Dua minggu sebelum pernikahan, dunia Larasati runtuh saat memergoki Arjuna, tunangan sekaligus pacar pertamanya yang ternyata sudah menghamili wanita lain.
Tanpa air mata, Larasati melempar cincin dan membatalkan pernikahan demi harga diri. Namun, pengkhianatan itu justru membawa Larasati ke pelukan Dewa Dirgantara, CEO konglomerat tempatnya bekerja yang siap pasang badan melindunginya.
Sementara itu, Arjuna menyesal bersama selingkuhannya yang tinggal di sebuah rumah kecil.
Sanggupkah Larasati menyembuhkan lukanya demi cinta Dewa? Dan bagaimanakah akhir dari penyesalan sang mantan tunangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umma Khummaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
Arjuna langsung berdiri dari kursinya. Wajah pria itu pucat, seperti kehilangan warna darahnya. Matanya bergerak panik, menatap bergantian antara wajah Larasati yang sedingin es dan gaun pengantin putih yang dia pakai menyembul dari balik blazer hitamnya.
"Laras... kamu... kenapa bisa ada di sini? Laras, ini tidak seperti yang kamu lihat. Aku bisa jelaskan. Ini semua salah paham. Selly... dia hanya teman lama yang sedang butuh bantuan," kata Arjuna terbata-bata. Tangannya refleks menjauh dari perut Selly, seolah berusaha menyembunyikan bukti pengkhianatannya sambil melangkah maju untuk meraih tangan Larasati.
"Teman lama? Aku tidak tuli, Arjuna. Aku mendengar sendiri kamu menyebut bayi di dalam kandungannya sebagai darah dagingmu. Sejak kapan seorang teman menitipkan janin di rahim wanita lain Arjuna?" tanya Larasati sambil terkekeh sumbang. Air matanya sudah berhenti mengalir, digantikan oleh rasa muak yang teramat sangat.
Mendengar ucapan Larasati, Selly tiba-tiba berlutut di lantai koridor rumah sakit. Tangisnya pecah, memancing perhatian beberapa perawat dan pengunjung yang lewat.
"Mbak Laras, saya mohon maaf... Tolong jangan salahkan Mas Arjuna. Saya yang salah. Tapi anak ini tidak berdosa, Mbak. Dia butuh seorang ayah. Saya mohon, biarkan Mas Arjuna bertanggung jawab," ratap Selly sambil memegangi ujung blazer Larasati dengan tubuh bergetar.
Larasati menarik kakinya mundur agar tidak disentuh oleh Selly. Ia menatap wanita itu dengan pandangan datar sebelum kembali menyoroti pria di depannya.
"Laras, Pernikahan kita tinggal dua minggu lagi. Semua undangan sudah disebar, gedung sudah dibayar! Pikirkan nama baik keluarga kita, Ras!" teriak Arjuna panik, mencoba menahan lengan Larasati saat melihat sorot mata calon istrinya berubah total.
Larasati menatap lurus ke dalam manik mata Arjuna. Pria yang selama tiga tahun ini ia puja, kini terlihat begitu asing dan menjijikkan di matanya. Dengan gerakan perlahan namun pasti, ia menarik cincin emas putih bermata berlian dari jari manisnya, lalu melemparkannya tepat ke dada Arjuna hingga berdenting jatuh ke lantai.
"Dua minggu lagi seharusnya aku melakukan akad nikah bersamamu. Tapi hari ini, aku membebaskanmu Arjuna! Dan untuk kamu, kamu sudah hamil anak dari pria ini. Jadi tidak perlu memohon hal yang memang sudah menjadi milikmu dan calon bayimu! Pernikahan kita batal, Arjuna! Pergilah dan jadilah ayah yang baik untuk anak itu. Yang menghancurkan nama baik keluarga adalah dirimu dan skandal ini! Jangan pernah temui aku lagi," ucap Larasati, setiap katanya ditegaskan dengan penuh penekanan.
Dengan langkah lebar dan kepala yang tetap tegak, Larasati berjalan meninggalkan koridor rumah sakit bersalin. Di belakangnya, Arjuna berteriak memanggil namanya, namun Larasati tidak akan pernah menoleh lagi. Langkahnya sudah bulat.
XXXXXXX
Larasati duduk diam di dalam taksi yang membawanya membelah kemacetan jalanan kota. Ia melepas blazer hitamnya dengan kasar, menatap nanar gaun pengantin putih yang kini terasa seperti kain kafan bagi impiannya. Di tengah rasa sesak yang menghimpit dada, ia segera merogoh ponsel, mencari kontak sang ibu, lalu menekan tombol panggil dengan jari yang bergetar.
"Ibu, Laras mau ke rumah Ibu sekarang. Tolong pastikan Ayah juga ada di rumah, ada hal sangat penting yang harus Laras bicarakan." ucap Larasati mencoba menahan getaran suaranya agar tetap terdengar tegar, lalu langsung mematikan sambungan telepon sebelum ibunya sempat bertanya lebih jauh.
Sebenarnya, Larasati sudah tidak tinggal bersama orang tuanya lagi sejak beberapa tahun lalu. Sebagai seorang Creative Director sukses di sebuah agensi periklanan ternama di kawasan Selatan Jakarta, ia memiliki 1 unit apartemen di kawasan Pakubuwono yang dibelinya murni dari hasil keringat sendiri. Biasanya, Larasati juga mengendarai mobil SUV putihnya. Namun, siang tadi mobilnya terpaksa ia tinggal di area parkir butik pengantin.
Saat menerima pesan misterius tentang keberadaan Arjuna, genggaman tangannya begitu gemetar hingga ia tahu akan sangat berbahaya jika memaksakan diri menyetir sendiri. Itulah mengapa ia memilih menggunakan taksi untuk menerobos jalanan menuju rumah sakit bersalin, dan kini berlanjut menuju ke rumah orang tuanya.
Larasati sengaja tidak pulang ke apartemennya karena ia tahu, badai pembatalan pernikahan sebesar ini harus diselesaikan bersama orang tuanya terlebih dahulu.
Sambil memandangi pemandangan di luar jendela taksi, ingatan Larasati berputar pada bagaimana ia bisa terjebak dengan pria sejahat Arjuna. Mereka pertama kali berkenalan dalam sebuah proyek kerja sama antar perusahaan, di mana Arjuna bertindak sebagai Manajer Pemasaran di perusahaan yang menjadi rekanan tempat ia bekerja.
Ketekunan dan sikap Arjuna yang tampak dewasa saat itu berhasil meluluhkan hati Larasati, hingga akhirnya mereka sepakat untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Setelah dua tahun berpacaran, mereka melangsungkan pertunangan tepat satu tahun yang lalu. Larasati mengira Arjuna adalah pria matang yang mapan dan bertanggung jawab, namun semua anggapan itu runtuh hari ini di koridor rumah sakit bersalin.
Ponsel Larasati di atas pangkuannya terus bergetar tanpa henti, menampilkan nama Arjuna di layarnya. Larasati menolak panggilan itu dengan geseran jari yang tegas. Ia menolak membuang waktu untuk meratapi skandal perzinahan menjijikkan yang dilakukan tunangannya dengan Selly, perempuan yang ternyata merupakan mantan kekasih Arjuna semasa kuliah.
Dari desas-desus masa lalu, Selly adalah tipe perempuan manja yang selalu bergantung hidup pada orang lain, sangat kontras dengan Larasati yang selalu berdiri di atas kakinya sendiri. Nyatanya, Arjuna justru berselingkuh di belakangnya selama berbulan-bulan hingga membuat Selly mengandung bayi yang kini diperkirakan sudah mulaj memasuki usia lima bulan kehamilan.
Taksi akhirnya berhenti tepat di depan pagar rumah orang tua Larasati, di daerah Pondok Indah. Dengan langkah yang mantap dan dagu terangkat, ia turun dari mobil, siap menghadapi badai terbesar dalam hidupnya demi menyelamatkan harga dirinya.
"Ibu, Ayah, kumpulkan seluruh keluarga malam ini juga. Pernikahanku dengan Arjuna resmi batal karena bajingan itu sudah menghamili perempuan lain, dan aku tidak sudi membagi sisa hidupku dengan seorang pengkhianat!" ucap Larasati dengan suara lantang dan tegas begitu melangkah masuk ke ruang tamu, mengejutkan kedua orang tuanya yang sedang duduk bersantai.
tadi diawal ngomongnya manis bet ke Selly.
sekarang ditinggal Laras ngomongnya manis ke laras. hadeuh🤭🤭
bagus lah kalian pasang yg cocok sama" bobrok