NovelToon NovelToon
SANG NAGA PURBA

SANG NAGA PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

Di Benua Canglan, kekuatan tidak diukur dari kerja keras—tapi dari kemurnian darah yang mengalir sejak lahir. Tian Xue, dibuang sejak bayi karena dianggap tak berdarah, dibesarkan di neraka tambang bawah tanah.
Namun altar itu tidak menolaknya. Ia hanya tak sanggup menampung keagungan Garis Darah Naga Purba yang telah lama dihapus dari sejarah.
Kini, dengan sekutu tak terduga di sisinya dan rahasia dunia yang jauh lebih luas dari yang pernah diketahui empat klan agung, Tian Xue melangkah menuju panggung yang akan mengguncang seluruh tatanan Benua Canglan—satu takhta sekaligus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

INSTING PURBA DAN UJIAN KELAYAKAN

​Waktu terus berlalu, merayap layaknya iblis tak kasat mata di dalam lorong gaib tersebut.

​Namun, ruangan batu itu seakan tidak mengenal kata henti. Formasi kuno di dinding dan langit-langit terus menyala terang, memuntahkan rentetan tembakan energi hijau beracun tanpa jeda.

​Tidak ada celah. Tidak ada tempat berlindung. Tidak ada jalan keluar.

​Mereka berdua terkurung di dalam sebuah bujur sangkar maut yang terus-menerus memborbardir tubuh mereka dari segala arah.

​WUSH! BOOM! BOOOM!

​Tembakan demi tembakan menghancurkan lantai batu di bawah telapak kaki Tian Xue dan Lu Shi.

​Keringat dingin bercampur debu telah lama membasahi pakaian mereka. Napas keduanya mulai terasa berat, menyedot udara yang kian pekat oleh bau hangus energi sihir.

​Namun, di tengah tekanan yang mengancam nyawa tersebut, ada satu hal gila yang terjadi tanpa mereka sadari.

​Pergerakan fisik, refleks otot, dan kelincahan mereka berdua telah meningkat sangat drastis, melampaui batas kecepatan saat mereka pertama kali melangkahkan kaki ke dalam lorong ini!

​Bagi keturunan garis darah purba, bertarung di ambang batas kematian bukanlah siksaan biasa—melainkan tempaan brutal yang memaksa gejolak darah di dalam sumsum tulang mereka untuk meledak dan berevolusi!

​"Bodoh... Cepat berpikir menggunakan otakmu!" jerit Lu Shi di sela-sela napasnya yang memburu.

​Gadis itu melenting ke udara, memutar tubuhnya untuk menghindari tiga tembakan sinar hijau sekaligus.

​"Kalau kita terus menghindar tanpa arah seperti ini, cepat atau lambat kita bisa mati konyol karena kelelahan!"

​Tian Xue sama sekali tidak memedulikan ocehan panik Lu Shi.

​Wajah pemuda itu sedingin es abadi. Otaknya berputar sangat cepat, membelah setiap informasi visual yang ia tangkap di tengah kekacauan mematikan ini.

​‘Pasti ada pola... Pasti ada teka-teki yang harus dipecahkan untuk mendobrak tempat ini,’ batin Tian Xue menganalisis.

​Di tengah konsentrasinya, Tian Xue perlahan menyadari sebuah anomali pada tubuhnya sendiri.

​Meskipun batas fisiknya masih tertahan di Peringkat 3, refleks saraf dan kepekaan Garis Darah Naga Purba di dalam nadinya terasa jauh lebih membara.

​Rasa sakit, tebasan angin, dan ancaman maut di ruangan ini bertindak sebagai bahan bakar murni yang membakar dan memurnikan sumsum tulangnya!

​Tian Xue mendadak menghentikan pergerakan zig-zagnya.

​Ia berdiri tegak di tengah ruangan, lalu dengan sangat tenang... ia memejamkan kedua matanya.

​Melihat pemandangan itu dari sudut matanya, jantung Lu Shi serasa berhenti berdetak.

​"Bodoh! Apa yang sedang kau lakukan, hah?!" jerit Lu Shi histeris.

​Di dalam pikiran gadis barbar itu, Tian Xue pasti sudah kehilangan akal sehatnya. ‘Ah, sial! Apa lelaki gila ini sudah pasrah dan ingin bunuh diri karena kelelahan?!’

​Namun, apa yang dipikirkan Lu Shi berbanding terbalik dengan realitas di dalam benak Tian Xue.

​Bagi sang pewaris Marga Xue, menutup mata bukanlah bentuk kepasrahan, melainkan cara ekstrem untuk mematikan indra penglihatan dan memicu kebangkitan penuh insting naga purba di dalam darahnya.

​Dalam kegelapan di balik kelopak matanya, dunia berubah total.

​Tian Xue tidak lagi butuh melihat kilatan cahaya. Ia merasakan getaran udara. Ia merasakan tekanan niat membunuh sekecil apa pun yang memadat sebelum tembakan itu meluncur.

​Sebuah tembakan energi melesat lurus mengincar kepalanya dari titik buta di belakang!

​WUUSSHH! BOOM!

​Tanpa melihat sedikit pun, Tian Xue memiringkan lehernya hanya sejauh dua sentimeter. Tembakan mematikan itu melesat mulus melewati telinganya dan menghancurkan dinding di depannya.

​WUUSSHHH! WUSSSHH!

​Dua tembakan menyusul dari arah kanan dan kiri bawah!

​Tian Xue melangkah ringan seperti bayangan hantu, memutar tumpuan kakinya dan membiarkan dua sinar itu saling bertabrakan di tempatnya berdiri sedetik yang lalu.

​Semua gerakan menghindar itu ia lakukan dengan mata yang masih terpejam rapat!

​Lu Shi yang sibuk melompat ke sana kemari terperangah hebat. Rahangnya nyaris jatuh melihat pemandangan tidak masuk akal di depan matanya.

​"B-Bagaimana mungkin...?!" gumam Lu Shi tak percaya.

​Gadis itu menyentak udara. "Hei, Bodoh! Trik gila macam apa yang sedang kau gunakan?!"

​Tian Xue menjawab dengan nada datar nan dingin, seraya terus bergerak luwes menghindari hujan sinar hijau dengan mata terpejam.

​"Tutup matamu, Gadis Barbar. Rasakan arah datangnya serangan menggunakan naluri darahmu."

​Tian Xue melompat ringan, menghindari ledakan di bawah kakinya.

​"Tempaan di tempat ini dirancang untuk memaksa darah kita berevolusi. Selama kau tidak bisa melepaskan ketergantungan pada matamu dan belum membakar insting purbamu, kita akan selamanya terjebak menjadi target mati di sini!"

​"Haaaaahhh?!" Lu Shi melotot. "Menutup mata di tengah hujan serangan mematikan?! Apa kau yakin?!"

​Tian Xue hanya menyunggingkan senyum tipis, sebuah senyuman kejam yang meremehkan maut.

​"Terserah kau saja mau percaya atau tidak. Jika kau ingin mati kelelahan, tetaplah buka matamu."

​Mendengar tantangan bernada dingin itu, ego Lu Shi sebagai pemilik Garis Darah Rubah Ekor Sembilan seketika terbakar.

​"Baiklah! Kalau kau yang bodoh ini saja bisa, darahku jelas jauh lebih mampu!"

​Lu Shi menggertakkan giginya, lalu dengan nekat ia ikut memejamkan sepasang mata indahnya di tengah badai serangan.

​Awalnya, tubuh gadis itu tergores beberapa kali oleh pendaran energi liar.

​Namun, didorong oleh insting bertahan hidup mutlak dan kebangkitan potensi sumsum tulangnya, Lu Shi mulai bisa merasakan getaran di udara secara alami.

​Jam demi jam berlalu bagaikan siksaan neraka.

​Hari demi hari berganti tanpa mereka sadari di dalam ruangan yang tidak mengenal konsep siang dan malam tersebut.

​Mereka terus bergerak, melenting, dan menghindar dalam kegelapan mata, membakar insting bertarung mereka hingga mencapai tingkat kepekaan yang sangat mengerikan.

​Hingga pada suatu momen, ketika potensi darah mereka terdorong hingga menembus batas baru...

​BZZZZT!

​Sebuah suara berat, kuno, dan sangat agung mendadak menggema dari seluruh penjuru dinding gua. Suara itu seolah menembus langsung ke dalam inti sumsum tulang mereka.

​"Kalian berdua... telah lulus ujian kelayakan pertama."

​Seketika itu juga, ratusan pendar formasi gaib di dinding meredup. Hujan tembakan energi hijau beracun yang menyiksa mereka berhari-hari berhenti total dalam kedipan mata.

​"Haaaaah... haaaaah...!"

​Napas Lu Shi dan Tian Xue memburu keras bagaikan tiupan badai. Dada mereka naik turun dengan sangat ekstrem.

​Selama beberapa hari tanpa henti, mereka memeras tenaga fisik, konsentrasi, dan ketahanan mental melampaui batas wajar makhluk bernapas.

​"Aaaah... lelah sekali... aku benar-benar bisa mati..."

​Lu Shi akhirnya menyerah pada gravitasi. Tubuhnya terkulai lemas, merosot di dinding batu yang dingin hingga terduduk di lantai dengan kaki menjulur asal-asalan.

​Di sisi lain ruangan, Tian Xue tidak membiarkan dirinya roboh.

​Pemuda itu duduk bersila, mengatur ritme napas fisiknya demi menyetabilkan denyut jantung dan gejolak panas Garis Darah Naga Purba yang baru saja berevolusi di dalam tulangnya.

​Keheningan yang amat melegakan menyelimuti lorong tersebut selama beberapa jam.

​"Kita akan beristirahat di sini dulu untuk memulihkan daya tahan fisik, sebelum melanjutkan ke ruangan berikutnya," ucap Tian Xue pelan, memecah kesunyian.

​Lu Shi yang masih bersandar lemas di dinding menoleh dengan raut ragu.

​"Apa kau yakin kita harus maju, Bodoh?" ucap Lu Shi lelah. "Ujian di depan sana pasti akan jauh lebih berat dan gila dari ini. Atau jangan-jangan... semua ini hanyalah jebakan sadis tanpa jalan keluar?"

​Tian Xue perlahan membuka matanya. Binar matanya kini memancarkan ketajaman yang jauh lebih mengerikan dari sebelumnya.

​Ia menggelengkan kepalanya dengan mantap.

​"Ini bukan sekadar jebakan pembunuh. Kalau ruangan ini murni dirancang untuk membantai penyusup, aku tidak akan mungkin bisa merasakan resonansi memori rahasia para leluhur di pintu masuk tadi."

​Tian Xue bangkit berdiri. Ia berjalan melangkah pelan, mengamati sebuah dinding di ujung lorong yang baru saja bergeser terbuka, menampilkan celah pintu kedua yang gelap gulita.

​Mengingat kembali memori tentang Perang Besar, kehancuran para penguasa purba, dan kelicikan faksi pencuri darah yang memanipulasi Benua Canglan, Tian Xue mengepalkan tinjunya erat-erat hingga bunyi kertakan tulang terdengar.

​"Tempat ini sengaja ditinggalkan oleh para penguasa purba yang gugur di masa lalu," gumam Tian Xue dingin, menatap ke dalam kegelapan pintu kedua.

​"Mungkin... tempat ini adalah sebuah ujian kelayakan untuk mencari pewaris darah sejati yang sanggup membalas dendam sejarah."

1
Septiana Athorid
Licik gue suka MC kayak gini
Septiana Athorid
kok bisa thor lushi membunuh mereka dengan mudah, harus nya tingkat 4 blodeline sama puncak qi tranformation sama bukan. apa karna pedang 9 nyawa 😁, pencerahan nya thor
Kausafiksi: ya benar, artefak pedang 9 nyawa lu shi bukan artefak biasa karna milik binatang suci rubah ekor 9.
total 1 replies
Septiana Athorid
hahaha kelakuan lushi konsisten, perut mulu😁
Kausafiksi: iya kan 😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kasih sedikit romansa 😁🙏
Septiana Athorid
sudah jelas ada pihak ke 3, kalau tidak serangan mana mungkin teroganisir iya kan thor 😆
Kausafiksi: iya emang
total 1 replies
Day Chuk
lanjut🫢
Kausafiksi: 🫢
dabar
total 1 replies
Day Chuk
semakin luas worldbuilding nya thor
Septiana Athorid: malah makin penasaran 🫢🤣
total 2 replies
Day Chuk
bukan nya paksa sajah thor si tuan xue jarah sekalian 🤣
Kausafiksi: tian xue gak barbar buang 🫢
total 1 replies
Rosdianah 🌷
semangat kak author 💪🏻
Rosdianah 🌷
hallo kak ijin mampir
Rosdianah 🌷: siap kak
total 2 replies
Arni Arlinawati pratiwi
kabayang abrag na si lu shi!/Facepalm/
Arni Arlinawati pratiwi: apal ning.. 🤣🤣🤣
total 2 replies
Kausafiksi
🤣🤣🤣 sok atuh,
lumayan bandar siap nampung ceu
Arni Arlinawati pratiwi
yah peran utama na KO.. /Facepalm/
Arni Arlinawati pratiwi: silaing nu nyieun na teu eucreug! /Facepalm/
total 2 replies
Arni Arlinawati pratiwi
belewe silaing mah tian xue! /Facepalm/
Arni Arlinawati pratiwi: ajig jauh jauh teuing kahim tina bujur hayam kana cuhcur.. /Facepalm/
total 2 replies
Arni Arlinawati pratiwi
kade ah kalah jadi teu ka tempo! 🤣🤣🤣
Arni Arlinawati pratiwi
puas.. hayu karungan wang jual lah, butuh dudung yeuh... kr kismin, lumayan tengkorak harimau 🤣🤣🤣
Arni Arlinawati pratiwi
nya heueuh atuh.. lamun mundur, maneh nu ku emak di karungan kahim! /Curse/
Arni Arlinawati pratiwi
cekek cekek.. talian karungan, bikeun ka gc nu kr rame, yakin ngaburial.. 🤣🤣🤣
Arni Arlinawati pratiwi
heueuh atuh geus cicing we silaing mah, indung heula nanaon ge.. piomongeun wae silaing mah! /NosePick/
Arni Arlinawati pratiwi
di danau beku mah di mana mana wae ge milu beku sateh.. komo anclum mah, beku kabeh jng siki siki na sateh, kahim.. /Curse//Curse//Curse/
Kausafiksi: 🤣🤣🤣🤣🤣 jiga beton nangka nya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!