(Membaca artikel dan mendengarkan musik adalah hobi author,karya pertama untuk readers silakan dibaca ya.🤗)
Membuat sebuah cerita itu sulit tapi bagaimana kalau mengikuti kisah mereka?
Akira pemuda childish yang penuh enerjik!
Haru pemuda tengil yang tampan!
Dan Asa cewek pendiam yang menyukai karakter pertama!
Perjalanan Akira dan kedua temannya bukan hal biasa tapi ketika banyak misteri dan sosok masa lalu datang untuk membuat mereka lebih menerima kehilangan seseorang hal itu malah menjadi alur yang panjang dan menarik!
Yuk ikuti kisah trio karakter yang penuh kejutan dan keunikan tersendiri!
(DON'T PLAIGAT!!)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aiden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 karakter ketiga
Seorang pemuda berkacamata itu terus mengawasi pergerakan seorang gadis.
Jarak antara ia dan gadis itu agak jauh sehingga sang gadis sama sekali tak menyadari kalau ia sedang diikuti.
Hingga tiba-tiba...
"Hei!"
Jose terkejut saat berbalik lantaran sosok yang dibencinya kini berada dihadapannya.
"Kau..."ucapan Jose terhenti saat melihat senyuman Akira.
"Maafkan aku karna tadi mengejutkanmu hehe...apa kau ingin masuk ke toilet?soalnya dari tadi kau berdiri disini."ucap Akira membuat Jose paham kalau ia sedang menghalangi pintu untuk masuk ke toilet pria.
Jose lalu menyingkir.
"Tidak."
"Huh?"
Jose mendengus dan menatap tajam Akira.
"Kubilang aku tidak ketoilet jadi masuklah."ucap Jose sedikit ketus.
Akira mengangguk dengan cepat dia masuk karna ia kebelet.
Melihat itu Jose hanya mengelengkan kepala karna sikap Akira seperti anak kecil.
"Sebenarnya aku masih penasaran kenapa Asa ingin denganmu Akira."gumam Jose tapi tiba-tiba dia tersenyum licik.
...
"Akira,kau dari mana saja?"tanya Haru binggung melihat temannya itu baru masuk kekelas.
"Dari toilet."jawab Akira membuat temannya itu membuka mulutnya seperti O besar.
"Dimana Asa?"
"Entahlah."ucap Haru tak tau karna gadis itu kemana.
Mereka berdua juga tak berpas-passan dengan Asa di area parkiran.
Akira memiringkan kepalanya,saat keluar rumah dan bertemu dengan tetangganya yaitu sang bibi.
Kata bibinya itu Asa sudah pergi duluan kekampus.
Dia juga binggung sebenarnya Asa kenapa?
Sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing tiba-tiba kedua pemuda itu terkejut lantaran mendengar teriakan keras dari luar.
"TOLONG!ADA YANG MAU BUNUH DIRI!!!"
Mendengar itu Akira dan Haru lalu bergegas keluar gedung.
Dan benar saja apa yang katakan oleh seseorang yang berteriak di koridor tadi,kalau kini lapangan kampus dipenuhi oleh kerumunan manusia karna dilantai paling atas gedung terdapat orang yang berdiri ditepi seperti ingin melakukan bunuh diri.
"Astaga kenapa dia?tidak sayang nyawa apa?"ucap Haru.
"Haru bukankah disana tinggi sekali?kenapa dia tidak takut?"tanya Akira.
"Kalau dia takut tinggi tidak mungkin dia keatas sana untuk melakukan aksi bunuh dirinya Akira."ucapan Haru membuat Akira mengangguk menyetujui.
"Aku penasaran,bagaimana reaksi kepala sekali saat mengetahui aksi nekat orang itu."ucap wanita yang berada disamping Haru.
"Apa kau tau sejak kapan dia ada diatas sana?"tanya Haru penasaran.
"Sebelumnya situasi normal namun saat semua orang mulai datang tiba-tiba satu orang heboh dan membuat orang-orang yang berada diarea sekitar berkumpul kesini."ucap gadis bermata grey itu.
"Sial aku tak bisa melihat jelas wajah orang itu dari atas sana."ucap pemuda lain disamping Akira.
"Bukankah kita harus meminta bantuan untuk menolongnya?"tanya Akira pada pemuda disampingnya sehingga pemuda berambut gondrong seperti berandal itu menatapnya.
"Tidak mungkin dosen tak melihatnya,jelas-jelas dengan adanya kita disini itu membuat perhatian semua orang disekitar kampus."ucapnya karna mereka ada ditengah kerumunan manusia.
Disisi lain.
Reno dan Zayn yang baru saja datang ke kampus Jose terkejut karna melihat lapangan kampus yang penuh orang seperti tengah menonton pertunjukan menarik.
Mereka berdua baru saja keluar dari mobil berwarna hitam.
"Ada apa ini kek?"tanya Zayn binggung.
Reno pun sama tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu.
"Jangan-jangan Jose sudah memulai rencananya!"
"Benarkah! bukankah kita kesini untuk mencegahnya?!argh!!kita terlambat!"
"Belum terlambat Zayn,kau harus masuklah ke gedung untuk mencari Jose sementara kakek akan melihatnya apa dia ada di kerumunan sana!"
"Baik kek."ucap Zayn langsung melakukan perintah kakeknya.
Reno berjalan kearah lapangan dan berdesakan saat memasuki kerumunan itu,tetapi suara yang ia kenal membuat tubuhnya membeku.
"Kakek?"
"Haru?!"
Reno terkejut begitu pun dengan Haru karna kebetulan sekali mereka kembali bertemu.
"Haru dia siapa?"tanya Akira.
"Dia kakek yang pernah menolongku Akira."
Mendengar kata nama Akira yang terlontar dari mulut Haru membuat Reno yakin kalau pemuda bermata biru safir itu pemuda yang selama ini dibenci oleh cucunya.
Tanpa sadar dia mencengkram lengan tangan Akira saat berada dekat dengan pemuda itu.
"Argh s-sakit..."ucap Akira meringis.
"Kakek!lepaskan tangan temanku!"
"Namamu Akira kan?kau tau apa telah kau perbuat?"ucap Reno tajam membuat Haru mengeryitkan dahinya binggung.
Tapi ia tak tega melihat temannya kesakitan oleh Reno,dengan marah dia menarik kuat Akira untuk kebelakang punggungnya membuat cengkraman Reno terlepas dan Akira terkejut dengan tindakannya.
"Haru..."
"Aku tak peduli karna anda pernah menyelamatkanku,tapi maaf jika ada orang lain yang berani menyakiti sahabatku...aku tak akan tinggal diam."ucap Haru dingin,dia tak terima dan marah apalagi melihat Akira terluka didepan matanya sendiri.
Sontak Reno tersadar dengan perbuatannya.
"Maafkan aku nak...tapi bisakah kita ketempat lain untuk berbicara empat mata."ucapnya menatap kearah Akira.
"Baiklah."ucap Haru.
...
Dan disinilah mereka bertiga,yaitu dikelas kosong karena semua orang pergi keluar.
"Jadi kau marah terhadap sahabatku karna rencana cucu bodohmu itu."sarkas Haru menyebut Jose bodoh tapi tak membuat Reno mengelak atau tak terima.
Kakek itu hanya mengangguk setelah menceritakan semuanya, lalu mengelus rambut Akira sehingga pemuda itu mendongakkan kepalanya dan memperlihatkan mata biru safirnya yang indah.
Ah kenapa Reno bisa tega menyakiti pemuda manis seperti Akira?
Padahal pemuda itu tidak tau apa-apa atau bersalah padanya.
"Maafkan kesalahanku dan cucuku,dia benar-benar terjebak dalam cinta yang buta.Semenjak dia kehilangan ibu kandungnya dan adik bungsunya dia menjadi pendiam dan tertutup."
"Jose mempunyai adik bungsu?"tanya Akira.
"Ya namanya Zalnino dia..."
Brak!
Tiba-tiba pintu kelas mereka didobrak oleh seseorang yang mirip dengan Reno.
"Kakek!Jose!"
"Ada apa Zayn? katakan dengan jelas!"ucap Reno langsung berdiri dan menatap khawatir pada cucunya itu.
"Dia sudah di atas gedung kita harus kesana untuk mencegahnya!"
"Ayo kita kesana!!!"ucap Haru.
....
Sementara itu.
"Apa kau sudah puas?"ucapnya melihat pemuda yang berada diatas pembatas gedung.
"Asa!?"
Jose tentu saja terkejut karna gadis yang disukai berada diatas sini.
Tapi dia langsung menyeringai karna dengan itu dia bisa melancarkan rencananya dengan mudah.
"Jangan senang dulu...apa kau tau kau itu sangat bodoh?memaksaku untuk menjadi kekasihmu dengan rencana bodoh ini?"
"Kau..."
"Aku tak peduli kau terjun kebawah sana dan hancur berkeping-keping,itu memudahkan ku untuk menghancurkanmu menjadi debu dan tak pernah melihat wajah memuakkanmu itu."ucap Asa dingin.
Ucapan gadis itu menusuk tepat jantung Jose,dia tak menyangka Asa sangat membencinya dan menunjukkan secara terang-terangan.
"Kenapa?kau bersikap seperti itu padaku...Asa aku mencintaimu!lihatlah aku!"ucap Jose semakin mundur ke tepi tapi Asa tak mencegah atau menunjukkan reaksi apapun selain menatapnya datar.
"Kau bukan mencintaiku tapi terobsesi padaku,jika kau ingin tau aku seperti apa sebenarnya dalam mencintai seseorang maka orang itu sudah berada dalam kekangan eratku, jangan pernah mengusik atau menyentuhnya...karna aku bisa jauh lebih mengerikan dari mimpi buruk yang kau bayangkan kan selama ini."ucap Asa terkekeh,tapi bagi Jose kekehan gadis itu sangat mengerikan layaknya psikopat yang gila akan darah mangsanya.
Akan tetapi mata Jose membulat saat dibelakang Asa ternyata gadis itu membawa sebuah pisau lipat.
"Jadi mau bermain denganku?tuan peneror?"
"Asa...jadi kau terobsesi pada Akira?"
"........"
Asa terdiam saat mendengar banyaknya suara langkah kaki yang bersahutan menuju kearah mereka.
"Baiklah,kita mulai permainannya dengan cepat."ucap Asa lalu mendekati Jose hingga pemuda itu hampir jatuh kebawah.
Buk!