NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Ckittttttttt

Suara decitan ban mobil yang dipaksa berhenti, lantas terdengar nyaring dan membuat terkejut pengemudi taxi. Sedangkan Luna yang sedari tadi hanya asyik melamun, lantas langsung tersadar dalam lamunannya begitu pengemudi taxi lantas mengerem mendadak.

"Ada apa pak?" ucap Luna yang terkejut dengan aksi ngerem mendadak.

"Maaf non Bapak juga tidak tahu, itu mobil yang di depan tiba-tiba ngerem mendadak membuat bapak terkejut." ucap si pengemudi taxi.

Mendengar penuturan si pengemudi taxi, Luna lantas menoleh ke arah depan dan ya Luna jelas tahu siapa pengemudi dibalik mobil yang mendadak mengerem dan menghentikan taxi yang ia tumpangi saat ini.

"Sagara? Ada apa lagi sih?" ucap Luna dengan raut wajah yang kebingungan.

Sagara terlihat turun dari mobilnya, kemudian melangkahkan kakinya mendekat tepat ke arah pintu bagian penumpang taksi dan langsung membukanya dengan paksa.

"Ayo turun Lun, ikut aku sekarang juga!" ucap Sagara dengan nada paksaan.

"Loh loh ada apa nih? Jangan sembarangan kamu ya nyomot penumpang saya, saya bisa laporin kamu ke polisi." ucap si pengemudi taxi yang terkejut dengan ulah Sagara yang tiba-tiba menarik tangan Luna saat itu.

"Lun...." panggil Sagara dengan nada setengah tinggi begitu mendengar perkataan si pengemudi taxi.

"Bapak tidak perlu khawatir, saya kenal dia... maaf ya Pak ini ongkosnya..." ucap Luna kemudian sambil memberikan beberapa lembar uang ongkos taxi.

Setelah Luna memberikan uang tersebut Sagara menarik tangan Luna pelan agar segera turun dan mengikuti langkahnya masuk ke dalam mobilnya.

Brukkkk...

Suara pintu mobil yang tertutup membuat suasana hening mendadak terasa di antara keduanya. Sagara memasangkan sabuk pengaman seperti biasa dengan santai seakan tidak pernah terjadi apa-apa, membuat Luna menatap tak percaya setiap gerakan yang ia lakukan.

"Apakah kau belum puas bermain? 2 jam lalu bahkan kau mencampakkan ku, tapi kemudian kau datang dan bertengkar dengan Arkan seakan masih perduli padaku. Wow Sagara, permainan peran apalagi yang kamu mainkan saat ini? Apakah permainan menjadikan ku orang bodoh begitu?" ucap Luna dengan nada yang ketus, tepat setelah Sagara memasangkan sabuk pengaman kepadanya.

Sagara menggenggam stir mobilnya dengan kuat begitu perkataan Luna terasa begitu menusuk hatinya. Sagara sadar dengan apa yang ia lakukan, anehnya meski seperti itu insting untuk menyelamatkan Luna dari Arkan tetap kuat dan membuatnya dengan reflek maju meski ia tahu apa yang telah ia perbuat kepada Luna.

"Ada apa? Mendadak bisu?" ucap Luna kembali ketika tak mendapati jawaban dari pertanyaan panjangnya.

"Bukan seperti itu, hanya saja ... aku tidak bisa tahan ketika melihat mu di sakiti oleh Arkan seperti tadi." jawab Sagara dengan nada yang lirih.

Sagara menatap pergelangan tangan Luna yang memerah akibat ulah Arkan, kemudian mengusapnya perlahan seakan itu luka yang sangat parah.

"Apakah ini sakit? Lihatlah dirimu, baru saja aku mencampakkan mu tapi kamu sudah terluka seperti ini?" ucap Sagara sambil mengusap perlahan pergelangan tangan Luna.

Manik mata Luna membelalak mendengar ocehan Sagara yang semakin membuatnya terasa kesal.

"Kau mengatakan hal itu kepadaku? Sudahkah kau berkaca dan melihat dirimu saat ini? Benar-benar menyebalkan!" gerutu Luna sambil menarik tangannya dengan cepat.

Sagara tersenyum tipis mendapati gerutuan tersebut sambil menoleh ke arah cermin kecil yang tergantung tepat di atas dasboard.

"Santai saja ini hanya luka kecil, lagi pula aku kan laki-laki... tentu saja kuat!" ucap Sagara dengan nada yang angkuh.

"Dasar narsis, daripada kamu terus-terusan membanggakan diri seperti itu, sebaiknya kamu jalan sekarang atau aku akan turun dari mobil mu!" ucap Luna kemudian yang langsung membuyarkan senyuman di wajah Sagara.

"Kemana kita akan pergi?" tanya Sagara yang tentu saja membuat Luna semakin kesal.

"Mana aku tahu? Kamu yang menyeret ku masuk ke dalam mobil, tapi kamu juga yang menanyakan kita mau pergi kemana? sudah gila kamu ya!" ucap Luna dengan raut wajah yang kesal.

"Hehehe baiklah, tak perlu sampai seperti itu santai saja...." jawab Sagara sambil terkekeh sebelum pada akhirnya menancap gas dan mengemudikan mobilnya.

***

Kos-kosan Rachel

Rachel yang baru saja sarapan dengan semangkuk mie instan buatannya, lantas langsung mengernyit begitu pintu rumahnya terdengar terbuka perlahan.

Rachel bangkit dari tempatnya kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke arah ruang tamu.

"Arkan? Tumben kok udah pulang? Bukankah kamu baru saja pergi... Oh my good... apa yang terjadi dengan wajah mu?" ucap Rachel dengan banyak pertanyaan begitu melihat kedatangan Arkan barusan, apalagi ditambah wajah Arkan yang terlihat babak belur saat ini.

Rachel mendekat dengan tatapan bertanya sambil hendak memeriksa luka di wajah Arkan, namun sayangnya langsung ia tepis begitu saja dengan raut wajah kesal.

"Sagara! Dia benar-benar menyebalkan. Padahal sedikit lagi aku bisa menuntut penjelasan kepada Luna, tapi dia tiba-tiba datang dan membuat keributan." ucap Arkan sambil mendengus kesal.

"Sagara? Luna? Kalian bertiga ketemuan?" ucap Rachel kembali, masih belum mengerti tentang situasinya.

"Tidak sengaja aku bertemu dengan Luna ketika di jalan, kalau Sagara... aku juga tidak tahu bagaimana ceritanya dia bisa ikut bergabung di sana, aneh rasanya kalau tiba-tiba..." ucap Arkan kembali.

"Lalu sekarang bagaimana? Apa kamu dapat kompensasi dari Luna tentang uang mu?" ucap Rachel kemudian.

"Maka dari itu, tapi sebelum pulang tadi Luna janji ketemuan di tempat biasa hanya kita berdua. Awas saja kalau sampai perempuan itu kembali bohong dan menipu ku!" ucap Arkan dengan tatapan yang kesal.

"Apa kamu yakin kali ini Luna tidak berbohong?" tanya Rachel seakan tak percaya dengan janji itu, mengingat perubahan Luna beberapa waktu lalu.

"Kita lihat saja nanti!" ucap Arkan dengan singkat membuat Rachel langsung terdiam tak lagi bersuara.

****

Di salah satu toko swalayan, terlihat Luna dan juga Sagara tengah mengemper tepat di halaman depan toko swalayan tersebut. Luna yang baru saja membeli beberapa obat-obatan dan juga plester, terlihat mulai bersiap untuk merawat luka Sagara saat ini.

"Mengapa kau hobi sekali melukai dirimu, ini sudah kali kedua Saga... Untung saja ada aku jika tidak..." ucap Luna tanpa sadar jika sebenarnya ia telah di campakkan.

Mulut Luna tercekat tepat setelah mengatakan hal tersebut, sepertinya ia benar-benar lupa apa yang baru saja terjadi di antara keduanya.

"Untuk itu aku butuh kamu Lun... Maka dari itu ku mohon jangan asing, aku janji setelah semuanya selesai aku akan datang kepadamu dan memohon ampunan mu." ucap Sagara dengan nada yang terdengar begitu luluh.

Luna terdiam terpaku, entah apa yang sebenarnya di minta oleh Pria dihadapannya kini. Namun sebuah notifikasi ponsel miliknya lantas membuyarkan lamunan Luna kala itu.

"Ah jadi ini yang kamu maksud?" ucap Luna dengan raut wajah datar sambil menunjukkan ponsel miliknya.

"Lun aku..."

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!