NovelToon NovelToon
Gara-gara DiCuekin Suami

Gara-gara DiCuekin Suami

Status: tamat
Genre:Cerai / Karir / Penyesalan Suami / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dada-1407

Pernikahan nya dengan seorang duda beranak dua,menyisakan luka yang setiap hari nya di rasakan oleh Fifian,,sang mantan istri yang selalu membayangi rumah tangga nya membuat sang suami tidak perhatian pada nya..Di tambah lagi pekerjaan yang selalu menyibukan diri nya..
Ketikan Fifian meminta cerai barulah Alexander sang suami menyadari akan kesalahan nya..
Akankah Fifian memaafkan Alexander..???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dada-1407, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ungkapan Hati Gani

Alex terperanjat..

 "Eh bukan apa-apa kok. Btw, kamu masih belum mengantuk?" tanya Alex.

"Belum, Mas. Aku belum mengantuk. Kenapa? Kamu nggak mau nemenin aku telponan lagi."

"Mau kok, siapa bilang nggak mau."

Fifian semakin menaikkan bajunya. Dia ingin melihat seberapa jauh Alex dapat bertahan. Tangan Alex pun masih betah berlama-lama mengusap pahanya, bahkan dengan nakalnya sesekali menyentuh segitiga sensitive nya.

Sebenarnya fifian tidak nyaman sekali disentuh suaminya seperti ini. Benci sekali. Tapi demi mengusir Febi, fifian pikir harus melakukan nya. Fifian hanya diam dan membiarkan suami nya melakukan apapun yang dia inginkan.

"Seharusnya kalau kamu mau ini, bilang. Nggak usah pakai marah-marah mau ke kamar Gani," Alex mencium pipi istri nya yang masih dengan posisi dari belakang.

"Halo, Mas Alex." febi merasa gusar mendengar ucapan Alex pada Fifian

"Iya, Febi," gumam Alex tak fokus, karena sekarang seluruh fokus Alex ada pada istrinya.

"Ahh, Mas," Fifian sengaja mendesah supaya terdengar oleh Febi,dia sedang menikmati sesuatu..

"Mas Alex biar aku cepet tidur gimana kalau Mas nyanyiin aku lagi."

"Lagu? Lagu apa?"

Alex meletakkan ponsel di meja dan tiduran di belakang istrinya dan menciumi belakang lehernya.hanya ingin pura-pura mendesah, tapi sentuhan suaminya memang benar-benar membuatnya mendesah. Seberapa banyak dia mengatakan benci, hati dan tubuhnya tidak bisa bohong.

Fifian masih mencintai suaminya dan masih menginginkan nya. Sebenci atau sejijik apapun, sentuhan suaminya masih bisa membuatnya bergairah.

Fifian benci sekali dirinya yang seperti ini, dirinya yang lemah setiap di dekat suaminya.Kamu harum sekali," gumam Alex sambil menyusurkan bibir di leher istrinya dan sesekali mengigit daun telinganya.

"MAS DARIO!" Febi berteriak.

Alex langsung tersentak dan menarik diri.

"Halo, Febi. Kenapa? Kenapa teriak?"

"Aku tiba-tiba kangen Gina, Aku boleh lihat wajah Gina sebelum tidur?"

"Maksudnya videocall?"

"Iya. Please, Mas. Kali ini aja."

Fifian lalu memejamkan mata sambil mencengkeram sisi bantal. Dia semakin memiringkan tubuh nya agar wajahnya tak terlihat oleh suaminya. Sekuat apapun Fifian terlihat baik-baik saja, matanya tak akan bohong, bahwa dia sangat terluka. Dan Fifian tidak ingin suami yang paling dia benci melihat lukanya.

"Sebentar aja. Nanti kamu lanjutin itu lagi sama Fifian.."

Alex menghela napas kasar. Padahal dia sedang tegang-tegang nya, tapi gagal karena Febi, Meski begitu Alex tetap menuruti keinginan mantan istri tersayang nya.

"Yaudah,tapi habis itu langsung tidur ya."

"Iya, Mas, aku pasti langsung tidur, terima kasih."

Alex mengakhiri panggilan dulu, lalu menatap istrinya yang masih memunggungi nya.

Fifian hanya diam, tidak protes atau melarangnya. Dan diam nya Fifian justru membuat Alex merasa tak enak.

"Aku nggak akan lama."

Tak ada sahutan.

"Fifian, aku lagi ngomong sama kamu."

Hening. fifian hanya diam.

"Fifian jawab!"

"Iya," jawab Fifian pelan.

Suaranya mengisyaratkan betapa lelah nya dia sekarang. Bahkan tubuh nya pun tidak bisa menarik perhatian suami nya.

Lalu apa lagi yang harus lakukan agar suami nya mau memprioritaskan nya.

"Kamu marah?" Fifian menggeleng.

"Kamu jangan berpikir yang aneh-aneh aku melakukan ini bukan karena aku masih mencintai Febi, tapi kerena saat ini Febi membutuhkan aku agar cepat sembuh. Setelah dia sembuh,aku pasti akan selalu memprioritaskan kamu."

"Iya," jawab Fifian yang lagi-lagi singkat.

Alex mengacak rambutnya dengan kasar. Sungguh, lebih baik Fifian mendebatnya, daripada menjawab singkat-singkat begitu.

"Aku segera kembali," Alex lalu mencium kening istrinya dan lari keluar kamar.

Saat itu juga tangis Fifian pecah."Aku nggak mau nangis, jangan nangis mata," ucap Fifian seraya mengusap pipinya dengan kasar.

Fifian benar-benar tidak mau menangis. Menangis hanya membuatnya terlihat lemah dan tak berdaya. Fifian harus kuat untuk menghadapi masalah nya yang kian hari terasa semakin berat.

"Sakiiiiiitt, Tuhan, hiks."

Tak mau berhenti menangis juga, Fifian pun membiarkan air matanya mengalir. Toh di sini nggak ada siapapun, tidak akan ada yang mendengar tangisan nya dan mengatakan dia lemah.

Namun tanpa Fifian sadari, sejak tadi Alex masih ada di balik pintu. Dia belum pergi meskipun sejak tadi ponsel nya berdering panggilan dari Febi.

Tangisan Fifian benar-benar menyesakkan hati. Alex masih tidak mengerti apa yang membuat Fifian menangis sampai terisak-isak begitu. Alex sudah menjelaskan, Alex tidak mencintai Febi, dia melakukan ini agar Febi cepat sembuh, tapi kenapa Fifian masih terus merasa tersakiti.

Alex pada akhirnya tidak jadi ke kamar Gina atau Gani. Dia meninggalkan ponsel nya di sofa lantai atas lalu menuju ke dapur yang ada di lantai satu.

Di sana Alex menyimpan beberapa minuman penyegar..

Alex merasa pusing sekali dan membutuhkan minuman itu untuk menghilangkan sejenak pusingnya.

"Daddy."

Belum sempat Alex mengambil, dia dikejutkan oleh putranya.

"Gani, kamu belum tidur?" Gani menggeleng.

"Gani sedang nungguin Mommy, Mommy bilang mau ke kamar Gani.."

Seandainya Alex mengatakan Mommy-nya sedang menangis, Gani pasti langsung mengamuk. Gani begitu menyayangi Fifian, bahkan rasa sayang Gani lebih besar pada Fifian daripada rasa sayangnya pada diri nya. Bagaimana bisa Gani menyayangi Fifian sebesar itu padahal Fifian hanya ibu tiri?

"Kenapa Daddy di sini? Mommy mana?"

"Mommy di kamar lagi tidur."

"Aku mau ke kamar Mommy."

"Mommy lelah, jangan ganggu Mommy."

Gani menoleh lagi,

"Mommy lelah juga gara-gara Daddy?"

"Memang nya apa yang Daddy lakukan sampai Mommy lelah?" Alex melotot pada putranya. Umur Gani baru tujuh tahun, tapi anak nakal ini selalu bersikap sok dewasa.

"Daddy buat Mommy sedih." Alex tercubit dengan omongan putranya, tapi dia terlalu gengsi mengaku.

Alex masih menyangkal jika dia adalah sumber penderitaan Fifian. Lagipula selama ini Alex selalu melakukan tanggung jawabnya. Uang, tempat tinggal, bahkan nafkah batin juga. Tapi Fifian yang menolaknya.

"Gani, kamu jangan sok tau tentang Mommy sama Daddy. Anak kecil nggak boleh ikut campur urusan orang dewasa. Lebih baik Gani belajar yang rajin, biar pinter dan jadi penerus perusahaan Daddy."

"Gani nggak akan ikut campur kalau Daddy nggak menyakiti Mommy." Alex mendengkus,

"Dari tadi kamu terus nuduh Daddy menyakiti Mommy. Kapan Daddy menyakiti Mommy? Apa Daddy pernah bentak atau mukul Mommy? Nggak pernah kan?"

"Daddy memang nggak pernah mukul Mommy, tapi Daddy menyakiti hati Mommy. Daddy selalu deket-deket sama Mama Fabi.."

"Gani, mama Febi itu ibu kandung kamu. Kamu nggak suka ayah kandung Kamu deket sama ibu kandung kamu?"

"Nggak suka. Karena Mama Febi bukan lagi istri Daddy. Kata Gran pa, suami itu harus melindungi dan mengutamakan istri, tapi selama ini Daddy selalu mengutamakan mama febi, padahal Mama Febi bukan istri Daddy lagi. Setiap Mama panggil Daddy, Daddy langsung datang, bahkan saat Daddy bersama Mommy sekalipun. Setiap Daddy pergi sama Mama, Mommy sedih.Tapi Mommy nggak mau keliatan sedih. Gani nggak suka lihat Mommy sedih."

Alex terdiam. Kalimat demi kalimat yang di ucapkan dengan polosnya oleh putranya seperti pisau yang menghujam dadanya. Sampai kapan dia mau memungkiri fakta itu, fakta bahwa sikapnya memang menyakiti hati Fifian

Namun keras kepala dan keegoisan, membuatnya terus gelap mata dan selalu merasa dirinya tak salah.

1
Novita Sari
Luar biasa
Mamah Kaila
hadeeeeh udahlah berhenti aja bacanya, jijik kayak g punya harga diri yg cewek
Mamah Kaila
terlalu bodoh
Memyr 67
𝗌𝗁𝗈𝗉𝖾𝖾 𝗄𝗎𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖺𝗃𝖺𝗋. 𝗂𝗄𝗅𝖺𝗇 𝗌𝗁𝗈𝗉𝖾𝖾 𝗆𝗎𝗇𝖼𝗎𝗅, 𝗁𝗉 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗌𝗎𝗇𝗀 𝗆𝖺𝗍𝗂, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗇𝗒𝖺𝗅𝖺 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂. 𝗌𝖺𝗍𝗎 𝗃𝖺𝗆 𝖽𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀𝗀𝗎 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗇𝗒𝖺𝗅𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗃𝖾𝗇𝗀𝗄𝖾𝗅𝗂𝗇 𝗂𝗄𝗅𝖺𝗇 𝗌𝗁𝗈𝗉𝖾𝖾.
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖺𝗅𝖾𝗑 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖽𝖺𝗋𝗂𝗈? 𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝖽𝖾𝗁. 𝗒𝗀 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌 𝖽𝗂𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖻𝖾𝖽𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗒𝗀 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖽𝗋𝖺𝗆𝖺 𝖽𝗈𝖺𝗇𝗄 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗋𝗂𝗎𝗌
Memyr 67
𝖽𝖺𝗋𝗂𝗈 𝗅𝖺𝗀𝗂? 𝗁𝖺𝖽𝖾𝖾𝖾𝗁
Memyr 67
𝗅𝖺 𝗂𝗇𝗂? 𝖺𝖽𝖺 𝗌𝖺𝗏𝖺𝗇𝗇𝖺. 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗄𝖺𝖼𝖺𝗎 𝗇𝗈𝗏𝖾𝗅𝗇𝗒𝖺
Memyr 67
𝖽𝖺𝗋𝗂𝗈 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗇𝗂𝗁? 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝖺𝗐𝖺𝗅 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝖺𝖽𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗀𝖺𝗃𝖾
Shyfa Andira Rahmi
dia emang adikmu...
Herlina Anggana
tenang ffian gak akan kabur ntar jg tau3 pulang trus mas mes mas mes lagi di apa2in mapan trus skit hati lagi di hinakanan kiri lagi mas mes mas mes .. gila jg bnyak bgt yg GK suka ffian msak yg pro cm Gani Ama Rudolf 😄😄😄😄
Herlina Anggana
padahal anak2 di sana ffian bisa prepare bua kabur soal berkas2 masak GK ada kopiannya...
Herlina Anggana
udah di cuwekin 3tahun masih mas mes mas mes jadi aku Sudi bgt manggil .. ngmong ya ngmong aja GT sopan bgt kmu fifian.... revisi dong tor dario apa alex
Herlina Anggana
ffisn cuekin ja tu laki duit mulus mslah batin pcran ja sama berondong
piwpie
ini cerita nyolong yaaa.. typo nya banyak banget
Siti Maulidah
ceritanya menarik
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
YuWie
dikerjainnkaubsama suamimu fi..fi
YuWie
lha istri hy dianggap jadi baby sister anaknya aja dong..kenapa kau tahan sampe 3th fie..
reti
knp km ksh tahu berkas itu ke alex sih?
mestinya lsg gerak aja ke pengadilan
Yati Jenal
ternyata karma tdk semanis korma kan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!