Alceena harus menelan kekecewaan saat pernikahannya dibatalkan secara sepihak oleh calon suami, karena ada rumor yang beredar jika dirinya mandul.
Alceena tidak merasa jika dia seperti yang diberitakan pun berniat untuk membuktikan pada seluruh orang bahwa dirinya bisa memiliki keturunan. Dia melakukan program hamil dengan metode inseminasi buatan, memasukkan sel dari bibit kehidupan seorang pria misterius yang bersedia mendonorkan sedikit cairan penting tersebut, tanpa melakukan hubungan badan.
Namun, tanpa Alceena ketahui bahwa pendonor bibit kehidupan tersebut adalah Dariush Doris Dominique, seorang pengusaha muda di Eropa sekaligus musuh dan orang yang selalu dia hindari sejak dahulu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 3
Seluruh tamu undangan saling berbisik menggunjingkan salah satu anak keluarga Pattinson itu. Sorot mata mereka seolah menghardik dan memandang rendah seorang wanita yang tidak bisa memberikan keturunan. Dan satu persatu pun meninggalkan tempat pernikahan.
“Percuma saja menjadi primadona kalau tidak bisa hamil,” celetuk beberapa orang saat melewati wanita berbusana pengantin.
Mendengar Alceena dihina, justru Madhiaz Reiga Pattinson yang emosi. Dia adalah kembaran mempelai wanita yang termasuk dalam spesies berbatang panjang. Keluarga Pattinson memiliki tiga anak kembar, satu pria dan dua wanita.
“Jaga bicaramu!” sentak Madhiaz dengan lantang seraya menunjuk seorang kolega Pattinson yang tadi melontarkan sebuah kalimat menyakitkan.
Alceena menarik tangan Madhiaz saat saudaranya hendak memberikan pelajaran pada orang yang menghina. “Sudah, biarkan saja, mereka hanya manusia-manusia bersumbu pendek.” Dia mencoba menasehati agar tidak terpancing emosi, walaupun dalam hatinya sangat ingin mencakar orang-orang itu. Namun, keanggunannya bisa luntur seketika jika bar-bar di depan umum. Harus membalas dengan cara yang lebih berkelas dibandingkan murahan seperti preman jalanan.
Tuan dan Nyonya Pattinson memberikan pelukan pada putrinya saat tempat itu sudah sepi. “Tak masalah gagal menikah. Suatu saat nanti, pasti kau akan mendapatkan yang lebih baik dari Brandon Brooks.” Sepasang suami istri itu memberikan kekuatan pada Alceena dengan memberikan tepukan di punggung.
Tapi, yang dikuatkan saja justru tidak terlihat raut kesedihan. Dia tidak menangis tersedu-sedu atau meneteskan air mata sedikit pun seperti wanita pada umumnya ketika menghadapi kegagalan dalam percintaan. Emosi di dalam hati Alceena meluruhkan kesedihan yang seharusnya mendominasi.
“It’s okay, aku baik-baik saja, Mom, Dad. Justru seharusnya aku minta maaf karena sudah membuat nama baik Pattinson menjadi buruk di mata publik,” cicit Alceena seraya mengelus lengan kedua orang tuanya. Dan pelukan mereka pun berakhir karena Alceena mulai merasakan sesak diapit oleh dua makhluk hidup.
“Aku akan memberikan balasan pada Brandon yang sudah membuatmu malu seperti ini!” Madhiaz masih saja tidak terima dengan kejadian yang menimpa saudara kembarnya. Dia justru terlihat lebih emosi daripada Alceena.
Alceena menepuk bahu Madhiaz dengan lembut. “Tidak perlu membuang waktumu untuk melakukan itu, lagi pula aku bersyukur atas kejadian ini.”
Penuturan Alceena itu mengundang perhatian kembarannya yang penasaran. Tumben sekali ada orang yang diberitakan buruk oleh media, tapi justru bersyukur. “Kenapa?” Madhiaz dan Cathleen bertanya secara bersamaan.
“Karena aku bisa melihat berapa besar ketulusan Brandon Brooks padaku,” jelas Alceena diakhiri dengan tarikan sebelah bibir yang sinis bercampur miris.
Cathleen meraih bahu Alceena untuk merubah posisi wanita itu hingga berhadapan dengannya. Menelisik setiap detail raut wajah saudara kembarnya. “Kau tidak sedih sedikit pun atau kecewa dengan gagalnya pernikahanmu?”
Alceena menggelengkan kepala. “Tidak!” Dia menarik dua sudut bibir hingga mencetak senyum simpul. “Air mataku terlalu berharga untuk menangisi seorang pecundang yang lebih percaya dengan rumor dibandingkan calon istrinya sendiri!” tegasnya dengan suara yang lantang dan yakin.
Pantang bagi Alceena untuk menangisi seorang pria, walaupun saat ini sudah dipastikan jalannya mendapatkan pasangan tak semulus dahulu. Predikat sebagai primadona sudah pasti akan diremehkan oleh banyak orang. Tapi, semua itu bukanlah masalah yang tidak bisa diatasi oleh seorang Adaire Alceena Pattinson.
Tangan Alceena terulur ke arah Madhiaz. “Berikan aku kunci mobilmu!” pintanya.
“Untuk apa?” tanya Madhiaz dengan menaikkan sebelah alis.
“Membereskan masalah ini!”
...*****...
...Jangan lupa dukung cerita ini dengan like, komen, vote, dan kirim hadiah sebanyak-banyaknya ya bestie....
...Clue dari misteri penyebar rumor kali ini akan membuat kalian pusing bestie. Ayo keluarkan semua teori konspirasi kalian....
...*****...
...Mau promo sedikit bestie. Yuk baca karya temen aku juga sambil nungguin cerita ini update. Judulnya Suami Masa Depan oleh author HaruMini. Blurb dan cover karya di bawah ini ya bestie....