NovelToon NovelToon
Puteri Pengganti Untuk Pangeran Buruk Rupa

Puteri Pengganti Untuk Pangeran Buruk Rupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Shen Kuo Yu, bilioner wanita yang tewas di puncak kejayaannya karena kebocoran jantung, ia terbangun di tubuh Liu Xiao Xiao- gadis malang yang disiksa oleh keluarga angkatnya. Takdir pahit menantinya. Ia dipaksa menggantikan saudari tiri nya untuk menjadi pengantin pengganti dan menikahi Pangeran Keempat yang konon buruk rupa dan berhati kejam.

Shen Kuo Yu akan menaklukan Pangeran itu dan menjadikan nya bidak untuk membalas dendam pada Keluarga Liu yang memperlakukan nya seperti binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25 : Latihan Pedang

​Pagi buta sekali, saat embun masih tebal menutupi dedaunan, Xiao Xiao memutuskan untuk keluar dari kamarnya. Ia membutuhkan udara segar untuk menjernihkan pikiran. Namun, langkahnya terhenti saat ia mendengar suara angin yang terbelah dan benturan logam di halaman belakang paviliun.

​Xiao Xiao berjalan mendekat dan melihat Pangeran Zhi Chen sedang berlatih pedang sendirian. Gerakannya sangat cepat dan bertenaga. Pedangnya berkilat memotong udara, menciptakan pola-pola yang mematikan. Meski separuh wajahnya masih tertutup topeng, keringat yang mengalir di leher dan bidang dadanya menunjukkan betapa seriusnya latihan tersebut.

​Xiao Xiao berdiri terpaku di pinggir halaman. Ia selalu kagum pada kekuatan fisik pria ini.

​Zhi Chen tiba-tiba menghentikan gerakannya. Ia memutar tubuhnya dan menatap ke arah Xiao Xiao.

​"Tidurmu tidak nyenyak, Xiao Xiao?" tanya Zhi Chen dengan napas yang masih sedikit memburu.

​Xiao Xiao melangkah masuk ke area latihan. "Pikiran saya sedang penuh, Pangeran. Melihat Anda berlatih sepertinya lebih menarik daripada berdiam diri di kamar."

​Zhi Chen menyarungkan pedangnya dan mengambil kain putih untuk menyeka keringatnya. "Surat dari Jenderal Liu itu pasti sangat mengganggumu. Apakah kau ingin belajar cara melindungi diri sendiri?"

​Xiao Xiao mengangkat alisnya. "Anda ingin mengajari saya ilmu pedang?"

​"Bukan ilmu pedang yang berat. Tapi cukup untuk membuatmu bisa melarikan diri jika dalam keadaan terdesak," jawab Zhi Chen. Ia mengambil sebuah pedang kayu kecil dari rak senjata dan melemparkannya ke arah Xiao Xiao.

​Xiao Xiao menangkap pedang kayu itu dengan cekatan. Instingnya dari kehidupan masa lalu sebagai wanita karir yang tangguh membuatnya tidak mudah menyerah. Ia mencoba menirukan salah satu gerakan tebasan yang dilakukan Zhi Chen tadi.

​"Salah. Peganganmu terlalu kaku. Jika kau memegang pedang seperti itu, lawanmu hanya perlu satu sentuhan untuk menjatuhkannya," ujar Zhi Chen.

​Zhi Chen berjalan ke belakang Xiao Xiao. Ia memegang tangan Xiao Xiao, memperbaiki posisi jemarinya di gagang pedang kayu itu. Tubuh Zhi Chen yang hangat terasa sangat dekat dengan punggung Xiao Xiao. Aroma maskulin dan sisa keringat dari latihan pagi itu menyeruak masuk ke indra penciuman Xiao Xiao, membuatnya sempat kehilangan fokus sejenak.

​"Fokus, Xiao Xiao. Musuhmu tidak akan menunggumu melamun," bisik Zhi Chen tepat di dekat telinganya.

​Xiao Xiao berdehem kecil untuk menutupi kegugupannya. "Saya fokus, Pangeran."

​Mereka berlatih selama hampir satu jam. Zhi Chen mengajari Xiao Xiao cara menangkis dan mencari celah di pertahanan lawan. Meskipun Xiao Xiao beberapa kali hampir terjatuh karena lelah, ia tetap berdiri dan mencoba lagi. Ketangguhan Xiao Xiao membuat Zhi Chen semakin terkesan. Gadis ini bukan hanya otak dari segala rencana, tapi juga memiliki semangat baja.

​Latihan terhenti saat Mao datang dengan wajah cemas sambil membawa nampan berisi teh hangat.

​"Nona! Pangeran! Ada tamu yang menunggu di aula depan," lapor Mao dengan napas terengah.

​"Siapa?" tanya Zhi Chen sembari melepaskan pegangannya dari tangan Xiao Xiao.

​"Utusan dari Istana Utama, Pangeran. Tapi kali ini bukan Kasim Li. Ini adalah pelayan pribadi dari Selir Agung yang kemarin kita tolong. Katanya ada kabar sangat penting mengenai perjamuan musim dingin yang akan datang."

​Xiao Xiao meletakkan pedang kayunya. Ia menatap Zhi Chen. "Sepertinya jaringan informasi kita sudah mulai bekerja."

​Zhi Chen mengangguk. "Mari kita temui dia. Bersiaplah, Xiao Xiao. Perjamuan musim dingin ini akan menjadi panggung utama bagi kita."

​Xiao Xiao tersenyum tipis. Ia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena latihan tadi. Ia tahu bahwa setiap langkah yang ia ambil sekarang akan membawanya lebih dekat pada kebebasan yang ia impikan, atau justru ke dalam bahaya yang lebih besar.

***

Happy Reading❤️

Mohon Dukungan

● Like

● Komen

● Subscribe

● Ikuti Penulis

Terimakasih ^_^ ❤️

1
sahabat pena
ayuk semangat pangeran...
sahabat pena
nyesel deh... tp tangan istri mu yg indah sdh terluka.. kau yg memberi jarak.. skrg gmn reaksi xiao. menjaga jarak jg tdk dgn pangeran
ANWi: bener banget kak ~
total 3 replies
sahabat pena
pangeran nya 4 kemah... mau aja masuk jebakan putra mahkota. kenapa td gudang nya ga dibakar aja xiao?
ANWi: xiao xiao : nanti meledak kak ada bubuk mesiu trs bukti kejahatan nya ilang
total 1 replies
sahabat pena
menegangkan...
sahabat pena
syukur lah terpecah kan. ternyata kaisar nya bijaksana dlm mengambil keputusan... ayuk balas putra mahkota.. guling kan putra mahkota
si kecil nikkey
lanjuuttt mantaapp
si kecil nikkey
lanjuuttt.....ceritanya seruu
ANWi: makasi suda mampir kaka si kecil nikkey~
total 1 replies
si kecil nikkey
liu xiu menuju kesialannya
Murni Dewita
double up thor
ANWi: siap kak~
total 1 replies
sahabat pena
lanjut kak💪
ANWi: siap kak~
total 1 replies
saniamycloe
cerita nya menarik dan membuat saya penasaran untuk melihat part selanjut nya.
ANWi: mkasi ulasan nya ka sania~
total 1 replies
Murni Dewita
👣
Mila Sari
baru baca, udah penasaran ceritanya thor💪
ANWi: makasi sudah mampir kaka cantik~
total 1 replies
sahabat pena
setelah menegangkan... skrg melihat keuwuan mereka berdua.. so sweet. lanjut kak.
ANWi: siap kak~
total 1 replies
sahabat pena
langkah awal menang... masih hrs waspada..lanjut..
sahabat pena
ututututu... pengeran bisa berkata romantis jg😍😍😍
sahabat pena
dag dig ser nih... nunggu cerita berikut nya.. 🤣🤣🤣lanjut kak
sahabat pena
eh kok up nya cuma 1 kak
ANWi: maaf kak, lagi liburan , tanggal merah hehe
total 1 replies
gacadam
suka
gacadam
baru baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!