Tidak semua raja menaklukkan dunia dengan pedang .
Sebagian cukup hanya dengan meninggalkan jejak pedang nya.
Nama Prabu Munding Jayananta mencuat melebihi puncak gunung.
Di jaman para raja berkuasa,nama itu membuat darah bergejolak.
Para raja datang ke hadapan nya , ada yang menantang banyak pula yang memohon perlindungan.
Jejak Sang Raja adalah kisah tentang penaklukkan dengan sedikit perang, bagaimana kekuatan di tangan orang yang tepat membawa keberkahan.
Kekuatan yang menjadi legenda tanpa diminta. sebab Legenda itu adalah keyakinan...
Jejak sang raja juga seri ke tiga, lanjutan dari 2 kisah sebelumnya ;
Tahta berdarah sang pangeran
Pendekar mesum berambut perak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lintang88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gunung Emas eps.1
Gunung Gora menjulang tinggi menembus awan.
Gunung ini berdiri gagah sendirian, tidak ada lagi gunung tinggi di dekatnya, setidaknya dalam radius puluhan kilometer.
Gunung ini seperti tiang pemisah antara barat dan timur , dia bagaikan seorang Jendral sombong yang berdiri sendirian ditengah daratan bernama Jawa ini.
Kurang lebih Satu sasi lalu, gunung gora erupsi, walau kekuatan erupsi nya tidak besar ,namun cukup untuk membuat gempar lima kerajaan di daratan tengah yang dilintasi gunung ini.
Akhir akhir ini, nama gunung gora semakin ramai di perbincangkan orang.
Bukan soal erupsi, akan tetapi karena tersiar nya kabar bahwa dalam waktu dekat ini di puncak gunung gora akan muncul sebuah pusaka .
Awalnya berita ini hanya diketahui kalangan tertentu,akan tetapi entah bagaimana ceritanya, berita kemunculan pusaka sakti di puncak gunung gora sekarang malah sudah tersebar luas.
Negri yang terdekat dengan lintasan gunung gora adalah negri bernama Dolopo, kampung paling aman untuk mendaki puncak gunung gora bernama kampung Wates.
Secara kekuasaan, kampung Wates bukan milik negri Dolopo, kampung ini kampung terpencil yang mandiri,
Jika tidak ada kejadian gunung gora dan kemunculan pusaka, kampung Wates tidak mungkin seterkenal sekarang.
Dolopo saja baru menyadari keberadaan kampung Wates sekarang .
Keterkenalan kampung Wates semakin menjulang setelah kampung ini juga ternyata menarik minat negri bernama Gumarang.
Berita terjadi nya pertikaian antara prajurit Dolopo dan prajurit Gumarang pun sudah sampai di telinga orang orang.
Sebenarnya negri Gumarang sendiri letaknya di timur mengarah ke selatan, jika sekarang disebut dengan nama tenggara , Tidak banyak informasi mengenai negri bernama Gumarang ini , hanya saja dapat dipastikan negri ini bukan bagian dari aliasi majayan...
" Begitulah asal muasal nya putri... sedangkan alasan utama dua negri ini memperebutkan gunung gora dan kampung Wates...adalah "emas".. di bagian gunung gora yang belum diketahui ada disebelah mana, diperkirakan tanah nya mengandung emas...!"
Entah dengan cara apa dua negri ini bisa tau gunung gora mengandung emas...
" apa...emas...!! Jadi gunung gora adalah gunung emas nyai..?"
" hehehe ... begitulah putri..."
nyai gendis menutup hasil laporan nya .
" hmppp.soal pusaka sakti...apa sudah diketahui jenis pusaka nya ?"
" Ada yang memperkirakan pusaka itu berupa sebuah "Cemeti " peninggalan seorang pendekar dari timur yang moksa di puncak gunung gora.
" Bagaimana Putri? Apa putri tertarik?"
" ahhh.. urusan pusaka begini aku tidak tertarik... biar mereka saja.."
" nyimas... sebenarnya soal gunung emas ini lah yang terpenting..alangkah lebih baiknya jika kita melapor ke majayan.."
Selain itu...kita juga perlu pergi ke kampung Wates...membantu mereka menghadapi Gumarang....
Akan berbahaya jika kampung Wates terlanjur dikuasai Gumarang...!!"
" nyai Parwati benar putri ..persoalan gunung emas harus segera di laporkan, tugas kita sementara menjaga kampung Wates...lagipula Dolopo bagian dari kita, sudah sewajarnya kita bantu..."
" baik....tugas ke majayan ku serahkan padamu nyi, aku dan Parwati akan ke kampung Wates...kita bertemu disana.."
***
Di lain tempat, tepat nya Istana Majayan.
Pagi ini Balairung istana sudah banyak orang, mereka adalah para raja raja yang sudah bergabung dalam aliansi.
Seperti yang pernah di kisah kan pada bagian akhir " pendekar mesum berambut perak, "
Setelah pernikahan putri Nawang, ada 15 raja yang menyerahkan kedaulatan negri mereka pada majayan.
Sedangkan Prabu munding sendiri tidak punya ambisi politik memperluas negri ,dia bukan tipe raja yang haus kekuasaan.
Saat itu, dia tidak menerima atau menolak, dia hanya berkata " akan mencari jalan terbaik"
Jalan terbaik itu adalah membentuk negara persemakmuran yang dinamakan aliansi majayan.
Kerajaan kerajaan yang bergabung dalam aliansi tetap berdiri, tidak berganti raja, tidak berganti nama , mereka tetap berdiri berdaulat atas negri nya masing masing, hanya saja sekarang mereka bersatu dalam satu komando dibawah panji Majayan.
Perkembangan aliansi ini diluar dugaan, hanya dalam kurun waktu satu tahun bukan lagi 15 kerajaan, akan tetapi menjadi 30 kerajaan!!
Jumlah ini adalah jumlah seluruh kerajaan yang berdiri di wilayah barat sampai tengah saat ini..
Panji kerajaan mereka pun sudah di turunkan, berganti dengan panji kerajaan majayan,
Walau para raja anggota aliansi majayan ini tetap berkuasa , konyol nya secara Diam diam mereka semua sepakat, di daratan ini hanya ada satu penguasa , satu raja bernama prabu munding Jayananta.
Pagi ini mereka datang ke majayan karena inilah waktu yang mereka tentukan sendiri untuk pertemuan tahunan
Jika tidak ada hal penting yang dibicarakan Pertemuan ini layaknya arisan keluarga saja, para raja membawa keluarga terutama putra mahkota, tujuannya agar saling mengenal, mereka menamakan nya dengan istilah agar tidak " Pati Obor."
Pertemuan sebenarnya tidak harus digelar di Majayan, akan tetapi majayan itu terlalu istimewa, ditambah mereka mereka ini memang sedikit konyol...
Para raja tua banyak yang pensiun, buru buru menyerah kan tahta pada putra mahkota, para raja tua lebih memilih menjadi anggota dewan penasehat negri dan tinggal di majayan, entah apa alasan mereka sebenarnya.
Karena banyak nya raja tua di majayan,mau tidak mau, pertemuan tahunan jadi lebih sering di adakan di majayan.
Di pertemuan kali ini , mereka sedang membicarakan masalah negri Dolopo .
Raja Dolopo dan putra mahkota nya secara bergantian bercerita tentang masalah gunung gora yang diperkirakan mengandung emas, kemunculan pusaka sampai ketegangan dengan negri bernama Gumarang.
Pihak Dolopo tidak ragu, tidak khawatir menceritakan semua ini tanpa ada yang di sembunyikan.
Keyakinan dan kepercayaan pada sesama negri anggota aliansi menghilang kan semua pikiran jelek dan praduga aneh aneh.
Dulu, saat akan di tandatangani nya perjanjian aliansi, mereka semua telah sepakat.
" Tidak ada perang perebutan wilayah antar anggota,
Perang bisa dilakukan jika salah satu anggota disakiti, atau direbut nya kekuasaan dari pewaris yang sah "
Prabu munding yang di angkat sebagai pemimpin aliansi dengan tegas mengatakan
" majayan tidak memaksa , namun siapa yang mencari perkara bersiap lah binasa"
Sekarang Gumarang mencari perkara dengan Dolopo, itu berarti Gumarang akan berhadapan dengan aliansi majayan...
Ditengah tengah berjalan nya sidang , prabu munding mendapat bisikan dari Umbara.
" mohon maaf Gusti prabu...ada pesan penting dari nyimas Nawang yang dibawa gendis.."
"baik..." prabu munding menjawab singkat, dia tidak mungkin meninggalkan sidang, jadi dia pun membelah raga nya.
Dia masuk alam astral , dimana sudah ada Umbara dan nyai gendis
" sembah hamba Gusti prabu..!"
" ya .. bangkit lah gendis...apa kabar nya Nawang?"
" berkat restu Gusti prabu,nyimas putri baik dan sehat.."
" aku senang mendengar nya ..oh iya ada hal apa yang ingin kamu sampai kan..?"
" Gusti prabu....kami mendapat kabar soal gunung emas di wilayah tengah"
" Gunung Emas?? Apakah di gunung gora?"
" iya betul Gusti prabu... di gunung gora, sedangkan bagian yang mengandung emas nya, belum di ketahui.. kami mohon petunjuk gusti prabu."
" .., sekarang kalian ada di mana??
" menjawab Gusti prabu, kami ada di sebuah kampung bernama Kaliabu, tak jauh dari kampung Wates.."
" kampung Wates? Apakah kampung yang ada masalah antara Dolopo dengan Gumarang ??
" benar Gusti prabu..kami ada di dekatnya.."
" ya ...ya ..aku mengerti...
gendis ... sampaikan titahku pada Nawang "
" hamba siap Gusti prabu...nyai gendis berlutut,siap menerima titah sang raja.
" Dolopo bagian dari aliansi kami...bantu Dolopo menghadapi Gumarang, jangan biarkan kampung Wates lepas .
Langkah selanjutnya, tunggu kami datang.."
" hamba Gusti prabu.."
nantikan kisah selanjutnya pd episode yg akan datang
SAMPAI JUMPA.....