NovelToon NovelToon
Ketika Istriku Tak Lagi Meminta Uang

Ketika Istriku Tak Lagi Meminta Uang

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.6
Nama Author: khayra

Ratih seorang ibu rumah tangga dan harus berkerja untuk memenuhi kebutuhan ia dan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ketika istriku tak lagi meminta uang 34

Aku pulang dengan taxi kerumah, jam masih 7 pagi. Aku masih punya waktu satu jam lagi pergi ke kantor meminta cuti untuk sementara sampai mas Rahman sadar.

Aku tidak mungkin meninggalkan mas Rahman dan Rania pada ibu seorang diri, sedangkan aku bekerja.

Aku pulang dengan tubuh yang lelah, aku membuka pintu rumah lalu masuk ke dalam kamar. Aku merebahkan tubuh sejenak untuk meregangkan otot yang kaku.

Ting....

pesan masuk ke gawai, aku melihat siapa yang mengirimkan aku pesan.

[ Segera ke kantor, ada beberapa berkas yang harus kamu kerjakan ] pesan itu terkirim dari pak Anggara, aku tidak bisa cuti karena baru kemarin aku di angkat menjadi menejer. Apa kata karyawan lain seorang menejer baru cuti.

Aku menghembuskan nafas dengan kasar, aku menghubungi ibu untuk menjaga mas Rahman di rumah sakit sampai aku pulang kantor, nanti aku akan minta izin dulu untuk pulang lebih awal.

Aku bergegas ke kamar mandi agar aku cepat ke kantor biar semua pekerjaan ku selesai, aku mengguyur air ke seluruh tubuhku. Selesai dengan rutinitas, aku keluar dari kamar mandi.

Satu jam perjalanan, akhirnya aku sampai di kantor. Aku langsung menuju ke ruangan menggantikan pak Yanto, aku melihat sekeliling ruangan. interiornya sangat bagus.

Aku melihat berkas sudah tergeletak begitu saja di atas meja, aku pun memeriksanya atas perintah pak Anggara. Selesai mengerjakan tugas, saya berencana untuk meminta pulang cepat karena harus menjaga mas Rahman ke rumah sakit.

Perasaan aku dari tadi tidak enak, takut terjadi apa-apa dengan mas Rahman.

Drrttt...

suara ponsel bergetar membuat langkah ku terhenti, aku melihat gawai ternyata dari ibu mertuaku.

"Ada apa, Bu?" tanyaku langsung setelah mengangkatnya.

"Apa, baiklah aku ke sana sekarang!" Aku berjalan menuju lift agar lebih cepat sampai ke lantai bawah.

"Mau kemana, Ratih?"

Langkah ku terhenti saat mendengar suara pak Anggara, aku membalikkan badan untuk menghadapnya.

"Mau ke rumah sakit soalnya mas Rahman sakit dan saya harus secepatnya ke sana," kata ku.

"Ya sudah, Bareng aku saja lagian mamaku masih disana," kata Anggara.

Aku memang butuh tumpangan agar segera sampai di rumah sakit. kata ibu, mas Rahman sudah siuman dan menanyakan aku. Syukurlah dia sudah melewati masa kritisnya.

Aku langsung naik ke mobil Anggara, aku tidak sabar ingin bertemu mas Rahman dan meminta maaf padanya.

Mobil terus berlaju tapi terasa lambat bagiku, aku menggerutu kesal.

"Pak Anggara boleh ngebut sedikit," kata ku.

"Memangnya kenapa?"

"Aku mau cepat sampai di rumah sakit," kata ku kesal.

"Kita sudah sampai di rumah sakit," kata Anggara terkekeh geli.

Aku menatap sekeliling, memang benar kami sudah sampai di rumah sakit dan ternyata aku dari tadi melamun, aku menggaruk tekuk yang tidak gatal lalu turun dari mobil Anggara.

"Terimakasih sudah memberiku tumpangan, Pak," kataku pada Anggara lalu berjalan melewati koridor rumah sakit, hatiku berdebar seakan jalan ku sangat lambat untuk sampai ke kamar mas Rahman di rawat.

Ceklek...

Aku membuka pintu kamar tanpa peduli dia yang sedang sakit aku langsung memeluknya. Betapa rindu diri ini padanya.

"Mas, apa kamu tahu kalau aku sangat merindukan kamu dan aku juga mau minta maaf kalau aku sudah salah paham sama kamu selama ini," kataku.

Hening, tidak ada jawaban. Apa mas Rahman belum sadar tapi kata ibu dia sudah sadar.

"Ratih, siapa yang kamu peluk?"

Suara itu bukannya itu suara mas Rahman, kalau itu suara mas Rahman yang aku peluk ini siapa. Bukannya mas Rahman sedang sakit.

Aku melihat ke arah lelaki yang aku peluk, betapa kagetnya aku melihat dia ada disana dan merasa malu aku memukulnya hingga kesakitan.

"Ampun mbak, sakit tahu kok aku di pukuli,"

"Sakit kamu bilang, kamu ngerjain Mbak," kata ku tersenyum malu.

"Semua ini rencana mas Rahman, aku hanya ikuti saja," kata Dion menaikkan alisnya lalu mengarah pada mas Rahman yang duduk di kursi.

"Mas, kamu habis dari mana! kamu kan belum sembuh total," kataku. Aku berjalan ke arah mas Rahman lalu berlutut dihadapan dan memeluknya, bersyukur mas Rahman sudah melewati masa kritisnya.

"Assalamualaikum...!!

1
midah khamidah
bagus ceritanya kak
Aisyah Putri Angel
maaf kok hampir sama cerita dgn kisah hidup sepupuku..dulu THN 97..tiap hari cuman dikasih uang 5rb untuk satu hari ,1anak umur 2thn.
suami dan mertua minta tiap hari masak ayam dan ikan .
emang jaman dulu uang segitu ada harganya..tp ngak cukup juga .
beras ,lauk dan bumbu dapur juga jajan mana cukup.
tiap HR sepupuku bantuin aq beres2 dagang ku dan bersih rumah .tiap hari aq kasih dia uang
Khayra: 🙂 mungkin ada sebagian ibu rumah tangga merasakan seperti itu
total 1 replies
Dhea Dhea
anak sama mamak 11 12
Siti Uhanita
balasan suami celaka mertua setan
Purwati
semangat Thor 💪💪💪
Kasih
kesel banged deh, kalo hanya mau nutupin knp sampe selingkuh, sampe mau nyolong sertifikat, sampe membahayakan rania... pasti balik lg tu karna br tau kalo sakit parah
Dwi kristina
author penuh kejutan
Hi Hii
hmm gimana sih ceritanya kan udan di gugatan cerai sing Rahman 😕.
Rahmawaty❣️
Pdhl di dlm dompetnya duitnya banyak tp pelitt bnget sma istri
Husain La Mamin
bagus dan menarik
Anggur Kolesom
heh... goblok...... kalo hanya untuk menutupi penyakit,kenapa kemarin selingkuh... bahkan berencana mencuri sretifikat rumah ratih, bahkan di cerita ini rahman sudah tiga kali menampar ratih. GOLBOK
Anggur Kolesom
ni yg goblok siapa sih..??? kemaren kan siti emang pacaran ma rahman lebih tepatnya slingkuh, bahkan siti di suruh rahman mencuri sertifikat rumah ratih dan jika berhasil akan menjualnya dan menikahi siti, dan sekaran kata rahman tidak pernah ada hubungan dengan siti, dan siti pun ngomong tidak ada hubungan dengan rahman dan hanya berteman, yg gobloknya lagi ratih percaya padahal dulu ratih melihat dan mendengar dengan matanya sendiri perselingkuhan rahman dan rencananya. mobilang goblok tatuk dosa gk bilang tp geregetan
Anggur Kolesom
trus masalah rahman kemaren gimana..? kok ratih kaya lupa ma perlakuan rahman dulu, katanya mo balas dendam bahkan rahman dan ibunya di usir trus tiba tiba rahman dateng lagi tidur bareng lagi.dan sekarang ratih malah membela rahman
Anggur Kolesom
sampai d bab kok ceritanya gk mutu ya, udah kebaca ceritanya, kek drama ikan terbang
Asri Perwati
bingung ko msh bs balikan...pdhl sll berkata aku bukan wanita yg bodoh ,aku tidak mudah di tindas,sampa jumpa di pengadilan....tp ga da satupun yg bener
Yuli Kohunussa
bagus
Jumi Saddah
kalau boleh nanya kok cerita rania dn aira di lanjut,,kyakx seru,,,
Khayra: belum sempat di lanjutkan kak
total 1 replies
Ahmad Affa
😭😭😭😭 sumpah nyesek sekali thor...... awalnya sikap rahman bikin gedek tp ternyata dia menyembunyikan rahasia besar dr istri tercintanya...... 😭😭😭😭
Anna Wamey
tolong thor jangan sampai anggara jatuh cinta pd Stefani,,,!!!
anggara hanya untuk Ratih,,,!
Jumi Saddah
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!