NovelToon NovelToon
Aku Dan Rahasiaku

Aku Dan Rahasiaku

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / One Night Stand / Karir / Cintapertama / Tamat
Popularitas:104.2k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Menceritakan tentang seorang wanita berusia 25 tahun yang memiliki 2 pekerjaan yang bertolak belakang. Pekerjaan yang sepertinya hanya bisa dilakukan oleh wanita tersebut. Sebuah pekerjaan yang memiliki resiko tinggi jika terungkap salah satunya. Dibalik itu semua, dia memiliki alasan kuat kenapa memilih untuk melakukannya.

"Layani aku, atau aku sebar rahasiamu."

Hanya suara desahan dan erangan kenikmatan yang terdengar di sebuah kamar yang minim penerangan. Seorang wanita berusaha keras memuaskan sang dominan. Mereka memang menyatu, tetapi mereka melakukannya demi tujuannya masing-masing. Kepuasan dan uang.

Bertahun-tahun wanita itu menjaga rahasianya. Tetapi seiring berjalannya waktu, apa yang dia jaga mulai terungkap satu persatu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 - Sekolah

"Aku akan mengantarmu," tawar Sean.

Semalam mereka sudah berdiskusi jika Ayana dengan mantap akan keluar dari pekerjaan gurunya. "Tidak perlu," jawab wanita itu.

Sean melihat pantulan Ayana di depan cermin. "Aku sudah lama tidak melihat penampilanmu yang satu ini," ujar Sean ketika melihat Ayana mengenakan rambut palsu dan juga kemeja kebesarannya.

Ayana yang mendengarnya terkikik pelan. "Sepertinya ini terakhir kalinya aku menggunakan semua ini," jawabnya sembari membenarkan letak kacamatanya.

Sean melangkah ke depan dan memeluk Ayana dari belakang. Tangannya dia bawa untuk melingkari perut Ayana yang sudah membuncit. Usia kandungannya sudah 16 Minggu.

"Aku sudah tidak sabar untuk memperkenalkanmu kepada seluruh dunia bahwa kamu adalah milikku," ucap Sean dengan mengelus perut Ayana.

"Aku akan berangkat sekarang," ucap Ayana tanpa menanggapi ucapan Sean.

"Benar-benar tidak ingin diantar?" tanya Sean kembali untuk memastikan. Dagu pria itu menempel erat pada bahu Ayana. Bibirnya mengerucut seperti anak kecil.

Ayana menggelengkan kepalanya. "Tidak sekarang," ucapnya sembari mengelus lengan Sean.

Menghembuskan napasnya pelan, Sean melepaskan pelukannya dan membalik tubuh Ayana untuk . "Baiklah. Pakai taksi saja ya," perintah Sean.

Ayana kembali menganggukkan kepala. "Siap, Sir!" balasnya dan memberikan gestur hormat.

Keduanya lalu tertawa bersama. Seolah-olah berusaha melupakan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi.

Setelah mengantarkan Ayana hingga mendapatkan taksi, Sean kembali ke apartemennya dan mengeluarkan ponselnya.

"Ikuti taksi yang baru saja keluar dari gedung apartemen milikku. Ikuti mereka dan laporkan apa saja yang kau lihat," perintah Sean kepada seseorang yang ada di panggilan itu.

...****************...

Sampai di sekolah, banyak anak murid yang sudah berdatangan. Sekarang baru pukul 7 lewat 20 menit.

Saat baru saja memasuki gerbang sekolah, banyak tatapan mata dari para orang tua maupun guru yang bertugas mengarah kepada Ayana. Mungkin itu karena dia yang tidak pernah menampakkan dirinya selama 4 bulan ini.

Tetapi rasanya tatapan itu berbeda dari biasanya. Bukan tatapan karena sudah lama tidak bertemu, melainkan tatapan sinis?

Mengenyahkan segala pemikiran buruknya, Ayana melanjutkan langkahnya dengan cepat menuju kantor kepala sekolah. Untung saja perut buncitnya tidak bergitu terlihat karena kemeja besarnya.

Ayana mengetuk pintu milik kepala sekolah dan masuk ke dalam setelah mendapatkan ijin. "Selamat pagi, Miss!" sapa Ayana saat sudah sampai di hadapan kepala sekolah.

Ayana juga menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat. Tak ada jawaban dari kepala sekolah, wanita itu tidak mengalihkan dari tatapannya ke arah amplop coklat yang ada di hadapannya.

Karena merasa terabaikan, Ayana membuka tasnya dan mengeluarkan amplop putih yang di atasnya bertuliskan "surat pengunduran diri."

Semalam dia sudah menulis surat itu, dengan sedikit perasaan tidak rela. Dia sangat menyukai pekerjaannya ini, karena bisa membuatnya merasa tenang dengan celotehan-celotehan anak didiknya, yang bisa sedikit membuatnya melupakan masalahnya.

Tetapi dia juga tidak boleh egois, ada nyawa lain yang begitu berharga yang harus dia jaga dan rawat.

"Kedatangan saya hari ini karena ingin mengundurkan diri sebagai guru. Ini surat pengunduran diri saya," ucap Ayana dengan pelan. Wanita itu meletakkan surat yang dia pegang di atas meja tepat di depan mata kepala sekolah.

Kini sang kepala sekolah mendongakkan kepalanya. Tanpa mengucapkan satu patah kata, dia menyerahkan amplop coklat yang sedari tadi dia lihat kepada Ayana.

Ayana menerima amplop itu dengan perasaan yang tidak enak. "Bukalah!" perintah wanita yang baru berusia 45 tahun itu.

Dengan posisi masih berdiri, Ayana dengan pelan membuka amplop itu. Yang pertama dia lihat adalah kertas putih. Tanpa menunggu lama, dia menariknya keluar.

Rangkaian kata demi kata yang tersusun menjadi sebuah kalimat dengan cepat menghantam keras ulu hati Ayana. Seperti bongkahan batu besar jatuh tepat mengenai dadanya.

"I-i-niii," ujar Ayana dengan suara terbata. Pandangannya langsung mengarah kepada kepala sekolah yang menatapnya datar.

"Kau di pecat!" ucap sang kepala sekolah.

Di kertas itu tertulis dengan jelas. Apa, kenapa, dan bagaimana dirinya bisa di pecat.

"Kau melanggar kode etik sebagai seorang guru. Aku sungguh tidak menyangka dengan penampilanmu ini ternyata kau seorang jalang kelas kakap!" ujar kepala sekolah dengan tatapan tajam.

Hancur sudah. Hancur. Hancur semua rahasia yang dia jaga selama ini.

Air mata tanpa permisi turun menuruni pipinya yang sedikit tembam karena efek kehamilannya. "Saya bisa jelaskan!" balas Ayana berusaha membela dirinya.

Kepala sekolah mengambil sesuatu dari laci mejanya. Melemparkan setumpuk foto ke arah Ayana. Foto ketika dirinya menggunakan pakaian minimnya sedang berada di Club malam maupun sedang bercumbu dengan pelanggannya.

"Mau membuat pembelaan? Sudah tidak ada gunanya! Bukti kebusukanmu sudah tersebar di seluruh antero sekolah."

"Ambil kembali surat pengunduran dirimu! Dengan ini kau di pecat, bukan mengundurkan diri," jelas kepala sekolah.

"Silahkan keluar dari ruangan ini dan jangan pernah menampakkan wajahmu di sini," usir kepala sekolah tanpa segan.

Ayana memungut foto-foto itu dan menaruhnya di dalam tas. Ini terasa lebih sakit daripada saat orang tua Sean mengetahui sisi gelapnya. "Terima kasih untuk satu tahun ini, Miss!" ucap Ayana dan kembali menunduk.

Bagaimanapun wanita yang ada di hadapannya ini pernah menjadi orang yang paling dia hormati di sini. "Kalau begitu saya permisi," pamit Ayana dan segera melangkah pergi. Air mata menetes mengikuti langkah kakinya.

"Dasar tak tahu malu."

Kalimat terakhir yang Ayana dengar sebelum benar-benar meninggalkan ruangan tersebut.

Di luar, keadaan lebih kacau. Para orang tua yang sudah mengetahui rahasia Ayana dan merasa dirugikan menunggu keluarnya wanita itu dengan wajah garang dan juga tangan yang tidak kosong.

"Bagaimana bisa seorang jalang seperti itu menjadi guru untuk anak kita!"

"Benar. Aku sungguh tidak menyangka dengan penampilan polosnya itu ternyata dia menjajakan tubuhnya!"

"Padahal dia salah satu guru yang aku sukai karena cara mengajarnya! Cihh!!"

Begitulah kalimat-kalimat yang dikeluarkan oleh para ibu-ibu wali murid sembari menunggu Ayana keluar. Tak hanya sampai situ, mereka terus menerus menghujat dan mencemooh Ayana.

"Itu dia!!!" Pekik seorang ibu dan langsung melemparkan sayuran busuk ke arah Ayana yang baru saja berjalan menuju gerbang.

Ayana begitu kaget melihat ini semua. Ini diluar kendalinya.

Bersambung

Semoga suka, sampai jumpa besok di bab selanjutnya 😉

1
Maria Christanti
sll semangat thor dlm berkarya.sy suka ceritanya.💪
Evi
gemesnya
Martha Amelia Susanti
Selamat Author,karyamu sudah end, semoga makin lancar dalam berkarya 👌🙏🏼
Sindy Puspita: Terimakasih sudah membaca dan memberikan supportnya kak🙏☺️
total 1 replies
Dwi Riska anggraini
aiihh ak maki. penasaran
Chai Kim
ceeitanya menarik.lanjutkan
Dwi Riska anggraini
sepertinya sky bukan ank sean,,
Chai Kim
ceritanya seru lanjutkan dong
Sindy Puspita: terimakasih sudah membaca, cerita ini udah tamat ya kak, kakak bisa baca maraton sekarang ☺️
total 1 replies
Luki Crot
ah aku ikut terharu
Luki Crot
ah terharu
Luki Crot
sukur beri pelajaran buat si sen itu biar tau rasa
Luki Crot
semoga cepat baikan
Chasanah Hidayah Nur
saya suka
Hinata Hafidzah
semangat trs untuk buat karya yg baruuuu...seruuu...bagus bgt ceritanya/Heart/
Kasiyah Kasiyah
hai kusuka ceritanya ,cerita yg lainnya pasti suka,,ayo tetap semangat utk karya2 nerikutnya
halimah abdul hayes
Boleh saman sekolah tu…sepatutnya hubungi ibu Bapa dulu sebelum membenarkan kanak2 pulang
Hinata Hafidzah
lanjut
martina melati
apakah nti sky menyadari penyamaran guruny
Aisyah Yuni Novita
kapan sean akan sadar ya thor??
Sindy Puspita: di tunggu ya kak, gak lama lagi kok☺️
Terima kasih sudah membaca
total 1 replies
Sri Utami
kenapa Adiknya Sean ambisi banget ingin test DNA
Sindy Puspita: Mungkin ada sesuatu yang dia sembunyikan ☺️
total 1 replies
Gracevic Matantu
lanjut ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!