"Apakah kamu kira tempurung pantas merangkai permata? Mana mungkin anakku pantas bersanding dengan gadis miskin tak berpunya seperti dirimu!"
Runi ternhenyak menahan segala rasa akit di hatinya atas hinaan yang di lontarkan oleh nenek dari bayi yang di kandungnya.
"Mas, kamu akan bertanggung jawab 'kan?" tanya runi pada lelaki yang telah menodai dirinya. meskipun ia sangat mencintai lelaki itu, tetapi tak pernah ada niat sedikitpun untuk melakukan perbuatan dosa. semua yang terjadi karena paksaan oleh lelaki itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa masalahnya sama kamu?
Yandra menghela nafas pelan. Rasanya ia belum siap untuk membahas tentang cinta. Saat ini belum bisa memastikan bagaimana perasaannya terhadap runi.
"Ayo sekarang kamu istirahat," ucap Yandra seraya memperbaiki selimut yang menutupi tubuh Runi.
Runi tak lagi bicara. Respon Yandra membuatnya sadar, mungkin dirinya bukanlah wanita yang di inginkan. Tidak apa-apa, yang penting ia sudah menyatakan perasaannya pada lelaki itu. Saat ini hatinya cukup lega, karena sudah tak ada lagi rahasia cinta yang di tutupi.
Sementara itu nyonya emeli masih kesal. Satupun tak bisa di hubungi, baik Yandra dan tuan saga. Ayah dan anak itu benar-benar menjengkelkan.
"Kenapa papa tidak mengangkat telpon aku sih. Aku tadi lupa lagi nanyain di mana wanita itu di rawat," gumamnya gusar.
Sementara itu Gracia masih menangis. Rasanya pengorbanannya sia-sia datang ke kota ini. Berharap dirinya bisa mendapatkan cinta lelaki yang selama ini sangat ia cintai. Ini semua karena Runi.
"Sayang, kamu jangan menangis lagi ya. Tante janji akan membantu kamu agar bisa mendapatkan Yandra," ujar wanita itu membujuk Gracia.
"Tante mau bantu aku bagaimana? Mas Yandra sudah jatuh cinta pada Runi. Dia sudah mengabaikan aku," jawab wanita itu masih menangis.
"Kamu tenang saja, sayang. Tunggu suasana kembali kondusif, kamu harus percaya sama tante," ujar wanita baya itu tersenyum licik.
"Maksud Tante?" Gracia menatap tidak mengerti.
Nyonya Emeli membisikkan sesuatu di telinga Gracia. Seketika senyum gadis itu melebar.
"Tante yakin rencana Tante berhasil?"
"Percaya sama tante. Pokoknya sekarang kamu tenang dulu. Kita harus bisa membuat Runi dan Yandra tidak curiga."
"Baiklah. Terimakasih ya, Tan. Tante benar-benar yang terbaik." Gracia memeluk wanita baya itu dengan perasaan lega.
"Tante hanya ingin kamu yang jadi menantu Tante, Tante tidak Sudi punya mantu seperti Runi," balas wanita itu tersenyum sinis.
Pagi ini Yandra pamit pada Runi untuk ke kampus. Sebenarnya sedikit tidak tega, tetapi harus bagaimana lagi, karena ia sedang mengikuti ujian akhir.
"Runi, aku pulang dulu ya. Sekalian mau ke kampus. Kamu nggak pa-pa kalau aku tinggal 'kan? Nanti pulang kampus aku langsung kesini," ujar lelaki itu.
Runi mengangguk. "Iya nggak pa-pa, Mas. Terimakasih sudah menemani aku," jawab Runi tersenyum lembut.
Yandra mengangguk. "Kalau ada sesuatu jangan lupa kabari aku," imbuh Yandra.
"Gimana mau ngabarin, ponsel aku mati."
"Ah, iya aku lupa. Yasudah, nanti aku suruh perawat belikan charger untuk kamu."
"Baik Mas, sekali lagi terimakasih." Runi masih tersenyum.
Yandra hendak keluar dari kamar rawat, tetapi ia berpapasan dengan dokter Vano. Sengaja abangnya itu datang lebih awal, karena mengingat Runi sedang di rawat.
"Pagi banget Abang datangnya?" tanya Yandra.
"Iya, kebetulan pagi ini ada beberapa jadwal pasien aku yang akan operasi. Runi gimana? Apakah dia masih ada keluhan?" tanya Vano.
"Kayaknya udah nggak ada. Tadi malam tidurnya cukup nyenyak. Aku titip Runi ya, Bang. Mau ke kampus dulu."
"Ya pergilah. Jangan khawatir, Runi ada aku yang jaga."
Yandra keluar dari ruang ranap sang istri. Ia segera menuju pulang untuk bersiap terlebih dahulu. Kepulangan Yandra di hadang oleh mama dan Gracia.
"Pagi Ma!" sapa Yandra santai.
"Hebat banget kamu ya. Seperti orang tak berdosa saja," sahut mama menatap kesal.
"Ya memang aku nggak ada dosa, Ma. Aku kan anak baik dan Sholeh," jawab Yandra menanggapi dengan candaan.
"Mama sedang serius, Yandra!" bentak mama meninggikan suaranya, sehingga membuat Yandra sedikit terjingkat.
"Astaghfirullah! pagi-pagi udah buat orang senam jantung saja. Mama kenapa sih?"
"Jangan tanya mama kenapa. Kamu sudah keterlaluan banget! bisa-bisanya kamu membiarkan Runi mem-block kontak mama!"
"Apa? Runi blok kontak mama? Nggak mungkin ah," jawab Yandra seraya merogoh kantong celananya untuk mengambil ponsel.
Yandra segera memeriksa kontak sang mama. Ternyata memang benar runi mem-block. Tapi darimana mama tahu ya?
Yandra membeku sesaat. Namun, wajahnya kembali tampak tenang dan biasa saja.
"Apakah kamu sudah lihat sendiri?" ujar wanita itu.
"Mama tahu darimana Runi yang blok?" Yandra balik nanya.
"Aku yang kasih tahu. Tadi malam Runi yang balas chat aku di ponsel kamu, mas!" sambut Gracia ikut bicara.
"Lalu, apa masalahnya sama kamu?" jawab Yandra datar.
Bersambung....