NovelToon NovelToon
Sistem Pager Iblis

Sistem Pager Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:261
Nilai: 5
Nama Author: Sugesti

Ketika keluarganya hancur dihantam utang dan kehancuran finansial, Lin Fan tidak sengaja menemukan gulungan lontar tua milik leluhurnya yang tersembunyi di sudut rumahnya di desa terpencil. Gulungan itu membuka akses ke sebuah ritual terlarang yang membangkitkan entitas misterius bernama [Sistem Pagar Iblis], sebuah kekuatan kuno yang menuntut bayaran mahal untuk setiap keuntungan finansial dan perlindungan yang ditawarkannya. Demi menyelamatkan keluarganya dari ancaman orang-orang licik di sekitarnya, Lin Fan terpaksa melangkah ke dalam kegelapan, tanpa menyadari bahwa setiap keputusan yang ia ambil mulai mengubah dirinya dan membahayakan nyawa orang-orang yang berusaha ia lindungi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: Desas-Desus Kembalinya Kutukan

Pagi berangin berembus kencang melintasi atap-atap rumah warga Desa Sungai Hitam.

Meskipun matahari sudah naik cukup tinggi di balik awan mendung, suasana desa justru terasa jauh lebih tegang dari biasanya. Kejadian tragis dan aneh yang menimpa tim penyihir serta utusan konsorsium kota di halaman rumah Lin Fan semalam tidak bisa disembunyikan begitu saja.

Jeritan histeris para preman dan ledakan energi ghaib yang terdengar hingga ke ujung barat desa telah menjadi buah bibir warga.

Di balai desa yang terbuat dari kayu jati tua, beberapa tetua desa dan warga berkumpul mengelilingi meja panjang. Wajah-wajah mereka dipenuhi kecemasan yang membara.

"Kalian dengar sendiri kan semalam?" kata Kepala Desa, seorang pria tua berjanggut putih bernama Pak Tua Haryo, sambil mengetukkan tongkat kayunya ke lantai dengan raut wajah gusar.

"Orang-orang berkemeja rapi dan prajurit bayaran dari kota itu lari tunggang-langgang sambil muntah darah! Mobil mereka bahkan hampir menabrak tiang listrik desa!"

"Aku melihatnya sendiri dari jendela rumahku, Pak Kades!" timpal Paman Zhang—tetangga yang pernah mencoba membujuk keluarga Lin untuk menjual tanahnya—dengan suara bergetar.

"Anak si Lin Zhen itu... Lin Fan... dia tidak memakai ilmu biasa! Sejak dia kembali ke desa, rumah tua itu memancarkan hawa dingin yang persis sama dengan peristiwa lima puluh tahun lalu!"

Mendengar nama Lin Zhen disebutkan, ruang balai desa seketika menjadi sunyi senyap.

Lima puluh tahun lalu, Lin Zhen—kakek buyut Lin Fan—dikenal sebagai sosok yang melakukan perjanjian terlarang di Hutan Terlarang demi menyelamatkan desa dari wabah penyakit ghaib. Namun akibat dari perjanjian itu, keluarga Lin dicap sebagai pembawa "Kutukan Pagar Iblis" yang menuntut darah dan pengorbanan dari waktu ke waktu.

"Apakah... apakah kutukan keluarga Lin benar-benar telah bangkit kembali melalui Lin Fan?" bisik seorang warga wanita setengah baya dengan raut ketakutan.

"Kalau benar begitu, desa kita akan berada dalam bahaya besar!" seru Paman Zhang memanaskan suasana. "Orang-orang kota yang berkuasa tidak akan tinggal diam setelah orang-orang mereka dilumpuhkan. Jika Lin Fan memancing amarah iblis Hutan Terlarang dan investor kota secara bersamaan, kita semua yang akan menanggung akibatnya!"

Pak Tua Haryo menghela napas berat, memegangi dadanya yang terasa agak sesak.

"Kita harus memanggil Lin Fan ke balai desa untuk dimintai penjelasan. Desa ini tidak boleh hancur hanya karena ambisi ghaib satu keluarga!" tegas Pak Tua Haryo penuh kepastian.

Sementara desas-desus dan prasangka buruk membakar balai desa, Lin Fan sama sekali tidak memedulikan desas-desus tersebut.

Di dalam kamar tidurnya yang tenang, Lin Fan sedang duduk bersila di atas lantai kayu, memandangi layar antarmuka dari [Sistem Pagar Iblis] yang melayang di hadapannya.

Sfx: Bzzzzzt!

[Status Terkini Persyaratan Integrasi Pagar Utama Tahap 3]

[1. Batu Inti Delapan Arah (Selesai - Terintegrasi ke Telapak Tangan)]

[2. Darah Binatang Garis Kuno (1 Liter Darah Serigala Hutan Berusia Di Atas 10 Tahun - BELUM)]

[3. Kayu Lontar Penjalin (Tumbuh Di Tebing Jurang Hutan Terlarang - BELUM)]

[Batas Waktu Pengumpulan Bahan Kedua (Darah Serigala Kuno): 42 Jam 15 Menit]

[Lokasi Target: Wilayah Inti Hutan Terlarang - Lembah Serigala Merah]

[Tingkat Bahaya Wilayah: Sangat Tinggi (Resonansi Kutukan Malam Bulan Merah Meningkat)]

Lin Fan memandangi indikator batas waktu yang terus berhitung mundur. Waktu dua hari untuk menemukan dan mengambil darah serigala kuno bukanlah durasi yang longgar, terutama karena wilayah sasaran berada di balik tebing terjal Hutan Terlarang yang belum pernah dijamah manusia biasa.

Ia membalikkan telapak tangan kanannya. Lambang [Batu Inti Delapan Arah] yang menyatu di bawah kulitnya berdenyut hangat, memberikan tambahan daya tahan fisik dan kecepatan aliran energi vital.

Sfx: Kriiet...

Pintu kamar Lin Fan terbuka pelan. Chen Meng melangkah masuk membawa sebuah gulungan peta navigasi hutan kuno yang baru saja ia ambil dari perpustakaan tua milik almarhum kakeknya.

"Lin Fan, aku mendengar desas-desus di warung desa pagi ini," kata Chen Meng seraya menutup pintu kamar rapat-rapat.

"Pak Kades dan Paman Zhang sedang menghimpun warga di balai desa. Mereka menuduhmu membangkitkan kembali kutukan kakek buyutmu dan membahayakan keselamatan seluruh warga."

Lin Fan menyunggingkan senyuman sinis tanpa bergeming dari duduknya.

"Paman Zhang dan para tetua itu hanya ketakutan karena kekuasaan dan rencana penjualan tanah mereka terganggu," balas Lin Fan datar.

"Biarkan mereka bicara sepuasnya di balai desa. Saat Gerhana Bulan Merah tiba dalam 13 hari ke depan, mereka baru akan sadar bahwa Pagar Iblis ini adalah satu-satunya hal yang mencegah seluruh desa ini ditelan oleh kegelapan."

Chen Meng membentangkan peta tua di atas meja kayu Lin Fan.

"Aku tahu kamu tidak peduli dengan omongan mereka, Fan. Tapi kita harus bergerak cepat," kata Chen Meng sambil menunjuk ke sebuah area bertanda kepala serigala di sudut kanan peta.

"Ini adalah [Lembah Serigala Merah], area inti paling dalam di Hutan Terlarang. Menurut catatan kakekku, kawanan serigala kuno di sana dipimpin oleh [Serigala Perak Bertanduk] yang usianya sudah lebih dari lima puluh tahun."

Lin Fan condong ke depan, mengamati garis-garis topografi di peta tersebut menggunakan [Mata Iblis].

[Mata Iblis: Menganalisis Peta Geometri Lembah Serigala Merah]

[Mendeteksi Keberadaan Entitas Binatang Kuno: Serigala Perak Bertanduk (Tingkat Umur: ~55 Tahun)]

[Kandungan Darah Vital: Sangat Murni / Memenuhi Persyaratan Material Ke-2]

[Kondisi Lingkungan: Dikelilingi Kabut Ilusi & Medan Gravitasi Ghaib]

"Serigala ini bukan sekadar binatang liar biasa," batin Lin Fan menyadari tingkat kesulitan misi ini. "Ia adalah entitas semi-ghaib yang menyerap hawa murni dari pasak kuno Hutan Terlarang selama puluhan tahun."

"Chen Meng, medan di Lembah Serigala Merah ini dipenuhi kabut ilusi," kata Lin Fan memandang gadis itu dengan raut wajah penuh keseriusan. "Sekali kamu melangkah masuk tanpa perlindungan energi vital, pikiranmu bisa terganggu dan kamu bisa berjalan sendiri masuk ke jurang."

Chen Meng merogoh kantong jaketnya dan mengeluarkan sebuah liontin batu giok hijau tua berpola ukiran kuno.

"Kakekku meninggalkan liontin [Batu Penjernih Jiwa] ini sebelum beliau wafat," kata Chen Meng mantap.

"Liontin ini bisa menetralkan kabut ilusi tingkat menengah. Aku tidak akan menjadi beban bagimu, Lin Fan. Aku ikut bersamamu malam ini!"

Lin Fan menatap keteguhan di mata Chen Meng. Keberanian dan kesetiaan gadis ini berkali-kali membuktikan bahwa ia bukan sekadar teman masa kecil, melainkan seorang sekutu yang sangat dapat diandalkan dalam pertempuran ghaib ini.

"Baiklah," putus Lin Fan berdiri tegak. "Kita berangkat nanti sore saat matahari mulai tenggelam, tepat ketika kawanan serigala kuno itu mulai keluar dari sarangnya."

Sore hari menjelang senja, warna jingga kemerahan menghiasi cakrawala Desa Sungai Hitam.

Lin Fan dan Chen Meng menyusuri jalan setapak belakang desa agar tidak terlihat oleh warga yang sedang berkerumun di dekat balai desa. Masing-masing memanggul ransel berisi perlengkapan perburuan ghaib: tempat wadah darah khusus bermantra, pisau belati kuno, serta beberapa lembar jimat penahan beban fisik buatan Lin Fan.

Namun, tepat saat mereka hampir mencapai gerbang bambu di batas selatan desa yang menuju ke Hutan Terlarang...

"Berhenti di sana, Lin Fan!" sebuah suara berat membentak keras dari balik semak-semak.

Pak Tua Haryo, Paman Zhang, serta empat warga pria berbadan tegap yang memegang pentungan kayu keluar menghalangi jalan setapak tersebut.

Lin Fan menghentikan langkahnya, menatap rombongan warga desa itu dengan pandangan mata yang tenang namun penuh wibawa yang menekan. Chen Meng refleks melangkah setengah histeris di belakang Lin Fan.

"Pak Kades? Paman Zhang? Ada apa ini?" tanya Chen Meng berusaha meredakan suasana.

Pak Tua Haryo melangkah maju sambil mengacungkan tongkat kayunya ke arah Lin Fan.

"Lin Fan! Kami tahu kamu berniat masuk ke Hutan Terlarang lagi!" seru Pak Kades murka.

"Semalam kamu sudah memancing kekacauan dengan melukai orang-orang dari kota! Jika kamu terus-menerus mengusik entitas di Hutan Terlarang, seluruh desa ini akan dikutuk oleh iblis-iblis kuno!"

Paman Zhang menimpali dengan nada memprovokasi, "Serahkan gulungan lontar tua milik Lin Zhen dan pergilah dari desa ini, Lin Fan! Jangan tumbal seluruh warga desa demi ambisi ghaib keluargamu yang terkutuk itu!"

Lin Fan menghembuskan napas perlahan, lalu melangkah satu tapak ke depan.

Sfx: Bzzzzzt!

Cahaya merah keemasan menyala samar dari manik mata Lin Fan. Aura tekanan ghaib dari [Pagar Iblis Tingkat Satu] memancar halus dari tubuhnya, membuat udara di sekitar gerbang bambu mendadak terasa seberat timah!

Sfx: [Deg!]

Empat warga yang memegang pentungan kayu seketika merinding hebat. Lutut mereka bergetar tanpa bisa dikontrol, seolah-olah ada tangan tak kasat mata yang menekan bahu mereka ke bawah!

Pak Tua Haryo dan Paman Zhang mundur dua langkah dengan wajah pucat pasi, kewalahan bernapas di bawah tekanan aura Lin Fan.

"Dengarkan aku baik-baik, Pak Kades... dan Anda, Paman Zhang," ucap Lin Fan dengan suara dingin yang menusuk panca indera mereka.

"Orang-orang kota yang kalian takuti itu datang untuk merampas tanah dan meratakan desa ini dengan buldozer. Jika bukan karena Pagar rumahku yang menahan mereka semalam, desa ini sudah menjadi ladang pertambangan hari ini."

Lin Fan menunjuk ke arah kegelapan Hutan Terlarang di belakang gerbang bambu.

"Apa yang kulakukan di dalam Hutan Terlarang adalah untuk memperbaiki segel pelindung yang sudah retak selama lima puluh tahun. Jika kalian mencoba menghalangiku lagi..."

Lin Fan menyipitkan matanya, memancarkan kilat merah tajam dari [Mata Iblis].

"...aku tidak akan segan-segan mengikat jiwa siapa pun yang berniat jahat di desa ini ke dalam pasak pagar!"

Paman Zhang terperanjat ketakutan, hampir jatuh pingsan mendengarkan ancaman Lin Fan. Empat warga berbadan tegap itu langsung menjatuhkan pentungan kayu mereka ke tanah dan mundur perlahan tanpa berani mengucapkan sepatah kata pun.

Pak Tua Haryo mematung, menatap Lin Fan dengan rasa takut bercampur ketidakpercayaan yang mendalam. Ia menyadari bahwa pemuda di depannya bukan lagi Lin Fan si pemuda miskin yang bisa diintimidasi, melainkan seorang penguasa kekuatan kuno yang tak terlawan.

Tanpa membuang waktu lagi, Lin Fan membalikkan badan dan mengisyaratkan Chen Meng untuk mengikutinya.

Mereka berdua mendorong gerbang bambu tua dan melangkah masuk menembus kegelapan Hutan Terlarang yang mulai diselimuti kabut senja, meninggalkan para warga desa yang membisu dalam ketakutan.

Perburuan material kedua—1 Liter Darah Serigala Kuno—resmi dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!