Kiran, gadis cantik yang selalu setia menemani kekasihnya dalam suka mau pun duka. Ia mampu berdiri di belakang kekasihnya yang bernama Devgan, seorang pria yang berprofesi sebagai pengamen. Karena Kiran ia mampu membuktikan kepada semua orang bahwa dirinya layak menjadi pendamping sang pujaan hati.
Suatu ketika, Devgan yang kerap dipanggil Dev itu berhasil menjadi orang terkenal dengan lagu-lagu yang diciptakannya, menjadi seorang penyanyi adalah impiannya sejak kecil. Tapi, disaat ia berhasil, pertahanan kesetiaannya mulai goyah karena ada seorang gadis yang selalu mengisi kesibukannya di dalam dunia hiburannya. Tanpa ia sadari bahwa itu hanyalah godaan dalam kariernya yang tengah melejit.
Lalu, mampukah Kiran mempertahankan kekasihnya itu? Atau malah pergi karena tak ingin menghancurkan nama baik kekasihnya yang tengah naik daun dengan kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung benih yang dititipkan oleh kekasihnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon febyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
"Ayo cepat!" Orang bertubuh tinggi besar itu menarik lengan Kiran dengan kasar, bahkan sampai terseret. Begitu pun juga dengan Krish. Bocah itu terjatuh karena tak bisa mengimbangi langkah pria itu.
"Krish." Kiran terkejut dan hatinya terasa sakit melihat jagoannya tersungkur di tanah.
"Mommy, sakit," keluh anak itu.
Karena menjadi penghalang untuk mempercepat mereka sampai, pria itu akhirnya menggendong Krish seperti membawa satu karung beras. Dan Kiran tetap di bawah tekanan lelaki itu.
Jalanan mulai terang, Kiran celingak-celinguk. Dia berharap ada orang atau mobil yang melintas. Beruntung, pria itu ternyata membawanya ke tepi jalan. Dan di sebrang jalan sana terdapat sebuah mobil yang sepertinya memang menunggu kedatangan mereka.
***
"Sial!" rutuk Sunil saat dia terkena macet. Dia langsung memutar arah dan mencari jalan tikus. Dia pergi di mana titik terakhir Kiran turun bersama anaknya.
Lalu dia pergi menuju ke arah pria itu membawa Kiran setelah diberi petunjuk oleh sang supir. Jalan yang dilalui tak bisa dilewati oleh mobil, dan terpaksa Sunil harus berjalan kaki. Beruntungnya, di sana ada salah satu warga yang melintas. Dia melambaikan tangan mencegat pengendara itu. Tuhan berpihak padanya, nyatanya orang itu mengenalnya dari berbagai acara yang sering tayang di tv.
"Tuan Sunil ya, manager penyanyi terkenal itu?" tanyanya.
"Iya, boleh beri saya tumpangan? Saya sedang mencari seseorang tapi jalan ini tidak bisa dilalui mobil," kata Sunil.
"Tuan mau kemana? Jalan ini angker, Tuan," jelasnya.
"Tapi saya harus lewat sini, apa Anda takut? Kalau takut boleh saya pinjam motornya?" pintanya kemudian.
Orang itu ragu untuk memberikan kunci motornya, tapi dengan cepat Sunil mengeluarkan semua uang yang ada di dalam dompetnya lalu memberikannya pada orang itu. Jelas, pemilik motor itu sangat senang karena uang yang didapatnya ternyata cukup banyak.
"Ya, silahkan, Tuan. Motor itu milik Anda sekarang," ucapnya.
Dengan segera, Sunil mengendari motor itu dengan kecepatan tinggi. Tidak peduli dengan jalan sempit dan berbatu, yang ada dipikirannya saat ini adalah Kiran dan Krish. Kalau terjadi sesuatu dengan mereka, maka, ia sendiri taruhannya. Dev bisa marah besar dan mungkin bisa menghabisinya.
Pasalnya, Dev meminta Kiran untuk pergi bersama-sama. Tapi Sunil malah berpendapat lain, akhirnya, Dev percaya akan hal itu. Namun, apa yang terjadi? Semua di luar ekspektasi, dia tidak tahu kalau orang itu berniat buruk. Padahal, dia sudah cukup kenal lama dengan pengawal itu.
Pada saat di penghujung jalan, Sunil seperti melihat yang dia kenal. Dari jauh, dia kenal betul bertubuh tinggi besar itu. Apa lagi ada seorang anak kecil yang tengah digendong, lalu melihat seorang wanita yang ditarik paksa. Tidak salah lagi, Sunil melihat siapa yang ada di depan jalan sana.
"Itu mereka." Sunil mempercepat lajunya. Namun, tiba-tiba dari jalan berlawanan dia melihat mobil berpacu cukup kencang. Apa yang orang itu lakukan? Apa tidak melihat ada tiga orang di hadapannya? pikir Sunil.
"Awas!" teriak Sunil cukup kencang.
Pengawal itu menurunkan Krish, dan segera Kiran menarik anaknya. Lalu... Mobil itu menghantam pengawal yang berniat jahat itu, dia terkapar dan berlumur darah.
"Astaga." Kiran bernapas lega dan langsung memeluk tubuh putranya.
"Mommy." Krish menangis sejadi-jadinya, dia melihat seseorang tertabrak tepat di hadapannya. Krish juga sangat ketakutan.
"Tidak apa-apa, sayang. Syukur kita selamat," ucap Kiran.
Lalu, mobil yang berada di sebrang sana pun melaju meninggalkan lokasi. Orang itu meninggalkan jejak, padahal dia hampir berhasil dengan niatnya yang ingin menculik Kiran dan Krish.
"Rohit," batin Kiran. Walau sepintas, tapi dia mengenal pria itu. Pria yang pernah dia tolak bahkan dari penolakan itu hampir melecehkannya.
"Nona Kiran, kau tidak apa-apa?" tanya Sunil. Dia pun menghampiri dan segera mengecek keadaan Krish. "Ini berdarah," ucap Sunil lagi.
Tubuh Kiran masih gemetar, apa lagi dia saat melihat pengawal itu masih tergeletak di jalan. Mobil yang menabraknya entah pergi kemana.
"Lalu dia bagaimana?" tanya Kiran.
"Biarkan saja, ada yang lebih penting dari ini." Jelas, Sunil lebih ingat pesan Dev. Dalam waktu dekat dia harus segera sampai di tempat konser di mana Dev tengah berada di sana. Lelaki itu pasti sudah menunggu.
"Tapi Krish harus dibawa ke klinik terdekat lebih dulu," kata Sunil. "Tapi Dev juga menunggumu, gimana ini ya?" Sunil jadi serba salah. "Yang penting kita pergi dulu dari sini."
Kiran dan Krish akhirnya naik motor bersama Sunil, setibanya di tempat tadi, Sunil mengembalikan motor pada pemiliknya. Dia juga segera ke mobil karena dikejar waktu, Sunil yakin kalau Dev sedang menunggu.
***
Sunil mengantar Kiran lebih dulu ke tempat konser, dan ia juga langsung pergi lagi bersama Krish. Dia tidak ingin konser itu menjadi kacau karena ulahnya.
"Pergilah dan temui Dev, aku akan membawa Krish ke rumah sakit," tutur Sunil.
Kiran melihat kearah putranya yang tengah di gendong, lalu mengusap pipi gembul nya.
"Mommy temui Daddy, aku akan baik-baik bersama paman Sunil," terang Krish. "Ayolah, Mommy. Aku mau Mommy dan Daddy bersatu."
Tutur kata Krish bagai penyemangat untuknya, Kiran mengangguk mantap. Dia tak akan lagi nengok ke belakang. Apa yang sudah terjadi akan menjadi pelajaran dalam hidupnya. Dia juga akan membuktikan pada orang tuanya bahwa Dev laki-laki yang bertanggung jawab.
***
Dev masih berada di atas panggung, dan itu adalah lagu terakhirnya. Di penghujung lagi, Kiran muncul di sorot lampu dan Dev tersenyum. Dia sudah was-was karena takut Kiran tidak datang, pasalnya, wanita itu belum mengatakan apa pun terkait hubungannya.
Dan sepertinya malam ini akan menjadi malam sejarah baginya. Tapi Kiran malah tak karuan, apa lagi soal Krish. Dev pasti marah karena anaknya terluka.
____
Rekomendasi hari ini, jangan lupa mampir🥰🥰
kiran anak orang kaya, hidup miskin dan jadi pelayan.
Kriss anak orang terkenal, cucu orang kaya. tapi mau makan sepotong daging saja tak tersampaikan.
Thoor pertemukan Dev dengan Kiran.
kebahagiaan mereka di ujung jari mu thoor.
semangat terus dan sukses bikin aku mewek trus mbak Febyanti