“Ketika aku masih menjadi Tuan Muda, kalian semua menghormatiku. Namun, setelah dantianku hancur, bahkan keluargaku sendiri menganggapku sampah.”
“Aku telah mengorbankan segalanya untuk kalian. Apakah penghinaan dan pengkhianatan ini balasan yang pantas kuterima?”
Dikhianati sekte, dihina keluarga, dan ditinggalkan orang-orang yang dicintainya, Qin Xuan kehilangan segalanya.
Namun, ketika semua orang menganggapnya tidak berguna, sebuah pagoda misterius justru memilihnya sebagai penguasa.
Mereka telah menghancurkan hidupnya. Kini, Qin Xuan akan membuktikan bahwa mereka telah meremehkan orang yang salah.
🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8: Darah Sejati Iblis Pedang
Setelah berhasil meninggalkan kediaman Keluarga Qin, Qin Xuan langsung bergegas pulang.
Halaman Bunga Plum di Gedung Empat Taman Plum merupakan tempat yang dibelinya secara diam-diam ketika masih menjadi Tuan Muda Sekte Bintang Langit. Lokasinya tidak jauh dari kediaman Keluarga Qin, tetapi justru karena itulah tempat tersebut sulit dicurigai.
Orang-orang pasti mengira Qin Xuan telah melarikan diri dari Kota Qingquan setelah membunuh dua tetua keluarga. Tanpa menyadari bahwa dia begitu dekat.
Setelah memastikan keadaan aman, Qin Xuan memasuki halaman melalui jalan tersembunyi. Ia juga melihat tanda rahasia yang ditinggalkan ibunya, menandakan bahwa tidak ada gangguan selama ia pergi.
Barulah Qin Xuan merasa sedikit lega.
Di dalam kamar, Qin Ling'er masih terbaring lemah. Wajah gadis itu pucat, sementara Liu Qingyue duduk di samping ranjang sambil merawatnya.
Begitu melihat putranya kembali, Liu Qingyue segera berdiri.
“Xuan'er! Syukurlah kau kembali dengan selamat.”
Qin Xuan mengangguk dan menghampiri ranjang adiknya. Ia mengeluarkan sebuah botol giok yang diperolehnya dari gudang harta Keluarga Qin, lalu menuangkan sebutir pil berwarna hijau sebesar ujung ibu jari.
“Bagaimana keadaan Ling'er, Ibu?”
“Belum ada perubahan. Dia masih belum sadar.” Liu Qingyue memandangi pil di tangan putranya dengan penuh harap.
“Apa kau berhasil mendapatkan Pil Pemulih Roh?”
Qin Xuan menggeleng.
“Pil itu masih di tangan Tetua Agung. Tapi aku berhasil membawa beberapa pil penyembuh yang cukup bagus.”
Ia membantu Ling'er menelan pil tersebut dengan hati-hati, kemudian menunggu hingga obat mulai bekerja.
Tidak lama kemudian, warna pucat di wajah Ling'er sedikit berkurang. Napasnya juga terdengar lebih teratur, meskipun matanya belum terbuka.
Liu Qingyue menghela napas lega, tetapi kekhawatiran masih terlihat jelas di wajahnya.
“Lalu, bagaimana dengan Ling'er, Xuan'er? Apa dia bisa sembuh tanpa pil itu?”
“Setengah bulan lagi Keluarga Qin akan mengadakan upacara besar,” jawab Qin Xuan.
“Qin Xingqiong menantangku bertarung di hadapan para tamu. Kalau aku menang, mereka berjanji akan menyerahkan pil itu.”
Liu Qingyue langsung mengerutkan kening.
“Xuan'er, mereka sudah berusaha membunuhmu. Bagaimana kalau pertandingan itu hanya jebakan?”
Qin Xuan memahami kekhawatiran ibunya. Ia sendiri tidak percaya jika Qin Xingqiong akan menepati janji.
Namun, untuk saat ini, ia belum memiliki cara mengambil pil tersebut secara paksa dari Qin Cangming.
“Ibu tak perlu khawatir. Pertandingan itu akan disaksikan banyak orang. Keluarga Qin juga harus memikirkan nama baik mereka.”
Qin Xuan sengaja tidak mengungkapkan seluruh kekhawatirannya. Ia tidak ingin menambah beban pikiran sang ibu.
Liu Qingyue menunduk memandangi Ling'er. Setelah beberapa saat, matanya mulai berkaca-kaca.
“Seharusnya Ibu bisa melindungi kalian. Sekarang kau harus menghadapi begitu banyak bahaya demi menyelamatkan adikmu.”
Qin Xuan segera menggenggam tangan ibunya.
“Jangan berkata begitu, Ibu. Selama ini Ibu sudah menjaga kami berdua. Sekarang biarkan aku yang melindungi kalian.”
Liu Qingyue menatap putranya. Ia ingin melarang Qin Xuan mengambil risiko lagi, tetapi setiap kali melihat Ling'er terbaring tidak berdaya, kata-kata itu tertahan di tenggorokannya.
Akhirnya, ia hanya mengangguk pelan.
Setelah memastikan kondisi adiknya tidak memburuk, Qin Xuan meninggalkan kamar dan memasuki ruangan lain untuk berkultivasi.
Ia menutup pintu, duduk bersila, lalu mengarahkan kesadarannya memasuki Pagoda Pemakaman Langit.
“Senior!”
Tidak lama kemudian, sosok misterius yang diselimuti kabut muncul di hadapannya.
“Kau kembali lebih cepat daripada yang kuduga,” ujar sosok itu. “Bahkan kau berhasil mengumpulkan Sisa Umur dua ratus tahun dari seorang ahli Alam Bintang Langit.”
Ia memandang Qin Xuan dengan penuh minat.
“Sekarang pilihlah. Kau ingin mempelajari Jurus Kedua Teknik Pedang Gelombang Api, atau meminta bantuanku mengambil Darah Sejati Iblis Pedang?”
Namun, Qin Xuan tidak langsung menjawab.
“Senior, bolehkah aku meminta sesuatu yang lain?”
Sosok misterius itu tampak sedikit terkejut.
“Apa yang kau inginkan?”
“Adikku sedang terluka parah. Aku ingin menggunakan Sisa Umur yang kukumpulkan untuk meminta Senior menyembuhkannya.”
Sosok misterius tersebut terdiam sejenak.
“Menyembuhkan adikmu bukan perkara sulit. Tetapi kau harus memikirkannya baik-baik. Kesempatan mengambil Darah Sejati Iblis Pedang dengan harga dua ratus tahun Sisa Umur tidak akan datang lagi.”
Ia kemudian menjelaskan bahwa jika Qin Xuan melewatkan kesempatan tersebut, harga yang harus dibayar di kemudian hari mungkin meningkat menjadi dua ribu tahun Sisa Umur, bahkan Sisa Umur seribu tahun milik seorang Raja Bela Diri.
Mendengar itu, Qin Xuan tetap tidak menunjukkan keraguan.
“Aku sudah memutuskan, Senior. Aku bisa menunda peningkatan kultivasiku. Bahkan kalau harus kehilangan kesempatan mengembangkan Tubuh Dewa Segala Hukum, aku tetap akan memilih menyelamatkan Ling'er.”
Ia tahu pertandingan setengah bulan lagi mungkin memberinya kesempatan mendapatkan Pil Pemulih Roh.
Namun, Qin Xuan tidak berani mempertaruhkan keselamatan adiknya pada janji Keluarga Qin. Tidak ada jaminan mereka akan menyerahkan pil tersebut meskipun ia menang.
Sosok misterius itu menatap Qin Xuan cukup lama.
Akhirnya, terdengar helaan napas pelan.
“Kau benar-benar mirip dengannya.”
Qin Xuan mengerutkan kening.
“Mirip siapa, Senior?”
Sosok itu tidak menjawab. Sebaliknya, ia berkata dengan nada yang lebih lembut, “Kau tidak perlu terlalu mengkhawatirkan adikmu. Dia tidak akan mati. Di dunia kecil ini, tidak ada seorang pun yang mampu membunuhnya.”
Qin Xuan tertegun. “Apa maksud Senior?”
“Ada hal-hal yang belum waktunya kau ketahui.”
Sebelum Qin Xuan sempat bertanya lagi, sosok misterius tersebut melanjutkan, “Serahkan Sisa Umur dua ratus tahun itu. Setelahnya, bersiaplah menyerap Darah Sejati Iblis Pedang.”
Qin Xuan masih dipenuhi pertanyaan mengenai Ling'er. Namun, karena sosok misterius itu tidak bersedia menjelaskan, ia memilih menyimpannya untuk sementara.
“Baik, Senior.”
“Tapi belum sekarang. Kau harus mencapai batas tertinggi Alam Penguatan Tubuh terlebih dahulu.”
Setelah mengatakan itu, sosok misterius tersebut menghilang.
Qin Xuan pun kembali berkultivasi menggunakan Teknik Kekacauan Segala Perubahan.
Sebelumnya, Darah Dao yang diwariskan salah seorang pemilik Pagoda Pemakaman Langit telah membangkitkan Tubuh Dewa Segala Hukum miliknya. Namun, sebagian kekuatan Darah Dao masih tersimpan di dalam tubuhnya dan terus memperkuat otot serta tulangnya.
Tanpa disadari, kekuatan fisik Qin Xuan telah meningkat menjadi sembilan banteng, setara dengan kemampuan mengangkat beban 45.000 kilogram.
Padahal, ia masih berada di Alam Penguatan Tubuh.
Selama tiga hari tiga malam berikutnya, Qin Xuan terus berkultivasi tanpa berhenti.
Energi mengalir melalui seluruh tubuhnya. Otot dan tulangnya bergetar, sementara suara gemuruh samar terdengar dari dalam tubuhnya.
Pada hari ketiga, sepuluh bayangan banteng muncul di sekeliling Qin Xuan. Kekuatan fisiknya berhasil mencapai 50.000 kilogram!
Itulah merupakan batas tertinggi legendaris Alam Penguatan Tubuh.
Qin Xuan membuka mata dan mengepalkan tangannya. Ia merasakan perubahan besar pada tubuhnya. Energinya jauh lebih padat, sedangkan kekuatan otot dan tulangnya meningkat hingga melampaui pendekar biasa di Alam Bela Diri Sejati.
“Bagus. Kau akhirnya berhasil.”
Sosok misterius kembali muncul.
“Jangan menganggap remeh peningkatan dari sembilan menjadi sepuluh banteng. Semua pemilik Pagoda Pemakaman Langit terdahulu yang mencapai puncak jalan bela diri pernah menembus batas ini.”
Qin Xuan mendengarkan dengan saksama.
“Dengan fondasi seperti ini, perjalanan kultivasimu bisa mencapai tingkatan yang jauh lebih tinggi.”
Sosok misterius itu kemudian mengangkat satu jari ke arah jasad Iblis Pedang yang terkurung di dalam pagoda.
Sebuah luka kecil langsung muncul di dada jasad tersebut.
Darah merah segar mengalir keluar, meskipun pemiliknya telah meninggal lebih dari seratus tahun lalu.
Darah itu tidak jatuh ke lantai. Sebaliknya, ia berkumpul di udara dan membentuk pedang merah sebesar telapak tangan.
Tekanan mengerikan langsung menyelimuti ruangan.
Qin Xuan merasakan kulitnya seperti ditusuk ribuan jarum. Bahkan dengan tubuh yang telah mencapai batas tertinggi Alam Penguatan Tubuh, ia tetap kesulitan menahan tekanan tersebut.
“Ini adalah Darah Sejati Iblis Pedang,” jelas sosok misterius.
“Di dalamnya tersimpan garis keturunan Tubuh Pedang Asal Sejati sekaligus sebagian kekuatan Iblis Pedang.”
Ia menggerakkan tangannya.
Pedang darah itu langsung melesat dan memasuki tubuh Qin Xuan.
“Cepat! Jalankan Teknik Kekacauan Segala Perubahan!”
Qin Xuan segera melakukannya.
Namun, rasa sakit yang menyerangnya jauh melampaui perkiraan.
Darah Sejati Iblis Pedang seolah berubah menjadi jutaan pedang kecil yang mengamuk di dalam tubuhnya. Pembuluh darah dan ototnya terasa seperti sedang dicabik dari dalam.
Darah mulai merembes keluar melalui pori-pori kulitnya.
Qin Xuan menggertakkan gigi sambil terus mengalirkan energi sesuai Teknik Kekacauan Segala Perubahan.
Perlahan, kekuatan liar itu mulai terkendali.
Hampir sembilan puluh persen energi Darah Sejati Iblis Pedang terserap menuju suatu bagian tubuhnya yang belum dapat ia pahami. Sisa kekuatannya mengalir melalui pembuluh energi, menghancurkan jaringan yang dilewati sebelum memperbaikinya kembali.
Proses itu terus berulang.
Setiap kali otot dan tulangnya rusak, kekuatan darah tersebut membentuknya kembali menjadi lebih kuat.
Qin Xuan tidak tahu berapa lama ia menahan penderitaan itu.
Hingga akhirnya, seluruh Darah Sejati Iblis Pedang menyatu dengan tubuhnya.
Saat membuka mata, dua pancaran tajam menyerupai cahaya pedang melesat keluar dan menghantam dinding pagoda.
Qin Xuan berdiri perlahan.
Pakaiannya telah hancur selama proses penempaan tubuh. Ia segera mengambil jubah hitam baru dan mengenakannya.
Tiba-tiba ia merasakan perubahan pada Dantiannya.
Energi berwarna abu-abu mulai berkumpul di sana, sementara kekuatan fisiknya meningkat dengan kecepatan luar biasa.
Sebelas banteng.
Dua puluh banteng.
Lima puluh banteng.
Delapan puluh banteng.
Bayangan banteng terus bermunculan hingga akhirnya berhenti pada jumlah delapan puluh sembilan.
Qin Xuan telah menembus Alam Bela Diri Sejati, dengan kekuatan fisik setara 445.000 kilogram!
Ia menatap kedua tangannya dengan perasaan sulit dipercaya.
Sebelum Dantiannya dihancurkan, kekuatan tertingginya hanya mencapai delapan belas banteng. Kini, setelah membangun kembali fondasi kultivasinya, ia telah melampaui kekuatan lamanya berkali-kali lipat.
Namun, perubahan itu belum berakhir.
Pedang Iblis Hitam yang tergeletak di dekatnya tiba-tiba bergetar.
Qin Xuan mengambil pedang tersebut dan langsung merasakan sesuatu yang berbeda.
Senjata yang sebelumnya sangat berat kini terasa ringan. Bahkan, ia dapat merasakan bilah pedang itu seolah menjadi bagian dari tubuhnya sendiri.
Inikah kemampuan Tubuh Pedang Asal Sejati?
Qin Xuan mengayunkan Pedang Iblis Hitam dan menggunakan Jurus Pertama Teknik Pedang Gelombang Api.
Gelombang api hitam sepanjang lebih dari tiga puluh meter melesat keluar dan menghantam dinding pagoda.
Kekuatannya meningkat lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Namun, Qin Xuan segera menyadari sesuatu yang lebih mengejutkan.
Sebuah titik energi di tengah telapak tangan kanannya mulai bersinar.
Titik itu merupakan Titik Energi Telapak Tangan, salah satu titik energi pada tubuh manusia.
Hampir sembilan puluh persen kekuatan Darah Sejati Iblis Pedang ternyata telah berkumpul di sana, membentuk sumber energi tambahan yang menyerupai Dantian kecil.
Qin Xuan kembali mengangkat pedangnya.
Kali ini, ia mengaktifkan energi yang tersimpan di telapak tangan.
Gelombang api hitam sepanjang hampir seratus tujuh puluh meter langsung melesat keluar.
Ledakan dahsyat mengguncang dinding Pagoda Pemakaman Langit.
Qin Xuan tertegun melihat kekuatan serangan tersebut.
Ia menyadari bahwa energi di telapak tangannya dapat menjadi senjata terakhir ketika menghadapi lawan yang jauh lebih kuat. Namun, jika digunakan, cadangan energinya akan cepat habis.
Ketika Qin Xuan masih memeriksa perubahan tubuhnya, titik energi di telapak tangannya tiba-tiba bergetar.
Sebelum sempat bereaksi, tubuhnya bergerak sendiri menuju jasad Iblis Pedang.
“Apa yang terjadi?”
Qin Xuan berusaha menghentikan langkahnya, tetapi tidak berhasil.
Tubuhnya terus mendekat hingga berada sekitar tiga meter dari jasad tersebut.
Tiba-tiba, mata Iblis Pedang terbuka.
Dua pancaran cahaya tajam melesat langsung menuju mata Qin Xuan.
Ia tidak sempat menghindar.
Begitu cahaya itu masuk, kesadarannya seolah dihantam gelombang besar. Berbagai ingatan asing membanjiri pikirannya.
Di tengah kekacauan tersebut, Qin Xuan melihat sosok seorang pendekar pedang berdiri di hadapannya.
Sosok itu memiliki wajah yang sama dengan jasad Iblis Pedang.
Sebuah suara berat kemudian bergema di dalam benaknya.
“Dahulu, aku menantang Kaisar Kuno Huang Agung untuk mencapai jalan kekaisaran. Namun, aku kalah dan harus menepati janji dengan mengurung diri di Pagoda Pemakaman Langit selama sepuluh ribu tahun.”
Sosok tersebut melanjutkan bahwa selama masa pengurungan, ia terus menyempurnakan ilmu pedangnya dan berniat kembali menantang sang Kaisar.
Namun, Kaisar Kuno Huang Agung telah menghilang, sementara dirinya tidak dapat meninggalkan pagoda.
Ketika menyadari Sisa Umurnya hampir habis, ia memutuskan meninggalkan seluruh warisan ilmu pedangnya.
“Aku tidak ingin ilmu pedang yang kukembangkan selama hidupku lenyap begitu saja.”
Qin Xuan mendengarkan dalam keadaan terpaku.
“Siapa pun yang menerima warisanku berhak membawa lambang pedangku untuk memerintah Sekte Pedang. Namun, jika suatu hari kau bertemu keturunanku yang sedang menghadapi kesulitan, kuharap kau bersedia membantu mereka.”
Setelah mengucapkan pesan terakhir itu, sosok Iblis Pedang perlahan menghilang.
Namun, berbagai ingatan mengenai ilmu pedang terus mengalir ke dalam pikiran Qin Xuan.
Ia akhirnya menyadari bahwa dirinya bukan hanya memperoleh kekuatan Darah Sejati Iblis Pedang.
Ia juga telah menerima seluruh warisan ilmu pedang milik Iblis Pedang!
......................
Bersambung...