NovelToon NovelToon
Retired Hero

Retired Hero

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wanto Trisno 2

Setelah pahlawan terhebat berhasil mengalahkan Raja Iblis, dikhianati manusia. Dituduh berbuat kejahatan dan tak ada yang mempercayai semua yang dikatakan.

Alih-alih demi terciptanya kedamaian dunia, pahlawan bernama Rapphael Vistorness pun membiarkan dirinya ditangkap dan dihukum mati. Siapa sangka, dirinya malah mengulang waktu pada saat pertama dipanggil dari dunia lain.

Karena telah kembali, maka tugas pahlawan bukanlah tanggung jawabnya lagi. Bersantai dan berpetualang di dunia ini, saatnya untuk menikmati kehidupan tanpa beban kepahlawanan. Namun ia tak pernah lupa untuk mencari informasi, siapa dalang atas nasib buruknya dimasa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanto Trisno 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keserakahan Raja

Pajak yang dipungut oleh Raja sangat tinggi, sehingga banyak rakyat kota Bvakhsin yang terpaksa menjual harta benda mereka untuk membayarnya. Beberapa di antaranya bahkan terpaksa meninggalkan rumah mereka karena tidak mampu membayar pajak.

Di pasar, para pedagang mengeluh tentang pajak tinggi yang dipungut oleh Raja. "Aku tidak tahu bagaimana caranya dapat membayar pajak ini," kata seorang pedagang.

"Aku juga sudah tidak memiliki uang lagi." Pedagang lain juga merasakan hal yang sama. Apalagi harga kebutuhan semakin tinggi karena kebijakan yang mencekik rakyat.

Di jalan, rakyat kota Bvakhsin berbisik tentang ketidakpuasan mereka terhadap Raja. "Raja hanya memikirkan dirinya sendiri," kata seorang warga. "Dia tidak peduli dengan kita."

Tapi, tidak ada yang berani berbicara secara terbuka tentang ketidakpuasan mereka. Raja memiliki mata-mata di mana-mana, dan siapa pun yang berani melawan Raja akan menghadapi konsekuensi yang berat.

Di istana, Raja tersenyum puas ketika melihat uang pajak yang masuk. "Ini akan membiayai pembangunan istana yang hebat," katanya kepada dirinya sendiri. "Bvakhsin akan menjadi ibukota yang tak terkalahkan."

Keserakahan semakin menjadi. Ketika tidak memiliki harta lagi, membuatnya harus melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya. Selain itu, dia sudah menyukai kekuatan finansial seperti sekarang.

"Sampaikan juga pada kota lainnya, pajak akan ditingkatkan, demi membangun kerajaan yang lebih kuat lagi."

Selain kota Bvakhsin, ada juga kota Muwdarg dan kota Swrisdk. Para pemimpin kota pun tidak berdaya atas keputusan yang diambil oleh sang raja, Baangas Lubrock.

Pemimpin kota Muwdarg, seorang pria tua yang bijak dan dihormati, memanggil rapat dengan para tetua kota untuk membahas keputusan Raja. Mereka berkumpul di balai kota, wajah-wajah mereka penuh dengan kekhawatiran.

"Apa yang akan kita lakukan? Pajak yang tinggi ini akan menghancurkan kota kita. Raja yang semakin semena-mena, membuat kita susah," keluh seorang pejabat kota.

Pemimpin kota Muwdarg mengangguk. "Kita memang tidak setuju dengan keputusan Raja. Kita harus mencari cara untuk mengurangi beban pajak ini."

Petinggi kota lainnya, seorang wanita tua, berbicara. "Tapi bagaimana kita bisa melawan keputusan Raja? Dia tidak akan mendengarkan kita."

Pemimpin kota Muwdarg tersenyum. "Kita tidak perlu melawan Raja. Kita hanya perlu menunjukkan bahwa keputusan ini tidak baik untuk kota kita. Saya akan pergi ke istana dan berbicara dengan Raja."

Para tetua kota lainnya mengangguk, dan mereka mulai mempersiapkan perjalanan Pemimpin kota Muwdarg ke istana. Mereka tahu bahwa itu tidak akan mudah, tapi mereka harus mencoba.

Di istana, Pemimpin kota Muwdarg diterima oleh Raja. "Apa yang kamu inginkan?" tanya Baangas Lubrock, suaranya kasar.

Pemimpin kota Muwdarg membungkuk. "Paduka Raja, saya datang untuk berbicara tentang pajak yang terlalu tinggi. Kami di kota Muwdarg tidak bisa membayar pajak ini. Kami meminta agar kebijakan tentang sistem perpajakan dikurangi."

Raja menatap Pemimpin kota Muwdarg dengan mata yang tajam dan penuh ketenangan. "Kamu tidak perlu khawatir tentang pajak. Kamu hanya perlu membayar apa yang kamu harus bayar."

Pemimpin kota Muwdarg tidak menyerah. "Paduka, kami tidak bisa membayar pajak ini. Kami akan bangkrut. Kami meminta agar Anda mempertimbangkan kembali keputusan Anda."

Baangas Lubrock tersenyum. "Kamu tidak perlu khawatir tentang itu. Kamu hanya perlu melakukan apa yang saya katakan."

Pemimpin kota Muwdarg tahu bahwa dia tidak akan bisa mengubah keputusan Raja. Dia membungkuk dan meninggalkan istana, wajahnya penuh dengan kekhawatiran.

Hal serupa juga dilakukan oleh pemimpin kota Swrisdk. Ia tidak ingin rakyatnya menderita. Akibat ulah dari sang raja yang membuat kebijakan pajak tidak masuk akal.

Namun seperti halnya pemimpin kota sebelumnya, ia juga diperlukan sama. Apalagi dengan keputusan-keputusan lainnya yang memberatkan. Namun tidak sampai hati ingin menghancurkan kerajaan.

Bahkan sebelumnya pemimpin kota Bvakhsin juga berpendapat demikian. Namun justru membuatnya kehilangan kepercayaan raja. Dan dia secara langsung mengundurkan diri dari jabatan pemimpin kota.

Akibatnya sistem pemerintahan semakin kacau, atas keputusan yang ditentukan oleh Baangas Lubrock. Raja yang sebelumnya bersikap baik dan dermawan, mengapa bisa seperti itu?

Siapa yang mengira, di belakang layar, Baangas Lubrock mengalami sakit kepala yang teramat. Ia duduk di singgasananya yang masih belum rampung pengerjaannya.

"Apa yang terjadi padaku? Mengapa kepalaku sangat pusing? Akhh, sakit! Di mana ini? Mengapa berbeda dari istanaku? Tidak!"

Rupanya ada sosok yang mengendalikan sang raja. Inilah mengapa sikapnya tiba-tiba berubah tanpa alasan. Akhirnya tubuhnya diambil alih kembali dan menjadi pribadi yang berbeda.

"Tubuh ini sangat tidak cocok untuk ditinggali. Tapi ini hanya sementara saja. Setelah selesai, aku akan menjadi diriku yang sebenarnya."

Hal yang tidak terduga, ternyata raja saat ini bukankah raja yang sebenarnya. Dimulai ketika meninggalkan kota Dunggos, ia telah berubah kepribadian dan selalu memiliki ide-ide yang tidak biasa.

Istana mewah yang dibangun oleh Raja mulai mengambil bentuk. Bangunan ini memiliki menara-menara tinggi, taman-taman yang indah, dan ruangan-ruangan yang mewah.

Raja mempekerjakan ribuan pekerja untuk membangun istana ini, dan mereka bekerja siang dan malam untuk menyelesaikannya.

Arsitek istana, seorang pria tua, mengawasi pembangunan istana dengan teliti. Dia telah bekerja untuk Raja selama bertahun-tahun, dan dia tahu apa yang diinginkan oleh Raja.

Sebelumnya ia berada di kota lain untuk melakukan pekerjaannya. Namun karena mendapatkan panggilan khusus dari raja, membuatnya bergegas menuju pusat ibukota yang baru.

"Perlu lebih banyak ukiran di dinding," kata arsitek kepada para pekerja. "Raja ingin istana ini menjadi yang paling indah di seluruh kerajaan."

Pekerja-pekerja itu mengangguk dan mulai bekerja lebih keras. Mereka tahu bahwa Raja tidak akan puas dengan apa pun yang kurang dari yang terbaik.

Di dalam istana, Raja berjalan-jalan, memeriksa kemajuan pembangunan. Dia tersenyum puas ketika melihat hasil kerja para pekerja.

Namun ada hal yang menurutnya kurang dan melihat kekurangan itu. Sebagai orang nomor satu kerajaan, membuatnya menjadi tempramental. Namun ia selalu menyembunyikan sifatnya dengan caranya sendiri.

"Hmm, kurasa ini kurang. Sepertinya mereka terlalu malas untuk membersihkan jendela ini. Warnanya, menurutku kurang menarik," keluhnya.

Ada lagi yang membuatnya tidak puas. Karena tidak adanya hal-hal yang menyenangkannya. Terutama pada selera yang berbeda dari raja sebelumnya.

"Hemm, makanan di dunia ini tidak enak. Tidak ada burger, tidak ada pizza, tidak ada ayam goreng. Apalagi tidak ada video game."

Hal-hal yang tidak ada di dunia ini, adalah sesuatu yang biasa ada di dunianya yang lama. Tak lain dan tak bukan, orang di balik semua ini adalah Rent Kuhichi.

Pahlawan yang dipanggil oleh Pendeta Rantao Musbeskus bersama pendeta agung lainnya. Kini telah menguasai tubuh raja yang memimpin tiga kota saat ini. Dan akan menjadi orang yang terus menciptakan dunia seperti yang diharapkan.

Mencari kekayaan, wanita cantik berdatangan, tentu menjadi harapan terbesarnya sebagai penyintas dunia.

***

1
anggita
mampir lewat ng👍like aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!