Ini adalah kisah perjalanan hidup dan rumah tangga Arya Wiguna Albert Kim Said dengan saudaranya (Keluarga Besar Wiguna).
Lika-liku kehidupan, aroma balas dendam serta cinta buta yang membuat hubungan mereka menjadi rumit.
Kebersamaan, kekompakan di antara mereka membuat musuh-musuh mereka menciut nyalinya.
Penantian yang kadang membuat mereka ingin menyerah dengan keadaan, tapi keyakinan mereka tetap satu untuk terus bersabar dalam penantian.
Jika bertahan dalam penantian adalah jalan yang paling terbaik, maka aku akan tetap menjaga hati dan raga ini hanya untukmu Seseorang yang aku kasihi setulus hati, jiwa dan raga hingga maut menjemput.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 34. Datang Bertamu
Happy Reading...
Kejadian yang sempat membuat Heboh Seluruh penghuni Kantin Membuat Orang-orang yang melihat Delia tidak berani lagi memprovokasi Delia. Mereka tidak mau nasib mereka seperti Rania dan teman-temannya.
Delia semakin bijaksana dan lebih Kuat menghadapi ujian dan cobaannya. Bahkan Delia Termasuk perempuan yang tidak mudah untuk diganggu.
Delia menjalani hari-harinya Lebih Semangat lagi dan bahagia. Hari ini seperti biasa mendapatkan beberapa kuntum bunga. Delia masih bertanya-tanya siapa sebenarnya pengirimnya dan apa tujuan orang itu.
Rumah dan Kamar Delia hampir penuh dengan bunga. Karena setiap hari Delia menerima kiriman Bunga dalam jumlah yang terbilang tidak sedikit.
Si kembar mengetahui kalau yang mengirim bunga-bunga itu adalah Ayahnya. Tidak sengaja Melihat Mobil Ayahnya yang terparkir tidak jauh dari rumahnya. Si kembar malahan sangat bahagia.
Seperti Hari ini Zoe dan Zack lagi-lagi melihat Ayahnya mengantar bunga ke depan pintu rumahnya. Karena Si kembar sudah hafal waktu kedatangan Ayahnya jadi Mereka sengaja menunggu kedatangan Ayahnya di depan jendela rumahnya. Mereka sempat memberikan Dua jempol mereka ke arah Ayahnya. Arya pun menyambutnya dengan membalas acungan jempol juga.
Delia berangkat ke Kantornya dengan mengendarai motor maticknya. Jalanan hari ini agak padat bahkan sudah terbilang macet. Delia pun sampai ke kantornya. Semua orang-orang yang berpapasan dengannya pasti menyapanya sperti halnya dengan semua Security yang berjaga saat ini.
"Pagi Mbak Delia" Ucap Salah satu Security.
"Pagi juga Pak"
Delia Merasa hal ini sangat aneh karena sebelumnya yang bertutur sapa dengannya hanyalah orang-orang yang sering bertemu dengan Delia.
Delia tidak mau ambil pusing dengan itu semua. Bagi Delia hidup terus berjalan walaupun banyak yang nyinyir bahkan menghinanya Bagi Delia yang penting Dia tidak merugikan orang lain.
Sesampainya di kubikelnya,Delia mendapatkan Sekuntum mawar putih dan ada Surat nya. Delia mencium bunga itu dan sungguh menenangkan hati bagi yang mencium aroma Bunga itu. Delia membaca tulisan surat itu.
"Moga Kamu suka dengan Bunga-bunga yang Aku kirim"
Dari orang yang selalu mencintaimu 💞💞
Delia tersenyum membaca sepucuk surat itu yang tulisannya begitu singkat.
Delia dibuat senyum-senyum sendiri. Hal ini membuat Rina dan Wita saling bertatapan dan Rina cuma mengangkat bahunya tanda tak tahu apa-apa.
"Heeeemmm" Rina akhirnya berdehem untuk mengakhiri lamunannya Delia.
"Kamu kenapa, kamu baik-baik saja kan Rina, atau Kamu butuh minum???" Tanya Delia.
Rina dan Wita tertawa dengan penuturan Delia.
"Kalian ini kenapa sih apa ada yang lucu atau apa itu?? tanya Delia yang merasa heran dengan tingkah ke dua temannya.
"Kami justru yang bertanya sama kamu baik-baik saja kan, soalnya dari tadi senyum-senyum gak jelas banget deh" ucap Rina.
"iya mantul tuh Rina, kayak ABG labil Saja yang lagi jatuh cinta" ucap Wita.
"Maksud kalian apa sih, Aku seperti biasa Saja". ucap Delia.
"Yah sudahlah Kalau kamu baik-baik saja kita beralih ke laptop" ucap Wita.
Mereka tertawa bersama dan membuat ruangan Mereka Ramai bagaikan pasar Saja. Sontak membuat Ibu Aini menegur mereka.
Hari ini Delia pulang lebih cepat dari biasanya. Berhubung hari ini tidak ada jadwal lembur atau pun kerjaan yang membutuhkan penyelesaian segera.
Delia tidak lupa singgah untuk membelikan makanan pesanan Anak-anak dan bibinya. Si kembar pesan martabak manis dan martabak telor sedangkan Bibinya pesan Sate Kambing dan beberapa makanan karena hari ini bibinya belum sempat masak untuk masak makan malam mereka.
Sesampainya Delianya di Rumahannya,Dia memarkirkan motornya di garasi rumahnya. Tapi Delia kaget kok ada Mobil yang terparkir di Depan rumahannya dan Pintu Rumahnya terbuka. Bahkan suasana di dalam rumahannya nampaknya Ramai.
"Siapa yah yang datang, apa itu Desyy dan Indra yang datang tapi itu bukan mobil mereka"
Delia Penasaran dengan tamunya Delia pun bergegas Masuk ke dalam rumahnya. Betapa kagetnya Delia setelah melihat siapa sosok orang yang bertamu ke rumahnya.
"Bapak Arya" Ucap Delia.
Arya tersenyum manis kepada Delia. Senyuman itu langsung membuat Perasaan Delia merasakan sesuatu yang aneh entah apa itu.
Delia pun membalas senyuman Arya. Mereka lagi-lagi berpandangan dan membuat Si Kembar dan bibinya tersenyum melihat tingkah mereka.
Zack dan Zoe berlari ke arah mamanya. Delia menyambut dan membalas pelukan anak-anaknya.
"Kapan aku juga bisa memelukmu Istriku"
"Maaf pak, apa Bapak sudah lama disini atau ada yang bisa Saya bantu pak???"
"Tidak ada kok, Saya cuma ingin mampir saja dan bertemu dengan anak-anakmu"
"Anak-anak mu sudah besar yah Del, Mereka asyik diajak ngobrol"
Delia hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Maaf pak aku pamit dulu mau ganti pakaian ga apa-apa kan kalau aku tinggal sebentar??" tanya Delia.
"Silahkan" ucap Arya.
Si kembar buru-buru ke pangkuan Ayahnya dan menyatukan tangan mereka yaitu Tos" High five" kepada ayahnya Tanda mereka berhasil.
Beberapa saat kemudian, Bibi Ainun memanggil mereka untuk makan malam. Makanan sudah tersedia di Meja makan.
"Del panggil sana Nak Arya untuk makan kasihan Dia sudah lama disini tapi belum makan apapun".
"Baik Bi"
Delia ke Ruang tengah dan memanggil Anaknya serta Arya.
Mereka berjalan menuju Dapur dan masing-masing sudah mengambil posisi duduk untuk makan malam. Bibi Ainun bahagia melihat mereka dan meneteskan air matanya. Bibi Ainun buru-buru menghapus jejak air matanya sebelum ada yang melihatnya. Bibi Ainun pun sudah mengetahui kebenarannya dari Mulut Arya. Bahkan bibi Ainun sangat bahagia karena Ayah dari cucunya sudah pulang.
Mereka makan bagaikan sepasang Keluarga yang harmonis bahagia. Arya sangat senang dengan makan malam di rumah Delia. Hal ini lah selama ini Dia impikan yaitu berkumpul bersama keluarga kecilnya walaupun Istrinya belum mengetahui kebenarannya. Tapi bagi Arya itu sudah lebih dari cukup dan sangat membuatnya bahagia. Rona bahagia itu tersirat di wajah tampannya.
Author meleleh lihat senyumannya.
Karena malam semakin larut dan tidak ingin mengganggu terlalu lama istirahat Istrinya,Arya pun pamit Kepada Delia dan anak-anaknya.
TBC...
FANIA tak akan bosan untuk Ucapkan Makasih Banyak kepada kakak Readers yang telah memberikan dukungannya kepada BDP 🙏🙏🙏 Fania tak hapal nama-nama kakak Readers yang telah memberikan dukungannya 🙏🙏🙏
Jangan Lupa tetap menjadikan BDP Di Daftar Favorit Readers dan Like Setiap Episodenya 🙏🙏🙏
atau lebih baik di ganti dengan tidak sadarkan diri gitu,soalnya pengulangan kata pingsang mu terus dari awal sangat"mengganggu🙏