kau menolak aku karena aku bukan Alex kan?! Jawab aku, Anna!!" teriak Andrew marah.
Anna tak menjawab pertanyaan Andrew. Alex memang pernah beberapa kali menciumnya dan dia tak menolaknya seperti dia menolak Andrew sekarang.
Melihat Anna yang diam saja, Andrew sudah bisa menebak jawabannya. Dia pun melepaskan tangan Anna dan beranjak dari tubuhnya. Mengenakan bajunya dan pergi keluar kamar dengan membanting pintu.
Anna langsung menutupi tubuhnya dengan selimut. Tubuh kecilnya masih gemetar. Dia pun mengunci pintu takut jika Andrew akan kembali lagi.
.
.
.
Andrew sangat marah dan kesal. Istri yang di cintainya mempunyai anak dengan pria lain dan sekarang dia bahkan menolak Andrew untuk menyentuhnya. Dia pun memilih untuk pergi minum bersama teman-temannya.
"Andrew, ayo pulang!" ajak Wilona.
Andrew tampak sudah mabuk dan tak memperdulikan Wilona. Dia terus menuangkan kembali minuman itu ke gelasnya.
Wilona merebut gelas Andrew dan meneguknya. Andrew pun langsung meminum whisky itu dari botolnya.
"Hentikan, Andrew!! Kau bisa mati!!" Wilona kembali merebut botol itu dan menjauhkannya dari Andrew.
"Kembalikan pada ku!!" teriaknya.
"Wilona, biarkan dia. Biarkan Andrew bersenang-bersenang. Hei.. Tuan Muda apa kau mau ku panggilkan beberapa orang wanita cantik untuk menemani mu?!" ucap seorang temannya.
Andrew tersenyum sinis. Wanita-wanita ini bahkan rela menyerahkan diri padanya tetapi Istrinya malah menolaknya.
"Diam kau! Kami sudah mau pulang!!" Wilona kemudian menarik tangan Andrew tapi pria itu menolaknya.
"Tidak. Aku tidak mau pulang. Pergi sana!!"
"Baik. Aku tak akan membawa mu pulang. Tapi kita harus pergi dari sini."
Wilona memapah Andrew kembali ke mobilnya. Andrew memejamkan matanya, kepalanya sangat pusing.
Wilona membawa Andrew ke apartementnya. Kemudian memapah Andrew ke kamarnya dan membaringkannya di tempat tidur.
"Ahh.. Pinggang ku!! Kau berat sekali!!"
Dia membuka sepatu Andrew dan melepaskan jasnya. Menatap wajah Andrew dan membelainya lembut.
Merasakan ada seseorang yang menyentuh wajahnya, Andrew pun membuka matanya. Pusing akibat mabuk membuatnya tak bisa melihat jelas siapa wanita di depannya.
"Anna..." Wilona tersentak saat Andrew memanggilnya dengan nama Anna tapi dia diam saja.
"Anna, sayang. Kau kembali. Aku sangat mencintai mu, Anna."
Andrew terus mengira Wilona adalah Anna. Wilona pun menangis mengetahui Andrew tak pernah mencintainya selama ini.
"Mengapa kau menangis?! Apa kau tak mencintai ku?!"
"Tidak, Andrew. Aku sangat mencintai mu." ucap Wilona.
Andrew sangat senang mendengarnya karena mengira itu adalah ucapan Anna.
"Benarkah kau mencintai ku?!"
"Ehm.." angguk Wilona.
Kemudian Andrew menciumnya lembut "Maka jadilah milik ku."
.
.
.
Andrew bukan cinta sama anna tapi terobsesi aja nikmati tubuhnya 😣
andrew kelihatan egois cuma butuh anna sebagai istri bukan ibu dari seorang anak yg dlm kenyataan sama keponakan aja andrew jahat gimana sama anak orang lain dan anaknya nanti
apalagi gambar animenya ... paling suka... karna dari dulu suka baca komik jepang, jadi enjoy ajha baca cerita ini,, banyak rasa disaat mengikuti perjalanan cerita cinta anna sama alex. tq thor,, terap semangat membuat karya lainnya yg the best dan keren. sukses selalu.