NovelToon NovelToon
You Are My Destiny

You Are My Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Berondong
Popularitas:695
Nilai: 5
Nama Author: nunna namjoon

seorang mahasiswi yang menjalin hubungan yang rumit dengan seseorang tentara .. apakah mereka akan berakhir sampai menikah ? ... entahlah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunna namjoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

3 tahun sudah berlalu kepemimpinan hajun di perusahaan itu sangat lah baik, tak ada keluhan atau masalah yang datang, karyawan hidup dengan damai, gaji mereka pun di bayar tepat waktu tak seperti sebelum di ambil alih oleh hajun.

Jujur saya perusahaan itu hampir bangkrut karna sistem kerjanya yang tak beraturan, untung saja hajun cepat turun tangan sebelum nenek sihir itu menguasai dan menghancurkan perusahaan yang telah di bangun dengan susah payah oleh ayahnya itu.

Dengan bantuan joshua semuanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan, hajun bersyukur suga mengenalkannya kepadanya, kinerjanya tak di ragukan lagi.

"Ini berkas yang Anda minta tuan" Ucap joshua sambil menyerahkan beberapa berkas ke hajun.

"Bagus, apakah ada kabar terbaru lagi tentang nenek sihir itu? " Tanya hajun.

"Untuk sementara ini tidak ada tuan, tapi saya terus mengawasinya" Jawabnya.

"Baiklah, kau boleh pergi"

Joshua langsung meninggalkan ruangan hajun. Setelah Joshua keluar ruangan hajun mengambil ponselnya dan menelfon seseorang.

"Eemmm aku ada tugas baru untukmu, filenya sudah aku kirimkan lewat emailmu, kerjakan dengan rapi" Ucap hajun yang tengah menelfon seseorang di sebrang sana.

Di sisi lain Gea tengah frustasi karena 6 bulan lagi sidang skripsi dan dia belum melakukan apapun.

Saat ini ia tengah berada di kantin dengan perasaan dan mood yang sangat jelek, ia tak bersemangat untuk kuliah.

"Hey kenapa kau lesu sekali Gea, nie aku bawakan minuman mangga kesukaanmu" Ucap yoona yang tiba-tiba datang menghampiri Gea dan duduk di sebelahnya.

"Bagaimana dengan skripsimu, apa kau sudah mengerjakannya? " Tanya yoona.

"Diamlah!! Aku sedang tak mood membahas skripsi" Jawab Gea yang masih terlihat lesu.

"Heyy jangan bilang kau belum melakukan apa-apa Gea"

Gea mengangkat Kepala dengan memasang wajah cemberut seakan-akan matanya ingi mengeluarkan air mata.

"Yang benar saja Gea, waktumu sudah mepet sekali"

"Aku harus bagaimana yoona, ingin sekali rasanya aku menghilang dari bumi ini" Ucap Gea dengan cemberut.

Tiba-tiba saja hyunjin datang dengan membawa beberapa makanan dan coklat.

Gea yang melihat nya langsung memasang wajah sumringah.

"Hyunjin-ahhh kau memang tahu apa yang aku inginkan. " Ucap yoona.

Saat tangan yoona akan mengambil satu bungkus coklat, tangannya spontan di pukul oleh Hyunjin.

"Yakk aku membeli kan ini untuk Gea, bukan untuk kau, lihatlah kau sudah terlalu banyak makan hingga pipimu seperti ikan gembung" Ucap hyunjin dengan menoel Noel pipi yoona.

"Makanlah ge, coklat ini bisa memperbaiki moodmu, cobalah!! "Lanjutnya.

" Aku juga ingin memakannya hyunjin, kau jahat sekali padaku" Ucap yoona dengan memelas.

"Makanlah, aku tak mungkin menghabiskan nya sendiri" Sahut Gea dengan menyodorkan sebungkus coklat ke arah yoona.

"Aahh Gea kau memang mengerti aku sekali" Jawabnya dengan senang hati.

"Ahh sebentar suga menelfon ku, aku tinggal sebentar ya" Ijin Gea.

Sementara Gea pergi menerima telfon suga, hyunjin nampak penasaran dengan yang namanya suga yang sering ia dengar dan Gea sebut-sebut.

"Yakk yoona sebenarnya suga itu siapa? " Tanya hyunjin

"Itu kakakku, emm bukan kakak kandung, kita sepupu, tumben sekali mencampuri urusan orang lain, apa kau menaruh hati ke geaku?? " Ledek yoona.

"Aahh ti-tidak aku hanya bertanya saja" Ucao hyunjin dengan gagap.

Kebetulan hyunjin adalah kapten team basket di kampus, ia di tunjuk satu setengah tahun yang lalu, basket adalah hobinya ia ikut team karena ingin mengisi masa luangnya agar tak bosan saat di kampus.

Setelah Gea selesai menelfon ia kembali ke tempat duduk yang terdapat hyunjin dan yoona.

"Maaf kalau agak lama" Ucap Gea sambil duduk di dekat yoona.

"Tak apa, eemm minggu depan kalian ada waktu tidak? Aku ada pertandingan basket, aku harap kalian bisa datang untuk mendukungku" Ujar hyunjin.

"Eemm sepertinya tak ada, baiklah aku dan yoona akan datang" Jawab Gea.

"Wahh asal kau tahu hyunjin, kau semakin populer setelah menjadi team basket, entahlah apa yang di lihat darimu tapi bagiku kau biasa- biasa saja tak ada yang special" Sahur yoona yang sedikit meledek hyunjin.

"Aiss sudah- sudah kalian ini setiap bertemu selalu ribut awas jodoh loh hahahaha" Ucap Gea dengan tertawa terbahak-bahak.

"Amit-amit aku berjodoh dengan manusia  kulkas seperti dia" Jawab yoona dengan bergeridik ngeri.

Tiba-tiba saja handphone Gea berbunyi lagi. Ternyata suga menjemputnya untuk jalan jalan bersama.

Karena akhir- akhir ini suga sibuk dengan pekerjaan nya, dan mumpung ada waktu luang ia bisa menjemput Gea di kampusnya.

"Aku duluan ya!! suga sudah menjemputku" Pamit Gea yang langsung meninggalkan yoona dan hyunjin di sana, hyunjin hanya melirik dari sudut matanya melihat kepergian Gea, jujur saja hyunjin menyukai Gea sejak lama tapi ia gengsi untuk mengungkapkan nya.

Tak berapa lama Gea sudah sampai di gerbang di tengok nya kanan dan kiri mencari keberadaan suga, dan ternyata mobil suga terparkir dibawah pohon tak jauh dari gerbang kampusnya.

Tok tok tok

Gea mengetok kaca mobil dan sugapun membuka pintu mobilnya. Gea segera masuk dan menutup pintunya.

"Yaahh hari ini sangat melelahkan" Gusar Gea dengan menyandar pada kursi mobil dengan menutup mata.

Cup!!

Sebuah kecupan Gea Terima dari suga di pipinya. Dan Gea segera membuka matanya dan memandangi suga.

"Aku merindukan mu sayang" Ucap suga yang langsung memeluk Gea dengan erat.

"Kita hanya tak bertemu seminggu suga, bukan setahun" Jawab Gea dengan tertawa.

"Rasanya seperti mau mati bila tak bertemu denganmu" Sahut suga yang menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Gea.

Gea yang merasakan ada sensasi berbeda menggigit bibir bawahnya untuk menahan suara lakn*at agar tak keluar dari mulut nya.

"Suga bisa kah kau berpindah dari leherku, itu terasa geli bagiku" Pinta Gea.

Namun suga secara sengaja semakin menduselkan wajahnya di leher Gea hingga tanpa sadar Gea terangsang dan mengeluarkan desahannya.

"Aahhhh"

Suga terkejut dan segera menjauhkan wajahnya dari leher Gea dan menatap wajah Gea.

"Suara apa yang barusan ku dengar sayang" Tanya suga yang meledek Gea.

"Cepatlah jalan, aku lapar" Jawab Gea mengalihkan pembicaraan.

"Jawab dulu sayang, coba kau seperti itu lagi aku ingin mendengarnya" Ledek suga.

"Kau menyebalkan suga" Jawabnya dengan memukul lengan suga yang telah mengerjainya

"Baiklah kita makan dulu setelah nya kita lanjutkan yang tadi"

"Akupun sudah tak sabar sayang" Ucap suga yang berbisik di telinga Gea, dan lengan kekar suga lagi-lagi mendapatkan sebuah pukulan dari Gea .

Mereka pun segera melaju ketempat resto yang biasa mereka datangi, Gea memesan beberapa makanan karena selama di kampus tadi ia tak makan nasi hanya coklat yang ia Terima dari hyunjin tadi itupun hanya sepotong yang ia makan.

.

.

.

.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!