TERDAPAT 2 SEASON DI DNOVEL INI
SEASON 1 : ANABALE N RANGGA
SEASON 2 : JESSY N RENDY
Ini sebuah kisah tentang Anabale dengan Rangga yang memilki hubungan seperti saudara tapi tidak sedarah. hari itu rangga yang masih umur 3 Tahun di titipkan di Keluarga Mr. Galandy karena ayah rangga masih berjuang untuk mengembangkan usahnya di paris. ayah rangga yang sudah tidak memiliki istri sehingga meminta bantuan Mr. Galandy untuk merawat anaknya sementara waktu. dan tentunya Mrs. Mutia istri dari Mr. galandy sangat senang karena kebetulan keluarga Galandy belum memiliki sosok anak. setelah setahun kemudian lahirlah anabale anak kandung dari Mr. galandy dan Mrs. mutia
setelah umur rangga 15 tahun ayahnya pun datang menjemputnya dari paris ke Indonesia dan kebetulan usaha ayahnya telah membaik dan telah berkembang.
Bagaimana kisah mereka setelah bertemu lagi setelah berpisah 11 tahun, saat ini umur rangga 26 tahun dan anabale 22 tahun.. ??
happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon asmin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjelang pernikahan
Keesokan harinya
anabale ditemani rangga bersama keluarga dekat anabale mengunjungi makam ibu dan ayahnya untuk meminta restu sebelum menjelang pernikahan.
anabale pun duduk di dekat makam ibu dan ayahnya ditemani rangga yang sedang merangkul anabale.
walaupun anabale lupa ingatan namun kesan ibu dan ayah sangat berharga baginya dan sangat mencintai orang tuanya. ia sesekali meneteskan air matanya karena ia tidak mampu mengingat apapun mengenai sosok ibu dan ayahnya.
anabale dan rangga pun meminta restu agar pernikahannya bisa berjalan lebih lancar dan hubungannya bisa menjadi keluarga yang saling mencintai dan menjaga sesama.
mereka pun menaburkan bunga di atas makam ibu dan ayah anabale dan tidak lupa memberikan doa kepada ayah dan ibu anabale supaya bisa tenang disana.
setelah itu ia pun kembali ke rumah. dan di rumah telah ada ayah rangga yang menantinya bersama deseiner baju pengantin mereka. karena waktu yang sangat mendadak sehingga desainer hanya mampu menyediakan beberapa baju yang kira-kira cocok di badan mereka.
anabale pun mencoba memakai baju-baju itu secara bergantian dan juga meminta pendapat kepada rangga mengenai penampilannya, rangga selalu takjub di setiap anabale memakai baju pengantin itu terasa semua baju yang disediakan itu memang sangat pas di tubuhnya dan ia terlihat sangat cantik bahkan rangga bingung untuk memberikan pendapatnya karena setiap anabale memakai baju pengantinnya ia terlihat sangat sempurna.
"bagaimana dengan ini, menurutmu bagaimana rangga ?" ucap anabale lalu memutarkan badanya memperlihatka punggungnya yang mulus dan putih membuat rangga hanya begong sambil menelan ludahnya sendiri.
"sangat sexy"ucap rangga yang tidak sadar akan ucapannya yang didengar oleh semua orang yang ada di situ
anabale pun tersenyum melihat rangga jadi aneh seperti itu.
"aku akan coba yang ini lagi" ucap anabale kepada desainer itu
"baiklah" ucap desainer itu
beberapa menit kemudian anabale keluar dari ruabg ganti dan kembali ke ruang tamu memperlihatkan penampilannya saat ini.
saat ini bell menggunakan gaun pengantin yang sangat indah ditambah lagi anabale yang memang dasarnya cantik ditambah polesan sedikit menambah kesan yang sangat memukau.
ia terlihat sangat anggun dengan pakaian itu walaupun pakaian itu tidak terlalu mengekspos tubuh anabale tetapi tetap saja rangga takjub dengan penampilan anabale di hadapannya sambil tersenyum lebar seketika rangga melihat itu ia langsung tersenyum lebar sambil menatap anabale tanpa mengedikkan matanya sedikit pun.
anabale melihat tatapan rangga seperti itu, ia langsung memilih gaun pengantin yang ia kenakan saat ini.
*****
malam pun tiba
rangga sambil berbaring di atas kasusrnya menatap ke atas sambil tersenyum. entah apa yang sedang rangga pikirkan saat itu ia hanya tersenyum dari tadi.
*bell kau sangat cantik sekali*
*dia benar cantik, aku bahkan tidak pernah menyadarinya*
ia pun tersenyum lagi
1 jam kemudian berlalu
dimana jam dinding kamar rangga sedang menunjukkan pukul 11.20.
rangga masih posis sama membayangkan kecantikan bell, bahkan ia tidak sadar akan waktu.
*bell sepertinya aku mulai menyukaimu*
*semoga saja kita bisa selalu bersama apapun yang terjadi"
*kita akan membangun hubungan keluarga sebentar lagi, rasanya masih tidak menyangka jika aku bisa menjadi suamimu*
rangga yang dari tadi sibuk mikirin bell akhirnya ia pun penasaran sedang apa anabale saat ini apa iya sedang tidur ? batin rangga yang panasaran
rangga pun mendatangi kamar anabale. ia mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari dalam, sehingga ia membuka pintu kamar bell ternyata kamar lampu kamar anabale sudah dimatikan hanya telihat sedikit cahaya yang di panjarkan dari Hp anabale
*sepertinya bell belum tidur, ia lihat apa sampai serius itu* batin rangga melihat bell fokus ke layar hpnya di atas kasurnya yang membelakangi pintu
rangga yang penasaran, ia pun menutup pintu lalu melangkah mendekati bell dan ingin membuat anabale kaget.
rangga pun menepuk pundak anabale
"hy sed...." rangga tidak sempat melanjutkan ucapannya karena rangga kaget ternyata bell sedang menonton film bokep di Hpnya.
anabale yang kaget dan hampir jantungnya copot ia pun tidak sengaja menjatuhkan hpnya.
mereka pun saling menatap dan tanpa membuka bibirnya sama sekali untuk memulai pembicaraan, mereka berdua dalam posisi sama-sama kaget.
*rangga? kenapa ia ada disini? ahhh sepertinya ia melihat ku sedang nonton* batin anabale yang gugup dan semakin berkeringat apalagi pada saat ia nonton tadi membuatnya berkeringat. sekarang tubuhnya penuh dengan keringat yang berjatuhan dan pipinya sedang memerah karena saking malunya karena ia kepergok nonton film itu.
untung saja kamar anabale masih gelap
anabale yang melihat hp nya yang masih menyala menayangkan vfilm itu, ia langsung mengambil hpnya kembali lalu mematikannya.
hening
hening
rangga sangat kaget melihat hal itu, ia menelan ludahnya sendiri. ia tidak tahu harus bilang apa lagi.
hening
hening
canggung
*ah rasanya aku pengen mati saja, sungguh memalukan* batin anabale
"rangga, kamu disini ?" ucap anabale untuk memecahkan keheningan itu secara gugup
"bell, apa kamu sudah tidak sabar untuk melakukannya ?" ucap rangga terbata-bata dan gugup
deg deg deg (suara jantung mereka semakin kencang)
"ah, apa kamu melihatnya ?" ucap bell semakin frustasi lagi kepergok oleh rangga
"iya" ucap rangga jujur
*ah itukan benar ia melihatnya, bagaimana ini* batin anabale semakin malu
"apa kamu mau melakukannya saat ini ?" ucap rangga yang mulai merasakan panas dalam dirinya
"ah, apa kau juga menginginkannya ?" ucap bell merasa panas di dalam tubuhnya
rangga tidak menjawab ucapan bell, ia pun langsung mengunci pintu kamar anabale kemudian menaiki ranjang anabale.
rangga langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang bell, sedangkan bell hanya menatap rangga dengan bergairah
"lakukanlah...!"ucap rangga memerintah bell untuk melancarkan aksinya
tanpa menjawab bell mendekati tubuh rangga, bell naik di atas tubuh rangga sedikit canggung namun tetap ia lakukan, kemudian bell membuka kancing baju rangga perlahan-lahan sayang sekali ia tidak bisa melihat tubuh rangga karena kondisi kamar bell yang gelap, bell pun m ingin meninggalkan rangga namun rangga mengetahui itu ia langsing menarik tangan bell.
"kamu mai kemana?" ucap rangga yang sedikit tidak sabar lagi
"ah, aku akan nyalain lampu dulu" ucap anabale lalu melepaskan tangan rangga
lampu menyala
bell pun kembali ke atas ranjangnya, akhirnya ia bisa melihat tubuh rangga dengan puas dengan perut sixpacknya dan dada kekarnya yang putih. ia tersenyum lebar melihat tubuh rangga yang seperti model saja. tangan anabale mulai menyentuh tubuh kekar rangga sementara rangga menikmati sentuhan anabale.
anabale pun menelan ludahnya sendiri
"ada apa bell?" ucap rangga yang melihat bell terlihat gugup dan berkeringat dingin
bell menatap wajah rangga
"apa aku bisa mencium mu ?" ucap bell yang sedikit ragu
"lakukanlah sesukamu, cepat" ucap rangga yang semakin membuat bell bergairah mendengar ucapan rangga
cup
ciuman singkat berhasil bell berikan ke bibir rangga.
"apa tadi itu kau sebut ciuman ?" ucap rangga sedikit menahan tawanya melihat bell menciumnya seperti itu
"lalu seperti apa ?" ucap bell
"yang tadi kamu lihat di film bokep itu memangnya seperti itu ciumannya ?" ucap rangga mengoda bell yang semakin gugup
"ah, aku.... baru melihatnya sekilas tapi kamu sudah datang tiba-tiba, aku masih belum mempelajarinya dengan baik" ucap bell dengan polos
"oh begitu, baiklah aku akan mengajarimu" ucap rangga lalu memindahkan tubuh bell ke bawahnya.
saling menatap dalam-dalam
"maafkan aku sudah menganggu mu tadi yang sedang belajar, aku akan mengajarimu sampai kamu tidak bisa melupakannya" ucap rangga dengan berbisik di telinga bell
terasa hembusan panas dikuping bell
mereka saling menatap lalu rangga mendekatkan wajahnya ke wajah bell yang sedang memerah seperti tomat.
kiss
rangga mencium bibur mungil bell dengan lembut dan bell menikmati ciuman itu sambil menutup matanya dan kedua tangannya sedang melingkar di leher rangga.
rangga mencium bibir atas dan bawah bell lalu mengigit sedikit bibir bawah bell ototmatis mulut bell terbuka seketika melihat jalan sudah terbuka rangga langsung memperdalam ciumanya itu. mereka saling menikmati ciuman itu entah sudah berapa lama mereka ciuman sesekali rangga melepas ciumannya dan menyuruh bell bernapas lalu melanjutkannya lagi. mereka berciuman dengan sangat lama dan bell semakin mengeratkan pelukannya di leher rangga sehingga tubuh mereka menempel.
rangga hanya bermain di wilayah bibir bell, ia tidak ingin melanggar batas wilayahnya lagi. cukup di bibir bell saja. sedangkan bell sudah merasa bergairah ia pengen melanjutkan ke wilayah lain. ia ingin merasakan semua nikmat itu di berbagai wilayah. ketika mereka menhentikan ciumannya lalu bell membuka kancing bajunya satu per satu sampai di kancing ke 3 ia harus berhenti karena rangga menghentikannya.
"ada apa rangga?"ucap bell yang bingun
"jangan bell, belum saatnya, kita akan melakukannya setelah menikah" ucap rangga yang sedikit mengatur napasnya karena kehabisan napas ketika mencium bibir anabale
"tapi, aku sudah tidak tahan, aku sudah basah di bawah" ucap bell dengan polos
rangga yang mendengar ucapan bell ia pun menurunkan badanya yang berada di atas bell lalu memeluk bell yang berada di sampingnya dengan erat.
bagaimana pun rangga juga merasa sudah tidak sabar ingin melakukannya tapi jika ia lakukan hal ini juga berarti ia melanggar komitmenny bahwa ia tidak akan melakukan hal intim kepada wanita lain jika bukan istrinya. namun saat ini status bell masih bukan sebagai istrinya walaupun pernikannya akan di adakan besok.
"kamu yang sabar yaa, besok kita akan menikah" ucap rangga
mau tidak mau bell hanya pasrah mendengar ucapan rangga namun ia masih menginginkannya
bell membalas pelukan rangga yang sudah telanjang dada. bell mencium dalam dan lama leher rangga sehingga meninggalkan bekas gigitan bell, bell tersenyum melihat tanda itu. sementara rangga hanya membiarkan bell melakukannya sampai batas kewajaran. walaupun batangnya sudah bangun dari tadi berdiri kekar namun ia masih bisa menahannya untuk tidak melakukan hal lebih lagi. rangga cukup kuat dalam menahan nafsunya ia sudah berpengalama ketima para wanita-wanita di sana menciumnya tanpa permisi dan mengodanya.
bell menjilat seluruh badan rangga sehingga rangga begitu geli namun menikmatinya juga. seluruh badan rangga basah akibat ulah bell.
bell sudah merasa puas ia pun kembali memeluk rangga dengan erat.
rangga pun menarik selimut dengan kakinya dan menutupi tubuh mereka.
mereka tertidur pulas
seperti biasanya rangga yang memiliki kebiasaan bangun lebih pagi, ia menatap wajah bell lalu mencium kening bell kemudian mengambil bajunya yang terjatuh di lantai lalu memakai bajunya.
ia pun membuka kamar bell dengan pelan-pelan sambil menjaga-jaga ketika ia merasa sudah aman ia pun berlari ke kamarnya yang memang berada pas di samping kamar bell.
akhirnya rangga bisa masuk ke kamarnya dengan selamat.
ia pun bergegas mandi, dan di cermin kamar mandi rangga tersenyum melihat tanda yang terdapat di lehernya walaupun agak samar-samar namun ia yakin tanda itu diberikan oleh bell semalam.
tersenyum
ketawa
mengelengkan kepalanya sambil mengajak rambutnya
rangga masih tidak menyangka atas kejadian semalam. sepertinya mereka sedang mulai jatuh cinta satu sama lain.
****
bell pun terbangun karena merasa di sampingnya sudah kosong alias rangga sudah tidak berada di atas ranjangnya..
*kemana ia ? apa ia sudah pergi ?* batin bell menatap seisi kamarnya.
*hari ini gue akan nikah, ah aku harus segera bersiap-siap* batin anabale lalu berjalan ke kamar mandi
saran aja kak,,lebih adem klu c anabele n rangga itu manggil ny kakak adek,,seru.lbih dapet gerr ny..kta aku sih😀....
jangan dibuat kayak sinetron di ikan terbang deh Thor.