Mika Sanjaya gadis penguasa yang untuk beberapa saat rela meninggalkan semua harta kekayaan dan kekuasaan untuk bisa bersama seseorang yang pernah menolongnya, suatu saat dirinya adalah seorang gadis cantik dengan banyak talenta dan tak pernah kekurangan apapun, tapi di saat lain dirinya harus merubah pribadi dan penampilannya menjadi gadis kampungan dan kumal yang siap di bully hanya untuk seorang pemuda yang pernah menyelamatkan hidupnya, ada intrik juga cinta di daiamnya, ingin tahu bagaimana cerita selanjutnya? ikuti setiap bab yang outhor up ya🤗😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nawangsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*"Kembali Ke Kehidupan Masing Masing*
Satu Minggu setelah insiden yang menimpa Korie, Korie bingung kenapa Mika tak lagi datang untuk bekerja, bahkan pekerjaan Mika kembali diambil alih oleh Roy.
Korie yang awalnya hanya mengira Mika malu bertemu dengannya setelah malam itupun, akhirnya bertanya kepada Roy sang asisten setelah satu Minggu Mika tak nampak.
"Roy, Mika kemana? kenapa semua pekerjaan yang sudah dialihkan ke dia, kamu ambil alih kembali?"
Tanya Korie yang penasaran tentang Mika
Roy yang mendapat pertanyaan tentang ketidak hadiran Mika selama satu Minggu itupun menjadi bingung untuk memberikan jawaban.
"Emmm... itu Boss anu..."
Belum selesai Roy bicara, Korie yang tak sabar langsung memotong kata katanya.
"Anu apa? bicara yang jelas Roy! onah anu onah anu."
Kata Korie sewot karena Roy terkesan menutup nutupi sesuatu tentang ketidak hadiran Mika beberapa hari terakhir.
Roy sadar jika Korie sedang dalam kondisi hati yang tak baik baik saja karena menghilangnya Mika setelah tragedi malam itu, Roy pun lebih dulu menghirup udara lalu melepaskannya kasar sebelum menjawab pertanyaan Korie.
"Hufff hahhh..... Nona Mika sudah tidak disini Boss, dia sudah kembali ke Paris."
Ucap Roy canggung lalu pergi keluar ruangan untuk menghindari banyak pertanyaan Korie yang jelas jelas dia tidak bisa menjawabnya karena memang tidak tahu.
Roy hanya tahu sebatas Mika kembali ke Paris dan kabar itupun Roy dapat dari Jo setelah dua hari Mika tak datang.
Setelah mendengar jawaban dari Roy, Korie tenggelam dalam lamunannya memikirkan banyak hal yang membuat Mika pergi.
"Aku akan berusaha untuk memantaskan diri agar dapat bersanding denganmu Mika Sanjaya."
Ucap Korie lirih, lalu mulai menyibukkan dirinya dengan semua pekerjaannya.
Sementara di Paris, Mika mulai sibuk dengan rutinitas yang sudah beberapa waktu dia tinggalkan, mulai kembali sibuk di rumah mode-nya dengan banyak rancangan.
Singkat cerita setelah kurang lebih tiga tahun berlalu menjalani kehidupan mereka masing masing dengan obsesif mereka masing-masing juga tentunya.
Di dunia fashion nama Mika Sanjaya mulai mendapat perhatian dan diperhitungkan para pemain dalam dunia model, bahkan produknya beberapa kali ikut dalam lomba fashion show ternama di Paris.
Walau tidak pernah menduduki nominasi sebagai juara dalam setiap event, tapi selalu mendapatkan predikat karya terpopuler karena jumlah penjualan yang selalu booming dipasaran.
Walau begitu tetap saja dunianya tetaplah terasa sunyi tanpa seorang kekasih, bukan karena tak ada yang tertarik dengan kecantikan wajah Asianya, hanya saja setelah dirinya di khianati oleh orang yang pernah dia cintai, kini hatinya membeku.
Tak jarang para pengusaha muda maupun aktor dunia hiburan disana datang dengan berbagai alasan hanya untuk bisa berkenalan dan berharap menjadi satu yang beruntung sekedar menjadi teman dinner atau launcher.
Kali ini seorang pengusaha di bidang showbiz yang telah mengangkat nama beberapa orang artis seni peran menjadi aktor dan aktris terkenal papan atas dunia perfilman juga sedang menebar pesona dan juga perangkap tentunya untuk bisa mendapatkan Mika.
"Either way, you have to try so that I can get that girl named Mika Sanjaya."
"Bagaimanapun caranya, kamu harus berusaha agar saya bisa mendapatkan gadis bernama Mika Sanjaya itu."
Ucap Jorge memerintahkan kepada asistennya.
Jorge adalah tipe orang yang tidak suka pada kegagalan, dirinya merasa tertantang pada sosok Mika gadis Asia yang banyak dirumorkan sulit untuk ditaklukkan.
Karenanya kali inipun dia tidak ingin gagal, biasanya setiap wanita langsung meleleh hanya dengan lirikannya bahkan akan dengan senang hati membuka pahanya untuk bisa one night stand dengan seorang Jorge, tapi berbeda dengan Mika yang bahkan tak tertarik sedikitpun kepadanya.
Pada akhirnya sebuah undangan makan malam datang disampaikan langsung oleh asisten Jorge kepada Mika setelah melewati janji temu lewat sekretaris Mika, sang asisten akhirnya dapat berjumpa langsung dengan Mika.
Sang asisten pun memperhatikan Mika dari atas sampai kebawah menelisik apa kiranya yang membuat sang Boss begitu menginginkan gadis di depannya ini.
"Gadis Asia, apasih hebatnya? cantik standar, manis hanya itu, bahkan aura wanita dewasa saja dia tidak memilikinya tak ada anggun anggunnya sama sekali, entah apa yang Boss lihat dari gadis ini."
Monolog dari asistennya Jorge dan semua tatapan asisten itu tak luput dari penglihatan Mika.
Setelah memberi waktu tamunya untuk memandang dirinya, Mika lalu berdehem membawa sang tamu kembali ke alam sadarnya.
"Excuse sorry Miss Mika, introduce me to Mr. Jorge's assistant and I have come to deliver a dinner invitation from Mr. Jorge."
"Maaf Nona Mika, perkenalkan saya adalah asisten dari Tuan Jorge dan saya datang untuk mengantarkan undangan makan malam dari Tuan Jorge."
Ucap sang asisten lalu memberikan selembar kertas yang berisikan undangan makan malam dari Tuan Jorge.
"Please convey to Mr. Jorge, I received an invitation from him, thank you for the invitation."
"Tolong sampaikan ke Tuan Jorge, saya terima undangan dari beliau, terima kasih atas undangannya.”
Ucap Mika setelah membaca kertas undangan yang diberikan oleh asisten Tuan Jorge.
"Alright, thank you very much, you have accepted his invitation, I'll take my leave back to the office, don't forget to get ready tonight."
"Baiklah, terima kasih banyak, Anda telah menerima undangan beliau, saya permisi untuk kembali ke kantor, jangan lupa bersiaplah untuk malam ini."
Ucap asisten Tuan Jorge sebelum pergi meninggalkan kantor Mika.
Setelah kepergian asisten Tuan Jorge, Mika kembali melihat kertas undangan yang ditulis tangan oleh Tuan Jorge pribadi, tak banyak kata yang ditulisnya hanya kata sapaan lalu ajakan untuk makan malam, tak ada kata kata yang berlebihan seperti rayuan ataupun pujian.
Mika tahu siapa Mr.Jorge, karenanya Mika memilih menerima undangan makan malamnya, khawatir akan menambah musuh jika menolaknya.
Dalam dunia bisnis haruslah pandai dan jeli menilai siapa yang pantas dijadikan kawan daripada lawan, begitupun sebaliknya.
Menjelang malam selepas sholat magrib Mika telah bersiap dengan dress pendek diatas lutut tanpa lengan berwarna hitam dan stoking hitam menutup warna kulit kakinya, dan rambutnya yang terurai lepas.
Untuk aksesorisnya Mika hanya menggunakan jam tanggan kecil di tangan kirinya, jam tangan yang dilengkapi dengan sistem keamanan untuk menjaga pemakainya, dan jam tangan ini bukan jam tangan bermerek yang bisa di dapat bebas dimanapun asal punya uang.
Jam tangan ini hasil kreasi otak cerdas Alvin dan Elvan, yang merupakan orang-orang kepercayaan Willy, yang sejak mengenal Willy keduanya tinggal di rumah Daddy Arjun.
*Maaf ya Readers beberapa hari ini othor gak up, susah ngepasin plot cerita selanjutnya, jangan lupa untuk tetap LIKE KOMENT RATE BINTANG LIMA DAN FAVORITKAN JUGA SECANGKIR KOPI DAN BUKET MAWAR BUKTI TANDA CINTA UNTUK OUTHOR. LOVE YOU ALL 🤗😘😘😘*
harusnya si Rini lempar ke Pluto aja
ini area anu ya
wkwkkwk
sepuasnya lho.. 🤭😅😅
otw nyari maksudnya.. 🤭