Selamat Datang Di Novel Pertama Saya.
Cerita ini adalah cerita kehidupan Celyn mulai dari dia kecil saat ditinggal orangtuanya sampai dia menjadi istri seorang yang bernama Dimas.
Siapa Celyn itu?
Apa yang terjadi padanya?
Bagaimana kehidupan pernikahannya?
Mari kita baca bersama-sama.
Dimohon bagi yang tidak suka dengan cerita ini, tolong jangan di beri komentar atau rate jelek. Di skip saja. Hargai Author sebagai penulis yang sudah capek memikirkan alur ceritanya.
Bagi teman-teman authors boleh promosi di karya ini.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan selamat membaca.
God Bless You All..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Makan Siang Bersama Pak Aris dan Pak Bagas..
Setelah mengadakan meeting yang alot dengan Pak Bagas dan Team Marketing, mereka bertiga pergi makan siang di sebuah restoran yang sudah di pesan oleh sekretaris Rani.
Pak Bagas dan Pak Aris pun setuju dan mereka keluar ruangan Rani dan menuju mobil masing- masing. Rani pun mengambil tas yang berisi baju ganti dan barang-barang yang dia bawa dari rumah untuk menginap di kantor.
Setelah selesai mengepak barangnya, Rani menelpon supir kantor menunggunya di lobi untuk pergi ke restoran untuk makan siang bersama Pak Aris dan Pak Bagas. Setelah itu, Rani membawa tas sandang dan tas pakaiannya itu keluar dari ruangannya dan menuju loby kantor.
Di sana telah menunggu tiga mobil yakni mobil pertama adalah mobil Pak Aris, mobil kedua adalah mobil Pak Bagas dan mobil ketiga adalah mobil Rani yang dikendarai supir kantor. Melihat Pak Supir Rani pun masuk ke dalam mobil dan memasukkan barang- barangnya.
Tadi, Rani telah menyebutkan nama restoran yang akan mereka datangi kepada Pak Aris dengan maksud agar dia dapat memimpin jalan dengan mobilnya di depan supaya Pak Bagas bisa mengikuti mobilnya dari belakang.
Sebelum keluar ruangan tadi, Pak Aris sudah menawarkan kepadaRani dan Pak Bagas untuk pergi ke restoran bersama dengan mobilnya. Tapi di tolak oleh Pak Bagas karena dia akan langsung kembali ke pabrik setelah makan siang. Jika Pak Bagas pergi dengan mobil Pak Aris dia akan kerepotan harus kembali lagi ke kantor untuk mengambil mobilnya dan kembali ke kantor.
Beda halnya jika Pak Bagas ke restoran dengan mobilnya sendiri, setelah makan Pak Bagas bisa langsung kembali ke pabrik tanpa harus singgah lagi ke kantor untuk menghemat waktu.
Lain halnya dengan Rani. Dia menolak ajakan Pak Aris dengan alasan sopan yakni Rani akan langsung kembali pulang ke rumah setelah makan siang di restoran bersama mereka. Rani tidak menceritakan bahwa dia ingin membawa pakaian kotor yang di pakainya kemaren sewaktu menginap di kantor. Rani ingin menjaga image dan wibawa nya kepada karyawannya itu. Rani tak mau Pak Aris mengetahui bahwa dia menginap di kantor kemaren.
Pak Aris menerima penolakan mereka berdua dengan lapang dada. Akhirnya mereka naik mobil masing-masing dan convoi ke restoran yang sudah di pesan sekretaris Rani itu.
Setelah memarkirkan mobilnya mereka bertiga masuk ke dalam restoran. Pelayan mengantarkan mereka ke meja yang telah di reserve. Tanpa aba-aba mereka menarik kursi masing-masing lalu duduk di situ. Setelah merasa nyaman akan duduknya mereka pun memanggil pelayan.
" Pelayan..!!".Panggil Aris.
Pelayan yang dipanggil pun datang dengan membawa ipad untuk mencatat pesanan mereka.
" Mau pesan apa Pak?". Tanya Pelayan.
" Pak Bagas mau pesan apa? Bu Rani mau pesan apa?". Tanya Aris sopan kepada kedua orang yang ada di hadapannya itu.
" Saya pesan ikan gurame asam manis dan sayur capcai jangan lupa nasi nya. Dan minumnya Orange juice saja". Pesan Pak Bagas kepada pelayan itu dan langsung di catat di ipas nya.
" Saya pesan steak sapi saja. Dagingnya welldone ya. Minta blackpaper sauce nya. Minumnya saya mau Ice Lemon Tea". Pesan Rani kepada pelayan itu dan juga langsung dicatat.
" Bapak sendiri?". Tanya pelayan kepada Aris yang dari tadi membolak balik halaman buku menu itu. Aris bingung mau makan apa.
" Kalau saya mau pesan nasi dengan sup buntut ditambah ayam goreng crispy. Minumnya Orange Juice juga.". Kata Aris menerangkan pesanannya.
" Baiklah.. saya ulangi pesanan bapak dan ibu ya. Pesanan meja 21 yakni ikan gurame asam manis satu porsi, sayur capcai satu, sup buntut satu, ayam goreng crispy satu, steak sapi dimasak sampai welldone dengan blackpaper sauce satu, nasi putih dua, Orange Juice dua dan Ice Lemon Tea satu. Bagaimana Bapak dan Ibu, sudah benar kan pesanannya?". Ucap pelayan menjelaskan pesanan mereka.
" Sudah benar semua..". Jawab Aris
" Ada pesanan lain?". Tanya pelayan lagi
" Tidak. Itu saja dulu". Kata Rani menjawab pertanyaan pelayan itu.
" Baiklah.. Kalo begitu saya mohon izin. Pesanan akan datang beberapa menit lagi". Kata pelayan seraya meninggalkan mereka di meja itu.
Sembari menunggu pesanan mereka datang, awalnya mereka terlihat canggung dan melihat handphone nya masing- masing. Mereka tidak tau harus membicarakan apa lagi. Aris melihat suasana canggung tersebut lalu mencoba mencairkan keadaan di meja tetsebut.
" Pak Bagas, sudah lama kerja di perusahaan ini?". Tanya Aris memulai pembicaraan.
" Lumayan.. Saya bekerja di sini sudah hampir lima tahun sejak di bukanya pabrik ini." Jawab Pak Bagas
" Sudah cukup lama ya Pak..!!". Kata Aris
" Iya Pak..!!". Kata Pak Bagas. " Pabrik ini adalah pabrik pertama perusahaan ini. Pabrik yang dibangun dari nol oleh Almarhum Pak Handoko. Dari hasil pabrik inilah Pak handoko bisa membeli gedung yang lebih besar dan mesin produksi baru di pabrik yang terbakar beberapa bulan lalu". Lanjut Pak Bagas bercerita.
" Berarti pabrik ini banyak meninggalkan cerita dan sejarah bagi Bapak ya..!!". Kata Aris
" Iya Pak..!!. Saya melihat sendiri bagaimana tumbuh kembangnya perusahaan ini mulai dari menjadi distributor barang saja sehingga menjadi besar seperti ini. Pak Handoko mengalami jatuh bangun beberapa kali. Tapi dia tetap tidak menyerah. Dia terus berusaha bangkit saat dia terjatuh. Sehingga dia bisa menyelamatkan perusahaan ini." Jelas Pak Bagas.
" Berarti Pak Handoko orangnya sangat ulet, rajin dan pantang menyerah ya Pak..!!" Kata Aris
" Iya Pak.. ! Saya kagum padanya.. Saya sangat sedih waktu mendengar beliau meninggal dalam kecelakaan itu. Saya seperti kehilangan tokoh panutan saya di dalam hidup ini. Perusahaan juga seperti kehilangan kendali. Untung saja Bu Rani cepat tanggap dan cekatan menyelesaikan semua masalah perusahaan. Walau pada awalnya saya yakin sangat berat bagi orang yang masih sangat muda seperti Bu Rani. Tapi dia berhasil memperlihatkan hasil usahanya membuat perusahaan ini perlahan bangkit". Jelas Pak Bagas memuji Rani.
" Bapak terlalu melebih lebihkan. Saya hanyalah orang biasa Pak..!!". Kata Rani merendah
" Itu kenyataannya bu.. " Kata Pak Bagas lagi.
Pembicaraan mereka terpotong karena pelayan datang dengan membawa trololi berisi makanan yang mereka pesan tadi.
Pelayan itu mengeluarkan satu persatu pesanan mereka dan meletakkannya di atas meja mereka. Setelah pelayan tersebut selesai mengatur tata letak makanan tersebut dia pun pergi membawa troli kosong itu ke arah dapur.
Melihat pelayan sudah selesai melakukan tugasnya tersebut. Rani mempersilahkan kedua tamu nya itu memakan makanan yang telah mereka pesan.
" Ayo Pak..!! Silahkan di makan. Jangan sungkan".Kata Rani mempersilahkan mereka makan.
" Baik bu.. !!". Jawab mereka serentak.
Mereka pun memakan makanan dan minuman yang mereka pesan dalam diam dan tanpa suara. Mereka makan dalam keheningan. Kelihatan sekali mereka memang sudah lapar. Mereka menghabiskan makanan yang dipesan dengan cepat. Satu per satu piring mereka kosong. Akhirnya mereka meneguk air putih yang disediakan pelayan untuk mencuci mulut mereka setelah makan. Mereka pun menyenderkan badan mereka di kursi karena kekenyangan.
Setelah makanan mereka turun, mereka memutuskan untuk pulang. Rani memanggil pelayan dan membayar tagihan makan dengan kartu kredit kartu. Lalu mereka pun keluar dari restoran dan menuju ke mobil masing- masing dan pulang ke tujuannya masinh-masing dengan perut yang masih terasa begah karena terlalu penuh di isi.
Rani pun memanggil Pak Supir dan memintanya mengantar Rani langsung pulang ke rumah keluarga Pak Handoko.
semangat