NovelToon NovelToon
Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:69.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Karakter sesuai judul, jadi jangan di judge lagi ya Readers ...


Marissa, 19 tahun. Gadis berwajah cantik dengan tubuh yang seksi dan nyaris sempurna.

Ia tergila-gila pada seorang duda berusia 39 tahun, Marcello Alexander. Seorang Owner sekaligus CEO dari Antariksa Group, perusahaan besar yang bergerak dalam bidang Otomotif.

Namun, sayangnya kisah cinta Marissa harus pupus tatkala ia mengetahui bahwa Marcello adalah seseorang yang pernah menjadi bagian dari dirinya.

Penasaran gak sih? Yukk ... ikuti cerita cinta mereka 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Melinda menyeret kopernya sambil menggendong Marissa kecil. Bayi cantik yang usianya baru genap satu tahun. Dengan dibantu Baby sitter nya, Melinda merapikan barang-barang bawaannya ke dalam lemari.

"Terima kasih Ani, karena sudah bersedia menemaniku hingga di titik ini. Dimana aku sedang berada di titik paling rendah dalam hidupku," ucap Melinda sembari menangis lirih. Menangisi nasib buruknya.

Ani, sang Babysitter hanya bisa mengusap punggung Melinda dengan lembut dan mencoba menenangkan Majikannya itu.

Kini Melinda hanya menunggu waktunya saja. Ia pasti akan menjadi seorang janda dengan satu anak. Dan mungkin setelah ini, Melinda akan memilih untuk hidup sendiri. Kegagalannya dalam berumah tangga, membuat Melinda trauma.

Keinginannya hanya satu, membesarkan Marissa walaupun tanpa EL disampingnya.

. . .

18 TAHUN KEMUDIAN

"Mah, besok Marissa mau jalan-jalan sama Erika ke tempat pariwisata di Kota XX. Bolehin ya, Mah?!" ucap Marissa kepada Melinda yang masih bersandar di sandaran tempat tidurnya.

Melinda tersenyum sembari mengelus lembut pipi Marissa. "Boleh, tapi jangan lama-lama. Rumah ini sepi tanpa kamu, Sayang." sahut Melinda.

Ya, kini Marissa sudah berusia 19 tahun. Marisa tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dengan tubuh yang begitu sempurna, membuat orang lain iri ketika melihatnya.

Setelah lulus SMA, Marissa tidak melanjutkan kuliah karena kondisi Melinda yang sering sakit-sakitan. Kini Marissa menjadi tulang punggung keluarga kecilnya. Ia meneruskan usaha Melinda sebelumnya yaitu mengelola sebuah Butik sederhana yang menjadi sumber penghasilan mereka.

"Mah, bolehkah Marissa bertanya sesuatu hal?" tanya Marissa dengan wajah memelas menatap Melinda.

Melinda menautkan kedua alisnya sambil tersenyum manis. "Tanyakanlah,"

Marissa meraih tangan Melinda kemudian mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking wanita itu. "Tapi janji ya, Mamsh tidak boleh marah sama Marissa," ucap Marissa.

"Iya, iya ... Mama janji," sahut Melinda sambil terkekeh pelan karena merasa lucu dengan tingkah anaknya itu.

"Mah, sebenarnya Daddy dimana? Marissa ingin sekali bertemu Daddy," lirih Marissa.

Selama ini Marissa sama sekali tidak pernah tahu bagaimana dan dimana Daddy nya berada. Setelah perceraian terjadi, Melinda membuang semua benda yang berhubungan dengan EL. Bahkan Marissa sendiri tidak pernah tahu bagaimana wajah Daddynya. Melinda juga tidak pernah mengizinkan EL menjenguk anaknya walaupun EL sudah beberapa kali memohon kepada wanita itu.

"Marissa! Bukankah kita sudah sering membahas tentang hal ini? Mama tidak ingin kamu mengungkit-ungkit tentang Daddymu yang tidak bertanggung jawab itu! Sudah cukup, Marissa. Kita masih bisa hidup tenang tanpa hadirnya dia disisi kita," kesal Melinda karena ini sudah kesekian kalinya Marissa mempertanyakan dimana Daddynya.

Wajah Marissa sendu. Dia sedikit kecewa dengan sikap Ibunya yang langsung kesal saat ia membahas masalah Daddy nya. Padahal Wanita itu sudah berjanji tidak akan marah-marah padanya.

"Bukankah Mamah sudah janji tidak akan marahi Marissa?" 

Melinda meraih tangan Marissa kemudian menggenggamnya. "Maafkan Mama, Marissa. Sebenarnya Mama tidak bermaksud memarahi kamu. Tetapi jika kamu membahas tentang lelaki itu, entah kenapa rasa sakit yang dulu pernah Mama rasakan kembali terlintas di pikiran Mama. Hati Mama sakit, Marissa. Sangat, sangat sakit," lirih Melinda.

Tangan Wanita yang kini berusia 41 tahun itu bergetar. Peristiwa menyakitkan yang ia alami dulu seolah kembali ia rasakan. Ia benar-benar kecewa, bahkan sampai saat ini, ia tidak berkeinginan untuk menikah lagi.

Marissa merasa bersalah karena membuat sang Ibu kembali mengingat masa lalunya yang menyakitkan. Ia bangkit kemudian memeluk tubuh Melinda dengan erat.

"Maafkan Marissa ya, Mah. Marissa sudah membuat Mamah bersedih. Baiklah, mulai sekarang Melisa berjanji tidak akan mengungkit hal itu lagi," lirih Marissa sambil mencium pipi Melinda.

Akhirnya Melinda tersenyum sembari mengelus pipi Marissa dengan lembut. "Baiklah, Sayang. Tapi ingat janjimu, ya! Jangan pernah membahas masalah itu lagi," sahut Melinda.

"Iya, Mah! Marissa janji."

. . .

Keesokan harinya,

Marissa sudah siap berangkat menuju Kota XX. Gadis itu berjalan menghampiri Ibunya sambil menyeret barang bawaannya. Melinda terkekeh pelan melihat barang bawaan Marissa yang begitu banyak.

"Marissa, kamu itu sebenarnya mau jalan-jalan atau pindah rumah, sih?" tanya Melinda.

Marissa hanya bisa nyengir kuda. Ia sendiri tidak tahu mengapa ia membawa banyak barang, tetapi ia rasa semua barang-barang itu ia perlukan.

"Mah, Marissa pamit dulu, ya!" Marissa memeluk kemudian menciumi wajah Ibunya

"Iya, Sayang ... jaga diri baik-baik dan jangan macam-macam, ingat itu!" ucap Melinda sambil mengingatkan anak gadisnya itu.

Ia tahu bagaimana kelakuan Marissa yang sebenarnya. Anak gadisnya itu sedikit nakal dan juga keras kepala. bahkan Marissa bisa melakukan apa saja demi sesuatu yang ia inginkan. Tidak peduli walaupun itu salah.

"Oke, Mah."

Marissa bergegas pergi dengan menyeret kopernya. Erika sudah menunggunya di halaman depan rumahnya.

"Ayo, Marissa! Aku sudah tidak sabar nih!" seru Erika sembari menekan-nekan klakson mobilnya agar Marissa berjalan lebih cepat.

"Baik-baik! tidak sabaran sekali sih!" gerutu Marissa.

...***...

1
vincuu
thor kalau bisa maharnya jangan ada pakai kata seperangkat alat sholat karena itu berat kalau tidak di jalankan dengan benar. kalau sholatnya bolong" maka dosa 2 kali lipat
Rustan Sinaga
bawa pasukan Dylan, jgn gegabah menghadapi si Kenneth
Rustan Sinaga
sptnya Dylan ada rencana terselubung ya
Rustan Sinaga
satukan Dian dan Riyadh thor, buat mereka bahagia
Rustan Sinaga
jangan buat Dian celaka thor
Rustan Sinaga
jangan² Zaidpun bukan anak Riyadh
Rustan Sinaga
sll lupa komen, saking pengen cepet buka bsn baru
Rustan Sinaga
tunjukkan status Marisa yg sesungguhnya thor, biar si Sarah gigit jari
safrah ricky
Luar biasa
Mariana Frutty
16/06/1977
Luar biasa
aryuu
rameee
Yusi Maulanaa
Luar biasa
Nani Maulani
mau dong obat nya marisa/Ok/
bee
Lumayan
bee
Luar biasa
Capricorn 🦄
k
egata_syla
Luar biasa
LaLa Pho
ada yang kembar 6 kok
si pembaca
saking banyak nya sampai lupa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!