Kisah Sofia dalam menghadapi tujuh tahun naik turun dalam pernikahannya yang penuh kesedihan.
Di awali dengan berbagai kebohongan yang dibuat oleh Suaminya sejak awal pernikahan mereka.
Evan yang telah merenggut hal paling berharga milik Sofia.
Satu persatu kebohongan terungkap, Sofia mencoba bertahan dan memaafkan Suaminya lagi dan lagi karena cintanya pada Evan, dan Sofia yang melihat ketulusan Suaminya yang menerima kelemahannya.
Namun Suaminya tidak pernah berubah, kebohongan demi kebohongan selalu dia buat, sikapnya yang perlahan berubah dan menyakitinya, dan menghacurkannya.
Ibu Mertua yang selalu mencari masalah dengannya.
Sampai akhirnya, kesabaran Sofia tiba pada batasnya.
Batas Akhir dari Cintanya Pada Evan.
Apakah dia masih sanggup bertahan?
Atau malah bisa menemukan kebahagiaannya yang lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Za L Lucifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34: Hal Yang Lebih Penting
Mendengar kata-kata Suaminya itu, Sofia benar-benar merasa tidak bisa membantah ucapan itu karena itu semua memang fakta. Bahkan setelah semua kekurangan yang dirinya miliki, Suaminya Evan tetap bersamanya selama ini.
Dengan berbagai macam Wanita yang diperkenalkan oleh Ibu Suaminya pun, Evan tetap tidak bergeming, kesetiaan selama bertahun-tahun ini.
Ini semua fakta yang tidak bisa dibantah namun entah kenapa Sofia merasa ada yang mengganjal di hatinya. Ini hanya firasat seorang istri bahwa suaminya menyembunyikan sesuatu.
Sofia harap, firasatnya ini salah namun bagaimana jika benar?
"Sofia, percayalah padaku Aku begitu mencintaimu."
Alasan yang sama lagi dan lagi, namun entah kenapa Sofia merasa kali ini kata-kata itu terdengar tidak nyaman di hatinya.
Mungkin dirinya memang sempat menemukan hal-hal mencurigakan dan bahkan kejadian hari ini. Namun tetap itu memang bukan bukti yang konkrit yang bisa membuktikan tentang penghianatan atau perselingkuhan Suaminya.
Suaminya masih bisa berkelit dan berbohong membuat alasan.
Apa yang harus dirinya lakukan?
Sofia ingin percaya pada Pria yang ada di hadapannya itu namun keraguan yang muncul di dalam hatinya...
Adegan dimana Evan menolong Hanna lebih dulu ketika berada di kolam renang terasa menghantuinya.
Padahal Suaminya Evan yang paling tahu juga jika dirinya tidak bisa berenang. Ini karena pertemuan pertama mereka, dimana Evan menyelamatkannya tanpa ragu ketika dirinya dulu hampir tenggelam.
Ini bisa di bilang seperti cinta pada pandangan pertama.
Sofia yakin, dulu Evan akan menjadi orang pertama dan tanpa ragu akan menyelamatkan dirinya jika dalam bahaya, tanpa berpikir dua kali.
Namun kejadian hari ini berbeda.
Hati Sofia merasa sakit memikirkan kemungkinan penghianatan yang dilakukan oleh suaminya.
Namun bukti apa yang dirinya miliki?
Sofia mencoba mengatur nafasnya untuk menormalkan kembali emosi yang dia miliki saat ini dia tidak boleh hanya termakan oleh emosi dan mencoba berpikir lebih realistis.
Apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Suaminya?
"Mas Evan, kamu benar-benar tidak menyembunyikan apapun dariku?"
"Aku bersumpah Sofia."
Evan mengatakan itu dengan penuh kesungguhan.
"Ini adalah kesempatan yang Aku berikan untukmu agar kamu bisa berkata jujur padaku. Apakah kamu benar-benar tidak menyembunyikan sesuatu dariku?"
Evan terdiam sebentar namun segera menjawab tanpa ragu,
"Aku tidak menyembunyikan apapun darimu."
"Mas Evan, Aku tidak suka di bohongi. Ingatlah kata-kata mu hari ini, jika kamu melanggar janjimu, Aku sudah tidak tahu lagi apa yang akan aku lakukan padamu."
Evan yang mendengar itu hanya segera memeluk Sofia dalam pelukannya. Berbagai macam emosi juga muncul di hati Evan, namun satu hal yang paling penting, yang dia pikirkan sekarang,
'Aku pastikan Sofia tidak akan pernah tahu, dan Aku akan menyembunyikannya seumur hidup. Namun sekarang apa yang harus di lakukan pada Hanna?'
Sofia memilih untuk memberikan kesempatan lagi pada Suaminya setidaknya dirinya masih mencoba percaya, hatinya ingin percaya namun rasa ragu yang muncul tidak bisa dihilangkan.
'Aku penasaran sampai mana batas kesabaran ku ini?'
Sofia juga mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri, dirinya yang mencintai Evan dan mengagap Evan sebagai seluruh hidupnya.
Jika sampai menemukan bukti yang konkrit, apa yang akan dirinya lakukan?
'Entahlah, Apakah aku akan benar-benar sanggup ketika menemukan kenyataan yang sebenarnya.'
####
Hari-hari berlalu sejak Ulang Tahun Evan. Sofia bahkan sudah melihat kotak hadiah yang diberikan Hanna yang isinya hanya sebuah dasi.
Sofia sempat bertanya-tanya, jika hanya dasi kenapa Suaminya menyembunyikannya dan tidak ingin menunjukkannya dari awal?
Namun Sofia hanya bisa memendam semua hal itu didalam hatinya.
'Sofia, aku pasti akan menemukan bukti yang pasti tentang perselingkuhan Suamimu.'
Suara Bastian dari ujung telepon membuat Sofia tiba-tiba menjadi ragu.
"Aku... Aku... Aku tidak tahu harus bagaimana, Bastian..."
'Sofia Aku tahu, ini pasti akan sangat berat untuk mu. Namun apakah kamu benar-benar ingin hidup dalam kebohongan dengan berpura-pura tidak tahu tentang semua ini?'
Mendengar itu, Sofia terdiam, memang dirinya masih memiliki pilihan untuk pura-pura tidak tahu tentang semua ini. Sejujurnya, hanya memikirkan ada orang ketiga dalam hubungan antara dirinya dan Suaminya Evan, membuat hati Sofia sakit.
Apakah dia sanggup menghadapinya?
Evan yang mencintai dirinya sekarang mulai menatap wanita lain.
Cinta yang awalnya tulus dan murni itu perlahan-lahan menghilang...
Beberapa hari ini, Sofia terus memikirkannya. Sampai-sampai dia mulai bermimpi buruk.
'Sofia, kamu adalah wanita yang kuat. Apapun kenyataannya Aku percaya kamu sanggup menghadapi semua ini.'
Sofia yang lagi-lagi mendengar kata-kata penghiburan itu entah kenapa tiba-tiba langsung menangis.
"Kamu tidak tahu apa-apa, Bastian...."
'Aku memang tidak tahu apa-apa tentang hubunganmu dan suamimu Aku percaya kalian memiliki saat yang paling indah dalam hidup kalian, namun Sofia kamu tidak boleh hanya pasrah seperti ini. Kamu juga tahukan, kalau Suamimu bertingkah aneh? Kamu juga perlu tahu kebenaran yang sesungguhnya.'
"Bastian, aku merasa sepertinya kamu cukup lancang mengurusi urusan Pribadiku."
'Aku tahu aku tidak berhak mengurusi tentang hubunganmu dan Evan, hanya saja Aku tidak tahan ketika melihat kamu disakiti seperti ini.'
"Diam!! Bastian!! Kamu benar-benar tidak tahu apa-apa tentang hubunganku dengan Mas Evan!! Tidak tahu, seberapa banyak Aku mencintainya..."
Sofia mengingat, berapa banyak kebohongan Evan selama ini, padanya sejak awal pernikahan mereka. Tentang kecelakaan, tentang calon bayinya yang meninggal....
Sofia yang merasa lelah dengan semua itu juga segera menutup telepon Bastian. Ingin mencoba menjernihkan pikirannya lagi, namun adegan Evan bersama dengan Hanna masih terngiang-ngiang dibenaknya.
Disaat seperti ini, sebuah telepon lagi-lagi memasuki ponselnya. Dia kira itu Bastian lagi, namun ternyata dari rumah sakit di luar negeri tempat dia konsultasi bayi tabung sebelumnya.
'Nyonya Sofia, semuanya sudah siap, sekarang tinggal menunggu Ibu untuk datang kesini, dan melakukan prosedur terakhir proses Bayi Tabung ini. Proses yang paling penting.'
Berita yang tidak terkira disaat seperti yang ini. Sofia terdiam beberapa saat ketika menerima panggilan telepon itu.
Masalahnya dengan Evan belum tuntas, tapi...
"Baik, Aku akan segera kesana."
Setelah membuat janji, Sofia mematikan teleponnya. Sofia mencoba mulai mengendalikan emosinya lagi. Ada hal yang lebih penting yang harus dia lakukan dan dia fokuskan sekarang.
"Walaupun Aku tidak tahu apakah ini berhasil atau tidak... Dan tentang Mas Evan yang berselingkuh Atau tidak... Aku harus tetap fokus dengan hal ini... Sesuatu yang sudah aku nantikan sangat lama..."
Sofia tentu saja segera menyiapkan tentang keberangkatannya ke Luar Negeri. Tentu saja sebelum itu, dia sudah menelepon Evan berniat untuk mengajaknya kesana.
"Mas Evan, apakah Minggu ini kamu punya waktu?"
Bahkan sebelum Sofia sempat menjelaskan tentang apa yang dia inginkan, Evan Suaminya itu sudah lebih dulu menolak.
"Maaf Sofia, Aku tidak memiliki waktu minggu ini, Aku benar-benar sibuk minggu ini. Memangnya ada apa?"
Mendengar jawaban yang begitu langsung itu, membuat kekecewaan muncul dihati Sofia. Dulu, Suaminya Evan bahkan walaupun sibuk akan selalu meluangkan waktu untuknya, dia tidak pernah bilang sibuk jika di tanya seperti ini.
'Tentu saja, Aku akan selalu meluangkan waktu untukmu.'
Namun jika dipikir-pikir, kapan terakhir kali dirinya mendegar kata-kata itu dari Suaminya?
Berbagai alasan yang terkadang tidak masuk akal keluar dari mulut Suaminya. Dirinya mencoba untuk memahaminya, namun sekarang jika memikirkannya tentang penghianatan suaminya...
Baru sekarang Sofia menyadarinya...
'Jadi memang sekarang Aku sudah tidak penting lagi?'
Kata-kata dan tindakan Suaminya yang saling berlawanan itu, membuat hati Sofia terasa sakit.
"Tidak apa-apa, Mas. Aku hanya akan pergi bersama teman-temanku ke Luar Kota."
"Ah, jadi begitu. Aku mengerti, maaf tidak bisa menemanimu."
Kalau dipikir lagi, Suaminya Evan sejak kembali dari Rumah Sakit di Luar Negeri saat itu, dia tidak pernah bertanya sekalipun padanya bagaimana perkembangan proses Bayi Tabung itu...
'Apakah pada akhirnya kamu peduli tentang semua itu?'
Memikirkan hanya dirinya saja yang peduli dengan semua ini, membuat kekecewaan muncul.
Sofia juga segera pergi dari hadapan Evan, merasa semakin tidak tahan melihat wajah itu, mungkin dirinya akan menjadi semakin emosional jika terus berada didepan Suaminya.
"Kalau begitu, Aku akan kembali kekamar dulu."
"Ya, Aku pergi dulu ya. Ada beberapa hal yang harus Aku urus dengan teman-temanku."
Setelah berpisah dari Sofia, Evan buru-buru keluar dari Apartemen. Terutama karena ada hal mendesak yang harus dia urus sekarang juga.
Maslahah Hanna yang membuat masalah. Setelah berbagai hal yang Evan pikirkan, dia sudah berpikir sebaiknya mengakhiri hubungan dengan Hanna, lagipula itu tidak baik untuk Karir Hanna juga, Evan mencoba membujuk Hanna, dan sepertinya hendak memilih metode paling ekstrim untuk menangani kandungan Hanna.
Pada akhirnya dirinya harus memilih.
Namun ternyata, sebelum dirinya sempat memilih, Hanna sudah lebih dulu bertidak gila.
"Hanna! Jangan sampai kamu bilang macam-macam pada Ibuku!"
Ada suara tertawa dari ujung telepon,
'Aku sudah berada di Depan Rumah Keluarga Wiyata.'
"Hanna!!! Kamu jangan berani!"
dan akhir yg cukup memilukan bagi Evan yg terakhir ini sdh berubah lebih baik 👍😊
selamat ya bas, calon Bastian junior akan launching n licya akan jadi kakak 🤗😘
sabar ya Van, semua butuh waktu
terimakasih kakak, telah menemani emak dengan kisah mu yang cukup menguras emosi 😊
tetap semangat dan sukses selalu
so mulailah saling terima kekurangan dan kelebihan masing-masing, karena kepercayaan adalah dasar kuatnya sebuah hubungan 🤗
ayo dong Sofia jangan bikin emak n readers se-Indonesia gemas saking g tahan pada ego kalian 😚