NovelToon NovelToon
Istri Cerdik Pak Kades

Istri Cerdik Pak Kades

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: habbah

Arum, seorang sarjana ekonomi yang cerdas dan taktis, terpaksa menikah dengan Baskara, Kepala Desa muda yang idealis namun terlalu kaku. Di balik ketenangan Desa Makmur Jaya, tersimpan carut-marut birokrasi, manipulasi dana desa oleh perangkat yang culas, hingga jeratan tengkulak yang mencekik petani.

Baskara sering kali terjebak dalam politik "muka dua" bawahannya. Arum tidak tinggal diam. Dengan kecerdikan mengolah data, memanfaatkan jaringan gosip ibu-ibu PKK sebagai intelijen, dan strategi ekonomi yang berani, ia mulai membersihkan desa dari para parasit. Sambil menata desa, Arum juga harus menata hatinya untuk memenangkan cinta Baskara di tengah gangguan mantan kekasih dan tekanan mertua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon habbah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Rahasia di Balik Sumur

Nagasari menyambut mereka dengan bau tanah basah dan suara jangkrik yang saling bersahutan. Bagi Arum, kembali ke desa ini setelah melanglang buana ke ujung dunia terasa sangat aneh. Desa ini terlihat maju dengan lampu-lampu jalan bertenaga surya, namun ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.

"Rum, kamu melamun?" tanya Baskara lembut. Ia meletakkan tangannya di bahu Arum. Tangannya terasa kasar, sisa dari kerja keras mereka bertahan hidup selama ini.

Arum menoleh dan tersenyum tipis, meski matanya nampak lelah. "Aku hanya berpikir, Mas. Dulu kita memulai semuanya dari sini karena ingin jujur soal uang desa. Sekarang, kita kembali membawa beban rahasia seluruh dunia."

Mereka berjalan menuju halaman belakang rumah lama mereka. Baskara menyalakan alat pemindai tanah dengan gerakan yang sangat hati-hati. Di layar alat itu, muncul sebuah kotak besar yang tersembunyi jauh di bawah sumur tua mereka.

"Rasyid benar-benar gila," bisik Baskara. "Dia menanam pusat data paling penting tepat di bawah tempat kita mengambil air wudu setiap pagi."

Arum berlutut di tepi sumur. Ia meraba semen tua yang sudah berlumut itu. "Ini bukan sekadar data, Mas. Ini adalah 'Kunci Induk'. Jika kunci ini jatuh ke tangan yang salah, mereka bisa menghapus utang orang kaya dan menambah beban orang miskin hanya dengan satu kali klik."

Tiba-tiba, suara deru mesin mobil terdengar dari kejauhan. Lampu sorot membelah kegelapan malam, menyapu dinding rumah mereka.

"Jaka! Monitor posisi mereka!" seru Arum melalui alat komunikasi kecil di telinganya.

Di ujung sana, Jaka menjawab dengan suara yang bergetar. "Bu... ada lima mobil hitam. Mereka bersenjata lengkap. Saya... saya takut, Bu. Apa kita harus lari?"

Arum terdiam sejenak. Ia bisa merasakan ketakutan Jaka. "Tarik napas, Jaka. Kamu sudah sejauh ini bersama kami. Jaga koneksinya tetap stabil, itu saja yang aku minta. Kamu pahlawannya malam ini."

Arum segera menghubungkan laptopnya ke kabel tersembunyi di sela-sela batu sumur. Jarinya menari di atas papan tik, tapi kali ini bukan dengan kecepatan mesin. Ia mengetik dengan penuh perasaan. Ia tahu, jika ia salah langkah, warga desanya bisa jadi korban.

"Mas, jaga gerbang," pinta Arum.

Baskara mengangguk. Ia tidak punya senjata canggih, hanya sebuah linggis besi tua dan keberanian untuk melindungi istrinya. Ia berdiri tegak di balik pintu pagar, menatap lampu-lampu mobil yang semakin dekat.

Di layar laptop Arum, muncul sebuah pertanyaan penentu:

"Apakah kebenaran layak diperjuangkan jika harganya adalah ketenangan?"

Arum berhenti sejenak. Ia melihat ke arah rumah-rumah warga desa yang lampunya sudah padam, di mana orang-orang tidur dengan lelap tanpa tahu bahaya yang mengintai. Ia memikir kan Marno, memikirkan anak-anak sekolah di Nagasari.

"Layak," jawab Arum dalam hati sambil menekan tombol kirim.

Seketika, data rahasia itu pecah menjadi jutaan kepingan kecil dan tersebar ke internet. Ia tidak memberikannya pada pemerintah atau bank, tapi ia membagikannya kepada publik. Sekarang, tidak ada lagi rahasia yang bisa disembunyikan. Semua orang bisa melihat ke mana uang mereka pergi.

Mobil-mobil hitam itu berhenti tepat di depan pagar. Namun, saat para pria bersenjata itu hendak turun, ponsel mereka berbunyi serentak. Perintah mereka dibatalkan. Atasan mereka telah kehilangan kekuasaan karena rahasia mereka baru saja terbongkar di depan mata seluruh rakyat.

Baskara mengembuskan napas lega. Ia menjatuhkan linggisnya ke tanah dengan bunyi dentang yang keras. Ia berjalan mendekati Arum yang masih terduduk lemas di depan sumur.

"Sudah selesai, Rum?" tanya Baskara lirih.

Arum menutup laptopnya pelan. Ia bersandar di dada Baskara, merasakan detak jantung suaminya yang masih berdegup kencang. "Sudah, Mas. Kuncinya sudah aku buang. Sekarang, dunia punya kuncinya masing-masing."

Malam itu, Nagasari kembali sunyi. Tidak ada ledakan, tidak ada baku tembak. Hanya ada dua orang manusia yang akhirnya merasa bisa bernapas lega di tanah kelahiran mereka sendiri.

Meskipun mobil-mobil itu sudah menjauh, Arum masih belum beranjak dari bibir sumur. Tubuhnya terasa gemetar, sebuah reaksi alami setelah ketegangan yang memuncak. Di telinganya, suara Jaka terdengar kembali, kali ini tidak lagi bergetar ketakutan, melainkan penuh semangat.

"Bu Arum! Berhasil! Server mereka di pusat langsung lumpuh karena jutaan orang mengakses data itu secara bersamaan. Mereka tidak bisa menghapusnya lagi!" seru Jaka dari balik radio komunikasi.

Arum menarik napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungnya. "Bagus, Jaka. Sekarang, matikan semua koneksi kita. Hapus semua jejak lokasimu, lalu istirahatlah. Kamu sudah melakukan pekerjaan besar."

Baskara membantu Arum berdiri. "Rum, apa yang akan kita lakukan dengan alat-alat di bawah sumur ini? Jika seseorang menemukannya lagi..."

Arum menatap lubang sumur yang gelap itu. Di bawah sana, hard drive kristal yang menjadi otak dari sistem global masih terpasang. Ia tahu, meskipun data sudah disebar, perangkat fisik itu tetap berbahaya jika jatuh ke tangan orang yang salah di masa depan.

"Kita harus mengakhirinya di sini, Mas. Benar-benar berakhir," jawab Arum mantap.

Ia menekan serangkaian kode terakhir di laptopnya. Ini adalah Protokol Penghapusan Mandiri. Arum memerintahkan sistem di bawah tanah untuk membakar seluruh sirkuitnya sendiri secara permanen. Tak lama kemudian, terdengar suara letupan kecil dari kedalaman sumur, diikuti kepulan asap tipis yang segera hilang tertiup angin malam.

"Sekarang, itu hanya sekadar besi tua di bawah tanah," Arum menutup laptopnya dengan pelan.

Mereka berdua berjalan menuju teras rumah. Nagasari yang biasanya sunyi kini terdengar riuh. Dari rumah-rumah tetangga, terdengar suara obrolan warga yang kaget melihat berita di televisi dan ponsel mereka. Kebenaran yang dilepaskan Arum telah sampai ke tangan rakyat, bahkan sampai ke pelosok desa.

"Rum," panggil Baskara saat mereka duduk di kursi kayu teras. "Setelah ini, dunia akan tahu namamu. Mereka akan mencari mu untuk bertanya, untuk meminta pertanggungjawaban, atau mungkin untuk berterima kasih."

Arum menggeleng pelan sambil menatap hamparan kebun di depan rumahnya. "Tidak, Mas. Mereka tidak akan menemukan nama 'Arum' di dalam data itu. Aku sudah memastikan semuanya anonim. Biarlah mereka fokus pada kebenarannya, bukan pada siapa yang membongkarnya."

Baskara tersenyum, merasa lega. Ia tahu istrinya tidak pernah mencari panggung. Arum hanya ingin keadilan, sebuah keinginan sederhana yang membawanya mengelilingi dunia.

"Besok pagi, aku akan mulai mencangkul lagi di kebun," kata Baskara. "Kita punya bibit cabai yang harus ditanam."

Arum tertawa kecil, suara tawa yang sudah lama tidak terdengar. "Dan aku akan membantumu. Tapi jangan protes kalau hasil audit ku bilang barisan tanamanmu kurang lurus."

Mereka berdua duduk berdampingan, menikmati sisa malam di tanah kelahiran mereka. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, Arum merasa benar-benar pulang. Bukan hanya pulang ke rumah secara fisik, tapi pulang ke dalam kedamaian nuraninya sendiri.

1
Ris Tanti
seperti sebuah kisah nyata..
Wanita Aries
keren thor
Wanita Aries
seruu dan menegangkan
Wanita Aries
keren thorr
Wanita Aries
seruuu thor
Wanita Aries
mampir thorrr
Chelviana Poethree
ijin mampir thor
piah
bagus ..
menegangkan ..
Agustina Fauzan
ceritanya seru dan d
Agustina Fauzan
ceritanya seruuu...tegang...

lanjut thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!