21+++++ tolong bijak, kalau tak suka bisa di lewati.
cinta adalah anugrah dari Tuhan, dengan siapa kita mencintai itu juga sudah di jodohkan oleh takdir.
Tapi bagi seorang pria seperti Aris, cinta adalah sebuah kesengsaraan dan luka, tapi dia baru menyadari apa itu cinta saat bertemu dengan gadis yang bisa mencuri hatinya di pandangan pertama.
Ayu seorang gadis sederhana yang mampu menggoyahkan hati juragan kasar itu, tapi sebuah kenyataan melukai cinta mereka.
Apa mereka akan bahagia, atau malah akan Sengsara?
Apa cinta Aris tulus atau itu hanya cinta sementara yang membutuhkan kehangatan saja?
Dukung terus yuk karya otor yang satu ini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pergi ke dokter
tak terduga Ambar dan Eko berkunjung dan melihat kedua orang itu berpelukan.
"assalamualaikum... apa kamu menganggu keromantisan dari kalian?" kata Ambar.
"ah gak kok, kami hanya sedang membahas sesuatu, dan aku tak sengaja membuat istriku menangis," kata Aris.
ayu mencubit perut suaminya, "sudah Ayu jangan menangis, ini aku bawa onde-onde kesukaan mu, kebetulan kami baru dari jalan-jalan," kata Ambar.
"wah apa ada pasar malam di kecamatan?" tanya Ayu
"tidak ada, kami hanya berkeliling saja, jadi makan saja, mas katanya tadi ada yang ingin di bicarakan dengan juragan," kata ambar menginggatkan suaminya.
"oh iya, aku hampir lupa," kata Eko yang tersenyum.
Eko memberikan sebuah map, Aris melihatnya dan kaget melihat isi map itu.
"sertifikat tanah siapa?" tanya Aris
"milik pak Didik, dia ingin mengadaikan sertifikat itu, jika harga cocok juragan bisa membelinya," kata Eko
"memang kenapa dia ingin menjual sawah dan kebun pisang nya?" tanya Aris yang tak keberatan jika itu memang sangat di butuhkan.
"katanya sih tadi buat pendidikan putra putrinya, dan juga pengobatan orang tuanya," jawab Eko.
"Mon a besok sore kesini, kita bahas lebih lanjut, karena sepertinya aku tertarik," kata Aris.
"oke bos juragan," jawab Eko.
ayu dan Ambar sudah sibuk dengan ponsel mereka, "kalian lagi apa?" tanya Aris penasaran.
"sedang mengunduh aplikasi belanja online," jawab ayu.
"memang mau belanja apa sih sayang, ingat kamu harus sangat selektif dan belanja seperlunya ya sayang, jangan terlalu berlebihan karena aku tak suka itu," kata Aris.
"iya sayang ku, jangan marah dong, aku hanya membeli sedikit makeup dan kebutuhan ku sendiri, agar tak keluar rumah, apa mas juga mau beli sesuatu?" tanya Ayu.
"tidak sayang, aku lebih suka belanja secara langsung," kata Aris.
ayu mengangguk, akhirnya mereka pun berbincang hingga cukup malam dan akhirnya mereka pun berpisah.
ayu sudah sangat mengantuk, tapi perutnya tiba-tiba merasa lapar, entah kenapa dia beberapa hari ini dia selalu lapar saat malam.
ayu mengambil beberapa telur yang sudah dia rebut tadi sore dan di tutup dengan minum air.
Aris yang ada di ruang kerjanya sedang melihat brangkas miliknya, pasalnya dia besok setidaknya butuh uang sekitar empat ratus lima puluh juta untuk membeli tanah milik warga.
tapi besok Aris akan membuat mereka berpikir ulang, karena sawah adalah barang berharga.
ayu sudah tertidur karena kelelahan, Aris pun ikut merebahkan tubuhnya karena dia juga sangat lelah.
jadi hari ini dia tak melakukan hal gila lagi, sedang Sugik yang tak bisa tidur memilih untuk berjalan malam ini.
dia sedang merokok di pinggiran sungai, tak sengaja dia melihat ada seorang wanita yang berjalan dengan buru-buru.
karena penasaran, Sugik pun mengikutinya dan melihat wanita itu masuk kedalam rumah kosong yang masih terlihat baik.
Sugik melihat dari jendela rumah yang tertutup semak, dia tak mengira melihat yang begitu men-ji-jik-kan.
"aih... ku kira hanya orang kota yang melakukan seburuk ini, ternyata orang desa juga ada yang begitu men-ji-jik-kan seperti ini," kata Sugik lirih.
dia pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu, terlebih dia tak ingin ada yang memergokinya.
Sugik menuju ke area pos kamling, dan menemui hansip yang sedang berjaga.
"loh mas Sugik," kata hansip Huda.
"halo pak Huda, saya cuma tidak bisa tidur, ngomong-ngomong kalau boleh tau, rumah siapa yang kosong di samping sungai?" tanya Sugik.
"oh itu rumah lama milik keluarga yang semuanya mati dalam semalam, entah sampai sekarang banyak yang bilang rumah itu berhantu," kata pak Huda
"berganti, ha-ha-ha," kata Sugik tertawa
"apa maksud mas Sugik kok tertawa?" tanya hansip Huda.
"pasalnya aku melihat hantu yang sedang berbuat tak senonoh, mau aku tunjukkan, bawa semua orang kesana, dan ingat jangan berisik oke," kata Sugik.
mereka semua menuju ke rumah itu, tak hanya itu Sugik meminta semuanya mengepung rumah.
pak Huda masuk kedalam bersama Sugik, ternyata ada empat pria yang sedang melakukan hubungan suami istri dengan dua orang wanita.
terlebih salah satunya ternyata janda muda di desa itu, "wah apa ini, janda desa memiliki kecenderungan melakukan hal bodoh begini," kata pak Huda yang mengejutkan keenamnya.
mereka semua pun berlarian melihat hansip dan sosok Sugik yang menyeringai di depan.
mereka pun langsung kocar-kacir tapi mereka tak tau jika mereka sudah di kepung.
para hansip dan warga pun menangkap keenam orang itu dsn membawanya ke rumah pak RT.
warga sudah geram dengan kelakuan keempat pemuda yang selama ini selalu membuat onar.
pak RT pun tak bisa melakukan apa-apa terlebih mereka adalah anak-anak dari pak lurah dan juga beberapa saudaranya.
tapi ini sudah keterlaluan, jadi mereka harus di hukum, jadilah mereka jadi arak-arakan warga desa.
tapi mereka semua tak bisa berbuat lebih, Aris yang mendengar ribut-ribut pun melihat ke arah luar, ternyata mereka sedang mengarak empat pemuda itu secara telanjang.
sedang dua wanita itu juga di permalukan, bahkan di desa itu tak akan ada yang pernah mau menikahi keduanya terlebih setelah kejadian seperti ini.
"dasar wanita murahan, pelacur ... l*nte, sudah tak tau malu, dasar janda gatal, lebih baik jadi wanita panggilan saja, jangan merusak lingkungan dengan kelakuan buruk kalian," kata ibu-ibu yang begitu marah.
semua warga desa sedang menyaksikan hal itu, tapi meski begitu banyak keramaian di luar rumah, ayu yang sudah tertidur tidak terganggu sedikit pun.
"sayang di luar sangat ramai, tapi kamu tak terganggu sedikit pun, apa melayaniku begitu melelahkan, maafkan suamimu ini ya," kata Aris yang kemudian memeluk istrinya.
dia tak turun untuk melihat, lebih baik tidur karena besok dia harus ke rumah sakit untuk melakukan cek up bersama dengan ayu.
Aris percaya jika Sugik bisa melakukan apa yang seharusnya, terlebih pria itu juga sudah sangat terlatih.
ya bagaimana pun mereka bertiga bekas orang yang bergerak di dunia bawah, bahkan di usia muda mereka bertiga.
membunuh orang adalah hal yang sederhana bagi mereka bertiga, dan Aris adalah pimpinan dari keduanya.
yang di sebut dengan tangan Malaikat maut, yang sudah mengambil ratusan nyawa, dan menjadi ketakutan untuk para musuhnya.
bahkan pria yang begitu bucin itu pernah sangat membenci wanita, tapi sekarang tuhan bertindak lain saat bersama istrinya yang begitu dia cintai.
"sayang aku tak akan bisa hidup jika sesuatu terjadi padamu, jadi tetap baik-baik di samping ku ya sayang," kata Aris yang kemudian melanjutkan tidurnya.