NovelToon NovelToon
IVANNA, Putri Sultan Milik CEO

IVANNA, Putri Sultan Milik CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: bucin fi sabilillah

*AREA MEMBUCIN!!
*TIDAK SUKA SKIIP! NO KOMENT SAMPAH!!
Terima Kasih!!

Squel dari cerita Anak Sultan Milik CEO.

🌺🌺🌺

Sifat dingin merupakan hal yang lumrah bagi setiap wanita. Bagaimana jika istilah beruang kutub dan singa betina dipadukan menjadi satu?

Gadis yang selalu mendapatkan pengawalan ketat dari sang abang, membuatnya awam tentang apa itu cinta. Namun seorang laki-laki berhasil meruntuhkan sifat dingin sang tuan putri, siapakah dia?

Ivanna Hanindya Dirgantara gadis dingin yang memiliki tatapan mata tajam, harus menggantikan sang ayah untuk mengelola Dirgantara CORP. Dengan berat hati, ia mengambil keputusan itu, karena kondisi Irfan yang sudah tidak memungkinkan untuk bekerja lagi.

Berjalan bersama Fajri, membuat Ivanna mampu mencapai puncak kesuksesannya.
Mengejar sang abang, dengan melebarkan sayapnya semakin jauh.

Dalam pencapaiannya, ada banyak pria mapan dan tampan yang mengejar Ivanna, siapakah yang akan ia pilih?

Pria baru yang hadir, atau masa lalu yang tiba-tiba saja datang kembali membawa sesuatu yang mampu mengubah sifat dingin Ivanna?

jangan lupa tinggalkan like nya gais 🤘🤘

Yuk simak terus!

ig : @bucin_nt.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bucin fi sabilillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengikat

"Baby, maaf. Apa ini tidak terlalu cepat? Belum lagi seminggu kita menjalin hubungan, tapi...," ucap Ivanna lirih.

"Sayang, Tidak apa kalau kamu gak menjawab pertanyaan hari ini. Aku hanya ingin mengikatmu, agar mereka bisa mundur secara perlahan! Aku tidak meragukan perasaanmu, sayang. Tetapi sungguh, aku begitu takut jika mereka merebutmu dengan cara curang!" ucap Tono lirih.

"By!" panggil Ivanna sambil menatap pria tampan yang ada di hadapannya. "Jujur, aku belum siap untuk menikah, tetapi untuk saling mengikat, tidak ada salahnya juga 'kan?" ucap Ivanna tersenyum.

"Kamu serius?" tanya Tono menatap Ivanna lekat.

"Tentu, Aku juga takut kalau kamu tergoda dengan perempuan di luar sana. Mereka yang mau menyuguhkan apapun untuk pasangannya!" ucap Ivanna lirih.

Tono berdiri dan langsung memeluk Ivanna dengan erat. Gadis cantik itu terkejut dan termagu, namun perlahan ia membalas pelukan hangat yang di berikan oleh Tono.

"Aku yakin, kamu gak akan menolak pinanganku di kemudian hari. Tetapi untuk saat ini aku menghargai keputusanmu, sayang!" ucap Tono.

Ia melepaskan pelukannya dan menatap manik mata Ivanna. Tono menggenggam tangan Ivanna dengan lembut dan mengecupnya. Pria tampan itu mengeluarkan cincin berlian yang ia bawa tadi dan menyematkannya di jari manis Ivanna.

"Mulai dari sekarang, kamu sudah menjadi milikku! Ivanna Hanindya Dirgantara, aku berjanji akan selalu menjagamu, menjadikanmu ratu di dalam hidupku, menemanimu sampai kapanpun baik susah maupun senang!" ucap Tono tersenyum.

"By, kamu seperti tengah mengucapkan janji pernikahan!" ucap Ivanna terkekeh dengan mata yang berkaca-kaca.

"Haha. Anggap saja aku sedang latihan, sayang!" ucap Tono tersenyum manis.

"Ah, baiklah! Terima kasih, Baby. Hmm, aku juga ada sesuatu untukmu!" ucap Ivanna mengeluarkan sebuah kotak yang berisikan cincin bertuliskan namanya di sana.

"Baby, Cincin ini hadiah dari Abang. Katanya, jika aku menemukan seseorang yang menang pantas untuk bersanding denganku, menggantikan Ayah dan Abang untuk menjagaku. Maka, aku boleh memberikannya kepada laki-laki itu," ucap Ivanna tersenyum namun sukses membuat Tono terkejut.

"A-apa ini tandanya, kamu?" ucap Tono tidak percaya.

"Iya, By. Mulai sekarang, kamu juga menjadi milikku, sampai kapanpun. Aku hanya belum siap untuk menikah, aku harap kamu bersabar sedikit lagi!" ucap Ivanna tersenyum.

"Aku paham, sayang!" ucap Tono tersenyum.

Ivanna memasangkan cincin keramat itu di jari manis sang Baby tampannya. Ia begitu terkejut, ketika cincin itu begitu muat di jari manis Tono. Mata mereka bertatapan, karena merasa tidak percaya satu sama lain.

Apa tuan Fajri menyiapkan ini semua untukku? Cincin ini begitu pas, tidak sempit ataupun tidak longgar!. Batin Tono.

Tono kembali memeluk Ivanna karena ini terasa sangat tidak masuk di akal. Apa ini jalan dari tuhan untuknya? atau memang mereka di takdirkan untuk bersama? Hanya tuhan yang tau.

"Yuk, kita makan sambil menatap sunset!" Ajak Tono setelah melepas pelukannya.

"Yuk!" Ucap Ivanna tersenyum.

Mereka kembali berjalan ke arah tenda dan duduk di atas karpet lembut yang sudah tertata makanan di atasnya.

"Apa kamu membawa kue muffinnya, By?" tanya Ivanna penuh harap.

"Yah, maaf sayang. Aku lupa untuk membuatkannya lagi!" ucap Tono merasa bersalah ketika melihat wajah cantik Ivanna berangsur sedih.

"Ya sudah, gak papa. Terus kamu bawa apa lagi?" tanya Ivanna.

"Banyak, sayang! Yuk kita makan!" Ajak Tono.

Mereka duduk di atas karpet dan menyantap hidangan sambil menatap indahnya kota besar itu di malam hari. Saling bercanda dan menjahili satu sama lain, membuat suasana romantis tercipta begitu saja tanpa dibuat ataupun di rencanakan.

"Ah, aku kenyang, By. Kalau seperti ini terus, nanti aku bisa gendut!" keluh Ivanna bersandar di dada bidang Tono.

"Hehe, gak papa gendut, asal sehat. Dan yang paling penting, cintaku gak akan berkurang sedikitpun!" ucap Tono membelai lembut kepala Ivanna.

"Ihh," delik Ivanna. "Hmm, Baby?" panggil Ivanna.

"Iya, sayang?" sahut Tono tersenyum.

"Ini sudah paling jauh kita melakukan kontak fisik. Hmm...,"

"Aku paham, sayang. Ya walaupun aku harus menahan diri untuk tidak menciummu yang selalu terlihat mengemaskan!" ucap Tono yang berhasil membuat wajah Ivanna bersemu.

"Jangan cium-cium, nanti abang marah!" ucap Ivanna lirih.

"Hehehe, walaupun aku sering menistakan abangmu, tapi kalau dia marah, aku juga takut, sayang!" ucap Tono tergelak.

"Jangan di biasakan! Apalagi kalau kamu keceplosan di tempat rame, bahaya!" ucap Ivanna terkekeh.

"Iya, sayang. Aku sedang menahannya!" ucap Tono yang juga ikut tertawa.

"Kita foto dulu yuk!" ucap Ivanna.

Ivanna mengambil foto mereka berdua, tak lupa juga foto dua cincin yang sudah melekat di jari manis mereka, dengan background langit malam yang begitu indah.

Ivanna langsung mengupload foto dua cincin itu dengan caption yang begitu manis.

"Baby, apa kamu mau aku tandai?" tanya Ivanna sebelum menekan tombol kirim.

"Aku belum siap, sayang. Belum siap melihat fanboy kamu patah hati!" ucap Tono tergelak.

"Haha, Baiklah! Aku upload ya?" tanya Ivanna.

"Iya, sayang!" ucap Tono mengecup kepala Ivanna dengan lembut.

"Milikku!!! Berani mendekat, bacok! Love You, Baby! 😘" tulis Ivanna dan langsung mengunggah foto itu di salah satu sosial medianya.

Ia langsung menyimpan ponselnya dan kembali bercerita banyak hal bersama Tono.

Hingga waktu menunjukkan pukul 08.00 malam, Pria tampan itu segera mengajak Ivanna untuk pulang agar tidak memancing keributan antara dirinya dan Fajri ketika di rumah nanti.

🌺🌺

Sementara di rumah keluarga Dirgantara, Fajri sudah tiba menjelang waktu makan malam. Ia mengernyit ketika melihat tamu yang tidak di undang telah duduk di ruang tamu bersama dengan Ayah dan bundanya.

"Ayah, bunda?" panggil Fajri yang baru saja keluar dari kamar.

Sementara Safira dan bocil kembar sudah terlelap dan tidak ingin di bangunkan lagi.

"Bang? udah makan, nak?" tanya Fajira tersenyum.

"Sudah, Bunda!" Fajri menatap Irfan dengan wajah yang penuh tanda tanya.

Ada apa ini? Hadiah yang cukup banyak dan mereka datang dengan pakaian yang begitu formal. Batin Fajri mengernyit

"Kamu sudah kenal 'kan dengan Tuan Fadil Danuarta, bang?" tanya Irfan.

"Sudah, Ayah! Apa kabar pak Fadil? Senang bertemu dengan anda!" ucap Fajri.

"Ah, saya baik, Tuan Muda!" ucap Fadil tersenyum.

"Hmm, Bagini Tuan dan Nyonya. Saya mewakili Azmi putra saya, kami berniat untuk menjodohkan putra putri kita, Tuan! Mengingat, usia Nona Ivanna sudah memasuki masa dewasa, anak kita juga sudah kenal dan sering bertemu, jadi ya begitulah kira-kira, Tuan! Tidak ada salahnya kalau kita mencoba untuk menjalin hubungan kekeluargaan!" ucap Fadil tersenyum.

Wajah Fajri dan Fajira berubah tidak suka mendengar penuturan Fadil tadi. Namun berbeda dengan Irfan yang masih bisa menyembunyikan raut wajah tidak sukanya dengan memasang mode dingin.

"Apa alasan anda untuk menjodohkan anak-anak kita? Ivanna masih terlalu kecil untuk di nikahkan, apalagi dengan sifatnya yang tegas dan keras kepala, itu hanya akan menjadi bomerang di dalam rumah tangganya nanti!" ucap Irfan.

"Saya, menyukai Nona Ivanna, Tuan. Saya yakin bisa membimbingnya menjadi istri yang baik, Tuan!" ucap Azmi.

"Apa kau fikir adikku tidak baik?" sarkas Fajri menatap Azmi dengan tajam.

"Hmm, maksud saya...," ucap Azmi terpotong ketika pak Sakti membuka pintu.

"Bunda?" panggil Tono yang datang tergesa-gesa sambil menggendong Ivanna yang sudah tidak sadarkan diri.

Fajri langsung mengambil alih adik kecilnya dan membawa Ivanna menuju kamar. Di ikuti oleh Tono dan Fajira. Setibanya di kamar, Fajri segera membaringkan Ivanna dengan lembut dan melihat apakah ada tanda-tanda yang mencurigakan di tubuh adiknya atau tidak.

"Ivanna kenapa, Tono?" tanya Fajira khawatir.

"Eh, Nana gak papa, Bunda. Nana cuma ketiduran! Mungkin kecapean, jadi Tono gak tega untuk membangunkannya, Bunda! Maaf sudah membuat Bunda panik!" ucap Tono merasa bersalah sambil menggaruk tengkuknya.

"Ah, syukurlah, Bunda fikir Ivanna kenapa-napa!" ucap Fajira bernafas lega.

Sementara Fajri menatap Tono dengan tajam. Ia tidak suka, jika Ivanna di sentuh sembarangan oleh orang lain.

"Ikuti, saya!" ucap Fajri tegas dan keluar dari kamar Ivanna.

"Ba-baik, Tuan!" ucap Tono mengikuti Fajri setelah berpamitan dengan Fajira

🌺🌺🌺

TO BE CONTINUE

Ada 1 part lagi, mungkin sedikit malam di upload nya gais 😁😁

1
Ira wahyuni sayang
Luar biasa
Sumiati 32
ivanna baik sekali keren
Hindun
semangat Tono, dan Nana
Hindun
seru author
Siti Regina
Lumayan
Alkha Alkha
bagus
🍓🍓🍓
masalahnya si tono mau gak ma kamu 😁
Hua Yin Shuan Xia
ammpppuuuunnn thooorrrr perut q nyampe kram... n gigi q ikutan kering... karna apa coba?? 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hua Yin Shuan Xia
klo nangis jngan tanggung2 felicia....nangisnya yg kenceng ....hahaha
Hua Yin Shuan Xia
outhornya pipi nya kram...klo aq gigi q yg KERING thooorrr..haha di tmbh lgi perut q jdi kram... gara2 ketawa...
Bella Neysia
buat sequel nya dong thor tentang anak anak nya fajri dan ivana
Eliermswati
cerita nya bagus lnjut dong dngn cerita ank2 nya fajri dan ivana yg pd idah gede
Pa'tam
menarik
Ardyan Saputra
💪💪💪👍
try astuti
good 👍
Ompangky
apakah msih ada kesempatan buat bikin cerita bocil dirgantara
🦋⃟ℛ⭐ʀᴀᴅɪsʏᴀ⭐🦋ᴬ∙ᴴ࿐
kereeeen 🤩🤩🤩
🤎🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
sukses karyanya nanti mampir separo separo lah bacanya😀😀😀
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
sukses kak bucin
🦋⃟ℛ⭐ʀᴀᴅɪsʏᴀ⭐🦋ᴬ∙ᴴ࿐
saya suka saya suka🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!