menceritakan sebuah kisah pertemuan yang tidak pernah diharapkan kedua belah pihak, pertemuan pertama kali yang membuat mereka terikat dalam sebuah ikatan cinta.
namun sebuah takdir yang tidak bisa dikatakan sebuah takdir baik.
pertemuan antara kedua manusia dengan sisi yang berbeda, akankan mereka bisa tetap bersama?
Aster dan Sisi gelap.
A Story of universal Valery Luv
jangan lupa follow akunku ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Valery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 - What it is 'Aster' ?
Jalanan dan udara yang sangat sejuk menerpa wajah Valery saat atap mobil sport milik Woojin dibuka, dia menikmati setiap detik dari waktu yang berlalu seiring berjalanan mobil ini menuju ke apartemen-nya.
Haruskah aku tetap berada disisinya? Ini akan terus merenggut kematianku dan juga kesehatannya
Valery terdiam sesaat ketika pikiran terus dialihkan pada 'Aster' begitu banyak resiko dan juga tentu saja tantangan, Valery belum mengerti apapun pada gambar Aster di punggung belakangnya. Dia hanya tahu jika itu akan menyala ketika bulan purnama datang, lalu Aster itu bisa membuat orang lain tunduk padanya hanya dengan sekali mengedipkan matanya, dan membuat orang lain terhipnotis seperti orang gila, hanya itu saja? Valery yakin jika Aster ini memiliki banyak sekali kerugian dan keuntungan untuk orang lain tapi bukan berarti ini sangat baik untuknya, malah ini satu beban yang tidak bisa Valery hingga atau setidaknya sedikit diabaikan.
Karena saat Valery lepas kendali saat bercinta dengan Woojin, maka pria itu akan menjadi terus ketergantungan padanya. Itu semakin membuat Valery takut, takut akan semua menjadi bumerang untuk dirinya, belum lagi kini hatinya telah menyimpan perasaan yang sudah diluar batasannya.
Ini tidak boleh terjadi!
Lalu Valery harus bagaimana? Hidup penuh dengan ke-Misterius seperti ini akan terus menghantui mimpi dan juga hari buruk-buruk lainnya, saat semua sudah Valery perkirakan akan terjadi, maka dia juga harus mengambil resiko berat bukan? Jika memang kepergian Valery mampu mengubah segala tentang dirinya dan juga Woojin maka itu keputusan yang baik bukan?
Seperti yang dikatakan pada buku yang baru saja Valery baca, jika di dunia ini ada sebuah perbedaan dan juga ada sebuah kebutuhan yang tidak dilawan oleh siapapun, bagaimanapun Valery tidak bisa dikatakan manusia dan juga tidak bisa dikatakan makhluk lainnya, kelahiran dirinya saja adalah kesalahan bagi ibu dan ayahnya.
Hidup yang begitu menyedihkan?
“Nona, kita sudah sampai”
Sebuah tepukan di bahu menghilangkan semua pikiran Valery pada kehidupannya, dia terlalu banyak berpikir hingga tidak menyadari jika mereka sudah berhenti di apartemen yang tidak terlalu bagus namun layak untuk ditempati, Valery mengambil tas kecil dan berjalan keluar mobil ketika Han sudah membukakan pintu untuk dirinya.
“Tuan menunggu anda untuk makan malam di rumahnya, apakah Nona Valery ingin saya bantu dalam menyiapkan barang anda untuk segera pindah ke rumah Tuan Woojin?”
“beri aku waktu 30 menit”
“apa itu berarti Nona setuju untuk tinggal bersama Tuan?”
“aku tidak mengatakan jika aku bersedia”
Dengan kesal Valery menyeret kopernya menuju lift yang sudah menunggu dirinya, Valery masih diliputi perasaan bingung akan tujuan hidupnya tapi kekuasaan membuat segalanya menjadi sulit terkendali, Valery adalah tipikal orang yang tidak mudah untuk beradaptasi pada sesuatu yang melibatkan antara hati dan juga pekerjaan, dia masih tidak mengerti apa yang membuat Woojin terus membuat Valery berada didekatnya, jika dilihat Mereka hanya seorang atasan dan bawahan saja, tidak ada yang layak dikatakan sebagai sebuah hubungan entah itu hubungan kekasih, atau hubungan yang lebih serius.
Hingga akhirnya Valery berhenti di apartemennya yang sudah hampir 4 tahun ditempati. Dengan tanda pengenal yang Valery keluarkan dari tas kecilnya sudah bisa digunakan untuk membuka pintu apartemennya, dengan cepat dia kembali menarik koper itu untuk masuk kedalam.
Hal yang pertama Valery cari adalah buku pemberian sang ibu yang sudah lama tidak dijumpai, dia masih sangat ingat jika dia menyimpannya di lemari pakaiannya yang didalamnya terdapat laci, meninggalkan kopernya begitu saja Valery berlari menuju kamarnya yang berantakan sangat dia tinggalkan, membuka lemari dan mengeluarkan semuanya karena itu akan dia bawa juga kerumah Woojin, Tunggu? Apa itu berarti dia bersedia tinggal bersama dengannya?
Dan benar saja, buku itu masih sama dengan debu-debu yang kini menutupi sampul itu, Valery segera membawa buku itu keluar kamarnya dan meletakkan di dalam kopernya, lalu kembali lagi pada kamarnya untuk mengambil beberapa pakaian dan juga makeup, kenapa kini pikiranku menjadi kacau?
Setelah mengganti pakaiannya Valery segera membawa koper miliknya untuk segera keluar dari apartemen-nya, tetap ketika pintunya seorang Woojin berdiri disana dengan tubuh yang menjulang tinggi di sana, dia masih mengenakan pakaian dipakai ketika akan kembali, dengan wajah datarnya dia mengambil koper milik Valery tanpa bertanya.
“kapan kamu datang?” tanya Valery, dia sudah tidak terkejut dengan kehadiran Woojin yang tiba-tiba ada di depan apartemennya, dia segera mengunci apartemennya.
“10 menit yang lalu, apa yang dikatakan Han itu benar?”
“Apa?”
“jika kamu mau tinggal bersamaku?”
“Woojin, aku tidak mengatakan jika aku bersedia, aku punya alasan tersendiri yang membuatku harus tinggal bersama”
“apa karena kamu menyukaiku?”
Langkah Kaki itu terhenti ketika Woojin menahan tangan Valery saat dirinya ingin melangkah masuk ke dalam lift.
'bukan! Aku bersedia tinggal denganmu karena aku masih butuh perlindunganmu dari pamanku!'
“itu bukan alasannya!”
Lift kembali terbuka dan keduanya melangkah masuk kedalam setelah beberapa detik hanya ada keheningan di sana, hanya untuk menuju lantai satu saja terasa begitu lama ketika Valery mencoba untuk mengalihkan perhatiannya dari Woojin yang membuat dirinya terus merasa tersudutkan dengan tatapan tajam itu,
mungkinkah pria itu kesal dengannya?
*******
Hingga malam-pun tiba dengan hujan deras yang membuat suhu semakin dingin dari biasanya, rasa sangat nyaman jika tidur dengan suasana seperti dengan selimut tebal yang menutupi kedua orang yang tidur di ranjang, suasana mengingatkan Valery pada malam itu, malam dimana dia mengambil kendali dari kesadaran Woojin dengan Aster itu, dan itu membuat dirinya semakin terikat pada dirinya tanpa sadar.
Di Bawah cahaya lampu tidur Valery membuka lembaran demi lembaran pada buku tua itu, mencoba memecahkan semua pertanyaan yang ada dalam pikirannya, hal yang ingin dia cari adalah solusi untuk menghilangkan suhu dingin di tubuhnya ketika Valery selesai memakai Aster tersebut.
Tepat ketika halaman ke 10 ada sebuah judul yang membuat Valery yakin jika itu adalah hal yang dia cari-cari.
' kendalikan Aster '
' *Aster adalah suatu kekuatan yang hampir dimiliki oleh seorang afro child, bisa dibilang ini adalah ciri khas dari perbedaan mereka dengan makhluk lainnya.
Dari sebuah teori yang mengatakan jika seorang afro child lebih sering menggunakan kekuatan itu maka ada efek yang tidak baik untuk tubuhnya, Entah itu akan mudah membuatnya lelah atau tergantung pada orang lain*.
*Dari dunia afro, Aster bukanlah hal yang bisa disembuhkan atau dihilangkan, karena sekali lagi itu adalah ciri khas dari mereka, tapi bukan berarti Aster itu tidak berguna tapi malah sebalik itu menguntung jika kamu mengerti dan mendalam segalanya tentang Aster.
Jika saat menggunakan Aster berlebihan akan memberikan efek dingin pada tubuhnya hingga terus membuat suhu tubuh menurun seperti es, jika itu terjadi pada para afro satu cara yang digunakan adalah saling menghangatkan dengan afro lain* ….'
“Tunggu? Itulah alasan kenapa hati nuraniku langsung menuntun diriku untuk mencari kehangatan?” tanya Valery pada dirinya sendiri.
Valery dibuat terkejut dengan apa yang terjadi pada dirinya, bagaimana bisa dia melakukan itu ketika dirinya mengalaminya, dia pernah memaksa Woojin untuk melakukan itu ketika dirinya mengalami efek dari Asternya. Dengan penasaran Valery kembali membuka halaman berikutnya dan mencoba mencari kejelasan dari Aster ini.
'Ada kemungkin jika Aster akan hilang jika itu terjadi ketika kamu jatuh cinta pada manusia, tapi Aster hanya akan hilang pada tubuh Afro dan akan menetap di tubuh sang janin, banyak yang terjadi pada para Afro dan akhirnya mereka membunuh anak mereka dan orang yang mereka cintai, ini satu cara untuk menjauhkan Afro dari dunia manusia.
*Jika Aster jatuh pada anak manusia maka akan banyak korban dan juga kesengsaraan pada kehidupannya, jika seorang bayi persilangan dari Afro dan manusia, maka Aster yang miliki tidak terlalu besar dan saat mudah untuk dilihatkan dengan melakukan hubungan intim tanpa menggunakan Aster itu sendiri, dan ketika itu terjadi maka Aster bisa hilang, namun hilangnya Aster juga akan mengalih sebagian hidup manusia itu.
Dalam artian Aster itu memiliki hubungan yang kuat dengan tubuhnya, cinta juga satu jalur untuk menghilangkan Aster itu*.
Valery menyudahi semua kegiatan membaca buku itu, sangat sulit untuk dirinya untuk menerima kenyataan jika Aster begitu beresiko berada didalam tubuhnya, bisa dikatakan jika itu sangat menjijikan dikatakan sebuah fakta yang tidak bisa Valery hindari, belum lagi jika efek dari Aster yang begitu berbahaya untuk Valery karena harus mencari kehangatan dari orang lain, jika Valery terus berada didekat Woojin dan sering menggunakan Aster itu berarti diri akan lebih sering juga melakukan hubungan intim?
Lalu apa yang harus sekarang Valery lakukan?
Dia tidak punya pilihan untuk saat ini dan rencana kedepannya, sulit untuk dikatakan jika Valery harus membuat Woojin jatuh cinta atau setidaknya membuat dirinya hamil, tapi bukankah itu sulit karena Woojin yang terlalu menjaga Valery agar tidak hamil.
Valery lelah, dia meletakkan buku itu didalam laci, lalu kemudian menarik selimut untuk memaksa dirinya tidur, dia bersyukur karena malam ini Woojin disibukkan dengan pekerjaannya dari Valery tidak perlu harus berhadapan dengannya atau bertukar sapa padanya.