NovelToon NovelToon
Luka Yang Tak Bersuara

Luka Yang Tak Bersuara

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Persahabatan / Romantis
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: wnd ayn

Alice selalu terlihat biasa-biasa saja di mata semua orang—culun, pendiam, dan mudah dibully.

Tak ada yang tahu bahwa di balik senyumnya, ia menyimpan luka… dan sebuah rasa yang tak pernah terucap.

Danzel, sahabat yang selalu ada di sisinya, menjadi satu-satunya tempat Alice merasa aman. Namun, Danzel tak pernah menyadari bahwa kehadirannya adalah alasan Alice bertahan selama ini.


Mencintai dalam diam, terluka tanpa suara.

Bisakah perasaan yang tak terbalas menemukan jalannya?

noted: terbagi dua season

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wnd ayn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

Hari demi hari pun berlalu.

Rutinitas Alice berjalan seperti biasa—datang ke sekolah, mengikuti pelajaran, menghindari masalah, dan pulang untuk membantu anak-anak jalanan.

Danzel tetap menjadi satu-satunya teman yang tulus menemaninya. Namun, belakangan ini Danzel semakin sering menyebut nama Rachel di setiap obrolan mereka. Kadang saat pulang bersama, kadang di sela jam istirahat, ia menceritakan hal-hal kecil yang membuatnya semakin yakin akan perasaannya. Alice hanya bisa mendengarkan, tersenyum samar sambil menyembunyikan rasa sesak di dadanya.

Sampai suatu hari…

Jam istirahat

suasana koridor belakang sekolah terasa sepi. Alice sedang berjalan membawa buku ketika suara gitar samar terdengar dari ruang musik. Rasa penasaran membawanya mendekat.

Saat ia mengintip dari celah pintu, pandangannya langsung tertuju pada Danzel. Ia duduk santai di kursi, jemarinya lincah memetik gitar, sementara Rachel berdiri di depannya, memegang mikrofon dan menyanyikan lagu dengan suara yang merdu. ada beberapa anak-anak lain juga memainkan alat musik yang lain.

Mereka berdua terlihat kompak—tertawa ketika Rachel salah nada, lalu mengulang lagi dari awal.

“Ayo sekali lagi, kita harus siap untuk besok,” ujar Danzel sambil menatap Rachel penuh semangat.

Rachel tersenyum, “tapi kalau aku lupa lirik, kau yang tanggung jawab, ya.”

Alice terdiam. Di matanya, mereka tampak seperti dunia yang sulit ia masuki. Gerakan mereka selaras, seolah hanya mereka berdua yang mengerti bahasa musik itu.

Tiba-tiba suara tawa mereka pecah lagi ketika Danzel mencoba bernyanyi namun suaranya fals. Rachel memukul bahunya pelan, “Makanya, fokus jadi gitaris saja!”

Alice menunduk pelan, Ia berbalik pergi sebelum mereka menyadari keberadaannya,

Alice melangkah cepat meninggalkan koridor belakang. Pandangannya tertunduk, langkahnya terburu-buru agar tidak ada yang melihat matanya yang berkaca-kaca.

Namun di tikungan, ia tidak sengaja bertubrukan dengan Rey dan gengnya.

“Hoi, lihat kalau jalan, culun!” seru Mike sambil memegang bahunya.

Alice sedikit terkejut, namun buru-buru menundukkan kepala. “M-maaf…” ucapnya pelan, lalu langsung berjalan melewati mereka tanpa berani menatap.

Rey memperhatikan Alice yang menjauh, wajahnya terlihat murung dan langkahnya tergesa. Ia mengangkat alis, lalu menoleh ke Stella dan Megan.“Lihat itu ekspresinya… seperti...”

“…habis patah hati,” sela Stella sambil menyipitkan mata.

Megan menoleh ke arah lorong yang tadi dilewati Alice, lalu matanya menangkap sesuatu. “Eh, bukannya di sana ada Danzel sama Rachel?”

Semua kepala menoleh. Dari kejauhan, mereka melihat Danzel dan Rachel keluar dari ruang musik, masih bercanda sambil membawa gitar.

Mike bersiul pelan. “Ah… paham sekarang.”

Rey menyeringai kecil. “Sepertinya ‘cupu’ kita baru saja melihat sesuatu yang membuat hatinya hancur.”

Megan melipat tangan, nada suaranya setengah sinis. “Kasihan juga sih… tapi ya mau bagaimana lagi. Dunia Danzel bukan dunia dia.”

Stella hanya tersenyum tipis, tatapannya bergantian antara Alice yang menghilang di ujung lorong dan Danzel yang masih berjalan bersama Rachel. “Sepertinya cerita bakal makin menarik…”

Mereka semua saling pandang, lalu tertawa kecil—bukan tawa lebar mengejek, tapi tawa yang menyiratkan mereka baru saja menemukan sesuatu yang bisa dimainkan nanti.

---

Bel pulang sekolah berbunyi. Suara kursi berderit dan langkah kaki memenuhi kelas ketika para siswa bergegas pulang.

Alice memasukkan bukunya dengan santai, sampai suara Danzel memanggilnya.

“Alice, tunggu sebentar. Ada sesuatu yang ingin aku katakan… dan aku butuh bantuanmu.”

Alice menoleh, tersenyum tipis. “Katakan saja, Danzel. Apa yang bisa kubantu?”

Danzel menunduk sedikit, lalu berbisik, “Ini tentang Rachel.”

Alice sempat terdiam sepersekian detik, tapi segera menarik napas dan memaksakan senyum. “Oke… lalu?”

“Jadi…” Danzel menghela napas, matanya berbinar antusias. “besok adalah hari dimana band ku akan tampil di sekolah ini, aku sebagai gitaris, Rachel sebagai penyanyi, dan teman teman yang lain sebagai anggota band.  kegiatan ini yang membuat aku dan Rachel sangat dekat."

Alice mengangguk pelan, "Jadi?"

"Di momen ini aku ingin memberi kejutan kepada Rachel, aku ingin menjadikan dia pacarku."

Deg.

Alice merasa dadanya seperti diremas. Tapi ia tetap berdiri di sana, tersenyum tipis meskipun hatinya terasa bergetar.

“Aku… paham,” ujarnya pelan.

Danzel menatapnya penuh harap. “Aku ingin semua terasa spesial. hadiah apa yang cocok untuknya?

Alice menatap lantai sejenak, lalu memaksakan senyum lagi. “Mungkin… bunga. Lalu hadiah kecil—cokelat, atau boneka. Yang sederhana tapi manis.”

Danzel tersenyum lebar. “Itu ide bagus, Alice.”

“Hanya…” Danzel menatap langit sebentar, lalu kembali menatap Alice. “Aku tidak tahu harus membeli bunga di mana.”

Alice berpikir sejenak, lalu teringat sesuatu. “Aku punya teman yang menjual bunga. Namanya Rania. Kalau mau, aku bisa ajak kamu ke tokonya.”

“Serius? Wah, terima kasih, Alice!” Danzel terlihat semakin bersemangat. “kita ke sana, ya?”

“Tentu,” jawab Alice dengan senyum yang nyaris pecah menjadi getir. Ia tahu, mengantar Danzel membeli bunga untuk orang lain berarti ia sendiri akan menyiapkan hatinya untuk retak.

Namun di dalam hati, ia berbisik pada dirinya sendiri, *Selama dia bahagia… aku akan baik-baik saja.*

1
Mundri Astuti
preeet lah danzel, kesalahan terberat kamu mengabaikan Alice saat Alice butuh bantuan kamu tuk bawa papanya ke RS, hingga papanya Alice meninggal dunia
Ophy60
Susah y Alice melupakan masa lalu..
Ophy60
Danzel jangan menemui Alice lagi. Yg ada nanti Rachel salah paham dan mengganggu Alice.
Nurhayati
ngapain jg dy dket2 sm kamu danzel, dy udh berdamai dgn diri sendiri. klo bs jgn ganggu dia deh ntar pcar mu tau rachel mlah ganggu alice. kan bahaya
Sari Nilam
up nya lama
Mundri Astuti
nih ya danzel klo kamu beneran nikah sama Rachel, kamu akan kehilangan harga dirimu, Krn kamu dibawah kuasa Rachel dan keluarganya, suatu saat kamu bermasalah sama Rachel, bisa abis harga dirimu diinjak" , secara kamu kerja di perusahaan keluarga rachel
Ophy60
Bingung kan Danzel.Ninggalin Rachel kerjaan dr keluarga Rachel,sama Rachel tapi ga benar² cinta sama Rachel.
partini
sekarang dulu masa bodoh,, mending balik deh yg dulu masih cinta biar ga terlalu banyak drama nanti kamu kerja aja lagi
Ophy60
Semangat pak Dokter...
Meski masih mengingat masa lalu paling tidak Alice sudah mulai berusaha menerima orang baru.
Ophy60
Maunya Alice sama orla thor.Enak saja udah ninggalin Alice,bahkan saat Alice dalam kondisi sangat terpuruk juga ga ada masa mau sama Alice lagi.
partini
si dokter tamvan mau bertempur dengan masa lalu ,cape loh dok harus siap kan mental dan kesabaran seluas samudra dan patah hati
Nurhayati
sperti komen ku yang eps kmrn ato yg eps sblumnya, aq gak rela klo Alice berjodoh sm danzel. klopun berjdoh aq berharap alice sm orang lain dlu bru ktemu danzel lg. klo bisa danzel lah yg berjuang u mndapatkan hati alice kmbli. bru impas pnderitaannya
partini
ye elah zel kamu jadi kacung keluarga pacar mu ,, penyesalan datang di Ahir kalau awal itu pendaftaran nama nya
hemmmm masa lalu itu berat bersaing dengan masa lalu melelahkan,jarang sih novel yg bisa move on jadi aku tebak pemenang nya masa lalu
Sari Nilam: aku sih timbya alice dengan doker ..lupakan danzel yang dengan mudah melupakanmu .
jadi pelayan kel pacar sendiri biarpun punya jabatan ...miris .tp itu pulihanmu zel..nikmatilah.
total 1 replies
Ophy60
Alice jangan sama Danzel y thor....buat Danzel menyesal.
Ophy60
Danzel cowo jd cowo ga tegas.
Mundri Astuti
yg berikutnya buat Alice bahagia dng dunia barunya thor, lebih sukses dan mandiri Thor, buat danzel tau Rachel yg aslinya
partini
S2 apa kaya gini juga Thor mengseddih terus
Nurhayati
aku kcewa smga alice tdak bejdoh sm danzel. wlo ibu danzel yg mnolong pun aq tak rela klo alice berjdoh sm danzel
partini
kamu akan menyesal seumur hidup mu zel.,semoga yg di katakan ayahmu betul nanti ada seseorang yg begitu sayang dan cinta padamu
Sari Nilam
kak othor sebenarnta ceritanya bagus...sayang kk uonya lama dan sedikit kl up
wnd ayn: terimakasih kakak, baik mulai sekarang author akan lebih sering update
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!