NovelToon NovelToon
Penantian

Penantian

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Poligami / Tamat
Popularitas:214.2k
Nilai: 5
Nama Author: ezrahi

Memberikan keturunan untuk suami adalah impian seorang istri tapi bagaimana bila ternyata impian itu tidak sesuai dengan kenyataan?

Tidak ada istri yang mau "Mandul", 6 tahun menikah Tata belum juga hamil dan punya anak.

Desakan kedua orang tua Dedi yang mengharuskan mereka segera punya anak membuat hati Tata sakit, ditambah lagi dengan ancaman jika Tata tidak kunjung memberikan cucu untuk mereka Dedi akan di nikahkan dengan wanita pilihan kedua orang tuanya.

Di usianya yang ke 41 tahun Tata akhirnya berhasil hamil, kehamilannya yang sudah lama di nati-nantikan akhirnya terkabul juga. Akan tetapi Becky ibu mertuanya tetap ingin Mawar menjadi menantunya.


Apakah Tata akan tetap menjadi istri satu-satunya Dedi?

Apakah kehamilannya berhasil menggubah sikap mertua nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ezrahi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Operasi

Tata menghampiri petugas IGD yang tampak sibuk itu, "Apa di sini ada pasien kecelakaan bernama Dedi? "

"Ada bu, ibu keluarganya? "

"Iya Pak saya istrinya. " raut wajah Tata masih tak menentu Tata terus menahan air matanya.

"Dokter keluarga pasien yang kecelakaan itu sudah datang. " ucap perawat itu kepada dokter.

"Oh iya." dokter menghampiri Tata dari kejauhan tampak ada satu tempat tidur pasien sedang di tutup tirai nya Tata belum melihat keberadaan suaminya.

"Ibu siapa pak Dedi? "

"Saya istrinya dokter. "

"Saya dokter Ifan bu dokter umum yang bertugas di IGD saat ini, suami ibu mengalami kecelakaan yang cukup parah sehingga tidak bisa di hindari suami ibu mengalami cedera kepala. Kami sudah melakukan Ct-Scen kepala bu untuk memastikan apakah ada perdarahan di otak suami ibu atau tidak dan ternyata seperti dugaan memang ada perdarahan di kepala suami ibu. "

Air mata Tata yang dari tadi di tahan nya akhirnya menetes juga, "Dokter saya mohon dokter selamat kan suami saya dokter. " Tata berbicara dengan terbata-bata.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin bu, suami ibu perlu di lakukan operasi buka kepala segera untuk mengeluarkan perdarahan yang ada di kepalanya kalau tidak itu sangat berbahaya untuk otak pak Dedi. Tapi operasi ini memiliki resiko yang sangat besar bisa jadi di tengah berjalan nya operasi suami ibu bisa menurun kondisinya dan tak tertolong. Tapi jika tidak di operasi suami ibu juga bisa meninggal karena perdarahan yang terjadi di kepalanya. "

"Tuhan aku harus bagaimana? aku harap keputusan ku tidak salah. " pikir Tata.

"Apakah ibu sudah mengerti dengan penjelasan saya? "

"Sudah dokter. "

"Bagaimana bu apakah ibu setuju suami ibu di lakukan operasi buka kepala? "

"Saya setuju dokter. "

"Baiklah kalau setuju ibu boleh menandatangani formulir persetujuan tindakan operasi yang akan di lakukan kepada suami ibu. " Tata menanda tangani formulir persetujuan tindakan operasi itu.

Setelah menandatangani surat persetujuan tindakan Dedi langsung di bawa ke ruang operasi, " keluarga pak Dedi? "

"Iya saya. "

"Bu boleh ke ruang pendaftaran untuk mengurus administrasi suami ibu. "

"Iya suster. "

Tata mengikuti arahan perawat itu, mengurus administrasi suaminya dan membayar biaya sementara suaminya setelah mengurus administrasi suaminya Tata menunggu suaminya selesai operasi di depan ruang tunggu kamar operasi.

Tata masih menangis air matanya tidak berhenti mengalir membasahi pipi nya, kini mata Tata sudah sembab karena terlalu banyak menangis

"Yang kuat nak Tata, " bu Ayu menepuk-nepuk punggung Tata berusaha menenangkan majikannya itu.

"Prakkk, " suara tangan menampar pipi seseorang.

"Ibu, kenapa menampar saya? "

"Bisa-bisanya kamu bertanya seperti itu ya, suaminya buru-buru pulang ke rumah pasti gara-gara kamu sampai akhirnya dia kecelakaan seperti ini. " Becky berbicara dengan nada tinggi dan penuh amarah.

"Ibu Tata tidak ada kaitannya dengan kejadian ini Tata juga tidak mengira mas Dedi akan kecelakaan bu. "

"Jangan ngeles kamu ya, kamu itu memang istri tidak berguna untuk mandul sekarang malah membuat anak ku terancam mati. "

Dada Tata seperti di tusuk besi panas rasanya sangat sakit mendengar hinaan ibu mertuanya, "ya Tuhan apa belum cukup dia membuat mas Dedi menikahi Mawar kenapa mas Dedi kecelakaan pun aku yang di tuduh menjadi penyebab nya..

Petugas keamanan menghampiri mereka," Maaf Bu tolong kecilkan suara ibu kalau mau bertengkar sebaiknya jangan di rumah sakit bu, sebaiknya selesaikan masalah ibu di luar saja dulu. "

Becky terdiam mendengar teguran pak satpam tanpa menjawab kata-kata pak satpam akhirnya Becky memilih untuk duduk di kursi yang masih kosong itu.

"Kemana Mawar kenapa dia tidak datang ke mari, suami ku juga dari tadi di hubungi gak angkat-angkat telpon kemana dia ko gak datang-datang. "

Tidak beberapa lama dari kejauhan tampak Lucas dan Mawar datang bersama dengan bapak mertuanya.

"Lo ko kalian bisa datang sama-sama? " tanya Becky.

Mawar terdiam tak bisa menjawab, " gini bu tadi bapak kebetulan lewat pikir bapak siapa tau orang rumah anak kita belum tau jadi bapak mampir sebentar ke rumah mereka sekalian bapak ajak Mawar sama-sama perginya. "

"Oh gitu, lehermu kenapa Mawar ko di plester? "

"Oh ini bu tadi pas Mawar menggaruk leher ternyata leher Mawar luka karena kuku Mawar ternyata tajam bu. "

"Oh gitu, tapi ko plester besar lukanya besar ya? "

"Mawar buru-buru bu jadi gak perhatikan lagi kalau plester nya kebesaran. "

"Oh iya sini duduk di samping ibu. "

"Bapak kemana semalam ko gak pulang ke rumah? "

"Owh itu bu ternyata teman bisnis bapak itu mabuk jadi bapak antar sampai ke kamar hotel nya karena bapak sudah ngantuk berat jadi bapak milih tidur di hotel aja."

"Oh gitu, nak Mawar semalam sampai jam berapa di rumah? "

"Jam 23.50 bu. " jawab Mawar singkat.

"Pasti langsung tidur ya karena kelelahan? "

"Hehehe iya bu. "

"Bisa-bisanya ya mereka bicara sambil tertawa padahal anaknya sedang dalam keadaan kritis. " pikir bu Ayu yang risih melihat perbincangan mereka.

Sudah 3 jam Dedi di dalam ruang operasi tapi belum juga selesai, Tata masih saja menangis sementara Becky dan Mawar sibuk bercerita sambil tertawa.

1
Alya Yuni
Ko di penjara orngnya bukan brbuat baik e mlhan memukul orng mlahan tambah jhat
Alya Yuni
Makanya klo gk mau luka trbkar jngn jhat
Lenkzher Thea
Lanjut ka, 20 like hadir, semangat 💪💪
Lenkzher Thea
Semangat ka 10.like juga hadir disini, lanjut👍❤❤❤
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike ❤️
Elisabeth Ratna Susanti
like fav 😍
RiNi
lanjut kk
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰🤗
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat author
Nelli Susilawati
next kk
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰🤗
total 1 replies
Fitriati
lanjut
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰🤗
total 1 replies
Ika Sartika
mawar strees
ArtiSumi2: karma
total 1 replies
Nelli Susilawati
next kk
Ika Sartika
lanjut
Ika Sartika
selalu menyalahkan orang lain ..
seharusnya instrospeksi diri c Becky ini ...
Nelli Susilawati
next kk
nurul aryani
becky kapan tobatnya ya thor? sudah jelas kesalahannya tp msh saja mengkambing hitamkan orang lain
Fitriati
lanjut
🕌 M⃟ars™Melia ᵐᴵʷ🍭🌺⃟⃝࿐🕌🖤
mampir thor
Fitriati
lanjut
Lilipus07
Lanjut kak,

Semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!