Bagaimana jika jiwamu bertukar dengan orang yang sangat kamu benci, pria yang selalu mengolok-olok mu karena penampilanmu yang culun?!
Denada seorang siswi berkacamata tebal dengan kawat gigi dan buku ditangannya, Si Empat Mata adalah julukan yang sudah melekat dengannya. Habis habisan merasakan Bullying di Sekolah baik dari teman wanita ataupun pria. Seorang pria yang sangat ia benci bernama Rendra juga sering ikut mengerjainya.
Tiba-tiba mendapatkan accident dan bertukar jiwa dengan Rendra, semua kehidupan menjadi berputar sekarang?!
Bagaimana Denada menjalani kehidupan barunya dengan memakai tubuh pria, dan Rendra yang harus merasakan menstruasi untuk pertama kalinya?!
Read More...
Si Empat Mata Reborn.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vietha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22 | Pertemuan Komite Sekolah.
Kelanjutan cerita kemarin...
"Ayoo... "
Dengan senang hati Rendra menarik tangan Denada menelusuri Mall besar itu, mata Denada yang tadinya penasaran akan rencana Rendra kini berubah berbinar-binar melihat pernak pernik keindahan dalam Mall.
Kini mereka masuk ke dalam toko Baju wanita, Denada baru pertama kali melihat busana cantik-cantik seperti ini, dipegangnya satu persatu pajangan kemeja di sana.
"Ih cantiknya... " gumam Nada sambil memutar bandrol harga yang menempel di baju itu.
Matanya langsung terbelalak ketika melihat angka di sana, langsung Denada meletakkan kembali bajunya dan menjauh sedikit dari sana.
Ia melihat sekitar dalam toko itu, matanya kini mengarah ke Rendra yang nampak serius berbicara kepada pelayan toko. Selang beberapa waktu Denada melihat Rendra masuk ke dalam bilik ganti dengan badannya yang penuh baju bertumpuk.
"Taadaa... Keren gak?!" ucap Rendra setelah keluar dengan setelan yang dicobanya.
"Hihi... Iyaa keren... "
Denada nampak senang melihat Rendra mencoba baju satu persatu untuknya.
"Ini buat lo, nanti kalau kita udah tukeran badan balik lo pakai lagi ya!" ucap Rendra kemudian.
"Tt-tapi Ndra... Ini mahal, gak usah!"
"Ssstt... santai, gue beli ini juga buat keperluan besok, santai santai!"
Rendra terus meyakinkan Denada dengan senyum dan ATM yang dikeluarkannya dari saku. Denada kini hanya bisa diam sambil menunggu Rendra selesai dengan urusannya dan memberitahukan rencananya.
Selang beberapa waktu mereka keluar dari toko Baju itu dengan menenteng 3 kotak barang.
"Ndra kok belinya banyak banget sih, lo belum ngasih tau juga besok mau ngapain?!"
"Udah santai aja... "
Tiba-tiba,
Kreeeukk... Kreeuuukk...
Bunyi perut keroncongan terdengar kemudian,
"Lo lapar?!" tanya Rendra.
"Hehehe... "
"Yaudah ayo... "
Rendra kini menarik tangan Denada lagi menuju pusat makanan. Walaupun mereka kini bertukar jiwa, namun tak akan banyak orang menyangka, karena tetap terlihat seperti sepasang muda-mudi biasa dari luar. Nampaknya mereka sudah mulai faham dengan identitasnya yang sekarang.
❀༺🪷༻※※※༺🪷༻❀
Di kedai makanan.
Rendra terus menyaksikan Denada makan dengan lahap di sana. Namanya tidak pernah makan di Mall, menu aneh yang baru pertama Ia coba tentunya membuat nafsu makan Nada meningkat.
"Hukk... Huk... Kok lo gak makan sih, malah ngeliatin gue?!"
"Ya lucu aja, ngeliatin diri sendiri makan ternyata kayak gitu!" saut Rendra cekikikan.
"Hmm, Ndra makasih ya udah bawa gue ke sini, gue baru pertama masuk Mall besar gini, hihi... Oiya lo belum bilang juga besok sebenarnya lo mau ngapain sih?!"
Denada dengan cepat mengunyah makanannya dan menenggak air karena sudah tak sabar mengetahui apa sebenarnya yang akan Rendra lakukan kepada Lisa besok.
"Sini gue bisikin... "
Denada kemudian mendengarkan dengan seksama semua perkataan Rendra dari dekat.
"Apa?! Ndra lo serius?!" (; °○°)
Mulutnya jadi ternganga setelah mendengar ucapan Rendra. Rendra hanya tersenyum sambil menaikan kedua alisnya. Entah apa sebenarnya yang akan Ia lakukan esok Author pun penasaran.
"Udah lanjut lagi makannya, habis ni kita main bentar!" lanjut Rendra.
Denada yang masih melongo hanya bisa meneruskan makannya tanpa bergeming lagi. Matanya berkedip beberapa kali menatap Rendra dihadapnya seakan tak percaya besok Rendra akan melakukan hal itu pada Lisa.
Selang beberapa waktu setelah makan mereka nampak memasuki arena Time Zone, gelak tawa dari keduanya terdengar nyaring seakan melepaskan penat dari semua permasalahan mereka.
"Byee... "
Dua jam lebih mereka menghabiskan waktu dipusat perbelanjaan itu. Kini Denada telah turun dari halte Bus dan kembali ke rumah Rendra. Begitu juga dengan Rendra yang kembali ke rumah Nada setelahnya.
Waktu telah menunjukkan pukul 9 malam kini, Rendra nampak sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk keperluannya besok menghadapi si Lisa. Kamar mungil Denada ikut berantakan saat ini, semua harus berjalan lancar sesuai rencananya.
Tiingg...
📳📳📳
[Ndra apapun yang mau lo lakuin gue pasti bakalan dukung lo, makasih ya Ndra lo banyak bantuin gue]
Isi Text Denada masuk, Rendra hanya tersenyum melihatnya dan meneruskan lagi urusannya.
Selang beberapa waktu Ia mulai menghadap cermin di bilik itu, Rendra tersenyum mendapati pantulan diri Denada yang dilihatnya, Ia terus tersenyum dan hanya tersenyum menatap Denada yang dilihatnya di cermin itu.
❀༺🪷༻※※※༺🪷༻❀
Keesokan harinya.
Hari ini adalah hari penting untuk SMA Garuda, perkumpulan Orang Tua wali yang merupakan anggota Komite Sekolah setiap Semester sebentar lagi dimulai.
Ini hari minggu jadi tidak semua siswa ikut hadir di sini, hanya anggota Osis dan beberapa perwakilan kelas saja yang datang.
Biasanya acara pembuka selalu menampilkan kelebihan dan bakat siswa-siswi Sekolahnya sebelum acara inti dimulai, seperti yang sudah dijelaskan Guru kemarin kalau Lisa dan Team Dance-nya hari ini mewakili kelas IPA satu untuk acara opening.
Nampak di belakang Aula Lisa dan Team kini sudah mulai bersiap mengecek sound sistem. Denada yang masih menggunakan identitas Rendra juga sudah datang dan duduk di barisan siswa kini.
"Ah, Tyo... tumben kamu dateng acara Komite, mmm pasti mau liatin Lisa kan?!"
Lisa yang baru saja melihat batang hidung Tyo memasuki pintu masuk Aula langsung cepat mengejarnya, Ia nampak memegangi tangan Tyo sambil membenarkan penampilannya.
"Denada mana ya, kok gak keliatan?!"
"Haaah, Nada mana mungkin dateng, tiap Semester juga gak pernah ada dia Tyo, yang ada tu Lisa di sini, bentar lagi aku mau tampil, Tyo duduk di situ ya liatin aku!" ucap Lisa dengan gaya centilnya.
"Oh yaudah, semangat ya,"
Kemudian Tyo beranjak dari sana dan mengambil tempat di barisan para siswa, dari kejauhan Ia melihat Rendra dan langsung Ia duduk disebelahnya.
"Hai Ndra, tumben lo dateng?!"
"Ah, iya... "
Padahal yang diajaknya bicara itu kan Denada. Sebenarnya Tyo semalam sudah di chat Denada untuk datang ke acara hari ini, makanya Tyo yang biasanya skip tiba-tiba muncul membuat semua orang heran, tentu saja Denada cekikikan dalam hatinya.
"Nada mana ya, katanya mau datang?!" ucap Tyo berbisik kepada Rendra yang dikiranya.
"Udah tunggu aja nanti juga ada!" saut Denada berbicara dengan suara Rendra.
Ruangan sudah semakin ramai dengan tamu undangan yang satu persatu hadir, para Orang tua wali yang tergabung dalam anggota Komite Sekolah ini kebanyakan juga Donatur Sekolah.
Biasalah orang-orang kaya, mereka biasanya memang menunggu dengan antusias anaknya yang akan tampil di pentas Aula untuk memamerkan satu sama lain. Nampak di sana wanita yang memakai kacamata trendy hitam dan syal bulu putih dengan tas LV sedang menghampiri Lisa.
"Itu Ibunya Lisa ya?!" tanya Rendra, ah bukan ini Denada.
"Iya Ndra itu Mami-nya Lisa, kece badai ya haha... " gelak tawa Tyo menjawab.
Tak lama kemudian,
"Hallo... "
❀༺🪷༻※※※༺🪷༻❀
Lanjut di Next Bab.
siapa yg datang...nada kah..??
author memang suka bikin penasaran
trus ciuman lagi tukar lagi
ternyata masih dipertimbangkan ya🤭🤭