S 1.Rahim 500 Juta
S 2. Cinta Untuk Kanaya
Tania Lorenza, gadis muda yang berprofesi sebagai cleaning service di sebuah perusahaan, dan juga memiliki pekerjaan sampingan menjadi pelayan cafe saat malam hari. Dua pekerjaan itu ia lakoni untuk mengumpulkan uang buat biaya pasang ring jantung ayahnya.
Suatu hari Tania mendapat tawaran oleh direktur utama perusahaan tempatnya bekerja, untuk digunakan rahimnya sebagai bahan percobaan mengandung anak sang direktur tersebut.
Vino Erlangga, seorang direktur utama yang terpaksa mencari seseorang untuk ia sewa rahimnya sebagai percobaan dan pembuktian kepada istrinya yang selalu mengklaim dirinya tidak bisa memiliki keturunan.
Akankah Tania menerima tawaran tersebut, lantaran butuh biaya banyak untuk ayahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RAHIM 500 JUTA~BAB 34
Setelah Bara berpamitan untuk kembali ke kantor, Vino pun bergegas menuju kamar nya menghampiri Tania di kamar. Ada sesuatu yang ingin ia bicarakan pada wanita itu, dan ini penting menyangkut soal anak nya nanti.
Namun, saat membuka pintu kamar Vino terpaku di ambang pintu melihat penampilan Tania yang membuat jakun nya naik turun.
Vino sampai tak bisa berkedip melihat Tania hanya memakai tank top sehingga kulit putih nya terekspos dengan jelas. Padahal sebelum nya wanita itu mengenakan dress selutut. Gerakan bola mata Vino mengabsen seluruh tubuh Tania, hingga berhenti pada bibir berwarna peach yang baru beberapa saat lalu ia cicipi.
Sebelah tangan Vino mendorong pintu kamar, lalu dengan pelan ia melangkah ke arah di mana Tania berdiri menatap nya sambil tersenyum nakal.
Vino menarik tubuh Tania sehingga perut buncit wanita itu bertabrakan dengan perut sixpack nya.
"Apa kau ingin menggoda ku, hum?" Bisik Vino tepat di telinga Tania yang membuat wanita hamil itu bergidik merasakan deru nafas nya yang terasa hangat.
Vin menangkup wajah tirus Tania dan menatap nya dengan lekat.
"Jika seperti ini terus aku bisa candu dengan mu, kalau sudah seperti itu bagaimana nanti kalau kau sudah pergi? Siapa yang akan menemani aku tidur, sementara kau tahu sendiri aku dan Elza sudah resmi bercerai."
Tania mengulum senyum, ia memainkan jari-jarinya di wajah Vino membelai wajah tampan yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu lalu mengusap bibir seksi milik Vino.
"Pak Vino tampan dan mapan, aku rasa tidak akan sulit mencari Perempuan untuk mendampingi Bapak." ujar Tania, ia mengalihkan tatapan nya dari bibir Vino pada kedua mata yang menatap nya dengan sayu.
"Bagaimana kalau aku menginginkan mu yang mendampingi aku?" tanya Vino.
Tania terkekeh, "Seperti nya aku harus mengingatkan Pak Vino tentang surat perjanjian kita, jika hubungan kita hanya sebatas kerja sama pinjam rahim dan jika kontrak nya sudah selesai maka aku harus pergi seteleh menerima bayaran ku." ucap Tania mengingatkan.
Vino menghela nafas nya, ia menarik tubuh Tania untuk lebih mendekat jika saja tak ada perut buncit itu tubuh mereka akan menempel bak perangko.
"Apa kau tidak pernah berpikir ingin terus bersama anak mu, hum?" tanya Vino.
"Ingin, aku sangat ingin. Aku terkadang merasa sedih memikirkan hal itu, tapi mau bagaimana lagi? Anak ini bukan milik ku, aku hanya bertugas mengandung dan melahirkannya." jawab Tania. Wajah nya tiba-tiba berubah sendu, begitu pun Vino yang entah bagaimana mengatakan pada Tania tentang suatu keinginan yang bukan saja hanya untuk anak nya, namun juga untuk diri nya sendiri.
"Oh ya, Pak Vino bilang ada yang ingin Bapak bicarakan pada ku, apa?" tanya Tania.
"Dari tadi kita sudah membicarakan nya, Tania. Kau saja yang seperti nya tidak mengerti dengan ucapan ku. Apa kau tidak ingin terus berada di samping ku, membesarkan anak kita bersama-sama." Vino menatap lekat kedua mata Tania menanti jawaban dengan dada yang bergemuruh.
Vino tidak bisa membohongi diri nya, bahwa selama bersama Tania ia merasakan kenyamanan yang tidak pernah ia dapatkan bersama Elza. Semakin dekat hari persalinan Tania, entah kenapa ia merasakan keresahan memikirkan Tania yang akan pergi. Ia yang selama ini haus perhatian dan ketika mendapatkan nya dari Tania membuat nya benar-benar merasa nyaman bersama wanita yang sedang mengandung anak nya itu. Namun, karena kurang nya perhatian Elza membuat nya tidak tahu lagi membedakan antara cinta dan obsesi. Dan ia tidak tahu apa yang dirasakannya pada Tania memang karena jatuh cinta atau hanya sekedar merasa nyaman saja.
kasian amet liat pemandangan romantis Mulu
sayang Ama kegantengan nya🤣