NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Kristal

Pendekar Pedang Kristal

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Balas Dendam / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Chen Kai menyaksikan kehancuran Klan Kristal dengan kedua matanya sendiri.Namun pelakunya bukan musuh… melainkan kakaknya sendiri.

Seolah kematian sekali belum cukup, ia dipaksa tenggelam dalam ilusi—menyaksikan pembantaian itu seribu kali, tanpa bisa berteriak, tanpa bisa mati.

Sejak hari itu, hidup Chen Kai hanya memiliki satu tujuan yaitu balas dendam.Ia menapaki jalan berdarah, mengejar bayangan sang kakak,mengasah kebencian sebagai kekuatan untuk bertahan hidup.

Namun, semakin dekat ia pada kebenaran,semakin retak keyakinannya.Karena di balik pembantaian Klan Kristal,tersimpan rahasia yang tak pernah ia bayangkan—sebuah kebenaran yang mungkin akan menghancurkan dendam itu sendiri.

Saat semuanya terungkap…

siapakah sebenarnya yang pantas disebut monster?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 10: Bayangan di Atas Salju Merah(1)

​Hening mencekam menyelimuti puncak gunung. Satu-satunya suara yang terdengar adalah deru angin dan tetesan darah dari pedang Chen Kai yang jatuh ke salju. Tiga pemburu bayaran itu berdiri dalam formasi segitiga, mengepung Chen Kai dan Lin Xia yang masih terkejut karena serangan mendadak tadi.

​"Tuan Chen Kai... tangan mereka..." bisik Lin Xia dengan suara bergetar.

​Chen Kai melirik ke arah tangan para pemburu itu. Di pergelangan tangan mereka terdapat tato bergambar tengkorak yang dilingkari ular—simbol dari Sekte Bayangan Gagak, kelompok pembunuh bayaran yang terkenal karena kekejamannya di wilayah perbatasan kekaisaran.

​"Sekte Bayangan Gagak," ucap Chen Kai dengan nada yang sangat dingin. "Kalian cukup berani untuk menyusup ke wilayah pelatihan Akademi Kekaisaran Langit. Siapa yang membayar kalian?"

​Pria bertopeng di tengah, yang tampaknya pemimpin kelompok, tertawa kering. "Kepalamu dihargai sangat mahal oleh seseorang yang ingin Klan Kristal benar-benar musnah dari muka bumi, Nak. Tapi melihat kau membawa gadis cantik itu... kami pikir kami bisa bersenang-senang sedikit sebelum mengirimmu ke neraka."

​Mendengar kata-kata kotor itu, aura di sekitar Chen Kai mendadak berubah. Jika sebelumnya auranya seperti es yang tenang, kini auranya meledak seperti badai salju yang dahsyat.

​"Lin Xia, ambil permata itu dan mundur ke belakang batu besar di sana." perintah Chen Kai tanpa menoleh.

​"Tapi Tuan—"

​"SEKARANG!" gertak Chen Kai.

​Lin Xia segera merangkak, memungut Inti Kristal Es yang terjatuh, dan berlari menuju perlindungan. Namun, pemburu yang memegang busur tidak membiarkannya pergi begitu saja. Ia menarik tali busurnya, menciptakan tiga anak panah energi hitam sekaligus.

​"Gadis itu tidak boleh lari!" teriak si pemanah sambil melepaskan tembakan.

​Wush! Wush! Wush!

​Tiga anak panah itu melesat menuju punggung Lin Xia. Namun, sebelum menyentuh helai rambut gadis itu, sebuah kilatan perak memotong udara.

​KLANK!

​Chen Kai muncul di depan lintasan panah tersebut, menebas ketiganya hingga meledak menjadi kabut hitam. Tanpa membuang sedetik pun, ia menjejakkan kakinya ke salju, melesat maju ke arah sang pemanah secepat kilat.

​"Beraninya kau mengalihkan pandangan dariku," desis Chen Kai.

​"Seni Pedang Kristal: Langkah Bayangan Es!"

​Tubuh Chen Kai seolah terbagi menjadi tiga bayangan kristal yang menyerang dari arah berbeda. Sang pemanah panik, ia mencoba menarik belati dari pinggangnya, namun ia terlalu lambat.

​CRASH!

​Pedang Chen Kai menebas lengan kanan sang pemanah hingga putus dari bahunya. Darah hitam—akibat kultivasi energi jahat—menyembur ke udara, membekukan salju di sekitarnya seketika.

​"AAARRRGGHH! TANGANKU!" teriak sang pemanah sambil jatuh berlutut.

​"Satu." ucap Chen Kai datar. Ia tidak berhenti. Ia memutar tubuhnya, menggunakan momentum untuk menendang dada sang pemanah hingga tulang rusuknya terdengar remuk, melempar tubuh pria itu menghantam pohon pinus hingga tumbang.

​Dua pemburu lainnya tertegun. Mereka tidak menyangka bahwa seorang remaja bisa bergerak secepat dan sebrutal itu.

​"Jangan diam saja, Bodoh! Gunakan formasi pengikat!" teriak sang pemimpin.

​Pria kedua, yang bertubuh kekar, menghantamkan kapak besarnya ke tanah. "Domain Bayangan: Penjara Gravitasi Hitam!"

​Lumpur hitam pekat keluar dari bawah kaki Chen Kai, mencoba menariknya masuk ke dalam tanah. Di saat yang sama, sang pemimpin kelompok melesat maju dengan dua belati beracun, mengincar titik buta di leher Chen Kai.

​Lin Xia, yang melihat dari balik batu, merasa jantungnya hampir berhenti. "Tuan Chen Kai! Di belakangmu!"

​Ia tahu ia tidak bisa hanya diam. Dengan tangan gemetar, ia mengambil botol cairan kimia berwarna kuning terang—cairan Minyak Naga Mendidih. Ia melemparkannya ke arah lumpur hitam yang mengikat kaki Chen Kai.

​"Meledaklah!"

​BOOM!

​Ledakan api dari cairan itu memberikan reaksi ekstrem terhadap energi hitam, menciptakan ledakan uap yang memecah konsentrasi sang pengguna kapak. Ikatan di kaki Chen Kai terlepas sesaat.

​Chen Kai menggunakan celah sempit itu. Ia melompat dari uap panas, tubuhnya berputar di udara.

​"Seni Pedang Kristal: Taring Langit Utara!"

​Pedang kristalnya memanjang secara ilusi, menebas lurus ke arah pemimpin kelompok yang sedang menerjang.

​TING!

​Belati sang pemimpin patah berkeping-keping. Luka dalam melintang di dadanya, memperlihatkan tulang putih di balik jubah hitamnya. Ia terlempar mundur belasan meter, memuntahkan darah segar yang bercampur dengan energi Qi yang kacau.

​Chen Kai mendarat dengan anggun, pedangnya masih mengeluarkan uap dingin. Matanya menatap tajam ke arah dua pemburu yang masih hidup. "Siapa lagi yang ingin merasakan dinginnya pedangku?"

​Di kejauhan, sang pemanah yang lengannya putus mulai merayap menjauh, namun matanya memancarkan kegilaan. Ia mengeluarkan sebuah peluit kecil dan meniupnya. Sebuah suara melengking tinggi bergema di seluruh puncak gunung.

​"Hahaha... kau... kau sudah tamat, Bocah..." rintihnya sambil tertawa kesakitan. "Penyergap utama kami... baru saja tiba..."

​Chen Kai mengerutkan kening. Ia merasakan sebuah aura yang jauh lebih kuat dari ketiga orang ini sedang mendekat dari langit.

1
Nanik S
apakah mereka sampai ke Kuil Langit
YANI AHMAD
baru tau ada kultivator pake ketapel 😅😅
YANI AHMAD
good job Thor 😍😍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hancurken 🔥🦀
Etan Ballideeg Bloodo
Sasuke
Nanik S
Kia... membangkitkan Mayat..
Nanik S
Kai... mereka mau memakan kita
Nanik S
Mengganggu Lin Kia
Nanik S
Kisah yang mengharukan
Nanik S
KXia sudah mulai Normal hatinya
Nanik S
Kai... betapa pusingnya mengajari Xia
Nanik S
Lin Xia... jiwanya sudah orang lain
Nanik S
Pengganggu harus disingkirkan
Nanik S
Cuuuuuus
Nanik S
Apakah Lin Xia akan sadar kembali
Nanik S
Boneka mayat
Nanik S
Semoga Lin Xia sedikit demi sedikit bisa mengingat
Nanik S
Kai... kenapa memaksakan diri membuat Lin Xia bangkit
Nanik S
Kia... kenapa jadi hantu
Nanik S
Apakah Dia akan menjadi Iblis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!