Sepuluh tahun mengejar cinta suaminya, Lara Margaret Buchanan, tidak kunjung dapat meluluhkan hati lelaki yang sejak masa kuliah itu ia sukai.
Hingga usianya menginjak tiga puluh dua tahun, akhirnya ia pun menyerah untuk mengejar cinta David Lorenzo.
Hingga tanpa sengaja, ia bertemu dengan seorang pemuda, yang memiliki usia sepuluh tahun dibawah usianya.
Siapa sangka, pesona Lara Margaret Buchanan sebagai wanita dewasa, membuat pria muda itu tidak ingin melepaskan Lara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30.
Stefan memberi perintah kepada Liam, untuk tidak memperbolehkan siapa pun masuk, kedalam toko yang akan ia kunjungi bersama Lara.
"Jangan biarkan seorang pun mengganggu berbelanja istriku!"
"Baik, Tuan!" jawab Liam patuh.
Stefan membawa Lara ke toko pakaian.
Dua pegawai toko menyambut Stefan dan Lara dengan senyuman ramah, "Silahkan, Tuan!" kata mereka.
"Aku tidak ingin ada pelanggan lain yang berbelanja di toko ini, saat istriku berbelanja!" kata Stefan dengan datar kepada dua pegawai tersebut.
Mendengar apa yang dikatakan Stefan, ke dua pegawai itu dengan cepat menganggukkan kepala mereka.
"Baik, Tuan!" jawab mereka dengan patuh.
Mereka mengerti apa yang dikatakan Stefan.
Stefan menahan Lara untuk menunggu toko sepi dari pelanggan, yang akan keluar dari dalam toko tersebut.
"Kenapa tokonya di tutup! kami masih belum selesai berbelanja!!"
Terdengar suara seorang wanita, dengan nada marah tidak senang kepada pegawai toko, yang menyuruh mereka untuk segera meninggalkan toko.
Bukankah itu Cindy dan Ibunya? bisik hati Lara melihat wanita yang berbicara kencang, saat pegawai toko memberitahu toko ditutup untuk sementara.
"Maaf, Nyonya! kami hanya menjalankan perintah saja, silahkan Nyonya!" jawab pegawai toko mempersilahkan dua wanita tersebut untuk keluar dari toko.
Dengan kesal Cindy dan Anna meletakkan belanjaan mereka, karena tidak jadi mereka beli.
"Huh!!" mereka mendengus kesal.
Tapi mendadak langkah mereka terhenti.
Cindy melihat Lara bersama Stefan melangkah masuk ke dalam toko, setelah beberapa pelanggan toko telah keluar dari dalam toko.
"Eh! tunggu dulu!!" kata Cindy.
Stefan melihat keadaan toko sudah disterilkan dari pelanggan toko, ia pun melangkah masuk bersama Lara ke dalam toko.
"Berhenti!!" bentak Cindy memandang Lara dan Stefan.
Stefan tetap melangkah menggenggam tangan Lara, tidak memperdulikan suara kencang Cindy.
"Lihat dua orang itu! kenapa mereka tidak diusir juga? bukankah toko ditutup sementara?!" tanya Anna kepada pegawai toko sembari menunjuk ke arah Lara dan Stefan.
"Oh, mereka.. !"
Belum selesai pegawai toko bicara, Cindy sudah melangkah dengan cepat mengejar Lara dan Stefan.
"kalian tidak dengar apa yang dikatakan pegawai toko, untuk sementara toko ini ditutup!!"
Langkah Lara dan Stefan terhenti, karena Cindy menghala langkah mereka.
"Aku yang menyuruh toko ditutup untuk sementara, istriku ingin berbelanja dengan nyaman, tanpa adanya pengganggu!" jawab Stefan dengan datar memandang Cindy dengan pandangan dingin.
"Apa?? ha ha haa.. !!" Cindy tiba-tiba tertawa lucu mendengar apa yang dikatakan Stefan, "Astaga Lara! kamu memang sesuatu! kamu menikah dengan preman yang kamu sewa?? ha ha haa... !!"
Anna yang mendengar apa yang dikatakan Cindy ikut juga tertawa, "Lara! hidupmu benar-benar berantakan! sampai berani menganggap dirimu seperti Nyonya konglomerat, sampai menipu pegawai toko! ck ck ck.. !!"
"Nona, apakah anda tidak tahu kalau mereka ini hanyalah penipu?! aku mengenal baik siapa dia ini!!" kata Cindy kepada pegawai toko.
"Tuan dan Nyonya ini pelanggan VIP spesial di toko kami, prioritas belanja mereka lebih kami utamakan!" jawab pegawai toko.
"Apa?! VIP spesial?! apa kalian tidak tahu, kalau mereka ini telah menipu kalian?!!" mata Cindy membulat memandang pegawai toko.
"Tuan ini tidak penipu, beliau memang pelanggan khusus di setiap toko dalam mall ini!" jawab pegawai toko lainnya.
Mendengar apa yang dikatakan pegawai toko tersebut menjawab Cindy dan Anna, Lara dapat menebak pegawai toko tersebut mengenal siapa Stefan.
Lara menebak, mungkin gedung mall itu milik keluarga Jourell.
"Apa?! kalian jangan percaya apa yang dia katakan! dia ini hanyalah seorang mahasiswa miskin, dan perempuan ini!!" Anna menunjuk Lara, "Dia putri suamiku, aku ini Ibu tirinya! aku lebih tahu siapa dia dari pada kalian!!"
"Ng.. !" pegawai toko seketika menjadi bingung untuk menjawab Anna, setelah mendengar apa yang dikatakan Anna.
"Tuan ini Billionaire termuda di ibukota, beliau pewaris aset kekayaan Jourell!" jawab pegawai lainnya menjawab Anna.
"Apa?? Ha ha ha ha aa... !!" Anna dan Cindy tertawa dengan kencang, sampai raut wajah mereka terlihat memerah.
Stefan terlihat tenang saja melihat Cindy dan Anna tertawa begitu kencang.
Sementara Lara, setelah mendengar apa yang dikatakan pegawai toko tersebut, akhirnya tebakannya terjawab sudah.
Ternyata memang benar, kalau gedung mall tersebut milik keluarga Jourell.
Cindy tertawa kencang sampai sudut matanya mengeluarkan air mata.
"Nona, dengar ya! suami ku wakil Direktur di perusahaan grup Jourell! dia pasti mengenali siapa Ceo grup Jourell!!" kata Cindy diantara deraian tawa lucunya.
"Iya, benar! menantuku orang kepercayaan pemilik grup Jourell! semua tahu, Ceo grup Jourell itu pengusaha yang sibuk! dia tidak pernah memperlihatkan dirinya di depan umum! bagaimana mungkin anda mengatakan dia ini pewaris Jourell?!" kata Anna di antara tawa lucunya.
"Kalau anda tidak percaya, aku akan panggil suamiku untuk membuktikannya! dia lebih tahu siapa atasannya!!" kata Cindy mengambil ponselnya dari tas tangannya.
Sudut bibir Stefan menyunggingkan senyuman dingin.
Ia tetap tenang, tidak memperlihatkan rasa kesal sama sekali.
Ia ingin bermain, dan mengikuti sikap bodoh keluarga tiri Lara tersebut.
Lara merangkul lengan Stefan, "Apa kamu membiarkan mereka bersikap arogan seperti itu?" tanyanya berbisik.
"Ssst, biarkan saja! kita ikuti saja kemauan mereka, yang akan mempermalukan diri mereka sendiri" jawab Stefan berbisik.
"Oh" Lara hanya bisa menuruti apa yang Stefan katakan.
"Sayang! cepat datang kemari! ada seseorang yang mengaku sebagai pewaris Jourell grup!!" kata Cindy pada David dalam ponselnya.
Setelah mendengar jawaban David, Cindy menutup panggilan ponselnya.
Cindy dan Anna tersenyum miring penuh rasa puas memandang Lara dan Stefan.
"Buka mata kalian baik-baik, setelah suami ku datang, kalian akan tahu kalau dia ini adalah penipu!!" Cindy menunjuk Stefan.
"Ya, dia preman yang di sewa perempuan ini!"
Tidak berapa lama Cindy menghambur ke arah David, yang akhirnya datang ke toko tersebut.
"Sayang, lihat! dia yang mengaku sebagai Ceo di perusahaan kamu bekerja!!"
"Apa?!" mata David membulat memandang ke arah Lara dan Stefan, "Kalian lagi?!"
"Dia mengaku sebagai pewaris grup Jourell, dia mengusir kami dari toko ini! dia bilang istrinya ingin berbelanja dengan nyaman, jadi toko ditutup untuk sementara!!" kata Cindy menjelaskan.
David mendengus dingin memandang Lara, "Lara, kamu semakin tidak tahu malu! sampai berani memalsukan indentitas laki-laki ini sebagai Ceo perusahaan Jourell?!"
Lara semakin erat merangkul lengan Stefan, "Kenapa? kalian tidak senang, lelaki muda yang kamu pikiri preman bayaran yang ku sewa, ternyata pemilik tempat perusahaan kamu bekerja?!" tanya Lara tersenyum.
Wajah David seketika menjadi merah padam oleh rasa tersinggung, dan sangat marah mendengar pertanyaan Lara.
Senyuman Lara dalam pandangan David, terlihat seperti senyuman penuh provokasi padanya.
Rasa tidak senang dalam dirinya, membuat David mengepalkan tangannya dengan erat.
Bersambung..........