NovelToon NovelToon
Bumil Barbar Di Mansion Megah

Bumil Barbar Di Mansion Megah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:20.1k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Aurelia baru saja akan menikmati masa mudanya sebagai gadis single yang bebas, sampai sebuah kecelakaan menyeret jiwanya ke tubuh Nadia Atmaja. Saat terbangun di ranjang rumah sakit, hal pertama yang ia rasakan bukanlah sakit kepala, melainkan beban berat di bagian perutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 27

***

Matahari kian meninggi, menyinari aspal Jakarta yang mulai membara. Namun, di dalam kabin mobil Rolls-Royce hitam yang melaju menuju kawasan elite Menteng, suhu terasa seperti di bawah titik beku. Raditya duduk di kursi belakang dengan tubuh tegak, jemarinya yang panjang sesekali mengetuk tas kerja berbahan kulit buaya di sampingnya. Di dalam tas itu, tersimpan vonis yang akan ia jatuhkan.

"Kita sudah sampai, Pak," ucap Aldi lirih sembari memarkirkan mobil di depan gerbang megah kediaman Nyonya Sekar mansion yang menjadi saksi bisu masa kecil Raditya yang kaku dan tanpa tawa.

Raditya turun, membiarkan angin pagi menerpa kemeja hitamnya yang kini tertutup jas abu-abu gelap. Langkah kakinya mantap, namun tatapannya kosong, memancarkan aura dominasi yang mutlak sebagai kepala keluarga Hadiwinata yang baru.

Di dalam rumah, Nyonya Sekar sedang duduk bersandar di sofa mahoni, wajahnya yang biasanya angkuh kini tampak sepucat kertas.

Suara langkah kaki Raditya yang menggema di lantai marmer lobi terdengar seperti detak jam menuju eksekusi bagi Sekar.

Raditya melangkah masuk tanpa mengetuk. Ia berdiri di tengah ruangan, menatap ibunya dengan sorot mata elang yang tidak menyisakan ruang untuk belas kasihan.

Tanpa sepatah kata pun, Raditya mengeluarkan sebuah berkas tebal dan sebuah perekam suara kecil, lalu meletakkannya di atas meja kopi kristal.

Terakhir, dengan gerakan pelan namun sengaja, Raditya meletakkan senjata api hitam miliknya pistol yang semalam menghabisi Dokter Wijaya di atas tumpukan berkas tersebut.

Deg.

Jantung Sekar seolah berhenti berdetak saat melihat benda logam dingin itu.

"Apa... apa maksud semua ini, Radit?" suara Sekar bergetar, nyaris tidak terdengar.

"Mama tahu persis apa ini," ucap Raditya dingin, suaranya bariton dan stabil. "Berkas itu berisi catatan malpraktik Wijaya yang selama ini Mama tutupi lewat firma hukum Leksana. Dan rekaman itu... adalah pengakuan Vanya tentang siapa yang menyuruhnya menyebarkan racun parfum di ruangan saya."

Raditya memajukan tubuhnya, menatap lurus ke dalam mata ibunya. "Mama adalah alasan saya ada di dunia ini, Ma. Tapi Nadia adalah alasan saya tetap ingin hidup di dunia ini. Jangan buat saya harus memilih antara menghormati orang tua atau menghapus ancaman bagi istri saya."

Sekar terisak kecil, ia menyandarkan kepalanya yang pening. "Tapi... bukankah kamu membenci perjodohan ini, Raditya? Bukankah kamu yang dulu bilang bahwa pernikahan ini hanyalah transaksi bisnis untuk menjinakkan Atmaja? Kenapa sekarang kamu begitu melindungi wanita itu?!"

Raditya terdiam sejenak. Keheningan yang tercipta terasa begitu menyesakkan. Ia menarik napas panjang sebelum akhirnya menjawab.

"Apakah kau sudah mencintai istrimu, Radit?" tanya Sekar dengan suara parau.

"Iya," jawab Raditya singkat namun tegas. "Saya mencintai istri saya sejak hari pertama pernikahan kami. Mungkin sejak detik pertama saya melihat matanya yang menantang di altar, berbeda dengan Nadia yang saya kenal sebelumnya."

"Kenapa? Tapi kenapa?!" Sekar berteriak kecil, frustrasi. "Bukankah kamu membenci Atmaja? Dia licik, dia menggunakan cucunya sebagai alat!"

"Karena Nadia adalah wanita yang tulus," potong Raditya dengan nada bicara yang menukik tajam. "Dia memberikan sesuatu yang tidak pernah saya dapatkan di rumah ini selama puluhan tahun Ketulusan tanpa embel-embel saham atau kekuasaan. Saya tidak mau anak saya nanti terlahir dari orang tua yang tidak tulus. Saya tidak mau dia tumbuh dalam rumah yang dingin seperti yang Mama dan Papa ciptakan untuk saya."

Sekar tersenyum sumbang, air mata meluluhkan riasan matanya yang mahal. "Di dunia kita tidak butuh kata cinta, Radit. Cinta itu kelemahan. Cinta itu yang membuat ayahmu dulu lemah dan bisa dikendalikan."

"Akan saya berikan cinta yang tulus kepada anak saya, sebelum dia dipaksa menjadi monster seperti saya," sahut Raditya, suaranya kini bergetar oleh emosi yang tertahan selama bertahun-tahun. Kenangan tentang masa kecilnya yang hanya diisi dengan kursus bisnis, etiket ketat, dan kurangnya dekapan hangat dari orang tua mendadak menyeruak. "Saya dididik keras sedari kecil, diperlakukan seperti robot pencetak uang. Cukup saya saja yang merasakan itu, Ma. Anak saya tidak boleh."

Sekar mulai terisak lemas, bahunya terguncang. Ia menyadari bahwa ia telah kehilangan pengaruhnya terhadap putra tunggalnya.

"Saya masih menghormati Mama sebagai orang tua saya. Darah Mama mengalir di tubuh saya, dan itu tidak bisa saya hapus," ucap Raditya sembari berdiri, memutar tubuhnya membelakangi Sekar. "Mama masih bisa menyandang status Nyonya Besar Hadiwinata. Mama tetap bisa tinggal di sini, menerima semua fasilitas, supir, dan kemewahan yang ada. Tapi..."

Raditya menoleh sekilas, tatapannya menyayat. "Mama harus tetap diam. Mama harus menghilang dari kehidupan sosial perusahaan, tanpa perlu melibatkan diri dalam hal apa pun, terutama berhenti berinteraksi dengan Siska dan komplotannya. Jika saya mendengar Mama mencoba menyentuh Nadia lagi, bahkan hanya lewat kata-kata... fasilitas ini akan menjadi penjara bagi Mama."

"Raditya... kau mengasingkan ibumu sendiri?" tangis Sekar pecah.

"Saya menyelamatkan Mama dari diri Mama sendiri," balas Raditya kaku. "Mama hanya perlu menjadi Nyonya Besar yang tenang, menunggu kelahiran cucu yang Mama sebut 'ancaman' itu. Jadilah nenek yang baik, jika Mama masih ingin melihat wajahnya nanti."

Raditya mengambil kembali pistolnya, menyelipkannya ke balik pinggang, lalu menyambar tas kerjanya. Tanpa menoleh lagi, ia melangkah keluar dari ruangan itu.

Sekar hancur secara mental. Di tengah kemewahan ruang tamu yang bernilai miliaran rupiah, ia merasa hampa. Ia menyadari bahwa kekuasaan yang selama ini ia agungkan telah merampas kasih sayang putranya.

**

Begitu duduk kembali di dalam mobil, Raditya memijat pelipisnya. Ketegangan tadi menguras batinnya lebih dari sekadar baku tembak di pelabuhan.

"Ke kantor, Pak?" tanya Aldi sembari melirik dari kaca spion.

"Ke kantor. Tapi mampir ke toko bunga paling bagus di Menteng," perintah Raditya.

"Bunga, Pak?" Aldi terkejut.

"Nadia suka melati dan mawar putih. Beli yang paling segar. Dan suruh toko itu mengirimkannya ke mansion setiap pagi selama saya tidak ada di rumah," ucap Raditya kembali ke mode dinginnya, namun ada gurat kelembutan saat ia menyebut nama istrinya.

Ia kemudian mengeluarkan ponselnya, melihat foto Nadia yang sedang tidur yang sempat ia ambil diam-diam tadi pagi. Bibir Raditya menyunggingkan senyum tipis sebuah senyum yang hanya milik Nadia.

"Dunia mungkin memang kotor dan kaku, tapi saya akan pastikan kamu hanya tahu sisi manisnya saja, Nadia," bisiknya dalam hati.

Di sisi lain, Nadia terbangun di mansion dengan perasaan lapar yang luar biasa. Ia tidak tahu bahwa dalam beberapa jam, suaminya telah menjinakkan dua ancaman terbesar dalam hidup mereka. Yang ia tahu, ia ingin makan martabak manis rasa cokelat kacang siang ini, dan ia sudah siap untuk merengek pada CEO Kulkas-nya melalui telepon.

****

Bersambung

1
partini
wah tumben mafia bermain dulu bisa sikat tebas biarpun itu ibu ayah sodara ga penting,keren bang Radit
partini
wow
aku
sangat jelas..... 🤣🤣🤣🤣
partini
ahhh ternyata mafia juga Thor,masih di dalam perut aja aktif luar biasa gimana kalau dah lahir bisa lebih sadis dari ayahnya tu baby
MOZZA AUDYA
sikattt trussssssssss Thor buat nyaaaa seru bat drama siang yang di buat nadia 🤭
partini
itu baru di semprot kalau pakai jurus 10 tinju dan tendangan apa ko langsung 😂
MOZZA AUDYA
lanjut thorrr.... gk sabar nih nunggu drama di kantor nyaaa🤭
partini
ulet kadut itu,ayo nak bantu mommy buat hempas uler kadut 😂😂
tunggu aksi luar biasa bumil thor
𝐀⃝🥀Weny
si kulkas jadi bucin😁
MOZZA AUDYA
wahhhhh nampak aada drama baru yang akan di main kn nihh🤭
partini
Thor sekali pakai lingerie bagus deh perut Belendung uhhhh
partini
see main masuk aja kata ga berani wkwkwk
partini
lah masa udah ketauan aja sih ,roh nya Nadia ganti yg tau orang lain pula 🤦
MOZZA AUDYA
aduhh nadia jiwa barbar nya gk bisa di tahan sihhh 🤭
partini
good story 👍👍👍👍👍
partini
lanjut Thor 👍👍👍👍
Heresnanaa_: stay tune beb 😚
total 1 replies
partini
Nemu juga novel kaya gini suka "❤️
Heresnanaa_: hai kaka🤭
happy reading yaa 🤭
total 1 replies
rara🍁🍃🦋
mo nangis tapi mallu
Heresnanaa_: diam diem aja author engga liat kok🤭
total 1 replies
MOZZA AUDYA
bi sumi ampe terkagum-kagum karna ke barbaran nya si nadia🤭
Heresnanaa_: author aja sampe terkamjangya🤣🤣
total 1 replies
MOZZA AUDYA
lanjut thorr seru bat cerita nya
MOZZA AUDYA: Oke thorr
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!