Natasya Callissa Atmadja seorang mahasiswi cantik semester enam berusia dua puluh tahun berpacaran dengan Richo Sbastian, mahasiswa tampan dan sangat populer tapi sayang Richo malah mengkhianatinya. Pengkhianatan yang dilakukan Richo membuat Callissa trauma untuk berpacaran dengan lelaki yang populer.
"Ca tampan banget sumpah, katanya dia itu cowok paling tampan dan populer di Universitas Tunas Bangsa" ucap Olivia sahabat Callissa.
"Ga perduli, udah jangan mau sama yang terkenal. Pacarnya dimana-dimana" ucap Callissa pergi.
Tapi tanpa diduga Callissa telah kembali jatuh hati pada sosok pria tampan dan juga populer yang tak lain adalah sahabat kakaknya sendiri. Akankah Callissa kembali menjalin asmara dengan sosok laki-laki yang selalu ingin dia hindari?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yes.im'emil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
UNEXPTDL BAB 34
Malam sudah begitu larut, para tamu telah kembali pulang termasuk orang tua Reynan. Kini kedua pasangan yang baru saja bertunangan itu tengah berada di halaman belakang, duduk di kursi yang berada didepan kolam renang rumah Callissa.
"Ca." panggil Reynan, Callissa yang tadinya menunduk kini menatapnya.
"Iya, Kak?."
"Gue ga jadi kuliah di London." Reynan memang belum memberitahu Callissa, karena dia sendiri pun baru tau soal keputusan Ayahnya hari ini, beberapa jam sebelum dia datang ke rumah Callissa untuk melamarnya.
"Huh? Kenapa?." tanya Callissa, bukan dia tidak senang mendengar kabar itu. Hanya saja dia takut Reynan akan mendapatkan masalah jika tidak menuruti kemauan Ayahnya.
Mendengar reaksi Callissa yang seperti itu, kini Reynan merubah posisinya menjadi berdiri dihadapan Callissa. "Loe ko nanya kenapa? Loe pengen jauh dari gue ya? Loe ga senang gue disini?.
"Bukan gituh Kak." Kemudian Callissa memegang tangan Reynan.
"Aku senang Kakak ga jadi pergi, cuman aku ga mau aja Kakak dapat masalah karena ga ngikutin kemauan Om Wijaya. Aku ga mau hubungan Kakak sama Papah Kak Reynan sendiri renggang. Aku tau Kakak pasti melakukan itu demi aku, tapi aku beneran ga apa-apa kalau Kakak kuliah di London. Aku akan nunggu Kak Reynan, aku janji akan setia." ucap Callissa yang membuat Reynan tersenyum.
"Pede banget demi kamu." ucap Reynan tersenyum kemudian mencubit gemas hidung Callissa.
"Oh." ucap Callissa cuek karena mendengar ucapan Reynan tadi. "Percaya diri banget sih loe, Ca. Bukan karena loe, bukan." kesalnya dalam hati.
"Lepasin sakit." ucapnya menepis tangan Reynan yang masih mencubit hidungnya.
"Engga ko, aku pelan. Cuman dipegang doang kan, Ca." ucap Reynan jujur.
"Nih engga sakit ko." sambungnya sambil mempraktekan pada diri sendiri hal yang barusan dia lakukan pada Callissa.
"Yaudah sih, aku ga suka aja digituin." ucapnya kemudian berdiri hendak pergi meninggalkan Reynan namun tangannya ditahan oleh laki-laki tersebut.
"Mau kemana?."
"Tidur, ngantuk." jawabnya cuek, namun tetap Reynan tidak melepaskan tangannya.
"Gue tau ko, loe pasti badmood nih gara-gara ucapan gue tadi." ucap Reynan dalam hati.
"Ko ngantuk? Kan ada calon suami disini, masa ditinggalin sih? Ga sopan tau." ucap Reynan yang mendapatkan tatapan dari Callissa.
Callissa menarik nafasnya lalu membuangnya kasar. "Yaudah, emang ada apa lagi sih Kak?." tanyanya.
"Cie marah ya?." tanya Reynan mencolek dagu Callissa, kemudian ditepis olehnya.
"Galak amat sih bumil, sensitif banget ya."
"Iya emang sensitif banget, kenapa? Aku juga ga mau ko kaya ginih. Aku ga mau mudah marah, ga mau jadi cengeng. Ini bukan aku banget, ini semua karena anaknya Kak Reynan yang ada di dalam sini." ucap Callissa menangis sambil mengusap perutnya.
Astaga, sepertinya ucapan Reynan kepada Callissa memang salah, sampai-sampai perempuan itu kini meluapkan isi hatinya kepada dia. Reynan hanya bisa menatap Callissa dan tidak bisa berkata apapun.
"Duh, ko ginih sih? Emang gue bicara salah banget ya?." tanya Reynan dalam hati.
Reynan kemudian membawa tubuh Callissa ke dalam dekapannya, awalnya Callissa sedikit menolak dengan mendorong dada Reynan. Namun karena itu tidak berhasil, pada akhirnya Callissa pasrah dan diam saja saat Reynan memeluknya.
"Maaf, maafin anak gue ya nyusahin loe. Maafin gue juga, gue tau loe marah karena apa. Sumpah, Ca. Gue tadi becanda. Emang gue nolak kuliah di London karena loe, karena anak dalam perut loe, karena kita. Gue ga mau kalau kita hubungan jarak jauh."
"Maaf, gue cuman mau becandain loe doang ko awalnya. Gue kira ga akan semarah ini." ucapnya jujur.
Mendengar itu, Callissa kemudian memukul-mukul dada Reynan. "Jahat banget sih bikin aku nangis. Aku ga suka, Kak." ucapnya.
"Maaf, Ca. Ga lagi deh, janji." ucapnya sambil mengelus lembut kepala Callissa. Kemudian perempuan itu menengadahkan kepalanya, menatap Reynan.
"Bilangin sama Mamah, maafin Papah ya." ucap Reynan yang kini berlutut mengusap perut Callissa.
"Iya dimaafin, bangun." ucap Callissa karena takut dilihat oleh orang tuanya atau Dava ketika Reynan sedang berlutut seperti itu di hadapannya.
**
Siang ini Reynan dan Callissa akan melakukan feeting baju pengantin. Walaupun mereka hanya memiliki waktu yang singkat untuk mempersiapkan acara pernikan, tapi itu tidak menjadi hambatan bagi Reynan dan Callissa. Karena segala persiapan pernikahan telah diatur oleh ibu mereka.
"Silahkan masuk." ucap asisten Desainer yang akan menyiapkan baju pengantin mereka.
"Haii Callissa kita akhirnya bertemu lagi." ucap seorang pria dengan manja yang tak lain adalah Desainer terkenal. Callissa memang sudah beberapa kali bertemu dengannya.
Callissa hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaannya. "Ah ini pasti Reynan ya? Anaknya jeng Sarah?." tanyanya yang diangguki Reynan.
"Yaudah ayo masuk, sayang. Kita liat koleksi terbaik aku, ada di lantai atas." ucapnya yang kini berjalan di depan mereka.
Sambil mengikuti Desainer tersebut, Reynan terus memperhatikan gerak-geriknya. Reynan merasa merinding karena Desainer itu sedikit memiliki tingkah laku seperti perempuan. "Amit-amit Ca, jangan sampai ya ampun." bisiknya sambil mengelus-ngelus perut Callissa.
"Apaan sih Kak?." tanya Callissa bingung.
"Itu, harus banyak amit-amit. Semoga anak kita benar-benar gagah kaya aku." ucap Reynan berbisik padanya dan akhirnya Callissa paham maksud Reynan.
"Kak jangan gituh ah, gituh-gituh dia hebat loh." ucap Callissa.
"Tapi katanya kalau liat yang aneh-aneh harus banyak amit-amit biar ga kaya gituh anaknya." ucap Reynan.
Tanpa sadar kini mereka sudah sampai di tempat koleksi baju pengantin desainer tersebut. "Nah ini dia koleksi terbaiknya." ucap Desainer tersebut yang menghentikan obrolan mereka.
"Kamu pilih aja cantik, mau yang mana? Atau kalau ga ada yang cocok kita siap buat gaun dalam waktu satu minggu, cuman untuk kalian." ucapnya sambil mengusap lembut dada bidang Reynan, namun dengan cepat Reynan menepis tangannya dan menatapnya tajam.
"Sorry, abisnya yey seksi banget sih." ucapnya yang kemudian malah membuat Callissa ingin tertawa, namun bibirnya ditahan oleh tangan Callissa sendiri.
"Yaudah pilih-pilih dulu ya, ekeu mau ke toilet bentar." pamitnya.
Melihat Desainer itu pergi, Callissa yang tidak bisa menahan diri lagi, akhirnya tertawa. "Kenapa? Kenapa ketawa gituh?." tanya Reynan pada Callissa.
"Lucu aja liat Kak Reynan digodain gituh. Kenapa sih takut ya?." tanya Callissa.
"Bukannya marah calon suami digituin, ini malah ketawa." ucap Reynan.
"Yaudah ah ayo, bantu pilihin yang bagus buat aku." ucap Callissa.
Callissa mulai mencoba satu persatu gaun pengantin yang menurutnya cocok. Walaupun ditawari untuk membuat desain yang baru, tapi Callissa tidak ingin, karena jika yang sudah ada bisa cocok kenapa harus membuat yang baru? Kasian juga kan jika mereka harus membuat gaun dalam waktu satu minggu, pasti akan merepotkan sekali.
"Ini gimana? Tapi terlalu seksi sih aku ga nyaman." ucap Callissa ketika mencoba gaun itu.
"Bener banget jangan itu, terlalu seksi. Aku ga mau laki-laki lain melihat tubuh kamu yang indah, Ca." ucap Reynan yang membuat Callissa merona.
Kemudian Callissa mencoba kembali beberapa gaun pengantin lainnya, ada beberapa gaun yang cocok dengan Reynan namun Callissa tidak nyaman memakainya. Sampai pada akhirnya pilihan Callissa yang cocok dengan Reynan yaitu gaun ke tujuh yang Callissa coba.
"Perfect." ucap Reynan yang sedang duduk, kini berdiri menghampiri calon istrinya.
***
Jangan lupa like, komen, dan vote yang banyak.
Kasih bintang lima juga ya.
Terimakasih💚💚💚
bagus thor😀😀😀
cemNgat thoorrrr😀😀